Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kok Bisa Ada Orang Makan Soto Pakai Kecap? Sekte Apa Lagi Ini ya Tuhan?!

Janu Wisnanto oleh Janu Wisnanto
18 Maret 2025
A A
Kok Bisa Ada Orang Makan Soto Pakai Kecap? Sekte Apa Lagi Ini ya Tuhan?!

Kok Bisa Ada Orang Makan Soto Pakai Kecap? Sekte Apa Lagi Ini ya Tuhan?! (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Soto adalah makanan yang damai. Ia ada di banyak daerah dengan berbagai macam varian. Ada soto ayam bening yang kaldu ayamnya segar, soto Lamongan dengan koya yang bikin nagih, soto Betawi yang kental dengan santan dan susu, hingga soto Padang yang lebih kompleks dengan irisan daging yang menggoda. Semua berjalan harmonis, damai, dan tenteram… sampai seseorang datang, dengan tangan penuh dosa, lalu menuangkan kecap ke dalam soto.

Saudara-saudaraku yang masih lurus di jalan kuliner, aku harus bertanya: Sekte apa lagi ini?!

ADVERTISEMENT

Soto sebagai sebuah keindahan yang tak butuh “campur tangan”

Soto adalah keajaiban. Kaldu yang direbus berjam-jam, bumbu yang diracik dengan ketelitian, dan rempah-rempah yang bersatu dalam satu mangkuk penuh cinta. Semua elemen di dalamnya sudah punya fungsi masing-masing: bawang goreng menambah tekstur, seledri dan daun bawang memberi aroma, sambal dan jeruk nipis menghadirkan kesegaran, bahkan kadang ada koya yang bikin soto makin mantap.

Lalu… ada yang dengan entengnya menuangkan kecap.

Kecap, yang mestinya tinggal di habitatnya—di tempe, di tahu, di nasi goreng, atau kalau terpaksa, di bakso. Tapi di soto? Bukankah itu bentuk ketidakrelaan seseorang menerima soto sebagaimana mestinya? Apa ini bentuk pemberontakan? Sebuah insubordinasi terhadap kuliner Nusantara?

Saya ingin memahami, saya ingin membuka hati, tapi sulit.

Apakah ini urusan lidah atau konspirasi?

Demi mengerti cara berpikir sekte ini, saya pernah bertanya langsung kepada salah satu penganutnya. Saya bertanya dengan serius, “Kenapa kamu kasih kecap?”

Jawabannya? “Ya biar makin enak.”

Baca Juga:

Akulah pelanggan soto ayam yang marah itu gara-gara konsumen nggak punya hati yang bikin muak, mual, dan jijik

Lamongan butuh dipimpin Yusril Fahriza agar makin maju dan kalcer, dan saya serius!

Mohon maaf, apa?!

Soto sudah enak. Kenapa butuh kecap? Apa kamu juga bakal kasih kecap ke es teh karena teh manis kurang manis? Apa kamu bakal menuang kecap ke dalam kopi karena kopimu kurang “berwarna”? Memangnya kecap adalah bumbu ajaib yang bisa memperbaiki segalanya?

ADVERTISEMENT

Jika jawabanmu iya, saya sungguh khawatir dengan masa depan kuliner negeri ini.

Soto pakai kecap: eksperimen tak bertanggung jawab

Mari kita telaah lebih lanjut. Soto yang dikasih kecap akan mengalami perubahan signifikan. Warna kuahnya berubah, dari bening atau kuning menggoda menjadi cokelat tak karuan. Rasanya? Kaldu yang awalnya kaya dan gurih kini tertutupi oleh rasa manis yang tak seharusnya ada di sana.

Kita tidak sedang membahas mie ayam atau bakso, di mana kecap memang sudah diterima secara sosial. Soto adalah kuah kaldu murni, bukan eksperimen dapur yang boleh dimodifikasi seenaknya.

Kita hidup di dunia di mana aturan ada untuk diikuti, di mana kesepakatan kuliner adalah sesuatu yang dihormati. Jangan biarkan kebebasan berekspresi membawa kita ke dalam jurang anarki kuliner!

