Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kutipan dalam Manga Haikyuu! Tidak Kalah Quotable dari Tweet Fiersa Besari

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
11 Maret 2020
A A
Rental Komik: Tempat Menikmati Kultur Pop Jepang Tanpa Ada Stigma Negatif yang Menyertai Kutipan dalam Manga Haikyuu! Tidak Kalah Quotable dari Tweet Fiersa Besari
Share on FacebookShare on Twitter

Haikyuu! adalah obat kesembuhan bagi saya atas kekecewaan terhadap manga Eyeshield 21 yang tamat begitu saja. Manga ini juga sebagai pelipur lara akan sebuah keindahan dari sentuhan tangan dalam genre olahraga yang terakhir kali saya lihat dalam Slam Dunk-nya Takehiko Inoue. Haikyuu! juga menetralisir sebuah kisah realistis dalam dunia olahraga setelah dari kecil kita dicekoki oleh betapa overpower-nya Tsubasa.

Tanpa bermaksud menyampingkan dan meragukan manga maupun mangaka lainnya, Haikyuu! adalah yang terbaik dalam segi kisah, gambar, dan penuturan. Dapat disederhanakan, Haikyuu! adalah manga terbaik dalam genre olahraga saat ini.

Melalui seorang tokoh bernama Hinata, bertubuh pendek dengan segenap kekurangan klise seperti yang ditawarkan anime lainnya, ia menyimpan sebuah gairah luar biasa akan dunia voli. Singkat kata agar menghindari spoiler, setelah Hinata SMA, ia bertemu dengan si jenius Kageyama dan menjadi bromance sejak itu. Dalam sebuah momen yang amat khusyuk, Hinata berkata kepada Kageyama, “Tidak memiliki keinginan untuk kalah, apakah kita membutuhkan alasan?”

Tentunya, kata-kata indah tersebut bisa dijadikan motto dalam skripsi, maupun caption Instagram kamu, lho! Terlebih, bagi kamu yang ingin menjadi selebtweet, kutipan-kutipan ini bisa banget menjadi alternatif selain tweet template seperti, “Yok bisa yok!” atau, “Apa cuman gue…” yang merasa paling segalanya di alam raya semesta ini~

Walau bukan menekankan pada kisah percintaan, manga ini bisa menghaturkan kata-kata indah layaknya bucin senja kopi hujan badai khas Mas Fiersa Besari. Bukan hanya itu, masih banyak kata-kata indah nan sastrawi yang dihaturkan secara manis oleh Haruichi Furudate sang mangaka. Melalui flashback yang dimasukan ke dalam momen-momen menegangkan atau saat para tokoh melakukan kontemplasi ketika akan kalah maupun menang. Keindahan yang dilukis oleh Haruichi berbarengan dengan nilai dan makna hidup khas negeri Sakura.

“Aku (Kageyama) sebenarnya tidak mau mengumpan bola kepadamu (Hinata) karena aku hanya mengumpan kepada orang yang membantu tim kita untuk menang. Sayangnya, orang yang membuat tim ini menang adalah kamu.”

Merinding disko nggak, sih, ketika seorang lelaki menyampaikan pujian kepada partner in crime-nya secara tersirat seperti itu. Terlebih, Hinata dan Kageyama memang selalu berseteru. Namun, menengok tujuan voli adalah kemenangan dan sebuah kewajaran seorang toser mengumpan kepada spiker, maka yan terjadi adalah dendangan lagu Mbak Mawar de Jongh yang berjudul Lebih dari Egoku.

“Ketika menjadi musuh, ia memang sangat menyebalkan. Namun, ketika menjadi kawan, ia akan menjadi sekutu yang menguntungkan.”

Baca Juga:

7 Drama Korea Terkenal yang Sebenarnya Adaptasi Dorama dan Manga Jepang

Kesuksesan One Piece, Manga Terlaris di Jerman dan Prancis

Tidak ada bahasan politik dalam manga ini. Tidak ada pula pilpres atau organisasi keolahragaan yang menjadikannya sebagai tunggangan kuda politik. Namun, apa yang dikatakan oleh Suga (rekan satu tim di Karasuno dan kakak kelas Hinata) kepada sang tokoh utama, adalah realita nyata bahwa ada spesifikasi tertentu untuk kelancaran hidup selain orang dalam, uang dan tampang, yakni kekuatan alami dalam tubuh yang tidak bisa diganggu-gugat.

“Aku memang tidak tinggi, tapi aku bisa melompat,” kata Hinata kepada Kageyama. Mata mereka beradu, rasa percaya dan keangkuhan masih melebur menjadi satu. Mungkin hanya di Rumah Kuya mereka bisa jujur kepada satu sama lain.

Kata-kata Hinata ini mengajari tentang manusia yang acap kali melupakan bakat bawaan seperti berlari, melompat, berteriak, mendorong, dan lainnya. Walau setelah itu akan ada pembanding: siapa yang paling cepat dalam berlari atau siapa yang paling tinggi dalam melompat.

Hinata mengajari satu hal, kalah belum tentu buruk. Menang belum tentu berjaya. Lantaran bakat dasar bisa digapai setelahnya melalui usaha. Hingga suatu titik, Hinata mengatakan, “Kalah adalah saat di mana kita diberikan kesempatan untuk bertambah kuat.”

Kalah adalah keakraban bagi Hinata. Berbanding terbalik dengan Kageyama yang lahir dari darah seorang pemenang. Perbedaan sudut pandang dalam menganalisis sebuah sifat semangat yang muncul dalam diri memang tidak semudah, “Yok semangat yok!” ala selebtweet.

