Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Melihat Klaten dari Instagram Ibu Bupati VS dari Warganya Sendiri

Christianto Dedy Setyawan oleh Christianto Dedy Setyawan
29 April 2020
A A
ibu bupati klaten

Melihat Klaten dari Instagram Ibu Bupati VS dari Warganya Sendiri

Share on FacebookShare on Twitter

Hari-hari ini obrolan seputar Klaten semakin viral saja. Foto Ibu Bupati Klaten yang nempel di hand sanitizer, beras, dan aneka bantuan kepada warga di masa pandemi corona jadi biang keladinya. Foto itu banyak yang mencela, namun tak sedikit pula yang membela. Nggak percaya? Cobalah baca komen dari netizen di akun Instagram Ibu Bupati

Ngomong-ngomong tentang Instagram Ibu Bupati, dari sekian postingan tergambar bahwa beliau aktif dalam setiap lini kehidupan masyarakat. Menyapa warga, turun memberikan bantuan, hingga menghadiri aneka acara. Selain soal (((pencitraan), pembangunan di Klaten juga banyak dipost di akun Instagramnya.

ADVERTISEMENT

Kesan yang timbul kalau ngintip instagram Ibu Bupati Klaten ini adalah Klaten sebagai sebuah daerah yang punya nuansa desa dan kota yang gemah ripah loh jinawi subur makmur. Betul, kita pasti akan melihat Klaten sebagai kabupaten yang maju. Pertanyaannya, benarkah demikian?

Sebagai warga asli Klaten, saya berpikir keras mencari kemajuan Klaten yang telah dicapai selama ini. Indikator kemajuan memang beraneka ragam, namun di kalangan warga Klaten terdapat beberapa fakta tentang Klaten yang memicu garuk-garuk kepala yang tidak gatal.

Di Klaten masih belum ada Mal dan Bioskop

Sampai saat ini Klaten tidak memiliki bioskop yang aktif. Warga Klaten kalau pengin ke bioskop harus ke Jogja atau ke Solo dengan jarak tempuh yang bisa dibilang lumayan. Padahal, jaman sekarang nonton film kan sudah jadi hiburan rakyat, sudah lumrah dan bukan lagi jadi kegiatan yang teramat mewah. Masa Ibu Bupati Klaten tidak pernah memikirkan hal ini, sih?

Mall juga tidak ada di Klaten. Kalau pun ada yang layak disebut semacam mall ya pol mentok adalah Matahari Plaza. Sebuah tempat yang bisa diperdebatkan apakah itu memang mall tulen atau bangunan yang diklaim sebagai mall… Hehe.

Event top dan berbobot adalah barang langka

Saya kadang mikir benarkah Klaten adalah daerah yang jauh dari hingar bingar gemerlap duniawi. Asumsi ini muncul sebab jarang ada pagelaran top di Klaten misalnya konser besar. Pertunjukan musik kadang ada sih tetapi yang benar-benar kategori besar sangat jarang, atau barangkali penguasa Klaten belum kepikiran untuk membuat acara begituan.

Jangan bandingkan dengan Boyolali yang kemarin menggelar Boyolali Rock Festival dan sebelumnya mengundang band Europe ke Kota Susu. Jangan bandingkan pula dengan keberhasilan Boyolali yang menjadi venue Mata Najwa on Stage yang dibanjiri ribuan penonton. Percayalah, meski kami adalah tetangga dekat, kami tidak benar-benar dekat.

Baca Juga:

Yang paling penting adalah jagain ikhtiar Bupati Hamenang menyelesaikan luka lama yang dibikin PD BKK Klaten

Warga Klaten Lebih Memilih Kuliah di Jogja Atau Solo Bukan karena Nggak Ada Kampus, tapi karena Alasan Ini

Urusan buku yang jauh dari mutu

Di luar urusan permusikan & talk show, Klaten amat jarang menggelar pameran buku. Padahal kalau mau SDMnya maju kan acara ini kudu digalakkan.

Pernah saya datang ke pameran buku di gedung RSPD Klaten. Sesuatu yang bikin saya sumringah dari rumah karna ini moment langka. Tapi sesampai di lokasi, hati langsung ambyar. Buku yang dijual di pameran banyak yang bajakan, bahkan banyak pula buku rejectan alias buku dengan muatan kurang berbobot nan lawas yang sudah tak laku jika dipajang di toko buku.

