Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Anime

MAPPA dan Deadline Gila yang Diberikan kepada Mereka dalam Mengerjakan ‘Attack on Titan’

Muhammad Haekal Ali Mahjumi oleh Muhammad Haekal Ali Mahjumi
20 Januari 2021
A A
spoiler aot MAPPA terpesona Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Mengulik Persamaan Menkes Budi Gunadi dan Reiner Braun dari Attack on Titan  terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Memasuki bulan Januari, Attack on Titan Season 4 sudah merilis enam episode dan tinggal sepuluh episode lagi menuju episode terakhir beriringan dengan tamatnya dalam versi manga pada bulan April tahun ini. Sebagai karya yang dicap sebagai masterpiece karena gaya cerita yang antimainstream membuat AoT selalu ditunggu oleh fandom setianya bahkan hingga menjangkau minat banyak para perempuan yang sebelumnya tidak tertarik dengan dunia anime. Dengan bertambahnya fandom di seluruh dunia, tidak bisa dipungkiri bahwa AoT Season 4 menimbulkan ekspektasi tinggi karena telah dikonfirmasi sebagai musim terakhir.

Untuk musim terakhir, MAPPA ditunjuk sebagai studio penanggung jawab anime tersebut sebagai karya yang memiliki nilai jual tinggi. Reputasi MAPPA tidak bisa diremehkan. Salah satu karya studio ini, Jujutsu Kaisen menduduki peringkat teratas sebagai anime yang paling banyak diminati tahun 2020. Bantuan visualisasi MAPPA juga membuat komik Jujutsu Kaisen laku keras di pasaran dan akan terus bertambah mengingat jalan cerita manga yang semakin menarik. Sayangnya, prestasi Jujutsu Kaisen tidak bisa diikuti oleh Attack on Titan karena berbagai faktor yang membuat pengerjaan tidak bisa dilakukan secara maksimal

Sebagai awalan, saya akan mereview Attack on Titan Season 4 yang sudah berjalan hingga episode keenam. Saya memuji kinerja MAPPA dalam desain karakter karena lebih realistis dibanding WIT Studio yang memegang produksi Attack on Titan sebelumnya. Hal ini bisa dibuktikan dengan keakuratan beberapa desain karakter yang ada di manga. Visualisasi suasana yang dibuat juga membuat mata saya terpukau dan tidak bosan untuk dilihat. Diiringi suara yang cocok dengan tema menjadikan saya merinding mendengarnya terutama episode pertama ketika terjadi perang antara Marley dan aliansi Timur Tengah dimana banyak ledakan dan suara senapan yang terdengar. Tambahan lainnya yang membuat berbeda yaitu dengan penggunaan rotoscope. Jika belum tau, rotoscope merupakan teknik menganimasikan gambar dengan mengikuti kamera. Agar lebih mudah, saya lampirkan salah satu adegan penggunaan rotoscope dalam Attack on Titan sekaligus penjelasan lengkap tentang teknik ini.

Itulah kelebihan MAPPA dalam mengerjakan AoT hingga sekarang.

Hanya saja, kelebihan yang dipunya tidak membantu kelemahan yang semakin menjadi-jadi akibat buruknya animasi yang dibuat. Saya memuji dengan gambaran karakternya namun tidak dengan animasinya. Perbedaan mencolok dibanding musim sebelumnya yakni penggunaan CGI yang diperbanyak dalam setiap adegan. Saya tidak masalah dengan anime yang menggunakan CGI penuh didalamnya. Hal yang  membuatnya kurang karena terasa kaku ketika dilihat membuat adegan yang seharusnya epic terasa kurang wah. Contohnya adegan kemarin ketika titan Eren melawan Warhammer Titan belum bisa membuat saya puas meskipun bisa terobati dengan animasi serangan Survey Corps di Liberio

Awalnya, saya kecewa dengan MAPPA mengapa harus menggunakan CGI setiap saat berujung pada eksekusi buruk dan keukeuh untuk ditayangkan. Seiring perkembangan waktu, saya menemukan sebuah klarifikasi tentang alasan mengapa MAPPA tidak maksimal dalam memproduksi AoT