Bahkan Kageyama yang terbiasa dengan kemenangan pun sampai berkata seperti ini, “Mengaplikasikan kalimat ‘tidak menyerah’ tidak semudah yang kamu katakan.” Manga ini jelas memberikan rujukan terbaik untuk mengembalikan sebuah rasa semangat dibanding sebuah utas yang diberi judul, “Bagaimana cara mengembalikan kepercayaan diri setelah putus -sebuah utas-“ atau “Cara memberikan energi positif kepada lingkungan sekitar A Thread.”

Salah satu rujukan terbaik muncul dari mulut Daichi, sang kapten Karasuno yang berkata, “Mau sehebat apa dirimu, seakurat apa operanmu, sekeras apa spike-mu, jika tidak bisa bermain secara kolektif, kau tidak dibutuhkan.”

Maksudnya, kekalahan dalam voli bukanlah kesalahan satu pihak. Tidak bisa menyalahkan toser semata atau malah spiker dan bloker. Voli adalah permainan kolektif, seperti apa yang dikatakan oleh salah satu antagonis dalam manga ini, Oikawa, “Voli sama seperti kehidupan bermasyarakat, yakni saling terhubung.”

Selain itu, guru Takeda, selaku penanggungjawab Karasuno memberikan masukan yang amat dalam, “Pertemuan bisa menimbulkan keharmonisan. Aku tidak bisa memberi bukti akan kata-kataku, tapi semua itu tercipta dari apa yang aku lihat dari dirimu.”

Ungkapan yang jadi tamparan terpampang nyata atas segala kejadian yang terjadi di bumi kita belakangan ini. Bukan salah teknologi atas berkurangnya intensitas pertemuan, tapi kita sebagai manusia yang telah kebangetan dalam mengolahnya. Jika punya Twitter, mungkin Guru Takeda akan nge-tweet, “Panjang umur pertemuan.”

Well, Haikyuu! memang manga yang membicarakan hal klise laiknya One Piece atau Naruto, from zero to hero. Bedanya, Haikyuu! dengan atas nama Karasuno dan Hinata, mereka adalah sampah yang berusaha mendambakan kemenangan. Membangun dalam kata-kata humanis yang tidak lebay, pun tidak menggurui maupun digurui.

Namun, terlepas dari semua yang meliputinya, hal itu mengisyaratkan bahwa dalam olahraga, dalam proses yang mengandalkan kekuatan dan daya tubuh, masih menonjolkan beberapa aspek sosial yang terkadang hilang entah ke mana. Seperti apa kata Hinata, “Aku tidak mau kalah lagi!” bisa dijadikan alternatif lain dari tweet-tweet indahnya Fiersa Besari.

BACA JUGA One Piece, dari Liberalisme Bajak Laut Sampai Revolusi atau tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 11 Maret 2020 oleh

Tags: Fiersa BesariHaikyuu!manga
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

black clover naruto asta yuno mojok

Makin Hari, Black Clover Makin Mirip Sama Naruto

7 September 2020
rekomendasi 4 manga terbaik weekly shonen jump mojok.co

Rekomendasi 4 Manga Weekly Shonen Jump yang Menarik Diikuti

9 September 2020
Terungkap, Misteri Penyandang Nama "D" dalam Serial One Piece

Terungkap, Misteri Penyandang Nama “D” dalam Serial One Piece

24 April 2020
Tanpa Bantuan Conan, Apakah Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif_ terminal mojok

Emangnya Kogoro Mouri Bakal Sukses Jadi Detektif Tanpa Bantuan Conan?

19 Mei 2021
crayon shinchan mojok

Waktu SD, Baca Komik ‘Crayon Shinchan’ Itu Ibarat Baca Majalah Porno

20 Juni 2021
Ketika Pidi Baiq Beralih Profesi Jadi Mangaka

Ketika Pidi Baiq Beralih Profesi Jadi Mangaka

21 Maret 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini Mojok.co

Saya Orang Asli Depok dan Tidak Bangga Tinggal di Daerah yang Aneh Ini

19 Maret 2026
7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik Mojok.co

7 Barang Indomaret yang Semakin Laris Manis Saat Mudik

17 Maret 2026
5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Sulit Ditemukan Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota Mojok.co

5 Suguhan Lebaran Khas Jogja yang Mulai Langka, Terutama di Rumah-rumah Daerah Kota

20 Maret 2026
BEM Unesa Gerombolan Mahasiswa Malas Kerja, Cuma Cari Muka (Ardhan Febriansyah via Wikimedia Commons)

Kuliah di Unesa Surabaya Itu Sangat Menyenangkan, asal Dosennya Betul-betul Ngajar, Bukan Ngebet Jurnal

20 Maret 2026
Pertama Kali Mencicipi Swike: Makanan Berbahan Dasar Kodok yang Terlihat Menjijikan, tapi Bikin Ketagihan Mojok.co

Katak dalam Soto, Ternyata Swike: Pengalaman yang Membuat Saya Kini Tak Mudah Percaya dan Meragukan Segalanya

21 Maret 2026
Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya Mojok.co

Kapok Naik Bus Harapan Jaya Surabaya-Blitar, Niat Bepergian Nyaman Berakhir Berdesakan karena Sopir Maruk Angkut Penumpang Sebanyak-banyaknya

20 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.