Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

Faris Firdaus Alkautsar oleh Faris Firdaus Alkautsar
21 Januari 2026
A A
Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah

Mahasiswa UT Berjuang dalam Senyap: Kuliah Nggak Pakai Story, Wisuda Nggak Perlu Mewah, yang Penting Masa Depan Cerah (Dokumentasi Universitas Terbuka)

Share on FacebookShare on Twitter

Mahasiswa UT nggak perlu pamer kuliah atau wisuda di story, yang penting masa depan cerah~

Bagi orang-orang yang tak memiliki privilese dan terbelit akses, pendidikan di bangku perkuliahan bukan sekadar jenjang akademik, melainkan peluang langka yang harus diperjuangkan. Di tengah biaya hidup yang tak kenal kompromi dan tanggung jawab yang menumpuk, kuliah sering kali bukan pilihan ideal, melainkan satu-satunya jalan yang masih mungkin ditempuh.

Universitas Terbuka, dengan motto “Making Higher Education Open to All”, hadir sebagai pintu yang terbuka bagi mereka yang hampir kehilangan harapan untuk kuliah. Namun kuliah online di UT bukan berarti lebih mudah, terutama bagi mereka yang bekerja, berkeluarga, dan harus membagi diri antara menjadi mahasiswa, pencari nafkah, sekaligus anggota keluarga.

Perjuangan itu sering kali berbentuk adu kuat dengan waktu. Tenaga habis untuk kerja seharian, tersangkut macet di perjalanan, pulang ketemu cucian dan urusan rumah, lalu masih harus membuka aplikasi TUTON yang menunggu absen dan pengerjaan.

Baca juga: Mahasiswa UT Lulus Bukan untuk Pamer, tapi untuk Bertahan Hidup.

Mahasiswa UT berjuang dalam senyap

Absen, diskusi, dan tugas-tugas yang muncul di jam-jam ganjil menjadi fase senyap menjelang UAS. Sebelum tidur, mahasiswa UT seperti saya membiasakan diri mencicil modul tebal dengan metode SQ4R yang sudah kami pelajari saat PKBJJ, meski mata sudah sepet dan kepala nyaris menyerah.

Hidup berjalan dalam siklus yang nyaris tak berubah: bangun, kerja, nyicil diskusi di sela istirahat, pulang, menyelesaikan tuton sebisanya, membaca beberapa lembar modul, lalu tidur. Besoknya diulang lagi, tanpa jeda panjang bernama libur yang benar-benar libur.

Ini gambaran yang bagaimana struggle-nya mahasiswa UT yang berkuliah sambil bekerja dengan jam yang padat.

Baca Juga:

Universitas Terbuka (UT) Banyak Prestasinya Itu Bukan Kebetulan, tapi Memang Sistemnya yang Keren

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Me time? Sekadar tarik napas dan buang napas.

Dalam satu semester yang berisi delapan sesi Tuton dan UAS, sulit rasanya berharap bisa beristirahat dengan tenang. Saat UAS tiba, pikiran penuh dengan hitung-hitungan yang melelahkan. Apakah nilai UAS bisa menembus batas minimum 30 persen supaya tak mengulang? Apakah benar 15 dari 50 soal sudah cukup aman? Kalau dengan nilai Tuton, dapat B atau C, ya?

Beginilah isi kepala mahasiswa UT di minggu-minggu ujian, tak terkecuali saya. Setelah berjuang satu semester penuh, masih ada satu fase paling mendebarkan: pengumuman nilai akhir. Harapannya sederhana. Tak ada D, apalagi E. Sebab satu huruf itu bisa berarti tambahan waktu, tambahan biaya, dan pupusnya mimpi lulus tepat waktu, bahkan cumlaude.

Setelah berusaha bergelut dalam 1 semester. Ada fase yang mendebarkan, yaitu masa pengumuman nilai akhir mata kuliah yang berharap tidak ada yang mendapatkan D apalagi E. Kalau tidak pupus sudah harapan untuk cumlaude dan lulus tanpa mengulang mata kuliah.

Tanpa penonton story yang mengapresiasi

Sementara itu di luar sana, mahasiswa lain dapat belajar di kampus, nongkrong di sekre sambil debat ndakik-ndakik atau membuat konten sepulang kelas dengan harapan masuk FYP. Kami mahasiswa UT lebih sering berjuang dalam senyap. Paling jauh, saling menyemangati lewat grup WhatsApp yang sudah ada sejak OSMB atau PKBJJ, atau curhat di akun UTFess di Twitter.

Tak jarang, keluhan ini justru ditertawakan. Orang menganggap UT buangan. Mahasiswa yang kuliah online seolah tak pantas mengeluh.

“Kuliah online kok capek? Anak PTN top aja nggak heboh kayak gitu,” begitu kira-kira komentar yang sering mampir.

Padahal setiap tempat punya kesulitannya sendiri. Dan curhat di ruang yang tepat sering kali bukan soal mencari simpati, tapi sekadar memastikan bahwa lelah ini masuk akal dan tidak kita alami sendirian.

Baca juga: Kuliah Bukan Perlombaan Lulus Tepat Waktu, Universitas Terbuka (UT) Justru Mengajarkan Saya Lulus Tepat Tujuan.

