Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Masuk Liga Champions Kok Irit, Lazio Sehat?

Riza Afthoni oleh Riza Afthoni
8 September 2020
A A
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Musim ini, kita akan dikejutkan dengan kembalinya SS Lazio ke Liga Champions, setelah absen selama 13 tahun di ajang bergengsi ini. Tetapi tidak seperti klub-klub yang lain, yang belanja jor-joran guna memperdalam pasukannya, Elang ibu kota nyatanya adem ayem aja.

Sejak era kepemilikan diambil alih oleh Claudio Lotito, praktis klub ibukota berwarna biru ini tidak selalu meledak dalam hal transfer. Direktur olahraga, Igli Tare, pun tidak menuntut lebih. Kedua petinggi ini bagai Snapdragon 625 dengan Android Stock Rom milik Google, iritnya minta ampun.

ADVERTISEMENT

Bayangkan saja, pemain yang datang hingga saat ini, jika tidak pemain uzur, ya pemain free transfer maupun pemain antah berantah. Hal ini membuat Laziale di seluruh dunia, sedikit geram.

Mereka mendatangkan Pepe Reina, yang sudah 38 tahun dan sudah mendekati habis masa keemasannya. Mereka juga mendatangkan Gonzalo Escalante dari Eibar. Lazio juga membeli penyerang Salernitana, Jean-Daniel Akpa Akpro, Nama terakhir bisa dibilang, ya mubazir banget, membeli pemain dari klub presiden dan pemilik yang sama, yang benar aja.

Kegagalan mengangkut Kumbulla, David Silva, dan kemudian Muriqi, membuktikan bahwa klub ini masih setengah-setengah dalam mengarungi kompetisi domestik dan Eropa.

Seperti yang kita tahu, sebelum corona merebak ke seluruh dunia, Lazio menguntit di belakang Juventus, terpaut satu poin. Bisa dibilang, Lazio berpotensi untuk menjadi juara baru di Serie A yang didominasi Juventus.

Nyatanya, setelah liga dimulai lagi pasca corona, mereka seolah-olah kehilangan momen yang dulu mereka sering banggakan, yakni kemenangan. Padahal saat itu, Juventus juga sedang tidak bagus-bagus amat dilatih Maurizio Sarri. Ujungnya, yang juara ya Juventus lagi.

Bosen? Pasti lah, yakali dia mulu yang juara. Tapi nggak bisa disalahkan juga ya. Ketika Juve lagi limpung, eh bisa-bisanya, Inter, Lazio, dan Atalanta sering banget kehilangan poin.

Baca Juga:

Real Madrid, Klub yang Tidak Punya Zaman

Arsenal Seharusnya Bisa Mengalahkan Bayern di Liga Champions dan Ini Bukan tentang “Diving” Bukayo Saka

Lagian kalau mau ngarepin Lazio boros di bursa transfer sepertinya hanya lelucon. Mereka sering banget nggak menuruti permintaan pelatih perkara pemain, contohnya kayak waktu Bielsa melatih Lazio.

Sebagai Laziale yang nggak keras-keras amat, saya kadang berpikir, sepelit itukah Lotito sampai beli pemain aja susahnya pake banget? Memang ada poin positifnya sih. Keuangan Lazio bisa menjadi sangat sehat karena pengeluaran terkontrol. Langkah selanjutnya kemudian mencari bibit muda dan gratis, lalu dijual mahal menjadi jalan ninja era Lotito dan Tare.

Nggak salah memang, toh buktinya Coppa Italia dan Super Copa menjadi bukti sahih bahwa pembelian cermat pu bisa memberi hasil. Apalagi rivalnya, AS Roma, yang menghamburkan banyak uang demi membeli pemain label bintang, sampe sekarang masih nihil gelar.

Tapi perlu diingat, AS Roma langganan Liga Champions dalam beberapa musim terakhir, sementara Lazio? Ajang Europa League aja masih bisa dibantai sama perwakilan Rumania CFR Cluj. Sekarang mau tampil di ajang Liga Champions, tapi masih pake formula yang sama, saya rasa cukup deh.

Apa salahnya coba keluar uang lebih demi membeli pemain yang diinginkan pelatih demi membentuk kedalaman skuat yang kokoh? Selain mempertegas kesiapan tim, hal itu juga bisa menjadi magnet bagi para pemain untuk bermain di Lazio. Padahal dengan bermain di banyak liga berarti kemungkinan cedera bakal naik. Kalau sampe nggak punya pemain yang rata kemampuannya, ya sama aja datang untuk jadi bulan-bulanan.

Jadi mau sampai kapan Lotito dan Tare ngirit terus?

BACA JUGA Pengangguran Terjadi Bukan karena Keadaan, tapi Faktor Gengsi dan artikel Terminal Mojok lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 September 2020 oleh

Tags: Liga ChampionsSS Laziotransfer
Riza Afthoni

Riza Afthoni

Penyuka hardcore yang mencintai Spongebob Squarepants. Kalau bisa sih mencintai Mojok juga.

ArtikelTerkait

Sumber gambar: Akun Twitter Eduardo Camavinga

Camavinga Bukanlah Pelarian, dan Ia Tak Muncul Tiba-tiba

8 September 2021
emiliano martinez fans arsenal manchester united mojok

Percayalah, Arsenal Juga Bahagia Melihat Emiliano Martinez Sukses Bareng Tim Lain

14 Juli 2021
Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

Jangan (Pernah) Percaya Kabar Kylian Mbappe (Akhirnya) Pindah ke Real Madrid, Pokoknya Jangan

16 Februari 2024
ole pemain underrated fans bola fans Manchester United MU jesse lingard manchester united liverpool Real Madrid #GlazersOut Gini doang nih grup neraka? MOJOK.CO

4 Saran Bagi Admin @ManUtd_ID Setelah Banter ‘Gini Doang Nih Grup Neraka?’ Jadi Bumerang

10 Desember 2020
Liverpool, Kenapa Kita Tidak Melanjutkan Pestanya Terminal Mojok

Liverpool, Kenapa Kita Tidak Melanjutkan Pestanya?

29 Mei 2022
Titik Penentu Kedewasaan Liverpool dan Jurgen Klopp yang Abai

Titik Penentu Kedewasaan Liverpool dan Jurgen Klopp yang Abai

4 Maret 2020
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan faslitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi Mojok.co

Derita mahasiswa Unsoed, sudah kampus dan fasilitasnya medioker, kini harus menahan malu karena rektornya korupsi

23 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

23 Agustus 2026
Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.