Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Kesehatan

5 Masalah yang Bakal Muncul Setelah Berhasil Menurunkan Berat Badan

Basith Ardimasqi oleh Basith Ardimasqi
1 April 2023
A A
5 Masalah yang Bakal Muncul Setelah Berhasil Menurunkan Berat Badan

5 Masalah yang Bakal Muncul Setelah Berhasil Menurunkan Berat Badan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Menurunkan berat badan mungkin jadi resolusi banyak orang tiap tahunnya. Bagaimana tidak, Riskesdas 2018 menyatakan bahwa 35,4% alias satu dari tiga orang Indonesia mengalami kegemukan. Berat badan yang terus naik jelas bikin cemas. Sebab, kegemukan memang diasosiasikan dengan peningkatan risiko berbagai gangguan kesehatan.

Menurut Kemenkes RI, risiko diabetes, jantung koroner, hipertensi, hingga stroke meningkat dua kali lipat pada orang-orang yang mengidap obesitas. Risiko kanker dan penurunan tingkat kesuburan reproduksi juga akan meningkat berkali-kali lipat. Hmmm, ngeri-ngeri sedap.

Punya berat badan ideal memang membawa banyak keuntungan. Misalnya, menurunnya risiko gangguan kesehatan, kepercayaan diri meningkat, hingga dengkul yang nggak gampang gemetar waktu naik turun tangga. Namun di balik itu semua, turunnya berat badan juga sebetulnya membawa derita tersendiri, lho. Sama halnya kalau kita menggendut, masalah-masalah baru akan muncul seiring dengan mengecilnya lingkar pinggang dan perut.

Berikut beberapa masalah yang saya alami sendiri setelah proses diet enam tahun belakangan ini. Ada baiknya kalian menyimak dulu sebelum mantap memulai program penurunan berat badan, ya.

#1 Nggak bisa makan seenaknya

Ketika sudah menjalani program diet cukup lama, kalian pasti jadi terbiasa mengatur porsi makan dan apa saja yang masuk ke mulut. Kedisiplinan kalian ini akan diuji waktu bertamu ke rumah orang atau menghadiri jamuan makan. Kalian harus lihai berdiplomasi ketika menerima pertanyaan, “Ih, kok makannya dikit? Tambah lagi sana!” dari tuan rumah, teman, atau saudara.

Ketahuilah bahwa tiada hal yang lebih berat selain menahan diri di hadapan segala macam hidangan lezat, Kisanak. Belum lagi kalau tiba-tiba pasangan minta ditemani jajan boba, martabak manis, waffle, atau kudapan-kudapan lain yang notabene padat kalori namun minim nutrisi. Hayo, lho, gimana tuh?

#2 Dituduh yang nggak-nggak

Masalah yang bisa muncul setelah berhasil menurunkan badan adalah dituduh yang nggak-nggak oleh orang sekitar. Terutama buat kalian yang masa mudanya dulu agak surem atau terkenal bandel di tongkrongan.

Tiap kali saya bertemu teman-teman lama, tuduhan yang selalu mereka lontarkan saat bertemu kurang lebih begini, “Ih, kok tambah kurus? Ngepil, ya?” Sering kali saya harus ngeyel kalau berat badan saya turun bukan gara-gara mengonsumsi barang haram. Sama seperti saudara-saudara saya yang umumnya merasa prihatin karena saya bertambah kerempeng. Duh, padahal saya kan kurus bukan karena stres, tapi karena gowes.

Baca Juga:

Dancow Campur Energen Cokelat, Tips Menaikkan Berat Badan yang Sesat!

5 Makanan Alfamart yang Cocok untuk Diet: Teman Setia Pejuang Berat Badan Tanpa Drama Berlebihan

#3 Baju dan celana kedodoran

Kalau nanti sudah sukses menjalankan program diet, kalian harus ikhlas dan legowo keluar duit buat permak atau beli baju baru ya, Gaes. Karena dijamin pakaian kalian pasti banyak yang kedodoran. Bahkan beberapa baju favorit harus siap-siap kalian pensiunkan, cuma gara-gara potongannya sudah nggak pas lagi. Sedih.

#4 Hilangnya airbag alami

Bukan tanpa alasan Tuhan menciptakan lapisan bawah kulit manusia sebagai tempat penyimpanan lemak. Sialnya, proses diet nggak cuma bikin perut tambah kecil, tapi juga bikin tulang-tulang di bagian badan lain seperti pantat dan tungkai jadi berkurang bantalannya.

Alhasil, kegiatan-kegiatan yang sebelumnya bisa kalian lakukan berlama-lama, kini sebentar saja sudah bikin ngilu. Duduk di atas permukaan keras atau berlutut, misalnya. Jadi, kurang-kurangi deh nongkrong di kafe yang kursi dan mejanya dari semen. Mulai sekarang pilih tempat-tempat nongkrong yang menyediakan sofa.