Tanpa wisuda mewah, yang penting berjalan

Soal wisuda pun tak selalu jadi panggung perayaan. Banyak mahasiswa UT yang mungkin hanya datang ke kampus tiga kali: saat OSMB, PKBJJ, dan wisuda, itu pun jika sempat. Ada yang memilih mengambil ijazah saja karena pekerjaan dan kondisi tak memungkinkan. Perayaan kelulusan akhirnya berlangsung sederhana, cukup makan bersama keluarga di rumah, bertukar ucapan lewat WhatsApp, tanpa toga megah dan foto estetik.

Namun, barangkali justru di situlah letak maknanya. Bahwa perjuangan tak selalu butuh penonton. Proses tumbuh bisa berlangsung senyap, tanpa sorak-sorai, tanpa sorotan kamera. Dan di tengah sunyi itulah, mahasiswa UT tetap berjalan pelan terkadang tertatih namun tak berhenti.

Penulis: Faris Firdaus Alkautsar
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Stop Mengira Kuliah Online UT Itu Main-main, Kenyataannya Lebih Serius dan Menantang Dibanding Kuliah Konvensional.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 Januari 2026 oleh

Tags: kuliah di Universitas Terbukakuliah Universitas Terbukamahasiswa universitas terbukapengalaman kuliah di Universitas Terbukauniversitas terbukaut
Faris Firdaus Alkautsar

Faris Firdaus Alkautsar

Mahasiswa Akuntansi Universitas Terbuka. Punya motto hidup "walau berjalan di atas bumi, ingatlah bahwa kita hidup di bawah langit".

ArtikelTerkait

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

Mahasiswa Universitas Terbuka Nggak KRS-an, Nggak Masalah. Tetap Bisa Kuliah dengan Tenang, kok

6 Juli 2023
Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa? Mojok.co

Kuliah di UT Adalah Bentuk Bertahan Paling Tangguh, Kok Bisa?

31 Desember 2025
5 Kelebihan UT Bandung yang Sulit Dijumpai di Kampus UT Daerah Lain

5 Kelebihan UT Bandung yang Sulit Dijumpai di Kampus UT Daerah Lain

23 September 2025
6 Kebohongan tentang Universitas Terbuka (UT) yang Perlu Diluruskan (Unsplash)

Surat Terbuka untuk Rektor Universitas Terbuka: Basmi Pungli di Kampus Kita!

12 April 2023
Universitas Terbuka Kampus Ngenes karena Selalu Diremehkan (Unsplash) kuliah di UT

Universitas Terbuka: Takdir Menyedihkan dari Sebuah Kampus yang Selalu Diremehkan

24 September 2023
Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain Mojok.co

Tidak Ada Skripsi hingga Jarang Ketemu Dosen, Hal-hal yang Lumrah di Universitas Terbuka, tapi Nggak Wajar di Kampus Lain

14 September 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

Jalan-jalan ke Pantai saat Libur Panjang Adalah Pilihan yang Buruk, Hanya Dapat Capek Saja di Perjalanan

1 April 2026
Makanan Malang yang Membuat Saya sebagai Perantau Kecewa, Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian Mojok.co

Makanan Malang yang Bikin Pendatang seperti Saya Kecewa, Memang Sebaiknya Jangan Pasang Ekspektasi Ketinggian

1 April 2026
ASN Deadwood Memang Sebaiknya Dipecat Saja!

Kalau Ada yang Bilang Semua ASN Kerjanya Nganggur, Sini, Orangnya Suruh Berantem Lawan Saya

30 Maret 2026
Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living Mojok.co

Kulon Progo Terkesan Santai karena Warlok Tidak Punya Banyak Pilihan Hidup, Bukan karena Menganut Slow Living

27 Maret 2026
Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh Mojok.co

Growol, Makanan Khas Kulon Progo yang Sebaiknya Dipikirkan Dua Kali kalau Mau Dijadikan Oleh-Oleh

31 Maret 2026
ASN Rajin Adalah Tempat Sampah Buat Atasan (Shutterstock)

Kalau Kalian Masih Ingin Jadi ASN di Era Ini, Sebaiknya Pikir 2 Kali. Tidak, 3, 4, bahkan 100 Kali kalau Perlu

28 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kerja di Kafe Bikin Stres karena Bertemu Gerombolan Mahasiswa Jogja yang Nggak Beradab, Sok Sibuk di Depan “Budak Korporat”
  • Gagal Lolos SNBP UGM Bukan Berarti Bodoh, Seleksi Nilai Rapor Hanya “Hoki-hokian” dan Kuliah di PTN Tidak Menjamin Masa Depan
  • Siswa Terpintar 2 Kali Gagal UTBK SNBT ke UB, Terdampar di UIN Jadi Mahasiswa Goblok dan Nyaris DO
  • “Side Hustle” Bisa Hasilkan hingga Rp500 Juta per Bulan Melebihi Gaji Kerja Kantoran, tapi Bikin Tersiksa karena Tidak Pernah Berhenti Bekerja
  • Penyesalan Kaum Mendang-mending yang Dilema Pakai Kereta Eksekutif hingga Memutuskan Tobat dari Kondisi “Neraka” Kereta Ekonomi
  • Derita Jadi PNS atau ASN di Desa: Awalnya Bisa Sombong Status Sosial, Tapi Berujung Ribet karena “Diporoti” dan Dikira Bisa Jadi Ordal

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.