Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa UPI Memilih Tinggal di Pondok Pesantren demi Menghindari Pergaulan Bebas khas Kosan dan Kontrakan

Indah Sania oleh Indah Sania
4 Juni 2024
A A
Mahasiswa UPI Bandung Menolak Kosan, Ngeri Pergaulan Bebas (Unsplash)

Mahasiswa UPI Bandung Menolak Kosan, Ngeri Pergaulan Bebas (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Bagi sebagian mahasiswa, tinggal di pondok pesantren itu hampir mustahil. Pasalnya, berbagai aturan menyulitkan mereka. Namun, tidak semua berpendapat demikian, khususnya mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kota Bandung.

Ada beberapa pondok pesantren yang berlokasikan tak jauh dari kampus UPI. Beberapa di antaranya adalah Pondok Pesantren Darut Tauhid Geger Kalong, Pondok Pesantren Mahasiswa Ar Rohmaniyah Cidadap, Al Barokah Cilandak, dan Nurun Ni’mah Sarijadi. Alasan para mahasiswa UPI Bandung mau tinggal di pondok pesantren cukup beragam. Berdasarkan hasil wawancara pada Kamis 30 Mei 2024, berikut beberapa alasan yang saya maksud.

#1 Mahasiswa UPI Bandung ingin menghindari pergaulan bebas

Heti Nurhayati, Mahasiswa FPBS UPI asal Tasikmalaya yang tinggal di Pondok Pesantren Nurun Ni’mah Sarijadi buka suara. Dia mengaku memiliki rasa takut akan hidup di perkotaan, karena pergaulan, lingkungan, dan lain sebagainya. 

Dia merasa ini hal wajar bagi seorang yang memutuskan untuk pergi merantau. “Setidaknya, keputusanku sebagai mahasiswa UPI Bandung untuk tinggal di Pondok Pesantren daripada asrama atau kos, bisa mengantisipasi diri terhadap pergaulan bebas di kota ini,” tuturnya.

Semakin kita mengenal dunia luar, semakin beragam pula pergaulan. Pergaulan bebas memberikan banyak dampak negatif. Oleh sebab itu, memutuskan tinggal di pondok pesantren merupakan salah satu pilihan terbaik. 

Selain hal itu, berkumpul bersama orang-orang yang tengah mengaji atau menuntut ilmu di pondok akan menghadirkan motivasi terhadap diri. Khususnya supaya dapat melakukan hal-hal positif guna menangkal pengaruh pergaulan bebas.

#2 Bisa memanfaatkan waktu dengan baik

Bagi Ismia, salah satu Mahasiswa FPMIPA UPI asal Sukoharjo, mengungkapkan bahwa rugi jika tidak mengimbangi ilmu dunia dengan ilmu akhirat. Isma sendiri tinggal di Pondok Pesantren Al Barokah Cilandak, Kota Bandung. 

Menurutnya, menyeimbangkan ilmu sudah menjadi kewajiban untuk setiap muslim. “Semakin dewasa, semakin kita paham akan perlunya ilmu akhirat,” tutur Ismia. 

Baca Juga:

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

Seturan dan Babarsari, Padukuhan Kiblat Kehidupan Bebas Yogyakarta

Sebagai mahasiswa UPI Bandung, dia yakin bahwa kehidupan di dunia tidak sebatas mengejar kesuksesan. Kesuksesan akhirat adalah tolak ukur kebahagiaan sesungguhnya. 

Selain itu, bagi Isma, tinggal di pesantren dengan jadwal padat membuat lebih produktif. Makanya, dia jadi lebih bisa memanfaatkan waktu sebaik mungkin.

Waktu jelas begitu sangat berharga, sayang jika terlewatkan tanpa hasil. Setidaknya, dengan jadwal kuliah dan mengaji, menjadikan waktu yang berlalu tidak terbuang sia-sia.

#3 Menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhirat

“Tinggal di pondok pesantren itu awalnya karena tekanan orang tua. Tapi hal itu menjadi sebuah alasan untuk berpikir mengenai tujuan hidup untuk bisa membanggakan mereka. Mereka ingin aku bisa menyeimbangkan kehidupan dunia dan akhiratku,” jelas Dede Atin, mahasiswa FPIPS UPI Bandung asal Pangandaran. Dede tinggal di Pondok Pesantren Ar Rohmaniyah Cidadap, Kota Bandung.

“Di samping itu juga, memang ada keinginanku untuk mondok. Sebab sebelumnya aku sempat tinggal dan belajar di pesantren yang membuatku berpikir. Bagaimana jadinya kehidupanku nanti jika tidak mondok? Karena dengan mondok itu banyak sekali hikmah dan kenikmatan yang didapatkan. Misalnya, keberkahan dari seorang guru salah satunya yang mungkin tidak akan didapatkan di luaran sana,” imbuh Dede.

“Dan dengan beradanya kita di lingkungan pondok itu, banyak sekali jalan-jalan permasalahan yang mungkin tidak akan terpecahkan di luar sana, tapi karena keberkahan itulah sesulit apapun permasalahan hidup, pasti selalu aja ada jalannya,” tutup Dede.