#5 Nggak cuddly lagi

Setuju nggak setuju, orang kurus itu memang nggak senyaman dan selucu orang gembul buat dipeluk. Buktinya, cowok-cowok berbadan gembul ala bapak-bapak (istilah kerennya dad bod) juga disukai cewek-cewek.

Dalam perjalanan menurunkan berat badan, pasangan kalian mungkin bakal komplain atau malah menyuruh kalian berhenti diet cuma karena badan kalian tambah kerempeng. Solusinya ya komunikasi. Berikan pemahaman pada pasangan kalau usaha kalian menurunkan berat badan ini juga demi kebaikan kalian berdua. Lebih baik punya pasangan yang kurang huggable tapi sehat daripada punya pasangan yang huggable tapi punya banyak masalah kesehatan, ya kan?

Nah, itulah beberapa masalah yang bakal muncul kalau program penurunan berat badan kalian sukses. Meskipun cukup konyol dan mengganggu, semoga masalah-masalah di atas nggak menyurutkan semangat kalian buat punya berat badan yang ideal, ya. Stay healthy!

Penulis: Basith Ardimasqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Berat Badan di Bawah Ideal dan Arti Kebahagiaan yang Semu.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 1 April 2023 oleh

Tags: berat badandietobesitas
Basith Ardimasqi

Basith Ardimasqi

Sedang menganggur. Tidak doyan Indomie.

ArtikelTerkait

Fukumi Beras Porang: Sehat di Badan, Nggak Sehat di Kantong

Fukumi Beras Porang: Sehat di Badan, Nggak Sehat di Kantong

18 November 2022
Diet Sehat Cegah Obesitas dan Hipertensi ala WHO Terminal Mojok

Diet Sehat Cegah Obesitas dan Hipertensi ala WHO

22 September 2022
sopir jasa angkut Seumur hidup, saya belum pernah merasakan ngompreng truk di lampu merah. Dan kali ini, momen itu datang dan saya tidak mau melewatkannya.

Cerita Sopir Jasa Angkut Barang yang Pernah Ngangkut Satu Orang doang

3 Maret 2021
liga 2 judi bola shin tae-yong konstitusi indonesia Sepakbola: The Indonesian Way of Life amerika serikat Budaya Sepak Bola di Kampung Bajo: Bajo Club dan Sejarahnya yang Manis terminal mojok.co

Timnas Sepak Bola Indonesia Nggak Akan Juara kalau Jaga Pola Makan Aja Nggak Bisa

25 Agustus 2020
5 Menu Diet Lokal, Murah, dan Nggak Terkesan Gaya-gayaan terminal mojok.co

5 Alternatif Cegah Berat Badan Naik saat Kebiasaan Ngemil Muncul

12 Juli 2020
Diet kok Milih Jalan Tersiksa, Situ Sehat Terminal mojok

Diet kok Milih Jalan Tersiksa, Situ Sehat?

27 Januari 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

Gak Usah Banyak Alasan: Menabung Itu Penting!

23 Februari 2026
Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

26 Februari 2026
Realitas Mahasiswa UNNES Gunungpati: Ganti Kampas Rem yang Mengacaukan Keuangan, Bukan Kebutuhan Kampus Mojok.co

Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati

20 Februari 2026
Dosa Penjual Oseng Mercon, Makanan Khas Jogja Paling Seksi (Wikimedia Commons)

Dosa Penjual Oseng Mercon Menghilangkan Statusnya Sebagai Kuliner Unik, padahal Ia Adalah Makanan Khas Jogja Paling Seksi

23 Februari 2026
Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi Mojok.co

Monumen Kapal Selam di Surabaya Sebenarnya Kaya Informasi, tapi Ogah kalau Harus ke Sana Lagi

24 Februari 2026
Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

Makanan di Jawa Memang Terkenal Manis, tapi Kenapa Sambelnya Ikutan Manis?

20 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

  • Derita Punya Rumah Dekat Tempat Nongkrong Kekinian di Jogja: Cuma Bikin Emosi dan Nggak Bisa Tidur
  • Culture Shock Mahasiswa Kalimantan di Jawa: “Dipaksa” Srawung, Berakhir Tidak Keluar Kos dan Pindah Kontrakan karena Tak Nyaman
  • Mudik ke Desa Naik Motor usai Merantau di Kota: Dicap Gagal, Harga Diri Diinjak-injak karena Tak Sesuai Standar Sukses Warga
  • Di Balik Tampang Feminin Yamaha Grand Filano, Ketangkasannya Bikin Saya Kuat PP Surabaya-Sidoarjo Setiap Hari Ketimbang BeAT
  • Meninggalkan Honda BeAT yang Tangguh Menaklukkan Jogja-Semarang demi Gengsi Pindah ke Vespa, Berujung Sia-sia karena Tak Sesuai Ekspektasi
  • Bapak Kerja Keras 60 Jam agar Keluarga Tak Hidup Susah, Ternyata bagi Anak Itu Tak Cukup untuk Disebut “Kasih Sayang”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.