Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Manchester United Mengidolakan Beatles dan Oasis: Ketika Musik Menembus Batas Rivalitas

Yunita Devika Damayanti oleh Yunita Devika Damayanti
28 Juli 2020
A A
Apakah Salah Jika Fans Manchester United Menyukai The Beatles dan Osis MOJOK.CO

Apakah Salah Jika Fans Manchester United Menyukai The Beatles dan Osis MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

“Football is Unity” dan “Music is Universal”, dua slogan itu sudah sangat akrab di telinga kita semua yang mengikuti dua hal berbeda namun seakan beriringan tersebut. Sebuah pengantar yang tepat untuk menegaskan kalau musik dan sepak bola memang behubungan mesra. Menjadi dasar pertanyaan: Bolehkah fans Manchester United mengidolakan The Beatles dan Oasis?

Sepak bola punya kekuatan menyatukan segala perbedaan. Misalnya, sekuat apa pun rivalitas klub di Indonesia, seperti panasnya laga Persib vs Persija, namun saat lagu Indonesia Raya berkumandang semua berdiri dan merangkul satu sama lain. Nyaris tidak ada sekat apakah kamu pendukung Macan Kemayoran, Maung Bandung, Singo Edan, bahkan Bajul Ijo. Semua bersatu bernyanyi lantang memberikan dukungan kepada timnas.

ADVERTISEMENT

Musik adalah bahasa universal. Benar adanya bahwa tidak semua orang mengetahui makna yang terkandung di setiap liriknya. Ada yang mungkin tidak begitu paham mengenai isi lirik di lagu Lathi. Namun, dengan mendunianya lagu Lathi, hampir semua setuju jika lagu ini mudah diterima oleh kalangan luas.

Atau ada lagi yang langsung terhanyut dengan alunan nada River Flows in You yang tercipta di atas tuts piano Yiruma. Masih ingatkah saat dulu personil One Direction sering memakai jersey timnas di mana mereka menggelar konser? Itu menjadi salah satu bukti penyatuan dua unsur berbeda, yaitu sepak bola dan musik.

Sepakbola dan musik sejatinya dua hal berbeda namun saling berkaitan, terbukti dengan tak pernah lepasnya sebuah official song yang mengiringi perhelatan besar seperti Piala Dunia maupun Euro.

Bukan hanya artis dan perhelatan kompetisi akbar, musik juga menghidupkan seisi stadion. Anthem, untuk membangkitkan semangat kala bertanding. Song for The Champions milik Manchester United, Storia Di Un Grande Amore milik Juventus, atau yang sangat melekat, yaitu You’ll Never Walk Alone kebanggaan Liverpool.

Tak dapat dimungkiri jika magnet sepak bola sudah menjalar ke seluruh dunia. Membawa banyak pengaruh di berbagai bidang. Banyak musisi yang terang-terangan menunjukkan fanatismenya pada klub yang ia banggakan.

Ambil contoh Niall Horan yang mengaku pendukung setia Derby Country, ada Nicky Byrne yang kerap mengunggah foto berseragam Manchester United, Liverpool yang melahirkan The Beatles, juga Oasis yang identik dengan Manchester Biru.

Baca Juga:

Liverpool dan Tekkadan Punya Kesamaan, Sama-sama Memegang Prinsip: From Doubter to Believer

Jadi Fans Manchester City Itu Berat, Nonton Bola dengan Tenang tapi Dicap Karbitan Seumur Hidup

Bagi seseorang yang mencintai sepak bola beserta musik, kadang harus berhadapan dengan kenyataan bahwa musisi idolanya ternyata bersebrangan. Fans Manchester United dan The Beatles dan Oasis, misalnya.

The Beatles memang tidak terang-terangan, secara fanatik, mendukung Liverpool. Toh di kota pelabuhan itu hidup juga sebuah klub bernama Everton. Namun, fakta bahwa mereka berasal dari “Liverpool”, terkadang membuat fans Manchester United enggan menunjukkan dengan terang-terangan kalau mereka mengidolai Beatles.

