Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

MasyaAllah, Negara Mana Coba yang Pemerintah dan Rakyatnya Qanaah Kayak Kita?

Lestahayu oleh Lestahayu
19 Mei 2020
A A
Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Cerita Prihatin yang Mungkin Dipahami Pedagang Pinggir Jalan Ketika Hujan terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Memiliki sikap qanaah atau lapang dada itu sebenarnya bisa membuat hidup jadi lebih tenang. Karena segala pemberian dari Sang Maha Pemberi itu perlu diterima dengan lapang dada dan kepasrahan yang hakiki. Maka dari itu, jangan heran kalau pemerintah Indonesia sampai sekarang masih tenang-tenang saja menghadapi pandemi Corona yang makin menjadi. Ya karena jajaran yang mengisi pemerintahan negara tercinta kita ini sudah kelewat aonaah, terlalu nerimo ing pandum terhadap segala bentuk pemberian. Entah itu baik atau pun buruk, pokoknya yang paling penting punya sikap qanaah aja dulu.

Terlebih, memang beginilah seharusnya kita bersikap terhadap segala hal. Kita mestinya punya sifat qanaah, nerimo ing pandum, yang kebetulan diborong semua oleh jajaran pemerintahan negara tercinta kita ini. Nggak cuma nerimo ing pandum, pemerintah bahkan juga pasrah ngalah aja pada keadaan dengan cara mengajak para rakyat untuk berdamai dengan Corona.

Mosok punya sifat qanaah dan pasrah pada keadaan malah dibenci, dikritisi, dikecam, dan dibilang yang enggak-enggak oleh rakyat sendiri? Itu kan nggak banget. Itu namanya kita ini rakyat yang nggak menghargai pemerintah sama sekali. Dasar, rakyat durhaka!

Jadi, nggak perlulah kita yang nggak punya sifat qanaah ini protes sana sini apalagi membandingkan pemerintah dan rakyat Indonesia dengan negara lain atau segala macam hal lain yang bersangkutan. Apalagi mengajari pemerintah untuk menerapkan petuah Jawa eling lan waspodo. Halah, apa itu eling lan waspodo? Nggak perlu babar blas, karena petuah nerimo ing pandum lebih menjanjikan dan lebih irit tenaga. Karena yang perlu ditekankan adalah sikap nerimo, nerimo, nerimo.

Kita juga nggak usah iri terhadap negara lain yang sudah bersih dari Corona atau minimal bisa mengendalikan virus tersebut. Cuma buang-buang waktu untuk hal-hal nggak berfaedah. Hanya mencerminkan kalau hati kita ini hanya dipenuhi kedengkian tanpa ujung. Pokoknya jangan begitu. Karena sikap yang perlu kita terapkan hanyalah sikap qanaah, qanaah, dan qanaah. Nerimo ing pandum, nerimo ing pandum, nerimo ing pandum.

Malah kalau perlu, kita ini seharusnya meneladani sikap nerimo ing pandum dan pasrah ngalah-nya pemerintah, bukannya menuntut ini itu ke mereka. Nggak usah pula ngatain goblok kepada rakyat yang ngikut sikap nerimo ing pandum tersebut, yang dengan entengnya bilang kalau sudah waktunya mati, mereka pasti akan mati. Makanya nggak usah ngatain aneh-aneh orang kayak gitu, kalau kita nggak punya wewenang apalagi nggak punya gaya sultan apa-apa yang bisa menunjang sikap nerimo ing pandum. Pokoknya jangan!

Justru sebagai orang yang sama sekali nggak punya sikap nerimo ing pandum, kita ini sebetulnya cuma perlu mencontoh mereka yang telah dinobatkan sebagai manusia paling nerimo ing pandum di muka bumi ini. Begitu doang kok, Mylov. Ngikutin mereka tuh apa susahnya, sih? Nggak ada susahnya! Gampange poool-polan.

Kalau pun nggak bisa mencontoh, ya paling nggak jangan banyak komentar tentang mereka yang sudah punya bekal yang cukup untuk dipamerkan dibanggakan di depan publik. Emangnya kita, yang belum pernah melakukan apa-apa untuk negara, tapi sudah sering ngegas-ngegas nggak jelas?

Baca Juga:

Pemerintah Bangkalan Madura Nggak Paham Prioritas, Memilih Sibuk Bikin Ikon Pendidikan daripada Perbaiki Kualitas Pendidikan

5 Cara Legal Boikot Pemerintah yang Ugal-ugalan

Mestinya kita malu dong kepada mereka yang sudah banyak berkorban harta demi eksistensi diri orang lain. Mestinya kita malu juga terhadap mereka yang masih punya banyak waktu dan harta untuk bergaya hidup bagaikan anak sultan. Itu kan jalan hidup mereka yang harus diterima dengan sikap qanaah, karena segala kebutuhan mereka yang sangat urgent itu harus dipenuhi saat ini juga. Masa, gitu aja diprotes?

