Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Musik

Lagu Kabar Damai dari Aremania Wujud Doa Terbaik untuk Perdamaian Suporter Indonesia

Iqbal AR oleh Iqbal AR
8 Oktober 2022
A A
Lagu Kabar Damai dari Aremania Wujud Doa Terbaik untuk Perdamaian Suporter Indonesia

Lagu Kabar Damai dari Aremania Wujud Doa Terbaik untuk Perdamaian Suporter Indonesia (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Damai, damai, saudaraku.

Jabat erat penuh kasih sayang.

Untuk apa terus bertengkar?

Pertemuan ini adalah kabar

Penggalan lirik lagu ini perlahan menggaung di penjuru negeri. Tragedi kemanusiaan di Kanjuruhan yang memakan korban seratus lebih nyawa Aremania membuat para suporter menurunkan egonya, membuang rivalitas dan kebencian antar mereka, dan menyerukan satu sikap yang sangat indah: damai. Dan penggalan lirik lagu di atas, lagu berjudul “Kabar Damai”, menjadi salah satu anthem yang menyertainya.

Adalah Anto Baret, musisi yang menjadi bagian dari Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ), yang jadi otak di balik munculnya lagu “Kabar Damai” ini. Bagi orang Malang dan Aremania, nama Anto Baret bukanlah nama yang asing. Anto Baret ini bisa dibilang sebagai tokoh, bukan hanya tokoh budayawan Malang, tapi juga tokoh Aremania. Kecintaannya kepada Arema, Aremania, dan persatuan menjadi salah satu alasan mengapa Anto Baret (bersama Iwan Fals dan D’kross) menciptakan lagu “Kabar Damai” ini.

Seingat saya, lagu “Kabar Damai” ini populer pertama kali ketika Anto Baret menyanyikannya bersama D’kross. Nah, lagu “Kabar Damai” ini terdapat dalam album “Indonesia Damai” yang dirilis pada 2008. Buat yang tidak tahu D’kross, mereka ini adalah sebuah unit rock asal Malang, yang mana lagu-lagunya menceritakan soal Arema, Aremania, dan Malang. Lagu-lagu D’kross ini juga kerap diadopsi oleh Aremania untuk menjadi chants di stadion ketika Arema bertanding, termasuk lagu “Kabar Damai” ini.

Lagu ini sebenarnya ingin memotret bagaimana perdamaian yang terjadi tidak hanya di kalangan suporter sepak bola, tetapi di masyarakat umum secara luas. Meskipun hanya dinyanyikan secara akustik dan sederhana, lagu ini memiliki daya magis yang sangat kuat, apalagi jika kita menelaah liriknya. Dari bait pertama saja, kita sudah disuguhkan sebuah potret kehangatan yang bisa-bisa membuat haru. Perhatikan saja penggalan lirik ini:

Baca Juga:

Pulang dari Jepang Bikin Sadar Betapa Bobrok Daerah Asal Saya

5 Pekerjaan yang Bertebaran di Indonesia, tapi Sulit Ditemukan di Turki

“Sudah lama aku menunggu, pertemuan seperti ini. Ikatan batin yang t’lah terpatri, tak bisa aku hindari.”

Terenyuh.

Lalu perhatikan lirik di bagian sebelum reff. “Satukan jiwa, satukan rasa. Damai di hati, kita bersaudara.” Lagu ini seakan ingin menyadarkan kita-kita yang masih berseteru, bahwa sudah saatnya kita menyatukan jiwa, menyatukan rasa, dalam satu nama, yaitu kemanusiaan. Lagu ini juga ingin menyadarkan bahwa bagaimanapun rivalitas dan kebencian yang selama ini terjadi, itu tidak ada artinya. Kita seharusnya saling berdamai, sebab kita adalah saudara.

Dan sampailah kita pada pesan pamungkas dalam lagu ini, yang terletak di bagian reff. “Damai, damai, saudaraku. Jabat erat penuh kasih sayang. Untuk apa terus bertengkar? Pertemuan ini adalah kabar.” Inilah yang seharusnya kita lakukan sebagai masyarakat, sebagai suporter sepakbola: berdamai, saling menjabat dalam kasih dan sayang. Sebab, pertengkaran hanya akan menimbulkan penyesalan dan kehilangan. Dan iya, pertemuan damai seperti ini adalah kabar, kabar yang harus dijaga, kabar yang harus tetap disuarakan.

Mimpi perdamaian yang perlahan menjadi kenyataan

“Mataram Is Love”. Slogan ini menggema selama beberapa hari terakhir. Buntut tragedi Kanjuruhan dan ketidakbecusan PSSI, PT. LIB, Panpel, dan aparat keamanan dalam menangani tragedi Kanjuruhan kemarin membuat kelompok suporter PSS Sleman, PSIM Yogyakarta, Persis Solo, dan tim-tim asal tanah Mataram lain ini saling rangkul. Mereka rela menurunkan ego, membuang kebencian yang selama ini menyelimuti, demi satu nama: kemanusiaan. Doa-doa terkirim dari tanah Mataram untuk Aremania dan para korban tragedi Kanjuruhan.

Ini adalah satu langkah progresif, mengingat rivalitas tim-tim asal tanah Mataram ini sudah mendarah daging. Namun malam itu, kebencian perlahan sirna, berganti dengan rangkul, peluk, dan cinta kasih antarmereka. Sesekali penggalan reff lagu “Kabar Damai” terdengar dinyanyikan oleh para suporter yang bersolidaritas. Kabar damai yang muncul dan terjadi di tanah Mataram, perlahan terjadi juga di daerah-daerah lain.