Makin pelik ketika fans Manchester United mengidolakan Oasis. Gallagher bersaudara, ruh Oasis, blak-blakan mendeklarasikan diri sebagai pendukung Manchester City. Lahir dan besar di Manchester menjadikan mereka bagian yang tidak bisa dipisahkan dari The Sky Blues.

Mereka bahkan sudah menjadi fans City sebelum uang dari Sultan Timur Tengah mengucur. Lagu Wonderwall yang merupakan lagu kebangsaan Oasis kerap diputar di Etihad Stadium sebagai pengiring selebrasi kemenangan, dibandingkan dengan anthem Manchester City itu sendiri. Pep Guardiola bahkan mengaku pernah memutar lagu Don’t Look Back in Anger untuk memacu semangat anak asuhnya sebelum masuk ke lapangan.

Lalu apakah ada yang salah jika kita mencintai kedua bidang tersebut meskipun berlawanan? Tentu tidak salah, musik bisa meredam perseteruan. Contoh nyata ada pada dua kota di Inggris yang selalu bersaing dalam segala hal, Liverpool dan Manchester.

Rivalitas kedua kota tersebut sudah menjadi tradisi yang sulit dihilangkan. Namun bagi Noel dan Liam Gallagher, tak ada ragu untuk mengakui jika mereka mengidolakan John Lennon. Bukan isapan jempol belaka, semua bisa mendengarkan Don’t Look Back in Anger Yang memiliki intro sama persis dengan Imagine milik John Lennon. Yah, lagian mereka fans City, di mana rekam rivalitas dengan Liverpool tak sepanas dengan Manchester United.

Jika kedua nama besar itu mau berbesar hati mengakui kecintaannya terhadap karya musisi legendaris asal kota sebrang, mengapa masih mempermasalahkan fans klub lain yang menyukai Wonderwall?

Mengapa masih memperdebatkan pendukung Manchester United yang hafal dan mengulik makna lagu You’ll Never Walk Alone? Mengapa masih melarang fans Manchester United ikut berbesar hati mengapresiasi dengan mencintai setiap karya yang dihasilkan oleh musisi yang berbeda dengan klubnya?

Sepak bola dan musik adalah dua seni yang indah. Dan terkadang, cinta itu memang tidak ada logika.

BACA JUGA Manchester United Layak Dibenci Karena Fans Mereka Seperti Anak Kecil atau tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Juli 2020 oleh

Tags: Liverpoolmanchester citymanchester unitedMusikthe beatles
Yunita Devika Damayanti

Yunita Devika Damayanti

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepak bola.

ArtikelTerkait

Bisakah Kita Menikmati Musik Tanpa Peduli Pilihan Politik sang Musisi? (Pixabay.com)

Nggak Ada Masalah Musisi Terjun ke Dunia Politik, asalkan…

4 Maret 2023
Album Baru Band Itu Pasti Mengecewakan, Nggak Usah Terlalu Berharap Makanya terminal mojok.co

Surat Cinta buat Mas dan Mbak Penonton Konser yang suka Peluk-pelukan

30 Oktober 2020
Uki eks Noah Terganggu dengan Musik dan Cara Mengatasinya terminal mojok

Uki eks Noah Terganggu dengan Musik dan Solusi Mengatasinya

30 Agustus 2021
anak indie

Selain Bermusik, Beberapa Pekerjaan Ini Cocok Buat Anak Indie

14 Juli 2019
Memburu Frenkie de Jong, Langkah Pertama Revolusi Erik ten Hag

Memburu Frenkie de Jong, Langkah Pertama Revolusi Erik ten Hag

13 Mei 2022
Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa? Mojok

Selera Musik Berhenti Berkembang, Tanda Kita Terlalu Sibuk Menjadi Orang Dewasa?

13 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

Pengalaman buruk menggunakan layanan BPJS di RS UNAIR: antre lama, sistem tidak jelas, beda dengan pelayanan swasta

20 Juli 2026
Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.