Lagu “34+35” Ariana Grande Saru Banget Dilihat dari Sudut Pandang Serat Centhini – Terminal Mojok

Lagu “34+35” Ariana Grande Saru Banget Dilihat dari Sudut Pandang Serat Centhini

Artikel

Gusti Aditya

Tiwas ethel nyanyi lagu syahdu milik Ariana Grande “34+35” di sebuah kafe, kok ya jebul artinya nyeleneh sekali. Kadang ada untungnya juga nggak bisa basa enggres dengan fasih. Lho serius, saya lantang banget bernyanyi pada bagian lirik “fuck me ‘til the daylight”, jebul itu artinya “kenthu aku dari pagi sampai siang”. Ha geger.

Tapi, setelah tahu artinya ya jadi mikir-miki mau nyanyi di ranah publik lagi. Nggak nyangka je wajah semanis Ariana Grande yang biasa mendendangkan lagu seputar cinta dan durjana, bisa-bisanya ngomongin seks—atau lebih tepatnya posisi seks. Lha kalian nggak tahu apa 34+35 itu kalau dijumlah hasilnya berapa?

Melihat perkembangan usia Mbak Ariana, ya mungkin sudah pantas karena pastinya sudah punya KTP dan siap menikah. Plus saya pastikan Mbak Ariana bukan anggota Amerika Tanpa Pacaran, jadi ya nggak spaneng-spaneng amat.

Yah, namanya juga masa puber, ya? Apalagi pop-star yang sedang dibahas sudah menginjak usia 27, jadi ya mendapat semacam pemakluman. Ha wong yang umur 17 saja banyak yang sudah nikah. Ariana Grande yang tadinya “I’m stronger than I’ve been before”, jadi “fuck me ‘til the daylight, thirty-four, thirty-five”. Apa itu salah? Ya nggak tho ya. Bagi yang nggak tahu, jika dua angka itu dijumlah, maka menghasilkan angka 69. Salah satu varian sex-positions yang mantap betul.

Siapa sih yang menyangkal bahwa thirty-four, thirty-five itu nggak enak? Ada tiga sub-varian dari 69, pertama pihak laki-laki yang di bawah, kedua pihak perempuan di bawah, dan yang ketiga miring. Semua ada plus minusnya, misalnya jika pihak perempuan di bawah, maka proses blow-penis kurang sedap karena kepala perempuan bergerak statis di bagian bawah (ha kok aku apal?), dan kebetulan Ariana Grande nggak menjelaskan dengan menyeluruh.

Ariana Grande bertitah, “We started at midnight, go ‘til the sunrise, done at the same time, but who’s counting the time when we got it for life.”  Artinya kurang lebih begini ‘Kita memulainya di tengah malam, terus sampai matahari terbit, selesai di waktu yang sama, tapi siapa sih yang menghitung waktu ketika bia melakukannya seumur hidup?’ 

Wah ini sih kalau semisal masyarakat Jawa—terutama Bantul, daerah tempat tinggal saya—mau mengaplikasikan, ya susah. Begini lho.

Kalau mau melakukan ritual “itu” di midnight, ya geger gedhen karena satu desa bisa tahu. Desa saya di Imogiri, orang sambat pukul delapan malam saja satu desa bisa dengar. Apalagi go ‘til the sunrise, ha edan po? Sunrise itu ya saatnya pergi ke sawah. Nggak ada itu yang namanya ena-ena sampai pagi, lantas tidur sampai siang. Yang ada ya diketawain sama hama wereng.

Saya setuju dengan lirik pada bagian, got the neighbors yelling, “Earthquake!” di desa saya kalau ada gemuruh ya langsung geger gitu. Haqqul yaqin teriakannya bukan “Gempa!”, tapi “Koko bako!” atau kukuh bakuh. Nggak lucu kan kalau lirik penuh majas dan gaya nakal ala Ariana Grande jadi, “got the neighbors yelling, Koko Bako!”

Di desa saya juga beberapa pemuka adatnya masih gandrung kepada Serat Centhini. Katanya, di salah satu bagian Serat Centhini, ada yang membahas mengenai berhubungan badan dan seksualitas. Tiap melakukan hubungan badan, itu ada manfaat dan syarat prasyarat. Jadi ya nggak ada itu yang namanya, “I been drinking coffee, and I been eating healthy.” Mau berhubungan badan di desa saya, nggak semudah minum kopi dan makan sayur begitu, hey wahai Anda, Ariana Grande.

Ya untungnya ya Ariana Grande nggak lahir di desa saya, bisa-bisa lagunya blaaas nggak sebebas dan sesaru ini. Sebab Ariana bakal ditanyai tetua desa, “Kalau mau berhubungan badan dan membuat “earthquake” jangan hari Ahad dan Rabu, nanti anakmu kelak bakal jadi bromocorah.”

Nggak hanya sampai sana, ada lagi, “Jangan berhubungan badan di hari raya, nanti anakmu siwil adatnya, durhaka sama orangtuanya. Jangan berhubungan badan di siang hari, nanti anakmu jauh dari rezeki. Jangan berhubungan di bawah pohon yang buahnya bisa dimakan, nanti anakmu suka menganiaya anak atau orang lain.”

Saya yakin, diberi aturan ini, Ariana Grande lebih milih jadi penyanyi Disney saja. Banyaknya aturan macam itu di desa saya, pun saya yakin Ariana Grande akan memilih jalan terjal dengan lebih implisit lagi ketika menulis lirik lagu “34+35”.

Judulnya juga kalau bisa diubah, dari yang awalnya “34+35”, jadi “85-6+40-50”. Siapa tahu tho di Amerika masih ada ormas-ormas yang garangnya minta ampun. Udah mah kafir, saru lagi. Muhasabah diri Anda, Ariana!

BACA JUGA Mencermati Lagu ‘Fix You’ yang Dicover BTS dari Kacamata Fans Coldplay dan Awam K-Pop dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Baca Juga:  Dua Pepatah Jawa Ini Tidak Dapat Digunakan di Bikini Bottom
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.
---
42


Komentar

Comments are closed.