Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

Ahmad Arief Widodo oleh Ahmad Arief Widodo
28 November 2023
A A
7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK

7 Kota dan Provinsi di Indonesia yang Selalu Apes Dapat Pemimpin Korup Terjerat KPK (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Malang betul ya nasib warga di kota serta provinsi di Indonesia ini, mereka kerap mendapat pemimpin yang korup dan terjerat KPK.

Apes, mungkin kata yang paling tepat untuk menggambarkan nasib masyarakat di beberapa daerah yang pemimpinnya korup. Parahnya, ada beberapa kota di Indonesia yang pemimpinnya korup bukan hanya 1 kali, melainkan 2 hingga 3 kali. Para pemimpin daerah ini bukannya belajar dari para pendahulunya, eh malah lanjut part 2.

Setahu saya, setidaknya ada 7 kota di Indonesia serta provinsi yang pemimpinnya terciduk KPK lebih dari sekali. Kalian mau tahu kota dan provinsi apa saja? Berikut daftarnya.

#1 Kota Medan

Di antara semua manusia di Indonesia, mungkin warga Kota Medan yang paling ngenes nasibnya soal dapat pemimpin korup. Orang Medan bukan cuma 1 atau 2 kali mendapat pemimpin yang nggak amanah, melainkan sudah 3 kali.

Kasus rampok uang rakyat pertama terjadi pada 2008. Abdillah, wali kota Medan kala itu, menjadi terdakwa kasus korupsi pengadaan mobil pemadam kebakaran. Kasus korupsi kedua menimpa Rahudman Harahap, wali kota Medan periode 2010-2015. Bedanya dengan kasus sebelumnya adalah Rahudman tersandung korupsi Tunjangan Penghasilan Aparatur Pemerintahan Desa (TPAPD) waktu dia masih menjabat sekretaris daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Namun, ditangkapnya saat menjabat sebagai wali kota.

Perkara KKN kepala daerah yang ketiga di Kota Medan masih agak hangat. Di 2019, Dzulmi Eldin terjaring OTT KPK karena kasus suap. Diduga beliau menerima suap dari para bawahannya. Udah gede masih aja disuap, malu dong, Bos!

#2 Kota Bekasi

Kota di Indonesia yang apes dapat pemimpin korup selanjutnya adalah Bekasi. Bekasi mendapatkan kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi lebih dari sekali.

Mochtar Muhammad, adalah wali kota Bekasi pertama yang ditahan KPK. Pada tahun 2010 silam dia dicokol KPK dengan dugaan korupsi pengelolaan APBD Kota Bekasi. Kemudian, pada tahun lalu, giliran Rahmat Effendi, wali kota Bekasi saat itu ditangkap KPK. Dugaan korupsi yang menimpa Rahmat Effendi terkait pengadaan barang dan jasa serta jaul beli jabatan.

Baca Juga:

Sudah Saatnya Soreang Punya Mal supaya Nggak Bergantung sama Mal di Kota Bandung

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Jual beli mah yang normal-normal saja kayak pakaian dan makanan, ini malah jual beli jabatan. Gimana sih, Pak?

#3 Kota Bandung

Bandung bukan hanya lautan api. Bandung juga lautan korupsi. Setidaknya ada 2 wali kota Bandung dan 1 orang bupati Bandung Barat yang pernah diringkus KPK. Tentu saja ini menjadi catatan yang agak mengenaskan bagi masyarakat Tanah Pasundan.

Jauh sebelum kasus korupsi bansos yang dilakukan Juliari Batubara, Dada Rosada saat masih memimpin Bandung sudah pernah disikat duluan dengan kasus serupa. Tepatnya pada 2013 lalu dia ditangkap KPK. Meski sudah maling uang rakyat, bapak yang satu itu masih pede menyatakan diri mau maju jadi calon gubernur Jawa Barat.

Nah, yang kasus korupsinya baru-baru ini muncul ke permukaan adalah Yana Mulyana. Kasus korupsi bekas wali kota Bandung ini terkait pengadaan CCTV dan penyedia jasa internet program Bandung Smart City. Di saat kasus kriminalitas Kota Bandung sedang naik-naiknya, ada orang yang tega korupsi barang yang dapat menjadi bahan investigasi tindak kejahatan.

#4 Kota Cilegon

Kota di Indonesia yang pemimpinnya korup selanjutnya adalah Cilegon. Umur Kota Cilegon memang baru menginjak 23 tahun. Bila diibaratkan seorang manusia, Cilegon ini masih cukup belia. Belum terlalu matang dan dewasa. Kendati demikian, Cilegon sudah 2 kali mendapatkan kepala daerah yang terjerat korupsi.

Ngerinya, kasus korupsi wali kota Cilegon dilakukan oleh bapak dan anak. Sang bapak, Aat Syafaat, diduga melakukan korupsi pembangunan dermaga ketika ia menjabat wali kota pada tahun 2010. Sementara si anak, Tubagus Iman Aryadi yang masih menjabat sebagai wali kota pada 2017 ditahan KPK terkait kasus perizinan kawasan industri. Definisi sesungguhnya dari buah jatuh tak jauh dari pohonnya.

#5 Kota Makassar

Ternyata bukan hanya wali kota Medan yang tersandung kasus korupsi sebanyak 3 kali. Makassar juga mengalami hal sama. Ada 3 wali kota Makassar di periode berbeda yang tersangkut kasus korupsi dan menggegerkan Indonesia. Nggak ada kapok-kapoknya ya kepala daerah Kota Daeng.

