Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

LGBT, Ngakunya Menolak, Tapi Ternyata Nggak Anti Sama Lesbian

Imron Amrulloh oleh Imron Amrulloh
6 Juli 2020
A A
LGBT lesbian gay MOJOK.CO

LGBT lesbian gay MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Belakangan ini isu LGBT kembali naik ke permukaan. Pasalnya, perusahaan multinasional yang memasok berbagai kebutuhan di Indonesia, Unilever, mendukung keberagaman, salah satunya LGBT.

Imbas dukungan tersebut adalah ancaman boikot. Padahal, kalau mau boikot Unilever, mereka yang susah sendiri, lho.

Kembali ke masalah LGBT. Sadar nggak, sih, kalau ada orang yang teriak-teriak anti ternyata nggak sepenuhnya “anti”.

Iya, ada yang konon menolak LGBT, ternyata “sedikit mendukung”, kok. Saya nggak lagi ngadi-ngadi ini. Ada beneran, kok. Sebentar, jangan ngamuk begitu. Ini kan dari kaca mata saya. Izinkan saya menjelaskan.

Buktinya adalah salah satu teman saya. Kejadian ini sudah terjadi dulu sekali, ketika saya masih duduk di bangku SMK. Salah satu teman saya, nyatanya cuma anti sama “GBT” saja. Dia nggak anti sama kepanjangan kata L di LGBT, yaitu lesbian.

Suatu kali, ketika mampir ke asramanya, ternyata teman-teman saya yang lain sudah ada di sana. Mereka menyimak sebuah video di laptop dengan penuh perhatian. Ternyata, remaja-remaja tanggung itu, sedang nonton bokep. Pantas saja pada anteng, padahal biasanya kalau sudah ngumpul, asrama teman saya jadi semacam pasar malam.

Saat itu saya masih polos. Setelah 15 menit berlalu, saya bertanya ke teman saya punya video bokep itu.

“Dari tadi cewek mulu. Nggak ada cowoknya?”

Baca Juga:

Memang Kenapa kalau Coldplay Dukung LGBT?

Warnet Bokep di Jogja yang Pernah Jaya Bersama Pornhub

“Wah, katro banget. Ini namanya bokep lesbi.”

“Hah, lesbi?”

“Udah, dinikmati aja. Nggak usah banyak tanya.”

Sakit hati karena dibilang katro, saya mlipir pergi. Kejadian itu membekas di ingatan saya. Ternyata ada juga yang menikmati bokep lesbi. Dan sekarang, saya tahu kalau bokep lesbi adalah salah satu genre dengan penikmat yang besar. Salah satu teman saya yang bernama Gilang itu (bukan nama sebenarnya).

Beberapa tahun setelah kejadian tersebut, tepatnya kemarin saat gencar-gencarnya wacana boikot Unilever, teman saya yang dulu ngejek saya katrok ternyata ikutan mau boikot Unilever.

Saya, yang masih ingat kejadian di asramanya, membalas status wasap Gilang.

“Gil, kamu ngapain ikut boikot?”

“Iya lah, Unilever kan mendukung LGBT. Makanya aku nggak mau pakai produk mereka.”

“Oh, yasuda, lanjutkan.” Balas saya.

Padahal, sebetulnya saya ingin membelas begini:

“Halah, kamu dulu suka nonton bokep lesbi. Nggak anti sama bokep cewek sama cewek. Sekarang gegayaan mau boikot. Tau kepanjangan kata L di LGBT nggak, sih?”

Tapi, saya urung membalas seperti itu. Takut menyinggung hatinya.

Nah, usut punya usut, setelah saya telusuri lebih dalam, ternyata teman saya memang sudah meninggalkan produk Unilever sejak dua tahun silam. Mulai dari detergen, sabun mandi, makanan ringan, sikat gigi, dan masih banyak lagi.