Alasan utama mengapa Attack on Titan musim ini gagal memenuhi ekspektasi penonton karena satu, deadline. Ya saya terkejut dengan cerita bagaimana MAPPA menerima saja proyek besar ini. Awal tahun 2019 sebelum berpindah tangan ke MAPPA, Kodansha selaku perusahaan yang memproduksi manga karya Hajime Isayama telah menawari WIT Studio untuk melanjutkan masterpiece yang sudah ada lebih dari satu dekade. Namun, WIT menolak permintaan yang diberikan karena syarat gila dan tidak bisa dipenuhi. Syarat yang diberikan yakni mereka hanya diberi jatah tidak sampai setahun untuk mengerjakan agar hype dari Attack on Titan tidak hilang karena cerita di manga sudah menuju babak akhir

Baca Juga:

6 Anime Paling Ditunggu di Oktober 2022

Rumbling dalam Attack on Titan: Terlihat Benar karena Ceritanya Memang Bermasalah

Tidak hanya WIT yang menolak proyek gila dari Kodansha. Studio-studio terkenal juga banyak menolak tawaran ini karena bertabrakan dengan jadwal anime yang mereka buat. Bagaimana dengan MAPPA? Mereka menerimanya karena ingin membuat fans senang merayakan babak akhir dari AoT. Sebelum diambil, Kodansha telah mengatakan kepada MAPPA bahwa jika tidak ada satu pun studio yang mengambil proyek AoT Season 4, maka telah dipastikan season tersebut tidak akan dianimasikan dan pilihan MAPPA sangat mulia untuk menyenangkan fans AoT seluruh dunia.

Dengan tenggat waktu yang terbatas, MAPPA berusaha memberi kesan terbaik bagi penonton untuk menikmati karya mereka. Tidak ada alasan bagi MAPPA untuk menggunakan CGI sebagai penganimasian karena efisiensi waktu dibanding menggunakan penggambaran dengan tangan. Memang hasil gambaran dari tangan lebih bagus ketimbang CGI namun pengerjaannya membutuhkan waktu yang tidak cukup jika diberi kurang dari setahun. Sebagai gambaran, jika pembuatan anime dilakukan dengan teknik hand drawn, maka dibutuhkan gambar sekitar 5000-10000 dalam satu episode, apalagi anime Attack on Titan bergenre action bisa saja membutuhkan gambar lebih daripada di atas Sebagai contoh, scene Levi vs Zeke yang berdurasi beberapa detik membutuhkan banyak frame dan menghabiskan waktu hingga empat bulan menghabiskan adegan cincang daging Beast Titan.

Umumnya, 12 episode membutuhkan waktu 1,5 tahun jika ingin meningkatkan kualitas dengan teknik hand drawn. Itu pun jika saat situasi sedang normal. Saat season 3 saja terbagi menjadi dua bagian bahkan mengalami penurunan kualitas dibanding season sebelumnya. Bagaimana dengan season 4 yang hanya diberi waktu pengerjaan tidak sampai setahun? MAPPA bisa saja memberikan kualitas terbaik bahkan tidak memberikan CGI sekalipun untuk AoT asalkan diberi waktu hingga 2-3 tahun untuk mewujudkan kepuasan fandom di seluruh dunia.

Kejadian yang dialami MAPPA merupakan korban dari industri anime yang hanya mementingkan bisnis ketimbang kepuasan penggemar. Akibatnya, kualitas yang diberikan tidak sesuai ekspektasi sehingga menjadikan MAPPA dihujat di media sosial yang membuat staf mereka menutup hingga menonaktifkan akun mereka. Padahal apa yang dilakukan MAPPA merupakan tindakan realistis untuk dilakukan di kondisi sekarang terlebih mereka memiliki kelebihan dalam menggunakan CGI dalam anime buatannya.

