Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kisah Asmara dari Asrama Penjara

M Alvin Bahril Ilmi oleh M Alvin Bahril Ilmi
12 Juli 2020
A A
orang dalam kisah cinta di penjara MOJOK.CO

orang dalam kisah cinta di penjara MOJOK.CO

Share on FacebookShare on Twitter

Terbayangkah dalam pikiran Anda, tak bejumpa pasangan dalam jangka waktu lama karena ia mendekam di penjara? Bagaimana cara memenuhi kebutuhan biologis dan mental?

Salah satu pemandangan unik dalam keseharian saya sebagai sipir lapas adalah ketika berada di ruang kunjungan ada pasangan yang sedang menahan tangis. Tangan mereka saling menggenggam, berpelukan erat sebelum akhirnya harus saling melepaskan karena waktu kunjungan sudah habis.

Melihat adegan seperti ini, saya biasanya memalingkan muka karena ingin menghargai privasi sekaligus ikut merasakan nyeri di hati. Selain momen perpisahan, ada pemandangan lain yang kerap terjadi di ruang kunjungan dan membuat kita memalingkan pandangan, yaitu pasangan yang bermesraan dan saling bersentuhan.

Karena tidak adanya ruang privasi untuk memenuhi kebutuhan biologis, kerap terjadi warga binaan dan pasangannya terpaksa melakukannya di mana saja dengan cara apa saja yang memungkinkan. Pasangan yang datang juga kerap menyiapkan diri dengan tidak mengenakan celana dalam. Di ruang kunjungan, mereka bisa duduk berpangkuan atau mencari sudut tertentu seperti kamar mandi yang sempit. Hal-hal seperti itu kerap terekam CCTV penjara.

Kami, para petugas, memaklumi. Mau bagaimana lagi. Kalau mereka sampai tidak mengindahkan rasa malu, itu kan memang sudah terdesak betul. Pernah ada istri dari warga binaan yang datang kepada kami dan memohon-mohon agar bisa punya ruang bercinta. Sayang hal tersebut masih sulit kami penuhi karena alasan keamanan.

Kementerian Hukum dan HAM bukan tak memahami persoalan tersebut. Namun, lagi-lagi persoalan kelebihan kapasitas menjadi isu yang lebih mendesak untuk ditangani. Secara resmi, lembaga pemasyarakatan di Indonesia belum dapat menyediakan bilik asmara bagi warga binaan. Namun, sering pula kita membaca berita-berita di media bagaimana para napi di sejumlah penjara bisa melakukannya dengan membayar sejumlah uang kepada oknum petugas.

Retaknya hubungan percintaan dan rumah tangga berada di peringkat tertinggi persoalan yang dihadapi penghuni penjara. Mendapatkan kiriman surat cerai atau mendengar kabar bahwa pacar mereka akhirnya memutuskan menikah dengan orang lain tanpa memberitahu adalah hal biasa.

Hal seperti itu dialami, sebut saja namanya Abdul, yang sedang menjalani masa hukuman di penjara. Ketika saya ngobrol dengannya, ia belum lama pulih dari kekecewaan karena pacarnya yang sudah bersamanya selama tiga tahun akhirnya memilih menikah dengan orang lain.

Baca Juga:

Penjara Kalisosok Surabaya Lebih Terkenal karena Angker ketimbang Jadi Tempat Paling Bersejarah di Kota Pahlawan

Tips Mengunjungi Kerabat di Penjara

Kejadian serupa dialami Bagiyo. Ia masuk penjara karena kasus perkelahian kelompok yang berujung kematian seorang rekan. Bagiyo masuk penjara sebulan sebelum pernikahannya.

Padahal, tempat sudah dipesan, undangan disebar. Awalnya, ketika masih menjalani proses peradilan, ia masih menjalin hubungan dengan kekasihnya itu. Namun, tidak lama setelah vonis 18 tahun penjara dijatuhkan, ia mendapat kabar dari teman-temannya bahwa pacarnya telah menikah dengan pria lain. Hal ini sempat membuatnya sangat terpukul.

Tentu saja sulit bagi pasangan dan keluarga dari warga binaan yang menjalani hukuman untuk bertahan dalam keadaan terpisah, apalagi untuk waktu yang panjang. Namun di sisi lain bisa dibayangkan, para narapidana itu sangat membutuhkan dukungan dari pasangan dan keluarga agar hari-hari berat di penjara lebih tertanggungkan.

Mereka yang masih masih memiliki keluarga dan rutin menerima kunjungan tentu termasuk yang sangat beruntung. Ada saja warga binaan yang sudah ditinggalkan begitu saja oleh keluarga mereka seperti yang dialami sebut saja namanya Gandung, yang menjalani masa hukuman 6 tahun karena kasus pembunuhan.

“Batu nisan aja masih ada yang jenguk, Pak, saya sih nggak ada,” ujarnya pahit.

Di penjara yang masih campur antara napi laki-laki dan perempuan, benih-benih cinta kadang tumbuh. Meskipun tinggal di blok terpisah, kesempatan bertemu tetap ada. Misalnya ketika sama-sama berkegiatan di bengkel kerja.