#4 Mahasiswa UPI Bandung bisa menghilangkan rasa kekhawatiran orang tua

“Terbukti lingkungan di pondok itu sangat baik dan alhamdulillah juga mungkin awalnya cukup sulit untuk mengatur waktu karena kuliah, tapi semakin lama juga bisa dan terbiasa, karena rasa tanggung jawab diri kita,” kata ujar Aliifah Nabila Putri, mahasiswa FPBS UPI Bandung asal Bekasi. Aliifah tinggal di Pondok Pesantren Darut Tauhid, Gegerkalong Kota Bandung.

“Jadi intinya kenapa aku nggak milih asrama atau kos itu, karena kekhawatiran orang tua aku buat ngelepas aku ke dunia luar, dan buktinya memang tinggal di pondok itu lebih banyak pelajaran juga ilmu yang bisa diterapkan buat diriku sendiri,” tambahnya.

Orang tua mana yang tidak khawatir ketika anaknya merantau? Apalagi jika anak itu seorang perempuan. Setidaknya, melihat anaknya tinggal di pondok sedikit memberi rasa lega.

Itulah beberapa alasan mahasiswa UPI Bandung memilih tinggal di pondok. Dari beberapa jawaban kita dapat menyimpulkan bahwa tinggal di pondok pesantren, awalnya, selalu tidak mudah. Namun, orang-orang sukses itu tidak akan membiarkan waktu mereka terbuang sia-sia. Dan, keputusan tinggal di pondok bisa menjadi keputusan yang tepat. 

Penulis: Indah Sania

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Calon Mahasiswa Perlu Mempertimbangkan 5 Hal Ini sebelum Memutuskan Kuliah di UPI Bandung biar Nggak Kecewa

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 Juni 2024 oleh

Tags: kontrakankos-kosanmahasiswa UPIpergaulan bebasPondok PesantrenUniversitas Pendidikan IndonesiaUPIupi bandung
Indah Sania

Indah Sania

Mahasiswa aktif Program Studi Manajemen Industri Katering di Universitas Pendidikan Indonesia, Kota Bandung, Jawa Barat. Selain itu, juga merupakan penulis buku, pebisnis, dan aktif sebagai santriwati di Pondok Pesantren Al Barokah. Menaruh perhatian pada dunia literasi santri dan isu-isu kehidupan sehari-hari

ArtikelTerkait

6 rekomendasi pondok pesantren di Malang mojok

6 Rekomendasi Pesantren Dekat Kampus di Malang

19 November 2020
Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Asli Bantul seperti Saya Mojok.co

Tinggal di Kos-kosan Adalah Kesempatan Mewah bagi Warga Bantul seperti Saya

4 Januari 2025
Mempertanyakan Mengapa Santri Dilarang Punya Rambut Gondrong terminal mojok.co

Pembelaan Atas Stigma Orang Tua yang Menyekolahkan Anaknya di Pondok Pesantren

2 Oktober 2020
Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong Mojok.co

Derita Ngontrak di Jakarta Timur, Sudah Jadi Penyewa Tertib Tetap Diusir dengan Alasan Bohong

30 Maret 2026
Curhatan Santri: Kami Juga Manusia, Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Curhatan Santri: Kami Juga Manusia, Jangan Memasang Ekspektasi Ketinggian

10 Agustus 2024
Kata Siapa Ngekos Bareng Itu Nggak Enak? Sini Saya Ajarin Biar Enak terminal mojok.co

Kata Siapa Ngekos Bareng Itu Nggak Enak? Sini Saya Ajarin Biar Enak

25 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Tanda Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan Mojok.co

6 Ciri Penjual Nasi Ayam Semarang yang Harus Dikunjungi Lebih dari Sekali karena Rasanya Tidak Mengecewakan

22 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Gaji ke-13 PNS: Tradisi Musiman yang Dirayakan dengan Sepatu Baru dan Kecemasan Baru

4 Tempat Ngutang Favorit PNS untuk Kebutuhan Hidup dan Membuat Diri Mereka Terlihat Kaya

25 April 2026
Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

Tanda-tanda Rumah Jamet Madura, Pasti Bising dan Jadi Titik Kumpul Satria FU

27 April 2026
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

25 April 2026
4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak (Wikimedia Commons)

4 Ciri Angkringan yang Sudah Pasti Enak, Daya Tarik Penjual juga Nggak Kalah Penting

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Merenungi Tragedi KRL Cikarang usai Peristiwa Daycare Jogja, Potret Nyata Perempuan yang Tetap Berjuang di Tengah Stigma
  • YUHU. Rilis Single Baru “Bertemu Di Sini”: Definisi Rindu Itu Bersifat Universal
  • Magang di Jakarta Terkesima Terima Gaji 2 Kali UMR saat Kerja di Jogja, Hidup Bisa Foya-foya dan Tak Menderita
  • Klaten International Cycling Festival 2026: Gowes Asyik Sepeda Klasik di Klaten bareng Pencinta Sepeda Mancanegara
  • Tidak Diakui, Harga yang Harus Saya Bayar karena Menolak Keinginan Orang Tua untuk Jadi PNS
  • Membiasakan Ngasih Tip Kurir ShopeeFood meski Kita Bukan Orang Mapan: Uang 5 Ribu Nggak Bikin Jatuh Miskin, Tapi Sangat Berarti buat Mereka

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.