Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Film

Melihat MCU 10 Tahun yang Akan Datang Setelah Nonton Doctor Strange 2

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz oleh Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
9 Mei 2022
A A
Melihat MCU 10 Tahun yang Akan Datang Setelah Nonton Doctor Strange 2 Terminal Mojok.co

Melihat MCU 10 Tahun yang Akan Datang Setelah Nonton Doctor Strange 2 (Shutterstock.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Doctor Strange in the Multiverse of Madness buat saya adalah film Marvel Cinematic Universe (MCU) di phase 4 yang menjadi “gerbang” untuk melihat seperti apa semesta MCU 10 tahun yang akan datang. Rilisnya film ini juga bersamaan dengan pernyataan Bapak MCU, Kevin Feige, yang menyebutkan bahwa ia sedang merencanakan keberlangsungan franchise ini hingga 2032. Tentu ini bukan sebuah kebetulan.

Saya berani sebut gerbang phase 4 (meski sudah ada 6 serial dan 4 film yang mendahuluinya) karena film kedua Doctor Strange ini memperlihatkan kita bagaimana MCU akan memperlakukan proyek-proyek lainnya.  Sutradara tetap diperkenankan memegang sebagian besar kendali kreatif film yang ia arahkan, tapi tetap ada beberapa unsur yang harus feige atau orang-orang di atasnya yang putuskan. 

Doctor Strange in the Multiverse of Madness (Shutterstock.com)

Saat menonton Doctor Strange 2, saya merasa sekali bahwa sepenuh-penuhnya seorang Sam Raimi mencurahkan kebolehan akan kemampuannya meramu film horor, pasti ada sekelumit hal yang membuat saya, “Oh, ini MCU sekali.” Tentu kita akan menyadari detail-detail kecil seperti ini di beberapa proyek (film dan serial) MCU yang akan datang.

Lalu, MCU tampaknya hanya akan merilis film-film di bioskop dari karakter atau tim superhero yang sudah memiliki popularitas. Sebut saja seperti Guardians of the Galaxy atau karakter mayor lainnya. Namun, mereka sepertinya masih akan mempertimbangkan untuk merilis film origin lagi, kalau film itu memiliki “agenda” terselip di dalamnya. Ya, maksud saya Shang-Chi.

Mereka yang tidak lolos “agenda” itu tentunya akan berakhir di Disney+ sebagai serial 6 episode. Tentu, ini bukan merupakan sesuatu yang buruk. Lihat saja kesuksesan Moon Knight. Meski debutnya hanya di layar kecil, episode terakhirnya seakan memberi kesan bahwa ini adalah karakter dengan prospek yang menjanjikan. Steve Grant dan Mark Spector layak diberi panggung lebih banyak lagi.

Baru, deh, setelah memiliki basis penggemar yang kuat, mereka akan menghadirkan para karakter debutan Disney+ ini di film-film blockbuster. Marvel dan Disney sebenarnya sudah mulai menerapkan rencana ini dengan memasukkan karakter Monica Rambeau versi dewasa dari WandaVision dan Kamala Khan a.k.a Ms. Marvel ke film The Marvels yang akan rilis tahun depan. 

Kehadiran mereka tentu patut ditunggu karena akan menjadi semacam percobaan apakah strategi tersebut bekerja dengan baik atau tidak. Kalau berhasil, lanjut, kalau gagal, bungkus!

Hal-hal di atas murni hanya pengelihatan dan prediksi saya. Saya bukan tetangganya Kevin Feige atau menantunya Bob Iger (CEO Walt Disney Company). Jadi, saya tidak pernah mendapatkan bisikan berupa bocoran akan masa depan MCU. Mau seperti apa arahan yang akan diambil, saya yakin MCU masih akan mendulang kesuksesan dengan mendatangkan keuntungan yang besar. Nggak heran, franchise ini memang franchise termahal dibanding franchise film yang lain.

Baca Juga:

MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

Wong, Si Paling Sibuk di Semesta Marvel

Walt Disney Company (Shutterstock.com)

Nah, saya pikir guna mempertahankan predikat termahal itu, MCU perlu yang namanya menjaga momentum para karakternya. Jangan biarkan karakter yang punya peran besar dibiarkan nganggur lebih dari dua tahun. Ada baiknya mereka dimasukkan sebagai peran utama di beberapa proyek serial milik MCU di Disney+, atau mungkin kameo pun sudah cukup jika munculnya di film.

Dengan begitu, para penggemar pasti akan terus berspekulasi. Saling lempar fan theory sampai berbusa. Kira-kira ini karakter A mau ngapain? Karakter B bakal jadi apa ke depannya? Eh, apa karakter C ternyata adalah adik dari karakter B yang ternyata musuhnya karakter A? Ah, pokoknya teori-teori yang bakal dikupas tuntas sama bejibun kanal YouTube di luar sana, deh!

Coba lihat saja perjalanan karakter Wanda Maximoff dari 2014 sampai 2022 ini. Hanya pada 2017 ia tidak muncul di film/serial mana pun. Berkat kemunculannya yang konsisten, kehadirannya di Doctor Strange 2 menjadi highlight yang disebut oleh banyak orang sebagai salah satu keunggulan filmnya. 

Iron Man (phol_66/Shutterstock.com)

Ya, pada akhirnya apa pun rencana yang MCU cekokin ke kita, pasti kita telan juga, kok. Mau itu serial tentang si bocah yang nememin Tony Stark di Iron Man 2 (dia muncul juga di Endgame) atau film Korg bikin tim bersama para warga New Asgard ngelawan entah apa itu musuhnya, pasti, pasti, ada aja yang nonton.

Penulis: Endrapta Ibrahim Pramudhiaz
Editor: Audian Laili

BACA JUGA 4 Film dan Series MCU yang Perlu Ditonton Sebelum Nonton Doctor Strange in the Multiverse of Madness

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 9 Mei 2022 oleh

Tags: Doctor StrangeMCU
Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Endrapta Ibrahim Pramudhiaz

Full time mahasiswa, part time pemburu pengalaman.

ArtikelTerkait

Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah

Review Morbius: Film Superhero dengan Cerita yang Payah

2 April 2022
3 Kekurangan Film-film MCU yang Lumayan Mengganggu

3 Kekurangan Film-film MCU yang Lumayan Mengganggu

9 April 2022
MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

MCU Phase 4 Adalah Fase Terburuk Sepanjang Sejarah MCU

18 Agustus 2022
Doctor Strange in the Multiverse of Madness: Menyenangkan, tapi Ending-nya Biasa Saja

Doctor Strange in the Multiverse of Madness: Menyenangkan, tapi Ending-nya Biasa Saja

6 Mei 2022
Belajar Tasawuf dari Film Superhero Dr. Strange

Belajar Tasawuf dari Film Superhero Doctor Strange

21 Maret 2020
Review Eternals

Review Eternals: Siapa Bilang Jelek? Ah, Nggak Juga

11 November 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak Mojok.co

3 Ciri Penjual Nasi Goreng Merah Surabaya yang Sudah Pasti Enak

21 April 2026
4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat  Mojok.co

Sawojajar Malang Mengingatkan akan Labirin Pogung Jogja, Sama-sama Membingungkan dan Bikin Tersesat 

18 April 2026
Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai Mojok.co

Kursus Setir Mobil yang Dikit-dikit “Pakai Feeling Aja” Itu Pertanda Red Flag, Patut Diwaspadai

19 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.