Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Sinetron

Lorong Waktu Episode 6, Musim 1: Zidan Mengunjungi Dirinya di Masa Depan

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
14 September 2020
A A
sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Jika di episode sebelumnya kita diajak menengok masa lalu, Lorong Waktu episode 6 mengajak kita masuk ke masa depan. Berhubung sinetron Lorong Waktu episode 6 tayang di tahun 1999, tentu masa depan di sini sudah menjadi masa lalu bagi kita sekarang: tahun 2011.

Cerita dibuka dengan cerita tentang pekerjaan papanya Zidan dan cita-cita Zidan. Zidan ternyata bercita-cita jadi anggota DPR. Nah, dari omongan tentang cita-cita Zidan itulah muncul percakapan seru Zidan dengan mama dan papanya.

“Kamu sendiri, mau jadi apa?” tanya Mama.

“Mau jadi… anggota DPR” Mama dan Papa Zidan langsung tertawa.

“Nah, yang itu cocok buat Zidan. Bawel, suka protes, doyan berdebat, dan… menyebalkan,” Papa Zidan berpendapat.

“Misalnya kamu jadi anggota DPR, apa yang pertama kamu lakukan?” tanya Mama lagi.

“Mandi dan gosok gigi!” Lho?

“Supaya badan segar dan nggak tidur melulu waktu lagi rapat,” lanjut Zidan. Oooh.

Baca Juga:

Menanti Crossover DMCU (Deddy Mizwar Cinematic Universe)

Lorong Waktu Episode 14, Musim 1: Jalan-jalan ke Masa Lalunya Aura

Cerita berpindah ke masjid, ke kamarnya Ustad Addin. Di sana sudah ada Haji Husin, Ustad Addin, dan Zidan.

“Masa depan siapa yang pengin kamu lihat?” tanya Ustad Addin ke Zidan.

“Ya, masa depan saya dong! Bagaimana waktu, tampang saya waktu menjadi anggota DPR dan bagaimana sikap saya waktu lagi rapat. Apakah saya keasyikan tiduuuuuurrr karena saya malamnya begadaaaaaang terus sama teman-teman saya. Atau saya… suka jingkrak-jingkrakan. Jungkir balik -jungkir balik. Jungkir balik sana, jungkir balik sini, sampai orang lain panik.”

“Lu kira disko ni DPR?” sahut Haji Husin.

Seperti sebelum-sebelumnya, keinginan Zidan dikabulkan Ustad Addin dan Haji Husin. Nurut amat ama bocil sih?

Siap mengirimkan objek, tentukan koordinat. Objek siap dikirim, tekan enter, pengiriman sedang berlangsung, dan… objek sampai pada tujuan. Pengiriman oke. Zidan sudah ada di kamarnya pada 2011.

Zidan kecil lalu keluar dari kamarnya, membuat Mama, Papa, Kakek, Nenek, dan Ustad Addin yang lagi rapat membahas perilaku Zidan besar merasa terkejut. Zidan kecil tentu masih bisa mengenali mereka, tetapi mereka (kecuali Ustad Addin) tidak kenal Zidan. Yang jadi pertanyaan, di mana Haji Husin?

“Eh, ngomong-ngomong Pak Haji ke mana yah? tanya Zidan kecil kepada Ustad Addin yang sudah tampak menua.

“Maksudmu Pak Haji Husin?”

“Ya, siapa lagi kalau bukan dia.”

Hening.

“Pak Haji Husin sepuluh tahun yang lalu sudah….”

Belum selesai Ustad Addin bicara, kakeknya Zidan langsung menyela.

“Tong, pulang lu sono, pulang! Keluarge gue lagi ada masalah. Ni urusan cucu gue sendiri si Zidan, bukan elu. Ayo sana pulang!” perintah Kakek ke Zidan kecil.

Tak berapa lama, Zidan besar pulang dalam keadaan mabuk dan membuat seisi rumahnya panik. Kakek Zidan marah banget lalu ngomelin Zidan. Zidan kecil yang melihat kejadian itu langsung nyeletuk, “Yah, payah. Masak anggota DPR kerjaannya mabok!”

Zidan kecil balik ke kamarnya dan merasa sangat kesal pada Zidan besar. Malu-maluin, katanya. Bahkan ia sampai mengadu ke (posternya) Om Dip perihal kelakuan buruk Zidan besar.

Saat kembali ke masanya, Zidan kecil kelihatan cemberut dan sedih. Haji Husin dan Ustad Addin jadi ikutan sedih. Setelah sempat menyorot Haji Husin yang lagi serius berdoa karena teringat tentang petualangan Zidan pada masa depan, yang mana pada waktu itu Haji Husin nggak jelas gimana nasibnya (ya, nebaknya sih sudah meninggal), cerita balik lagi ke rumah Zidan.