Awalnya saya mengira dia memang bener-bener serius boikot. Mungkin sekarang udah paham kepanjangan kata L dari LGBT. Makanya getol banget menolak. Namun, perkiraan saya salah. Ternyata dia memboikot Unilever karena sedang bekerja di perusahan kompetitor sebagai sales. Dia ikut-ikut boikot Unilever agar produk dari tempatnya bekerja semakin laku. Isu boikot yang lalu menjadi momentum bagi dia untuk meningkatkan penjualan.

Terlepas dari caranya yang agak nggapleki tersebut, saya agak salut dengan usahanya memanfaatkan peluang. Walaupun memang praktik tersebut kurang sehat diterapkan dalam dunia usaha, tapi mau bagaimana lagi? Kondisi pandemi yang tak kunjung usai, pemerintah yang leda-lede menangani corona, serta ketidakjelasan kapan pandemi ini akan berakhir membuat semua orang harus memutar otak agar dapurnya tetap mengebul.

Yah, kalau sudah soal cuan, terkadang banyak cara dilakukan. Meski menerobos kehendak sebenarnya. Kok ya mirip-mirip sama selera bokep, ya. Anti sama LGBT tapi menikmati bokep lesbi. Buat saya, hal kayak gitu kok kurang tepat. Kalau mau anti ya anti semua sekalian. Sukanya kok setengah-setengah.

BACA JUGA Menghitung Jumlah Waktu yang Dihemat ketika Menggunakan Fitur Autotext dan tulisan Imron Amrulloh lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 6 Juli 2020 oleh

Tags: anti LGBTgaylesbianlgbt
Imron Amrulloh

Imron Amrulloh

Seorang pengangguran baru yang sedang mencoba dan terus mencoba.

ArtikelTerkait

Memang Kenapa kalau Coldplay Dukung LGBT?

Memang Kenapa kalau Coldplay Dukung LGBT?

17 Mei 2023
the umbrella academy mojok

Review The Umbrella Academy Season 2: Superhero Tak Hanya Menyelamatkan Dunia, tapi Juga Keluarga

3 Agustus 2020
Koch justin netizen indonesia @txtdaricoachy ted lasso coach justin pendapat opini assist mojok

Netizen Indonesia Memang Kayak Bocah. Sukanya Merisak, Dirisak Balik Ngambek

13 April 2021
lgbt

Menanggapi Artikel Memiliki Teman yang Mengaku LGBT: Menjadi LGBT Bukanlah Sesuatu yang Kami Pilih

1 Agustus 2019
Review Film Pendek Pria dan Penerimaan Masyarakat Terkait Homoseksual terminal mojok.co

Review Film Pendek ‘Pria’ dan Penerimaan Masyarakat Terkait Homoseksual

15 September 2020
Warnet Bokep di Jogja yang Pernah Jaya Bersama Pornhub (Unsplash)

Warnet Bokep di Jogja yang Pernah Jaya Bersama Pornhub

1 Februari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi (Unsplash)

KlikBCA, Layanan Internet Banking Terbaik yang Perlu Dikritisi

17 Maret 2026
Lebaran Kedua Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati Mojok.co

Lebaran Jauh dari Indonesia: Homesick, tapi Terobati oleh Orang-orang Turki yang Hangat dan Baik Hati

19 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026
Lotek Khas Solo Bikin Pencinta Lotek Asal Jogja Culture Shock

Lotek Adalah Kuliner Favorit Warga Jogja yang Lebih Janggal dan Lebih Ganjil daripada Gudeg

20 Maret 2026
7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated (Unsplash)

7 Menu Toko Roti GO Purwokerto Paling Underrated: Kombinasi Rasa yang Memanjakan Lidah dan Semua Cocok Jadi Buah Tangan

21 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Mahasiswa UGM Rela Kejar Mudik di Hari Lebaran demi Kumpul Keluarga, Lewatkan “War” Tiket karena Jadwal Kuliah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.