Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Lebih Gelap Mana, Dark Joke-nya Coki Pardede atau Dark Mind-nya Kelompok Fanatik?

Aly Reza oleh Aly Reza
27 Januari 2020
A A
Lebih Gelap Mana, Dark Joke-nya Coki Pardede atau Dark Mind-nya Kelompok Fanatik?
Share on FacebookShare on Twitter

Pagi banget iseng-iseng buka Twitter, cuma buat ngecek apa sih yang jadi trending hari ini? Fokus saya langsung tertuju pada satu tagar yang nangkring di deretan atas. Bukan, tentu bukan #bokepterbaru. Sebab untuk urusan yang satu ini, saya merasa lebih mandiri dan cukup mampu buat nyari link-nya yang tersebar secara cuma-cuma di jagad dunia maya. Eh. Perhatian saya lebih tercuri oleh nama “Coki” yang sepagi ini udah nongol dengan predikat lima besar trending Twitter. Bikin ulah apalagi to Coki Pardede iki?

Bukan Coki Pardede namanya kalau joke-nya nggak bikin kesel dan sangat potensial jadi bumerang bagi dirinya sendiri. Anda tentu sudah hafal. Pasalnya ini bukan kali pertama tuh anak sukses bikin dirinya menyandang gelar sebagai “musuh masyarakat”. Edyan tenan, og.

Kali ini seputar Imlek dan bencana Corona yang sedang menimpa China. “Gong Xi Fa Caii!! Apakah di tiongkok pas angpao di buka isinya Virus Corona?“ Twittnya di akun @pardedereza. Pantes saja kalau se-Indonesia langsung melaknat komedian yang emang nggak ada kapok-kapoknya berurusan sama netizen +62 yang terkenal sadis dan berdarah dingin.

Oke, mungkin menurut Coki Pardede, apa yang dilontarkan itu masuk dalam kategori dark joke, jadi ya menurutnya biasa-biasa saja. Tapi bagi sebagian orang, joke yang ini dinilai nggak tahu tempat dan sangat tendensius buat nyakitin sisi kemanusiaan orang lain.

Kenapa nggak tahu tempat? Awal tahun ini bisa jadi tahun duka bagi warga negera China khususnya bagi yang berdomisili di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Momen tahun baru Imlek yang seharusnya sakral dan penuh kebahagiaan nyatanya harus mereka lewati dengan korban berjatuhan akibat terjangkit virus Corona. Korban yang setiap hari terus meningkat, sampai dengan hari ini (26/01) bahkan tercatat 56 orang tewas dan sekitar 2.000 orang mulai terinfeksi.

Jadi joke Coki Pardede kali ini emang nggak banget, deh, saya akui itu. Sampai-sampai komedian sekaligus sutradara yang baru saja sukses dengan film Imperfect-nya—Koh Ernest—angkat bicara di kolom komentar akun Twitter milik Coki. Sebab kalau ngomongin joke nih ya, mana yang lucu coba dari cuitan Coki Pardede ini? Pasalnya bagaimanapun, yang namanya bencana, musibah, nggak ada pentes-pantesnya buat dijadiin lelucon. Nggak ada lucu-lucunya juga buat diketawain. Emang dah urusan nge-joke, belum ada yang dilevel Gus Dur.

Sebenarnya nggak cuma Coki Pardede sih yang bikin joke serupa soal Virus Corona. Beberapa yang  saya comot dari Twitter—tanpa harus nyebut nama akunnya—misalnya, ada yang ngetwitt, “Virus Corona nyebar lewat hp Xiao Mi.” Atau dari akun yang berbeda, “Virus Corona nggak akan bertahan lama, karena made in China.” Kenapa hanya Coki yang dihujat? Wah kalau ini saya nggak ikut-ikutan. Tapi saya tetap berpegang pada prinsip, nggak etis aja kalau kita ketawa-ketawa di atas musibah yang diderita orang lain. Di mana jiwa kemanusiaan kita, Men?

Tapi saya malah jauh lebih respect sama Coki Pardede ketimbang dengan sekelompok orang yang nganggep kalau suatu bencana adalah ganjaran lantaran merajalelanya kezaliman dan kemaksiatan. Pendek kata, Virus Corona bagi kelompok ini tidak lain adalah azab yang turun langsung dari langit. Malah ramashok blas.

Baca Juga:

Jika Ada Agnostik yang Saleh dan Makrifat, Coki Pardede Orangnya

Sultan Minta Atraksi Malioboro Dihentikan Demi Cegah Kerumunan di Tengah Lonjakan Covid-19

Seperti yang saya comot dari akun Instagram @indonesiabertauhid. Si admin dengan seenaknya memposting foto yang caption-nya berbunyi, “Mereka memenjarakan muslim Uighur. Corona balas ‘memenjarakan 41 juta mereka’”. Pliiis deh, bisa nggak sih dikit-dikit nggak usah bawa-bawa persoalan ideologis?

