Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Lagian Kenapa Kalau Mixue Belum Punya Sertifikat Halal?

Moh. Rofqil Bazikh oleh Moh. Rofqil Bazikh
7 Januari 2023
A A
4 Dosa Besar Mixue yang Menyusahkan Pelanggan

4 Dosa Besar Mixue yang Menyusahkan Pelanggan (NFarras via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Jokes garing semacam “hati kalau terlalu lama kosong bisa jadi kios Mixue” dan sebangsanya kadung menyebar luas, namun belum juga punya sertifikat. Pantes baru-baru ini di Cikini didemo. Upsss. Franchise asal China ini memang sedang menguasai dunia persilatan. Awalnya terlihat biasa saja sebagaimana kejadian viral pada umumnya. Eh, makin lama makin kompleks pembahasannya, sampai pada soal halal-haram.

Sontak banyak yang merasa waswas. Bahkan, tidak sedikit yang seolah merasa berdosa besar. Persoalannya hanya satu: tidak ada stempel halal. Mung persoalan itu tok. Maklum, negara kita salah satu dari sekian negara dengan tingkat populasi muslim yang tinggi. Tentu saya tidak perlu sebutkan berapa jumlahnya. Siapa pun juga pasti paham muslim di negara ini mayoritas. Masuk akal jika soal mutu dan kehalalan produk diperhatikan betul.

Dari saking perhatiannya, lembaga semacam MUI dulu yang punya kewenangan di situ, rela mengeluarkan sertifikat halal pada kulkas, panci, dll. Sampai di sini kita memang perlu berbaik sangka bahwa semua itu demi syiar agama. Sebuah niat yang teramat mulia. Tidak dapat dipungkiri, keberadannya menjadi pedoman masyarakat terkait halal tidaknya sesuatu. Demikian juga tidak bisa dipungkiri jika itu punya efek domino.

Begini, saya jelaskan pelan-pelan. Dengan maraknya sertifikat halal malah menjadi seperti ranjau. Banyak yang terjebak seolah-olah produk yang tidak ada sertifikatnya otomatis tak halal. Haram. Di sini tidak sedikit orang yang kesusu dan salah paham. Padahal, kalau mau bicara soal hukum, tidak hitam dan putih saja. Tidak cuma halal-haram doang. Ini penjelasan yang sangat dasar dan dapat ditemui di mata pelajaran agama. Saya tidak mungkin menjelaskannya lagi, jadi tolong cari sendiri, sudah balig juga!

Di sisi lain mungkin itu akibat dari formalisasi syariat. Akui saja, sudah lama Islam punya pengaruh terhadap beberapa kebijakan pemerintah. Ingat Perda Syariah? Belum lagi syariat (meski istilah ini sebetulnya kurang pas) yang menjadi komoditas untuk kepentingan komersil. Rasa-rasanya terlalu mudah untuk menemukan contoh-contoh dari yang saya sebut . Ya sudah, tidak perlu kaget kalau terjadi seperti apa yang menimpa pada Mixue. Tidak ada sertifikat sama dengan tak halal.

Andai saja sadar, tak jarang kalian mengkonsumsi barang tidak bersertifikat halal. Makanan warteg, lesehan pinggir jalan, cilok, cilor, dan aci yang lain. Jangan salah, yang seperti itu juga tidak punya sertifikat halal, loh. Tapi kan beda, mas? Iya paham, beda. Bedanya kalian meyakini langsung kalau makanan seperti itu halal. Coba deh sekali-kali ragu, sebagaimana keraguan pada Mixue, bukan tidak mungkin akhirnya akan merasa waswas juga

Oh mungkin karena Mixue bukan produk pribumi, jadi kalian sangat hati-hati. Sebetulnya tidak masalah, tidak apa-apa. Hitung-hitung sebagai bentuk kehati-hatian takut terjerumus ke liang dosa. Memang benar Mixue tidak ada sertifikat halalnya. Tapi jangan lupa, Kemenag—melalui Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal(BPJPH) pastinya—juga belum memutuskan haram. Jadi sah-sah saja dong kalau ada yang yakin Mixue halal, sebagaimana kalian yakin kalau itu tidak.