Hal tersebut dialami seorang warga binaan sebut saja namanya Soleh dan Ani. Keduanya menjalin hubungan “silent”, dengan bercengkerama ala kadarnya. Mereka curi-curi waktu lengah penjaga penjara, dengan segala keterbatasan, mereka saling melempar surat.

Padahal sebenarnya, kami para petugas lapas tahu kalau mereka berhubungan. Kami sebagai petugas memaklumi saja dan pura-pura lengah, tapi tetap mengawasi. Pokoknya jangan sampai kelewat batas dan nggak mengganggu keamanan pasti akan kami kasih kesempatan buat mereka.

Jangan sampai mereka merasa tertekan dan akhirnyaa timbul gangguan keamanan dan ketertiban. Kita sebagai petugas juga harus bijak dan lentur ngasih kelonggaran untuk para napi.

Kalau kita cermati, kejadian seperti ini, sekilas mirip kisah asmara santri di pondok pesantren. Curi-curi waktu lengah kiai dan petugas keamanan pondok pesantren.

Meski penuh dengan cerita pahit, penjara bukan tempat yang “tandus sama sekali” akan harapan. Penjara memang ditujukan untuk memberikan efek jera kepada pelaku pelanggar hukum.

Bagi sebagian orang, membaca cerita ini mungkin akan menimbulkan pikiran “salah sendiri melanggar hukum”. Jadinya, semua kesulitan yang dialami napi, termasuk diceraikan dan dibuang dari keluarga, hanya konsekuensi dari kesalahan mereka sendiri.

Pandangan tersebut memang tidak sepenuhnya keliru. Namun di sisi lain, para napi juga manusia yang berhak dipenuhi hak-haknya, termasuk kebutuhan biologisnya. Itulah mengapa, bilik asmara merupakan salah satu sarana yang penting untuk dipenuhi di lembaga pemasyarakatan.

Ketika para napi diabaikan oleh keluarga, tak heran mereka pun akan mudah tertarik lagi kepada jejaring kriminalitas dan sulit keluar dari lingkaran kejahatan. Bukankah mereka sudah dicap buruk? Bukankah mereka sudah tak memiliki siapa-siapa lagi, lalu apa lagi yang tersisa untuk mereka?

Itulah kenapa ada saja napi kambuhan yang bolak-balik masuk penjara lagi. Kemungkinan besar karena hidup di luar penjara justru malah lebih pedih bagi mereka.

BACA JUGA Prison Playbook: Pelajaran Hidup Bisa Kau Temukan di Mana Saja, Bahkan di Penjara Sekalipun atau tulisan-tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini

Terakhir diperbarui pada 12 Juli 2020 oleh

Tags: kebutuhan biologiskisah cintaPenjarasipir
M Alvin Bahril Ilmi

M Alvin Bahril Ilmi

Seorang petugas lapas atau sipir penjara yang bekerja di salah satu rutan di Jawa Timur, tepatnya di Kota Angin, Nganjuk.

ArtikelTerkait

silaturahmi

Cukup Berbalas Sapa Jika Bertemu Mantan, Tidak Perlu Sampai Saling Silaturahmi Berkunjung

9 Oktober 2019
Penjara Kalisosok Surabaya Lebih Terkenal karena Angker ketimbang Jadi Tempat Paling Bersejarah di Kota Pahlawan

Penjara Kalisosok Surabaya Lebih Terkenal karena Angker ketimbang Jadi Tempat Paling Bersejarah di Kota Pahlawan

23 Juli 2024
orang dalam kisah cinta di penjara MOJOK.CO

Menjadi ‘Orang Dalam’ di Penjara Itu Dilemas

19 Agustus 2020
Rindu Adalah Hak Semua Manusia, Tidak Terkecuali Narapidana

Rindu Adalah Hak Semua Manusia, Tidak Terkecuali Narapidana

16 Desember 2019
5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Masuk Penjara (Unsplash.com)

5 Hal yang Harus Disiapkan Sebelum Masuk Penjara

12 September 2022
Rasanya Jadi Petugas Pemasyarakatan yang Bergaul dengan Napi terminal mojok.co

Empat Malam Tidur di Penjara

27 Mei 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak (Unsplash)

Alasan Kenapa Saya Tidak Betah Tinggal di Demak

14 Juni 2026
Blora Bukan Tempat Tinggal yang Tepat untuk 4 Orang Ini

Mampukah Blora Bangkit dari Julukan Pelosok dan Daerah Tersepi?

10 Juni 2026
Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Kebayoran Baru Jaksel, Banyak Kecoak Geprek hingga Pengemis Nodong QRIS

10 Juni 2026
Feeder BRT Semarang, Murahnya Bikin Ikhlas, Kurangnya Bikin Tertawa

Dear Driver Feeder BRT Semarang, Tobatlah untuk Ngebut di Jalanan, Kalian Bukan Pembalap!

11 Juni 2026
4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia Mojok.co

4 Catatan untuk Pemkab Bangkalan Madura agar Program Satu Desa Satu Sarjana Tidak Sia-Sia

10 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.