Meski sama-sama nggak tepat sasaran, tapi cuitan Coki Pardede agaknya jauh lebih bisa diterima ketimbang dengan postingan akun Instagram tersebut. Coki, meski nggak bisa dibenerin, tapi joke-nya nggak ada tuh konotasi yang mengarah pada apa yang saya sebut “nyukurin” korban terjangkit Virus Corona.

Jelas berbeda dengan kelompok yang katanya bertauhid itu. Caption dalam postingan tersebut kalau saya transliterasi pakai bahasa sehari-hari bisa jadi begini nih; “Sukurin lo, udah komunis, kafir, zalim lagi. Rasain, makan tuh Corona!.” Bisa jadi gitu loh, Men, terjemah bebasnya. Malah kelihatan nggak ada simpati-simpatinya sama sekali. Kalau sudah begitu, yang patut kita pertanyakan bukan perikemanusiannya, tapi situ sebenernya manusia apa bukan, sih? Kalau manusia kok nggak ada hati. Hadaaahhh. Dark mind kayak gini bener-bener berbahaya.

Saya jadi teringat dengan kejadian tahun lalu, saat gempa dan tsunami menerpa Lampung dan sekitarnya. Saya yang biasanya tidur pas khotbah Jumat, siang itu tiba-tiba jadi spaneng buat dengerin isi khotbah. Saya heran saja, si khatib yang bergelar professor itu kok ya bisa-bisanya bilang gini, “Bencana yang menimpa mereka adalah peringatan, karena salama ini mereka telah abai dengan perintah Allah, mereka telah banyak berbuat maksiat, homo, prostitusi,” dst.

Pliiiss deh, kalau emang nggak simpati sama korban bencana, baik korban Corona atau apa pun itu, mending diem aja. Nggak usah ditunjuk-tunjukkin di muka umum. Bantu mengatasi masalah juga nggak, meringankan beban korban apalagi.

Nah dari sini saya jadi menyimpulkan, kayaknya dark mind emang lebih gelap dari dark joke. Satu lagi, kalau kita nggak bisa jadi influencer yang manfaat bagi orang lain, paling tidak kita nggak jadi biang masalah, bawa-bawa Tuhan, lagi. Udah gitu aja.

BACA JUGA Tolonglah, Jangan Jadikan “Open Minded” Sebagai Dalih Kebodohan Kalian! atau tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 Januari 2020 oleh

Tags: coki pardedecoronadark jokedark mind
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah

Ampun Dah, Memahami Dark Joke Coki Pardede Emang Susah

2 Januari 2020
Tolonglah, Jangan Jadikan “Open Minded” Sebagai Dalih Kebodohan Kalian!

Tolonglah, Jangan Jadikan “Open Minded” Sebagai Dalih Kebodohan Kalian!

27 Januari 2020
Sultan Minta Atraksi Malioboro Dihentikan Demi Cegah Kerumunan di Tengah Lonjakan Covid-19

Sultan Minta Atraksi Malioboro Dihentikan Demi Cegah Kerumunan di Tengah Lonjakan Covid-19

24 Februari 2022
urban farming, Memang Betul, Berkebun di Masa Pandemi Itu Ternyata Mengasyikkan sayuran

Memang Betul, Berkebun di Masa Pandemi Itu Ternyata Mengasyikkan

28 Mei 2020
jerinx musik hardcore rock post hardcore punk mojok

Jerinx, Nora, dan Kemarahan yang Salah Sasaran

23 Juni 2021
4 Alasan Seseorang Menanyakan Pekerjaan Orang Lain Saat Ngumpul

Arus Pulang Kampung di Tengah Covid-19: Mereka Bukan Pemudik, Mereka Pengungsi

27 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
Alasan Orang Lebih Memilih Menu Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe Mojok.co

4 Alasan Orang Lebih Memilih Kopi Susu Gula Aren daripada Menu Kopi Lain di Kafe

12 Januari 2026
Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Pasar Minggu yang Asyik Nggak Kalah Asyik Dikulik Mojok.co

Jakarta Selatan Isinya Nggak Cuma Blok M, Ada Juga Pasar Minggu yang Nggak Kalah Seru

13 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

Perkampungan Pinggir Kali Code Jogja Nggak Sekumuh yang Dibayangkan Orang-orang meski Nggak Rapi

14 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.