Tapi kan, soal halal-haram tidak berbasis pada keyakinan, mas? Melainkan ada kriteria tertentu sebuah produk dianggap halal atau tidak. Lah, iya saya paham yang begitu-begituan, bagaimanapun saya mahasiswa hukum. Wkwk. Saya hanya ingin bilang, tidak semua produk yang tak ada sertifikatnya seketika tidak halal. Sertifikat halal tidak lebih sakadar alat legitimasi yang berisi ketentuan hukum sebuah produk setelah diaudit. Kalau produknya sudah jelas halal, tanpa sertifikat pun ya tetap halal. Contoh sederhananya makanan yang saya sebut di awal. Kalian tidak butuh sertifikat untuk makanan itu, hanya tahu dan yakin saja. Pokok yakin kalau makanan itu halal wes cukup.

Baca Juga:

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

Kebangkitan dan Keruntuhan Cepat Mixue Harus Menjadi Pelajaran Penting untuk Booth Nescafe di Malang

Kalau itu produknya sudah jelas halal toh, mas? Sementara Mixue kan belum. Karena belum jelas, jangan coba-coba memperjelas dengan bilang Mixue ngga halal. Tunggu saja sampai proses auditnya kelar. Kalau memang waswas banget ya tidak usah jajan. Semisal kebelet pengen langsung datangi gerai terdekat. Sesederhana itu kok ga paham-paham. Kalau besok-besok temuan BPJPH bilang Mixue ndak halal, tinggal terima dan berdoa. Semoga dima’fu.

Penulis: Moh. Rofqil Bazikh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Membongkar Rahasia Dominasi Mixue di Indonesia!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Isi naskah ini sudah diubah sesuai dengan tulisan awal penulis. Isi tulisan sebelumnya adalah hasil editing dari editor Terminal Mojok. Oleh sebab itu, kami memohon maaf jika hasil editan internal kami menimbulkan kesalahan penafsiran yang pada akhirnya merepotkan penulis ketika artikel tersebut dibagikan di media sosial. Sekali lagi, kami meminta maaf. Salam.

Terakhir diperbarui pada 8 Januari 2023 oleh

Tags: HalalMixuestempel
Moh. Rofqil Bazikh

Moh. Rofqil Bazikh

Seorang mahasiswa Magister Islamic Studies yang tengah menempuh jalan pulang menuju pemikiran yang autentik. Setelah melewati fase dialektika liberal, ia kini sampai pada kesadaran kritis untuk mendekonstruksi narasi-narasi Barat yang selama ini dianggap sebagai kebenaran mutlak

ArtikelTerkait

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

11 Mei 2022
MasterChef Syariah dengan Menu Halal Sangat Mendesak untuk Diadakan terminal mojok.co

MasterChef Syariah dengan Menu Halal Sangat Mendesak untuk Diadakan

25 November 2020
Mixue, Momoyo, Ai-CHA: Gerai Es Krim Serupa tapi Tak Sama. Jangan Sampai Salah!

Mixue, Momoyo, Ai-CHA: Gerai Es Krim Serupa tapi Tak Sama. Jangan Sampai Salah!

16 September 2023
Es Teh Jumbo, Minuman Orang Miskin yang Kuat Bertahan (Wikimedia Commons)

Es Teh Jumbo (Seharusnya) Anti Bangkrut dan Awet Bertahan karena Menjadi Sahabat Orang Miskin: Ada di Mana Saja dan Harganya Murah

2 Maret 2026
Mixue Indonesia Sudah Halal dan Cabangnya Terus Bertambah, Akankah Risiko Diabetes Ikut Meningkat?

Mixue Indonesia Sudah Halal dan Cabangnya Terus Bertambah, Akankah Risiko Diabetes Ikut Meningkat?

23 Februari 2023
bolu halal

Jangankan Bolu, Kondom Pun Harus Halal

30 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game Terminal

Tidak Sekadar Mengajar, Guru Les Online Wajib Menghibur agar Tidak Ditinggal Murid-muridnya Main Game

20 Mei 2026
Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Dunia Kerja yang Bikin Pekerja Keras Tersingkir dan Menderita Mojok.co

Penjilat Atasan Adalah Borok dalam Kantor yang Bikin Pekerja Lain Tersingkir dan Menderita

21 Mei 2026
Unpopular Opinion: Kajian Ustaz Hanan Attaki Itu Bukanlah Pengajian Agama pengajian berbayar

Maaf Saya Berubah Pikiran, Konsep Pengajian Berbayar Memang Lebih Masuk Akal dan Layak untuk Diikuti

16 Mei 2026
4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.