Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja, Tentunya Bukan Sebagai Tempat Wisata

Kuncoro Purnama Aji oleh Kuncoro Purnama Aji
25 Desember 2024
A A
Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja (Unsplash)

Malioboro Masih Bisa Dinikmati Warga Lokal Jogja (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Malioboro sudah sejak lama menjadi tempat wisata paling ikonik di Jogja. Bagi wisatawan dari luar daerah maupun manca, tempat ini terasa begitu istimewa. Wajar saja, karena mereka mungkin hanya sekali atau dua kali berkunjung ke tempat ini. Namun bagi warga lokal, Malioboro hanyalah tempat wisata pada umumnya.

Bahkan banyak warga lokal yang sudah bosan sama Malioboro. Banyak alasannya. Mulai dari macet, terlalu ramai, mahal, dan lainnya. 

ADVERTISEMENT

Namun, sebagai warga lokal, saya menganggap Malioboro masih bisa menjadi tempat yang mengasyikkan untuk dikunjungi. Tapi, ya bukan sebagai tempat wisata tentunya. 

Cocok sebagai tempat untuk “people watching”

Istilah people watching akhir-akhir ini cukup populer. Ini adalah sebuah kegiatan mengamati orang-orang dan interaksi mereka untuk mendapatkan informasi. Bukan untuk memata-matai ya, tapi untuk menimbulkan rasa memahami orang dan mencari nilai tersirat dari orang tersebut. Lengkapnya cari sendiri di internet biar nggak salah soal people watching ini.

Kegiatan ini cukup mengasyikkan, dan Malioboro adalah tempat paling pas untuk melakukan kegiatan tersebut. Ramainya orang dari luar daerah dan beragamnya interaksi yang terjadi di Malioboro, membuat pengalaman people watching menjadi lebih kompleks. Dengan mengamati interaksi mereka, tanpa sadar banyak nilai sosial budaya yang bisa kita pelajari.

Di Malioboro kita bisa melihat dunia ini bekerja. Semua orang, entah kaya atau miskin, semuanya bertemu di tempat ini. Ada yang datang untuk menghabiskan uang, tapi di sisi lain ada yang datang untuk mencari uang. Semua seni kehidupan bisa disaksikan di tempat ini. Dari mengamati tersebut nilai-nilai kehidupan bisa kita ambil.

Memang sulit dijelaskan mengapa kegiatan ini mengasyikkan dan bisa memberi kenyamanan bagi seseorang. Namun itulah yang saya dapatkan ketika melakukannya. Tapi, jangan sembarangan melakukan people watching ya. Tetap ada adab yang harus dijaga supaya tidak menimbulkan salah paham ke orang lain.

Mengunjungi Malioboro lepas tengah malam selalu memberikan ketenangan dan cara saya mensyukuri hidup

Malioboro itu punya 2 sisi berbeda. Ramai dan sangat hidup saat pagi sampai malam. Tapi terlihat lelah dan menyedihkan ketika keramaiannya menghilang. Hal itulah yang sering saya rasakan ketika mengunjungi Malioboro selepas tengah malam.

Baca Juga:

Krisis Identitas wingko babat: jajanan asli Lamongan, dijajah Semarang, dicaplok Jogja

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

Kegiatan ini sering saya lakukan bahkan sampai sekarang. Ketika pulang malam dari nongkrong dan pikiran sedang pening, Malioboro sering menjadi tempat tujuan saya untuk berhenti sejenak menghabiskan malam. Mengamati sepinya tempat ini di tengah malam begitu menenangkan bagi saya. Seolah saya ikut merasakan tempat ini sedang beristirahat.

Seperti yang saya katakan tadi, wajah Malioboro setelah keramaiannya menghilang itu terlihat lelah dan menyedihkan. Selepas tengah malam kita akan melihat wajah Malioboro yang sebenarnya. 

Banyak orang-orang tertidur kelelahan di sepanjang jalan ini. Mulai dari ibu-ibu pijat keliling yang tidur kedinginan di bangku trotoar, sampai para tunawisma yang menghabiskan malam di emperan toko sepanjang jalan ini. Dari melihat hal-hal tersebut, selalu saya jadikan cara untuk mensyukuri hidup ini.

Malioboro sekarang dan ke depan tetap akan menjadi tempat yang ikonik di Jogja. Walau sudah tak menarik di mata warga lokal, kita masih punya kewajiban untuk menjaganya. 

Setidaknya untuk orang-orang yang menyambung hidup dari tempat ini. Jangan sampai nyawa Malioboro hilang begitu saja. Juga jangan sampai kata “istimewa” hanya berlaku untuk para wisatawan, dan semu untuk warga lokal. 

Penulis: Kuncoro Purnama Aji

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Nyatanya, Malioboro Kini Tak Lagi Sama dan Kata “Istimewa” bagi Jogja Hanya Pencitraan Semata

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Desember 2024 oleh

Tags: jalan malioboroJogjaMalioboromalioboro jogjateras malioborowisata jogja
Kuncoro Purnama Aji

Kuncoro Purnama Aji

Memiliki keinginan menjadi penulis, meski prosesnya berjalan pelan. Banyak ide justru muncul saat berlari dan membiarkan pikiran mengembara.

ArtikelTerkait

4 Hal yang Wajar di Wonosobo, tapi Nggak Lumrah di Jogja Mojok.co

4 Hal yang Wajar di Wonosobo, tapi Nggak Lumrah di Jogja

9 September 2024
Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

Warteg Putra Bahari Condongcatur Jogja, Saingan Baru Kharisma Bahari yang Tak Kalah Enak dan Nyaman untuk Sahur di Bulan Ramadan

2 April 2024
Jogja Bagian Selatan Menyenangkan: Sahur Gratis di Depan Kampus ISI

Jogja Bagian Selatan Menyenangkan: Sahur Gratis di Depan Kampus ISI

2 April 2023
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Tingkat Kemiskinan Jogja di Atas Rata-rata Nasional Itu Biasa Saja kok, Nggak Usah Kaget

17 Februari 2021
Kok Bisa Ada Orang Bahagia di Jogja, padahal Hidup Mereka Susah?  

Membongkar 10 Kebohongan Jogja yang Diyakini Banyak Orang

21 Agustus 2022
Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak mie ayam solo

Mie Ayam Jogja Ternyata Tak Seenak Reputasinya, Makan Sekali Langsung Kapok, Mie Ayam Malang Jauh Lebih Enak

6 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo? (Wikimedia Commons)

Kenapa banyak daerah di jombang bernama mojo?

21 Juli 2026
Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja nggak suka makan gudeg, padahal tahu gudeg yang enak, gurih, dan murah?

19 Juli 2026
Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

Setelah Membelah Sleman-Bantul dan Melawan Kemacetan Jogja, Saya Nyatakan Yamaha Aerox Alpha Motor Terbaik di Masa Kini

17 Juli 2026
Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.