Pameran ini seolah didapuk sebagai tempat pembuangan akhir bagi buku-buku semacam ini agar laku. Mencari toko buku yang beneran toko buku juga tak mudah. Ada satu toko buku di tepi Jalan Pemuda, selain itu ya sulit. Yang gampang adalah mencari toko alat tulis yang memasang label toko buku di pintunya.

Dunia bal-balan yang gitu-gitu aja.

Pernah mendengar nama PSIK? Yakk, jika Anda merasa asing, itu wajar. Klub sepakbola dari Klaten ini perkembangannya cenderung stagnan, kalau tidak mau dibilang jalan di tempat. Pemkab Klaten sepertinya tidak ngebet untuk menjadikan PSIK tim yang tangguh.

Stadion Trikoyo menjadi saksi kehidupan keseharian PSIK yang sunyi. Jangan bermimpi instan Klaten akan membangun stadion baru nan megah. Jangan bandingkan dengan Boyolali yang kini membangun stadion Kebo Giro yang megah dan punya arena latihan sepakbola berstandar FIFA. Jangan tanya pula prestasi PSIK atau kini main di level liga mana. Cukuupp.

Ya memang Klaten punya potensi top di bidang perumbulan. Banyak umbul atau permandian yang menjadi destinasi wisata favorit. Tapi apa iya yang mau dilihat cuma seputar alam perciblonan melulu. Kan enggak to bosskuu.

Dari hasil lamunan di atas, saya semakin yakin bahwa yang diposting Ibu Bupati di Instagramnya itu hanya yang bagus-bagus saja. Yang serba perlu dioptimalkan mana mungkin diunggah. Keyakinan sepintas yang mengacu pada satu hal yaitu kenapa komen di Instagram yang tidak berbau puja-puji jarang dibalas ya?

BACA JUGA Berhenti Sebut Semua Wilayah di DIY dengan Sebutan Yogyakarta atau tulisan Christianto Dedy Setyawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 29 April 2020 oleh

Tags: bupati klatenkabupaten klatenwarga klaten
Christianto Dedy Setyawan

Christianto Dedy Setyawan

Pencinta literatur yang hobi blusukan sejarah

ArtikelTerkait

5 Pasar di Klaten yang Buka di Hari Pasaran Jawa, Wajib Dikunjungi!

5 Pasar di Klaten yang Buka di Hari Pasaran Jawa, Wajib Dikunjungi!

6 Desember 2024
Polanharjo, Kecamatan Ternyaman untuk Ditinggali di Kabupaten Klaten

Polanharjo, Kecamatan Ternyaman untuk Ditinggali di Kabupaten Klaten

17 Januari 2024
Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

Kepel, Kuliner Unik dari Pedan Klaten yang Bikin Ketagihan. Nggak Cukup kalau Cuma Makan Satu!

21 Juni 2024
Menilik Romantisnya Candi Plaosan Klaten dan Kemeriahan Festival Candi Kembar

Menilik Romantisnya Candi Plaosan Klaten dan Kemeriahan Festival Candi Kembar

12 September 2024
Soto Garing Klaten, Soto Tanpa Kuah yang Ternyata Rasanya Nggak Seburuk Itu

Soto Garing Klaten, Soto Tanpa Kuah yang Ternyata Rasanya Nggak Seburuk Itu

18 Februari 2024
Sidowarno Klaten, Desa Wisata Pewaris Wayang Kulit Kerbau

Sidowarno Klaten, Desa Wisata Pewaris Wayang Kulit Kerbau  

2 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Naik Kereta Dhoho Penataran dari Surabaya ke Kediri: Mata Dimanjakan, tapi Punggung Tersiksa

Kalah war tiket kereta Dhoho Penataran artinya harus menderita, karena berdiri di kereta ini betul-betul menyiksa

29 Juli 2026
Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang mencapai jutaan rupiah Mojok.co

Menguak cara kerja dan cuan jasa war tiket konser yang bisa mencapai jutaan rupiah

30 Juli 2026
Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli sudah bikin senang? (Unsplash)

Kenapa muter-muter di Indomaret tanpa beli apa-apa sudah bikin senang?

3 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.