Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Buku

Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya

Reni Soengkunie oleh Reni Soengkunie
19 Juli 2021
A A
Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya terminal mojok.co

Majalah Femina: Bacaan Masa Kecil yang Mendewasakan Saya terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Tiap kali berbincang tentang bacaan masa kecil dengan teman-teman dari komunitas baca, kebanyakan dari mereka sering menceritakan tentang buku legendaris karya Robert Arthur, Enid Blyton, Roald Dahl, atau minimal, ya, majalah Bobo. Berbeda dengan teman-teman saya yang sejak kecil sudah bisa menikmati keasyikan dari membaca buku anak, masa kecil saya justru ditemani majalah Femina.

Hidup di kala itu serba susah. Jangankan buat beli buku atau majalah, buat makan saja susahnya minta ampun. Terlebih saya tinggal di daerah pedesaan yang jauh dari peradaban kota, sehingga untuk menemukan buku bacaan gratis itu bukan perkara yang mudah. Di daerah saya itu minat baca belum begitu populer. Oleh karena itu, anak-anak orang kaya pun jarang atau tidak ada yang dibelikan buku bacaan ketika kecil.

Beruntung sekali saya memiliki orang tua yang gemar membaca. Ibu saya hanya lulusan SMP, setiap hari kerjanya hanya mengurus rumah dan membantu bapak di sawah. Namun, ibu sangat rajin membaca. Berhubung tidak ada buku, ibu biasanya meminjam majalah bekas milik tetangga yang kerja di kota. Ibu biasanya menggunakan sistem satu pinjam satu kembali, macam pinjam di perpustakaan. Jadi setelah ibu selesai membaca majalah itu, ibu akan mengembalikannya dan meminjam majalah bekas yang lainnya.

Dari umur empat tahun saya sudah sering melihat ibu membaca majalah Femina. Lama kelamaan saya ikutan nimbrung. Awalnya hanya terkesima dengan gambar-gambar di dalamnya. Walau tampilannya itu tidak se-glowing sekarang, tapi majalah Femina di zaman itu sudah sangat begitu memukau sekali. Bisa dibilang majalah Femina adalah bacaan orang-orang berduit. Kalau bukan orang kaya, mana bisa kebeli majalah yang satu itu.

Meski isi dari majalah ini bertolak belakang dengan kehidupan saya di kampung yang notabene melarat bin kismin, tapi saya sangat terhibur sekali dengan majalah yang satu ini. Tiap kali makan, saya selalu memandangi foto-foto makanan yang begitu menggoda di bagian resep masakan. Selayaknya anak pada umumnya yang terkesima dengan sesuatu, saya pun merupakan salah satu anak yang suka menjilati foto makanan seolah makanan-makanan itu hadir dalam bentuk nyata.

Model yang cantik-cantik, baju yang bagus-bagus, sepatu yang mewah, tempat wisata yang wow, serta kehidupan yang super modern ala orang kota merupakan sebuah gambaran yang bisa saya nikmati di imajinasi masa kecil saya. Dari majalah itu juga saya jadi tahu kalau daging sapi yang saya dapatkan setahun sekali pas Hari Raya Kurban bisa hadir dalam bentuk steak nggak hanya semur atau rendang.

Setelah SD dan saya bisa membaca, saya mulai membaca artikel di dalamnya. Majalah Femina ini memang target bacanya itu adalah perempuan dewasa, sehingga isi dari majalah ini tentu seputaran dunia perempuan dan segala tetek bengek masalahnya. Bayangkan anak SD bacaannya sudah perkara tentang dunia pernikahan, perselingkuhan, mertua vs menantu, karier, perceraian, serta parenting. Saya paling suka membaca pada bagian sesi curhat atau Gado-Gado. Nggak tahu kenapa, suka aja gitu mengetahui permasalahan orang dewasa. Selain itu, cerpen di majalah Femina itu favorit sekali.

Jika ada yang bilang bahwa bacaan itu sangat berpengaruh pada mindset seseorang, maka saya setuju sekali. Gara-gara dari kecil saya keranjingan membaca majalah Femina, selera bacaan serta gaya tulisan saya pun condong meniru penulis-penulis dari majalah ini. Sampai detik ini, saya bahkan nggak bisa kalau disuruh menulis cerita anak atau cerita ala-ala anak remaja. Ketika dulu saya masih SMP dan teman-teman saya sering curhat tentang permasalahan cinta monyet yang membuatnya frustasi, saya sering batin, “Ya ampun bocil-bocil belum juga nanti kamu ngerasain jadi orang dewasa, tambah mumet ntar kamu!” Padahal waktu itu saya masih bocil juga, tapi ngerasanya sudah kayak orang dewasa aja.