Rivalitas antara Aremania-Bonek dan The Jak-Viking/Bobotoh bisa dibilang sebagai rivalitas panjang dan abadi. Namun, rivalitas yang panjang nan abadi itu ternyata perlahan bisa diputus, setelah apa yang terjadi di Kanjuruhan kemarin. Beberapa kelompok Aremania dan Bonek saling bersolidaritas dan perlahan mulai menurunkan egonya serta menyerukan satu niat untuk islah, damai. Pun dengan The Jak dan Viking/Bobotoh, yang juga menyerukan niat dan semangat serupa. Dan di antara solidaritas dan niat damai tersebut, lagu “Kabar Damai” perlahan juga berkumandang.

Meskipun niat tersebut tak serta-merta disepakati oleh semua kalangan suporter, namun setidaknya dengan adanya niat untuk damai, sudah menunjukkan sebuah langkah yang progresif. Kabar damai yang tersiar di antara suporter ke depannya akan menghangatkan tribun dan memupuk persaudaraan. Mataram sudah satu suara. Malang-Surabaya semoga akan satu suara. Jakarta-Bandung juga semoga akan satu suara. Semua atas nama sepakbola, semua atas nama kemanusiaan.

Jika semuanya sudah satu suara, akan terlihat nyata siapa sebenarnya musuh kita. Musuh kita adalah federasi yang bobrok dan tak punya urat malu. Musuh kita adalah operator Liga dan broadcaster yang sekongkol menuhankan rating di atas segalanya, termasuk nyawa. Musuh kita adalah aparat represif nirempati. Itu musuh kita. Dan “Kabar Damai” yang berkumandang, semoga tak hanya menumbuhkan perdamaian dan persaudaraan, tapi juga menjadi awal perlawanan kita, para suporter yang bersatu.

Untuk mengakhiri tulisan ini, izinkan saya sebagai salah satu Aremania mengucapkan terima kasih kepada semua masyarakat, semua suporter yang sudah bersolidaritas dan mendoakan Aremania serta korban Tragedi Kanjuruhan. Saya terharu, tak bisa lagi menahan tangis. Terima kasih untuk perjuangannya, perjuangan #UsutTuntas demi keadilan bagi nawak-nawak Aremania yang terdampak. Biarlah “Kabar Damai” ini menjadi amal jariyah, amal baik bagi nawak-nawak yang sudah berpulang.

Maka dari itu, mari sekali lagi kita kumandangkan “Kabar Damai” ke seluruh penjuru negeri. Mari kita wujudkan “Kabar Damai” ini agar tak hanya menjadi sebuah lagu, sebuah chant, tapi menjadi mimpi yang benar-benar menjadi nyata.

Damai, damai, saudaraku.

Jabat erat penuh kasih sayang.

Untuk apa terus bertengkar?

Pertemuan ini adalah kabar

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menyatukan Air Mata untuk Tragedi Kanjuruhan, Memeluk Rival Menyudahi Pertikaian

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 8 Oktober 2022 oleh

Tags: anto baretaremaniaIndonesiakabar damaiKanjuruhanperdamaian suporter
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

Pengalamanku sebagai Warga Lokal Jepang Merasakan Langsung Sistem Siaga Bencana di Jepang: Jauh Lebih Siaga Menghadapi Bencana, Jauh ketimbang Indonesia

1 Agustus 2025
Ini yang Akan Terjadi kalau Susanti “Upin Ipin” Pulang ke Indonesia dan Nggak Balik Lagi ke Malaysia Mojok.co

Ini yang Akan Terjadi kalau Susanti “Upin Ipin” Pulang ke Indonesia dan Nggak Balik Lagi ke Malaysia

19 Maret 2025
buzzer negeri ini

Mari Kita Sambat Soal Negeri ini

2 Oktober 2019
4 Faktor Internet Indonesia Begitu Lambat selain Salah Pemerintah

4 Faktor Internet Indonesia Begitu Lambat selain Salah Pemerintah

29 September 2022
sudah merdeka

Yakin Sudah Merdeka? Nyinyiran Tetangga dan Kenangan Mantan Saja Masih Sering Menjajah

20 Agustus 2019
Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

Jangan Jadi Peneliti di Indonesia

5 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

Menyelami Makna VUCA Melalui Petualangan Dunia One Piece

24 Februari 2026
Jalan Kertek Wonosobo, Jadi Pusat Ekonomi tapi Bikin Sengsara (Unsplash)

Jalur Tengkorak Kertek Wonosobo Mematikan, tapi Pemerintah, Warga, hingga Ahli Klenik Saja Bingung Cari Solusinya

24 Februari 2026
6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli  Mojok.co

6 Dosa Penjual Kue Kering yang Bisa Merusak Momen Lebaran dan Sulit Dimaafkan Pembeli 

28 Februari 2026
Vespa Matic, Motor Paling Tidak Layak untuk Dibeli (Unsplash)

Vespa Matic Adalah Motor yang Paling Tidak Layak untuk Dibeli karena Overpriced, Boros, dan Paling Dibenci Tukang Servis Motor

1 Maret 2026
Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara Mojok.co

Pembagian Warisan Bisa Bikin Kaya Mendadak Sekaligus Tiba-tiba Kehilangan Saudara

1 Maret 2026
6 Dosa Penjual Jus Buah- Ancam Kesehatan Pembeli demi Cuan (Unsplash)

6 Dosa Penjual Jus Buah yang Sebetulnya Menipu dan Merugikan Kesehatan para Pembeli Semata demi Cuan

26 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=FgVbaL3Mi0s

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.