Tapi kan mereka melakukan itu semua cuma buat nyari sensasi demi like, komentar, dan nambah pengikut doang!

Yaelah, ngomong gituan karena iri, kan? Saudara-saudara, sensasi yang mereka bikin untuk menambah jumlah like, komentar, bahkan follower dan subscriber itu emang salah satu kontribusi besar mereka terhadap kemajuan bangsa dan negara. Hal-hal tersebut mestinya kita sembah dan agung-agungkan. Masa, gitu aja nggak paham? Dasar, rakyat durhaka yang gagap terhadap rasa qanaah!

Karena nyatanya tindakan orang-orang semacam itu sebetulnya penuh dengan filosofi yang begitu mendalam dan sarat akan makna kehidupan. Kita hanya tinggal menularkan nasihat yang mereka sampaikan melalui tindakan itu. Kira-kira isinya begini: “Kamu itu harus berdamai dengan virus Corona, sebagai wujud dari sikap nerimo ing pandum. Kamu harus qanaah meskipun terpapar virus Corona, karena yang menentukan hidup dan mati hanya Allah SWT. Kamu pun harus rela nggak bisa makan, demi memperoleh dan menonjolkan sikap qanaah pada dirimu. Kalau kamu lapar, lihat saja orang macam saya yang mampu membeli dan makan Oreo Supreme yang langka dan mahal. Dengan begitu, kamu auto jadi orang qanaah, orang yang nerimo ing pandum, dan itu berpahala.”

Asal kita tahu, dengan pemerintah bersikap qanaah, nantinya virus Corona bisa minggat sendiri. Dengan bersikap nerimo ing pandum ketika melihat orang makan oreo supreme, kita bisa kenyang sendiri. Dengan melihat orang tertawa di atas penderitaan jutaan manusia, bisa bikin kita kaya raya juga. Logika sederhana penganut sikap qanaah garis keras seperti mereka menunjukkan hal demikian, masa kita masih nggak paham-paham juga???

Jadi, kita ini nggak usah memperotes pemerintah dan sebagian rakyat yang punya sikap kelewat qanaah. Karena qanaah itu nggak dosa, sekalipun mengancam keselamatan jutaan orang. Nggak perlulah kita ngajarin mereka untuk eling lan waspodo serta ikhtiar duluan, baru nerimo ing pandum. Mereka pasti lebih paham akan hal tersebut, tapi memilih qanaah dulu baru ikhtiarnya belakangan. Pokoknya yang paling penting itu qanaah, qanaah, qanaah. Nerimo ing pandum, nerimo ing pandum, nerimo ing pandum.

Pihak-pihak yang maunya berikhtiar dan eling lan waspodo, nggak cocok banget bersanding dengan pemerintah beserta sebagian rakyat yang qanaah dan nerimo ing pandum yang kebetulan dibawa oleh manusia bergaya sultan. Karena kesenjangan pola pikir semacam ini hanya akan bikin orang yang sudah ikhtiar untuk makin ikhtiar, yang qanaah makin qanaah.

BACA JUGA Berdamai dengan Corona Sama Saja Berdamai dengan Pemerintah Inkompeten atau tulisan Lestahayu lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Mei 2020 oleh

Tags: nerimo ing pandumpandemi coronapemerintahqanaah
Lestahayu

Lestahayu

Sebagian orang memanggil saya Hayu, tapi lebih banyak yang memanggil Septi. Pernah pacaran satu kali. Suka menulis cerita fiksi, makanya pengin jadi sahabat PUEBI dan KBBI.

ArtikelTerkait

Saya Mahasiswa Ushuluddin yang Masa Depannya Dipertaruhkan oleh Mulut Tetangga terminal mojok.co

Kuliah Online Bikin Jiwa Bandel Mahasiswa Tidak Terfasilitasi dengan Baik

7 Desember 2020
Mengkritik Pemerintah Itu Mudah dan Banyak Manfaatnya

Mengkritik Pemerintah Itu Mudah dan Banyak Manfaatnya

22 Juni 2022
wudu

Daripada Berharap pada Negara, Wudu Jadi Jalan Ninja Saya Mencegah Corona

18 Maret 2020
Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih? terminal mojok.co

Wahai Bapak Ibu Dosen, Kenapa Sering Sekali Mengganti Jam Kuliah Online Sih?

12 Januari 2021
Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm terminal mojok.co

Problem Kekinian yang Menyebalkan: Masker Copot Saat Memakai Helm

24 September 2020
luhut

Menyerahkan Semua Urusan Pada Luhut Binsar Panjaitan

23 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.