Baca Juga:

Dear Pengurus Perpusda Banyuwangi, Menyampul Buku dengan Staples Itu Keliru

5 Film Legendaris yang Mengingatkanmu ke Masa Kecil

Waktu di sekolah diadakan lomba cerpen, rata-rata teman saya yang ikutan lomba, menulis cerita-cerita remaja tentang cinta monyet gitu. Lah, saya menulisnya sudah tentang dilema ditinggal mati ibunya, lalu ayahnya menikah lagi, punya ibu tiri serta saudara tiri, lalu pacarnya selingkuh. Setelah selingkuh, dia punya kekasih yang ternyata suami orang, udah gitu di endingnya dia harus menjalani persalinan seorang diri sambil menyesali hidupnya. Guru bahasa Indonesia saya sampai geleng-geleng kepala waktu itu ketika membaca cerpen saya. Pokoknya gaya tulisan cerpen saya itu Femina banget, lah.

Setelah lulus sekolah dan kerja, hal pertama yang ingin saya beli adalah majalah Femina. Pengin gitu merasakan memiliki majalah Femina yang baru, setelah belasan tahun hanya membaca majalah bekas pinjaman tetangga. Ibu saya yang saya belikan majalah Femina sampai terharu, kayak dikasih apa aja. Bisa dibilang ibu saya merupakan pembaca setia Femina, dan hal itu menurun ke saya.

Tahun kemarin saya mencoba mengirim sebuah tulisan di majalah Femina dan dua minggu setelahnya saya mendapat kabar tentang pemuatan. Gimana, sih, rasanya saat kita sudah membaca sebuah majalah hampir 20-an tahun lebih, hingga sampai akhirnya kita membaca nama kita sendiri di dalam majalah tersebut. Norak mungkin ya, tapi itu sungguh pencapaian saya yang luar biasa. Akhirnya, sebagai pembaca saya sudah menepati janji saya untuk menulis di sana.

Saya mungkin nggak seberuntung anak-anak lain yang bisa membaca buku anak. Namun, saya tak kalah beruntung ditemani Femina hingga beranjak dewasa ini.

.BACA JUGA Membandingkan Majalah Kawanku, Gadis, dan Citacinta dan tulisan Reni Soengkunie lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 September 2021 oleh

Tags: bacaanGaya Hidup TerminalMajalah Feminamasa kecil
Reni Soengkunie

Reni Soengkunie

Bakul sembako yang hobi mendengar keluh kesah emak-emak di warung tentang tumbuh kembang dan pendidikan anak, kehidupan lansia setelah pensiun, serta kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kenaikan harga sembako.

ArtikelTerkait

6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas terminal mojok.co

6 Novel Klasik Terjemahan yang Bisa Kamu Baca Gratis di iPusnas

23 Juli 2021
panti jompo orang tua mojok

Menitipkan Orang Tua di Panti Jompo Bukan Berarti Durhaka

24 Juni 2021
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

5 Rekomendasi Warkop untuk Warga Kediri

2 Juli 2021
anak bungsu

Nasib Menjadi Anak Bungsu: Dari Disayang Sampai Dengan Menjadi Pesuruh

26 Juni 2019
3 Tipe Calon Pembeli Toko Keperluan Muslim yang Bikin Jengkel terminal mojok

3 Tipe Calon Pembeli Toko Keperluan Muslim yang Bikin Jengkel

7 Agustus 2021

3 Hal yang Bikin Deg-degan Saat Pilih Tukang Bangunan

13 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

Warkop Bulungan: Satu Lagi Tempat Viral di Blok M yang Bikin Kecewa dan Cukup Dikunjungi Sekali Saja

19 Januari 2026
Guru Honorer Minggat, Digusur Negara dan Guru P3K (Unsplash) dapodik

Bantuan untuk Guru Honorer Memang Sering Ada, tapi Dapodik Bikin Segalanya Jadi Ribet dan Guru Nasibnya Makin Sengsara

20 Januari 2026
Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan Pembayaran QRIS ke Pembeli  Mojok.co

Dear Konsumen, Jangan Mau “Ditipu” Warung yang Mengenakan Biaya Tambahan QRIS ke Pembeli 

17 Januari 2026
Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

Menerima Takdir di Jurusan Keperawatan, Jurusan Paling Realistis bagi Mahasiswa yang Gagal Masuk Kedokteran karena Biaya

14 Januari 2026
5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok  Mojok.co

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

18 Januari 2026
5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo Mojok.co

5 Istilah di Solo yang Biking Orang Jogja seperti Saya Plonga-plongo

15 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Sumbangan Pernikahan di Desa Tak Meringankan tapi Mencekik: Dituntut Mengembalikan karena Tradisi, Sampai Nangis-nangis Utang Tetangga demi Tak Dihina
  • Menurut Keyakinan Saya, Sate Taichan di Senayan adalah Makanan Paling Nanggung: Tidak Begitu Buruk, tapi Juga Jauh dari Kesan Enak
  • Saat Warga Muria Raya Harus Kembali Akrab dengan Lumpur dan Janji Manis Awal Tahun 2026
  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.