Saking parnonya Zidan sama masa depannya, ngelihat boneka aja malah yang muncul di pikirannya itu adalah dirinya versi sudah besar. Zidan besar yang tampak tak keruan membuat Zidan kecil jadi teriak ketakutan. Mama Zidan jadi kaget.

Masih penasaran dengan kehidupan masa depannya, Zidan kembali berpetualang ke masa depannya. Begitu sampai di kamarnya (versi masa depan), Zidan langsung ngoceh karena kamarnya bau.

“Zidan nggak punya kamar seperti ini. Kamar Zidan selalu bersih, rapi, dan wangi karena kebersihan itu sebagian dari iman.”

Haji Husin yang menonton adegan itu lewat komputer langsung melempar tisu ke layar. “Sok tua lu!”

Tidak lama kemudian, mamanya Zidan masuk ke kamar lalu merasa heran dengan kehadiran Zidan kecil. Mamanya Zidan menganggap Zidan kecil tuh anak orang yang terpisah dari orang tuanya.

“Zidan kemari untuk menolong masa depan Kak Zidan,” kata Zidan kecil.

“Masa depan?”

“Iya.”

“Zidan itu sudah tidak punya masa depan lagi. Jiwanya hancur oleh obat bius,” jawab Mama Zidan dengan nada sedih.

“Obat bius?” Zidan belum mengerti.

“Iya. Dia sudah lupa dengan cita-citanya untuk menjadi anggota DPR. Tante takut, Zidan tidak bisa diselamatkan lagi.”

“Kenapa tidak? Zidan kecil yang akan menyelamatkan Kak Zidan.”

Setelah itu terdengar suara rintihan seseorang. Mama Zidan tahu itu suaranya Zidan besar dan langsung panik mencarinya. Yang menemukan Zidan besar ternyata Zidan kecil. Zidan kecil menunjukkan keberadaan Zidan besar yang ternyata ada di bawah ranjang, dalam keadaan sakau.

Cerita ini bersambung ke episode depan.

Ikuti sinopsis Lorong Waktu musim 1 di sini serta tulisan Utamy Ningsih lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2022 oleh

Tags: Lorong WaktuLorong Waktu Musim 1sinopsis sinetron
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Lorong Waktu Episode 3, Musim 1: Haji Husin dan Zidan Tak Menyadari Ada yang Salah…

11 September 2020
resensi sinopsis jalan cerita si doel anak sekolahan episode 3 mojok

Si Doel Anak Sekolahan Episode 3, Musim 1: Nama Asli Atun Terungkap

31 Mei 2020
sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Lorong Waktu Episode 9, Musim 1: Haji Husin dan Zidan Disandera Lintah Darat

28 September 2020
sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Lorong Waktu Episode 8, Musim 1: Episode Lorong Waktu yang Paling Sedih

25 September 2020
sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Lorong Waktu Episode 10, Musim 1: Cara Terbaik Melawan Lintah Darat

29 September 2020
sinopsis sinetron lorong waktu episode 1 episode 2 musim 1 mojok.co

Lorong Waktu Episode 13, Musim 1: Sesuatu yang Tidak Kita Sukai Bisa Jadi Hal Baik

8 Oktober 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya Mojok.co

Bertahan dengan Innova Reborn Jadul daripada Ganti Innova Zenix karena Terlalu Canggih untuk Orang Kabupaten seperti Saya

16 Maret 2026
Honda Stylo Motornya Orang Kaya Waras yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT dan Scoopy Mojok.co

Honda Stylo Motornya Orang Kaya yang Ogah Beli Vespa Matic Overprice, tapi Nggak Level kalau Cuma Naik BeAT atau Scoopy

13 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Stasiun Klaten Stasiun Legendaris yang Semakin Modern

Stasiun Klaten, Stasiun Berusia Satu Setengah Abad yang Terus Melangkah Menuju Modernisasi

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah
  • Lebaran di Keluarga Ibu Lebih Seru Dibanding Keluarga Ayah yang Jaim dan Kaku
  • Pekerja Jakarta, Rumah di Bekasi: Dituntut Kerja dan Pulang ke Rumah sampai Nyaris “Mati” karena Tumbang Mental dan Fisik
  • Program Mudik Gratis Mengobati Rindu Para Perantau yang Merasa “Kalah” dengan Dompet, Kerja Bagai Kuda tapi Nggak Kaya-kaya
  • Anomali Wisata Jogja saat Diserbu 8,2 Juta Wisatawan: Daya Beli Tak Mesti Tinggi, Tapi Masalah Membayangi
  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.