Nama-nama mantan wali kota Makassar yang pernah dijerat KPK adalah Danny Pomanto, Baso Amiruddin Maula, dan Ilham Arief Sirajuddin. Saya rasa nggak perlu lagi disebutkan kasusnya. Cukup tak perlu memilih mereka ketika maju lagi mewakili rakyat, baik di level eksekutif maupun legislatif.

#6 Kota Tegal

Kota lainnya di Indonesia yang memiliki pemimpin korup adalah Tegal. Usut punya usut, ternyata Kota Tegal juga punya 3 kepala daerah yang menjadi terdakwa kasus korupsi. Pertama, ada M Zakir yang pernah memimpin Tegal sejak 1990-2000. Selanjutnya ada Ikmal Jaya yang menjabat wali kota Tegal masa jabatan 2009-2014. Terakhir, Siti Masitha yang tertangkap kasus korupsi pada 2017.

#7 Provinsi Papua

Khusus yang terakhir ini bukan kota di Indonesia, melainkan tingkatnya provinsi. Dana melimpah yang diberikan ke Papua dari pemerintah pusat ternyata kerap dikorupsi kepala daerahnya. Pantas saja pembangunan di sana kurang merata. Soalnya, Lukas Enembe dan Barnabas Suebu tanpa malu dan takut mengorupsi anggaran Provinsi Papua. Yang seharusnya dapat diberikan ke masyarakat dalam bentuk perbaikan sarana kesehatan serta infrastruktur.

Jangan pernah ajari masyarakat di beberapa kota dan provinsi di Indonesia yang saya sebutkan di atas tentang arti sabar menghadapi pemimpin. Soalnya pemimpin daerah mereka korup dan minimal sudah 2 kali diciduk KPK. Dan sepertinya warga di di daerah-daerah ini masih benar-benar berharap mendapatkan pemimpin yang amanah melalui sistem demokrasi Indonesia hari ini.

Penulis: Ahmad Arief Widodo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUG Serba-serbi Uang Rokok dalam Pelayanan Publik, Bukti Korupsi di Indonesia Susah Diberantas.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 November 2023 oleh

Tags: cilegongubernurIndonesiakorupKorupsikoruptorkota bandungkota bekasikota di indonesiaKota Medankota tegalkpkmakassarpapuapemimpinpemimpin daerahprovinsi di Indonesiawali kota
Ahmad Arief Widodo

Ahmad Arief Widodo

Penulis lepas yang fokus membahas kedaerahan, dunia pemerintahan dan ekonomi. Stand like a hero and die bravely.

ArtikelTerkait

Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea Terminal Mojok

Perbandingan Pasar Tradisional di Indonesia, Jepang, dan Korea

10 April 2022
Karakter Susanti Sebenarnya Bukti Serial “Upin Ipin” Kurang Serius Menghadirkan Representasi Indonesia dalam Cerita Mojok.co

Karakter Susanti Sebenarnya Bukti Serial “Upin Ipin” Kurang Serius Merepresentasikan Indonesia dalam Cerita 

11 Maret 2025
Pak Bobby, Program Stiker Parkir Berlangganan di Medan Sudah Bagus, tapi Tukang Parkir Liar Masih Bertebaran dan Cuma Bikin Ribut di Jalan

Pak Bobby, Program Stiker Parkir Berlangganan di Medan Sudah Bagus, tapi Tukang Parkir Liar Masih Bertebaran dan Cuma Bikin Ribut di Jalan

26 Juli 2024
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Menyesal Kuliah Jurusan Pendidikan, Tiga Tahun Mengajar di Sekolah Nggak Kuat, Sekolah Menjadi Ladang Bisnis Berkedok Agama

15 Juli 2025
5 Makeup Artist Indonesia Paling Hits, Tertarik Menggunakan Jasa Mereka Terminal Mojok

5 Makeup Artist Indonesia Paling Hits, Tertarik Menggunakan Jasa Mereka?

25 September 2022
Kota Bandung yang Semakin Terasa Asing (Unsplash)

Kota Bandung yang Semakin Terasa Asing

15 Januari 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Piyungan Isinya CEO Pakai Sandal Jepit Bawa Karung Rongsokan (Unsplash)

Saya Belajar Tentang Kebahagiaan di Piyungan, Tempat Para CEO Pakai Sandal Jepit dan Pegang Karung Rongsokan

7 Februari 2026
Es Teh Jumbo Cuan, tapi Jualan Gorengan Bikin Saya Bisa Kuliah (Unsplash)

Bisnis Kecil Seperti Gorengan dan Es Teh Jumbo Dipandang Remeh Nggak Bakal Cuan, Padahal Berkat Jualan Gorengan Saya Bisa Kuliah

2 Februari 2026
Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental

2 Februari 2026
Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering "Keseleo" Mojok.co

Dilema Punya Honda Mobilio: Nyaman Dikendarai dan Irit, tapi Kaki-Kaki Mobilnya Sering “Keseleo”

7 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • BPMP Sumsel Bangun Ekosistem Pendidikan Inklusif Melalui Festival Pendidikan
  • Ironi Kerja di Luar Negeri: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Tak Pulang demi Gengsi dan Standar Sukses yang Terus Berganti
  • Surat Wasiat Siswa di NTT Tak Hanya bikin Trauma Ibu, tapi Dosa Kita Semua yang Gagal Melindungi Korban Kekerasan Anak
  • Tak Menyesal Ikuti Saran dari Guru BK, Berhasil Masuk Fakultas Top Unair Lewat Golden Ticket Tanpa Perlu “War” SNBP
  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.