Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

4 Rekomendasi Lumpia Semarang Underrated yang Rasanya Boleh Diadu

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
10 Agustus 2025
A A
4 Rekomendasi Lumpia Semarang Underrated yang Rasanya Boleh Diadu

4 Rekomendasi Lumpia Semarang Underrated yang Rasanya Boleh Diadu (Midori via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Di Semarang, Lumpia Gang Lombok atau Lumpia Cik Meme seakan sudah jadi semacam patokan yang wajib ditenteng para wisatawan buat dijadikan oleh-oleh. Memang, tak bisa ditampik kalau nama besar keduanya jadi jaminan rasa jempolan. Namun jangan salah, popularitas kadang kala tak berbanding lurus dengan kualitas. Sebab, di luar dua merek besar tadi, banyak juga lumpia lain yang cita rasanya nggak kalah gila.

Makanya daripada cuma ikut-ikutan yang sudah mainstream dan overrated, ada baiknya sesekali pelancong buka mata lebar-lebar. Percayalah, di sudut-sudut Kota Atlas, ada beberapa penjual lumpia yang mungkin nggak bermodal gerai mewah atau promosi heboh. Akan tetapi, soal rasa, boleh diadu.

#1 Meski tempatnya masuk gang, kelezatan Loenpia Mbak Lien sukses bikin lidah bergoyang

Kalau bosan dengan lumpia Semarang yang itu-itu saja, coba melipir ke Loenpia Mbak Lien. Letak tokonya memang agak masuk gang di pusat kota, tapi cukup mudah ditemukan. Meskipun begitu, lokasinya cukup luas dan nyaman untuk makan di tempat.

Satu yang tak kalah penting, ukuran lumpianya besar. Bahkan, bisa dimakan untuk dua orang. Juaranya tentu lumpia goreng yang punya tekstur pas. Nggak terlalu kering, tapi juga nggak bermandikan minyak.

Selain varian original yang dipatok seharga Rp21.500 per biji, lumpia Semarang satu ini juga menyodorkan variasi isi lain yang terbilang unik. Misalnya saja lumpia isi jamur, mozzarella, kepiting, dan smoked beef. Buat varian non-original, harganya memang sedikit mahal. Namun perkara rasa pasti nggak akan menyesal.

#2 Lunpia Horai hadir dengan harga ekonomis, isi dompet anti menangis

Kalau cari lumpia Semarang yang harganya bersahabat di kantong tapi rasa tetap oke punya, Lunpia Horai bisa jadi opsi. Meski hanya mengandalkan dua varian, original dan spesial, kualitasnya nggak mengecewakan. Varian original diisi dengan ebi. Sedangkan lumpia spesial lebih meriah dengan isian udang segar, daging ayam, dan telur.

Mau ambil yang mana saja, rasa isiannya enak semua. Perpaduan rasa gurih dan manisnya bisa saling mengisi tanpa mendominasi. Selain itu, kulit lumpianya juga pas. Tidak terlalu tebal berlapis-lapis sehingga mudah digigit. Terlebih teksturnya juga nggak keras atau mudah rontok. Jadi, gampang dikonsumsi selagi di perjalanan.

Baca Juga:

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

Walau cuma pendamping, kesegaran acar timunnya juga nggak lantas dikesampingkan. Masih renyah dengan rasa asam manis yang menggugah. Asyiknya pula, harganya jauh lebih murah dari lumpia lain yang sudah tersohor. Varian originalnya bisa dibeli di kisaran belasan ribu rupiah. Alhasil, isi rekening nggak bakal menjerit meski bawa pulang lumpia Semarang satu ini cukup banyak untuk oleh-oleh.

#3 Pernah diulas Tanboy Kun, Lumpia Semarang Pak Warsono pantang dilewatkan

Banyak yang bilang, kalau mau cari lumpia enak di Semarang, carinya di Jalan Mataram. Sebenarnya, sih, di sepanjang jalan itu ada banyak penjual lumpia. Namun, yang paling underrated dan wajib dijajal itu Lumpia Pak Warsono. Soalnya banyak wisatawan luar Semarang yang tahunya cuma “Lumpia Mataram” tanpa tahu detail siapa pembuatnya.

Untungnya, naravlog Tanboy Kun yang hobi review makanan sempat singgah sehingga gerobak kecil Pak Warsono sempat dilirik warganet. Yang pasti, lumpia ini aroma rebungnya masih terasa, tapi jauh dari kesan pesing. Justru yang tercium malah wangi.

Harganya juga sangat bersahabat, yakni dimulai dari Rp12.000 per biji. Memang, kalau makan di tempat, pengunjung harus rela duduk di dalam tenda pinggir jalan. Mungkin bagi sebagian orang ini kurang nyaman. Namun untuk dijadikan oleh-oleh, lumpia Semarang satu ini sangat direkomendasikan karena gampang ditemukan dan pembeli nggak perlu pusing cari parkiran.

#4 Bukan sekadar jual nama, lumpia Semarang Lanny termasuk salah satu pelopor

Kalau penasaran sama lumpia yang benar-benar autentik dan bukan sekadar ikut-ikutan viral, mampirlah ke Lumpia Lanny. Lokasinya memang agak nyempil di gang kecil, jadi banyak pendatang yang mungkin belum kenal. Namun di balik lokasinya yang tersembunyi, Lumpia Lanny ini termasuk salah satu pelopor di Semarang dan rasanya sudah melegenda.

Isiannya padat, tidak terlalu bau rebung. Ukurannya pun bisa disesuaikan. Mulai dari kecil, sedang, hingga besar. Ditambah lagi, acar timun dan cabai yang disertakan juga berlimpah.

Satu yang perlu diingat, untuk menuju ke sana, motor bisa masuk langsung. Sayangnya, kalau pakai mobil, lebih baik parkir di jalan utama biar lebih leluasa.

Berburu lumpia di Semarang bukan cuma soal mencari yang paling terkenal atau paling ramai. Terkadang, harta karun kuliner terbaik justru menepi dari ingar bingar. Jadi, mulai sekarang, jangan ragu untuk keluar dari zona nyaman soal kulineran.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Lumpia Semarang yang Bikin Kecewa Wisatawan, Jangan Dibeli.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Agustus 2025 oleh

Tags: kuliner semaranglumpialumpia rebunglumpia semarangoleh-oleh semarang
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

Bandeng Presto Makanan Khas Milik Pati, Bukan Semarang

18 Oktober 2025
5 Kuliner Semarang yang Rasanya Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

5 Kuliner Semarang yang Rasanya Kurang Cocok di Lidah Wisatawan

29 November 2024
Angkringan Pak Gik Semarang: Angkringan Legendaris yang Bikin Nicholas Saputra Makan Gorengan 20 Biji Mojok.co

Angkringan Pak Gik Semarang, Angkringan Legendaris yang Bikin Nicholas Saputra Makan Gorengan 20 Biji

2 Mei 2024
6 Fakta Lumpia Semarang yang Mungkin Nggak Kamu Ketahui

6 Fakta Lumpia Semarang yang Mungkin Nggak Kamu Ketahui

28 Juni 2023
Sarapan Sate di Semarang Memang Aneh, tapi Saya Ketagihan (Unsplash)

Sarapan di Semarang Memang Rada Aneh, tapi Sekarang Saya Bisa Menikmati Bahkan Ketagihan

16 Juni 2025
4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya Terminal

4 Tips Menikmati Lumpia Semarang Tanpa Terganggu Bau Pesing dari Rebungnya

9 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.