Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

KKN di Desa Penari: Analisis Kegagalan Badarawuhi dalam Teori Risk Management

Hafizhurrahman oleh Hafizhurrahman
2 September 2019
A A
kkn di desa penari

kkn di desa penari

Share on FacebookShare on Twitter

Setelah memahami secara detail cerita KKN di Desa Penari, saya kira grand design rencana jahat Badarawuhi (siluman ular) kepada Bima, Ayu, dan Widya akan terlihat seperti diagram alir di bawah ini. Dapat dilihat bagaimana koherensi antara Tujuan, Input, Proses, dan Outputnya.

Sangat jelas sekali tujuan Badarawuhi (siluman ular dan penari untuk lelembut di Desa Penari) ada 3, yaitu: 1) Membuat Bima sepakat untuk bersekutu dengan Badarawuhi. 2) Membuat Ayu sepakat untuk bersekutu dengan Badarawuhi. 3) Mendapatkan jiwa Widya.

Tujuan Badarawuhi hanya tercapai 2 saja, yaitu: 1) Membuat Bima sepakat untuk bersekutu dengan Badarawuhi. 2) Membuat Ayu sepakat untuk bersekutu dengan Badarawuhi. Tujuan Badarawuhi ke-3, yakni mendapatkan jiwa Widya, tidak tercapai.

Saya berkeyakinan bahwa Badarawuhi membobotkan ketercapaian tujuannya sebagai berikut: Jika tujuan 1 tercapai: 30%; Jika tujuan 2 tercapai: 30%; Jika tujuan 3 tercapai: 40%; Jika semua tujuan tercapai: 100%.

Karena Badarawuhi hanya bisa melaksanakan tujuan 1 dan tujuan 2, maka tingkat keberhasilan Badarawuhi adalah 30% + 30% = 60%. Apakah Badarawuhi gagal? Tentu tidak. Angka 60% itu sudah dianggap berhasil karena telah melebihi separuh dari tingkat keberhasilan (50%).

Badarawuhi ini memang cerdas. Dia punya konsep “kerjakan yang mudah dulu, yang susah belakangan”. Makanya Badarawuhi menyelesaikan tujuan 1 dan tujuan 2 terlebih dahulu karena lebih mudah ketimbang tujuan 3.

Sebenarnya Badarawuhi akan berhasil mencapai angka 100% jika saja tidak ada Nur yang ternyata dijaga oleh jin baik bernama “Mbah Dok”. Salahnya Badarawuhi, dia tidak mempertimbangkan kekuatan Nur ditambah Mbah Dok yang bisa menghancurkan Rencana Besar Badarawuhi.

Baca Juga:

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

Seharusnya para jin dan siluman yang ingin membujuk manusia diajarkan tentang Risk Management terutama untuk penanganan Black Swan.

Dalam risk management, suatu peristiwa disebut black swan ketika:

1) Probabilitas terjadinya kejadian tersebut rendah.

2) Kejadian tersebut akan memberikan dampak yang signifikan jika terjadi.

3) Jika terjadi, orang2 akan menyadari bahwa hal itu seharusnya bisa diperkirakan.

Black Swan dalam kasus KKN di Desa Penari ini adalah “Mbah Dok”. Siapa yang mengira ternyata Nur punya penjaga? Bahkan penjaga Nur bertarung dengan banyak sekali lelembut di Desa Penari untuk melindungi Nur.

Artinya, lain kali Badarawuhi harus lebih detail dalam menganalisis calon korbannya. Tapi. Salut sih Badarawuhi sudah berhasil mencapai angka 60%. Doa saya semoga beliau ke depan dapat meningkatkan keberhasilannya.

Berikut adalah flowchart yang menggambarkan urut-urutan bagaimana rencana jahat dari Badarawuhi digagalkan oleh Nur:

Tambahan:

Rekomendasi saya untuk Badarawuhi (jin penari): Sebaiknya Anda tidak perlu membuang waktu dengan memanfaatkan Bima dan Ayu. Kan Anda sakti tuh? Seharusnya Anda langsung aja temuin Widya dan ambil jiwanya. Selesai toh? Ngapain Anda repot-repot memperdaya Bima dan Ayu? Ribet.(*)

BACA JUGA Menari di Desa KKN: Cerita dari Sudut Pandang Badarawuhi Si Ratu Ular atau tulisan Hafizhurrahman lainnya. Follow Twitter Hafizhurrahman.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 2 September 2019 oleh

Tags: analisis risk managementcerita kknkkn di desan penari
Hafizhurrahman

Hafizhurrahman

ArtikelTerkait

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

11 Kelakuan Buruk Warga Desa kepada Mahasiswa KKN yang Jarang Dibicarakan, Bikin Kesal!

24 Agustus 2025
Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

Pengalaman KKN Internasional di Thailand Selatan: Masyarakat Berbahasa Melayu, tapi Terasa Asing di Telinga

23 Januari 2024
Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

25 Agustus 2025
kkn di desa penari

Persamaan Pengalaman KKN Saya dengan KKN di Desa Penari

5 September 2019
5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

5 Hal yang Bikin Saya Kaget Waktu KKN di Madiun

25 November 2025
masa kkn kisah horor saat kkn hantu yang paling sering disebut mojok.co

Masa KKN: Ternyata yang Tertinggi di Dunia Bukanlah Gunung Melainkan Egomu

21 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya Mojok.co

8 Tipe Pengguna Toilet Mal Paling Red Flag di Mata Cleaning Service, Semoga Kalian Bukan Salah Satunya

19 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026
Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.