Tindakan yang dilakukan MAPPA menurut saya sudah benar meskipun masih kecewa dengan CGI yang belum dipoles dengan baik. Ini yang harus diketahui oleh fandom AoT bahwa tidak mungkin MAPPA melakukannya dengan alasan “Pake CGI aja deh biar cepet kelar” karena tuntutan dari atas yang mengharuskan mereka kerja lembur agar terwujud. Mau studionya sekelas Pierrot, Kyoto Animation, maupun Bones, kalau diberi deadline kayak tadi pasti ujung-ujungnya pake CGI buat mempersingkat waktu

Mungkin sebagai masukan dari MAPPA apabila masih menggunakan CGI, cuma perlu diperhalus aja kok gerakannya biar penonton juga merasa dapat feel seperti versi WIT yang pake hand drawn. Sekalian juga kritikan dari kurangnya desain karakter diperbaiki biar fans makin puas. Untuk haters yang terus hujat staf MAPPA karena pake CGI, ya udahlah mending nggak usah nonton atau minta animenya diberhentiin biar nyesel terus ngemis-ngemis lagi untuk dibuatin. Mau minta pake hand drawn juga nggak bakal diturutin bro karena staf juga manusia bukan mutan.

Masalah CGI sebenarnya hanya sebuah peristiwa culture shock yang dialami fandom karena tidak terbiasa dengan style anime seperti ini. Masih banyak lho anime keren yang pake full CGI salah satunya seperti Beastars. Tinggal menyesuaikan aja kok nanti juga terbiassa dengan anime CGI.

Semangat MAPPA, semoga kerja keras kalian terbayarkan nanti.

BACA JUGA 4 Alasan Karakter Levi Ackerman Lebih Mashok Dibanding Eren Yeager di ‘Attack on Titan’ dan tulisan Muhammad Haekal Ali Mahjumi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 19 Januari 2022 oleh

Tags: attack on titanMAPPA
Muhammad Haekal Ali Mahjumi

Muhammad Haekal Ali Mahjumi

Seorang lulusan Ilmu Sejarah yang kini berlabuh di semesta data. Jika dulu sibuk membedah narasi masa lalu, kini tekun mengolah angka untuk membaca pola masa depan.

ArtikelTerkait

Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

Fans AoT yang Membenarkan Rumbling, Kalian tuh Kenapa?

14 Februari 2022
Para Penyembah Tembok dan Konsep Agama dalam 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Andai Karakter ‘Attack on Titan’ Join Dunia Kuli, Bersama Eldian Meratakan Negeri

20 Februari 2021
Yelena dan Floch Forster, Pimpinan Buzzer Pemberontak yang Fanatik di 'Attack on Titan' terminal mojok.co

Yelena, Onyankopon, dan Niccolo: Panduan Memahami Tokoh Baru dan Potensi Mereka

11 Februari 2021
rambut eren yeager attack on titan mojok

‘Attack on Titan’ Chapter 139: Akhir yang Amat Tak Layak

9 April 2021
studio mappa attack on titan season 4 mojok

‘Attack on Titan’ Episode 9: Sebuah Usaha untuk Mengurai Konflik

8 Februari 2021
Bantahan soal Armin Arlert yang Dianggap Nggak Penting Lagi di AoT. Jangan Ngadi-ngadi lah mojok.co/terminal

Armin Arlert Sekarang Jadi Karakter Tidak Penting di ‘Attack on Titan’ Final Season

2 Maret 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Curahan Mahasiswa Baru Samarinda: Harus Mencicil Motor karena Tak Ada Kendaraan Umum di Samarinda, padahal Bukan Orang Berduit

22 April 2026
5 Kuliner Bandungan Semarang yang Pantang kalau Dilewatkan Wisatawan Mojok.co

5 Kuliner Bandungan Semarang yang Sayang kalau Dilewatkan Wisatawan

20 April 2026
5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup Mojok.co

5 Kuliner Terbaik Demak yang Wajib Dicicipi Setidaknya Sekali Seumur Hidup

23 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.