Toleransi ada batasnya

Saya, sebagai seseorang yang cinta perdamaian, tidak pernah melarang orang makan dengan selera masing-masing. Tetapi setiap manusia pasti punya batas. Saya bisa menerima orang makan mie instan pakai nasi. Saya juga bisa memahami kalau ada yang suka makan pisang goreng pakai sambal. Tapi melihat seseorang dengan santainya menuangkan kecap ke soto? Itu seperti melihat seseorang menambahkan sirup stroberi ke dalam kopi hitam—tidak ada keperluannya!

Bukan berarti saya tidak menghargai selera orang. Saya hanya ingin memastikan bahwa kita tidak terlalu jauh menyimpang dari jalur kuliner yang benar.

Sebuah seruan untuk kembali ke jalan yang lurus

Kawan-kawan, mari kita renungkan. Soto adalah keindahan yang sudah sempurna. Ia tak butuh tambahan yang merusak keseimbangan rasanya. Jika ada yang merasa kurang gurih, boleh tambahkan garam. Kalau kurang pedas, silakan tambah sambal. Tapi kalau merasa soto kurang manis, mungkin masalahnya bukan pada kuliner berkuah ini… tapi di hatimu yang terlalu dingin hingga butuh kecap sebagai penghangat.

Mari kembali ke jalan yang benar. Demi masa depan kuliner yang lebih baik, demi soto yang tetap sakral, dan demi ketenangan batin kita semua.

ADVERTISEMENT

Tolong hentikan menamabahkan kecap pada soto, sebelum terlambat.

Penulis: Janu Wisnanto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Alasan Saya Kecewa terhadap Soto Ayam Lamongan yang Dijual di Jogja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2025 oleh

Tags: kecapkecap manissotosoto ayamsoto betawiSoto Lamongan
Janu Wisnanto

Janu Wisnanto

Mahasiswa semester akhir Universitas Ahmad Dahlan, jurusan Sastra Indonesia. Pemuda asli Sleman. Penulis masalah sosial di Daerah Istimewa Yogyakarta.

ArtikelTerkait

5 Kecap Legendaris di Jagat Kuliner Jawa Tengah Terminal Mojok

5 Kecap Legendaris di Jagat Kuliner Jawa Tengah

4 September 2022
Penderitaan para Penikmat Kecap di Indonesia (Pixabay)

Penderitaan para Penikmat Kecap di Indonesia

22 November 2022
makanan pedas

Menanggapi Tulisan Kecap Manis yang Terdiskriminasi: Makanan Pedas Lebih Nikmat dengan Kemurnian Rasanya

4 Agustus 2019
Dilema Nggak Kuat Makan Pedas: Dari Dianggap Cupu Sampai Sakit Perut

Dilema Nggak Kuat Makan Pedas: Dari Dianggap Cupu Sampai Sakit Perut

17 Maret 2020
Soto, Sroto, Coto, Sauto, Tauto: Apa Bedanya? terminal mojok.co

Soto, Sroto, Coto, Sauto, Tauto: Apa Bedanya?

15 Januari 2022
3 Makanan Khas Jawa Timur yang Jangan Pernah Kamu Coba (Wikimedia Commons)

3 Makanan Khas Jawa Timur Paling Red Flag, Cukup Sekali Dicoba atau Sekalian Nggak Usah Dicoba Sama Sekali

12 Februari 2026
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima Mojok.co

Jelajah kuliner Pasar Gedhe Klaten: pengalaman menikmati segarnya dawet uyup, nikmatnya soto bening, hingga western food kaki lima

18 Agustus 2026
Tradisi lek-lekan di hajatan perkawinan diam-diam bikin biaya bengkak  Mojok.co

Tradisi lek-lekan di hajatan pernikahan diam-diam bikin biaya bengkak 

18 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
iPhone HP bapak-bapak? Bapak-bapak nggak mampu beli iPhone! (Unsplash)

Kok bisa iPhone disebut hp bapak-bapak? Padahal banyak bapak-bapak yang nggak mampu beli iPhone

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.