Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata ‘Salah Jurusan’

Mohammad Maulana Iqbal oleh Mohammad Maulana Iqbal
21 Agustus 2021
A A
Kiat Sukses Menentukan Jurusan Kuliah Sejak Kelas 10 biar Nggak Ada Lagi Kata 'Salah Jurusan' terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Sebenarnya salah nggak, sih, memikirkan jurusan kuliah semenjak duduk di bangku kelas 10 SMA? Apakah tindakan semacam itu hanyalah sebuah kegabutan belaka? Toh, antara kelas 10 dan jenjang kuliah itu masih terlampau lama, ngapain coba?

Saya sendiri mulai mengenal dunia perkuliahan dan beberapa jurusan kuliah itu semenjak duduk di bangku kelas 10 SMA. Lebih tepatnya, saat itu saya mulai cari info ke beberapa teman saya yang sudah mengenyam bangku kampus. Mulai dari perihal model pembelajaran kuliah, jurusannya apa saja, tugas-tugasnya bagaimana, dan lain sebagainya. Tindakan saya ini sama sekali bukan karena saya gabut atau bagaimana. Melainkan karena saya ingin setidaknya memiliki gambaran bagaimana saya kuliah kelak, terutama jurusan apa yang cocok dengan saya.

Kenapa banyak orang yang sambat salah jurusan? Ya salah satu faktornya karena kurang kemantapan dalam memilih jurusan, bahkan terburu-buru memilih jurusan tanpa pikir panjang. Jika sudah mulai memikirkan jurusan kuliah sejak kelas 10 SMA, kalian akan dapat menentukan jurusan kuliah secara matang, mantep jejeg. lebih mendalam, dan nggak ada lagi kata “salah jurusan”.

Asal kalian tahu, memilih jurusan kuliah di kelas 12 SMA itu menurut saya terlalu dadakan. Pasalnya, kita akan kekurangan informasi dan kemantapan diri dalam tempo yang sesingkat itu. Belum lagi, di kelas 12 kita akan disibukkan dengan ujian akhir yang tiada henti. Jadi, otak kita keburu ambyar mikirin jurusan kuliah. Paling mentok bisa mikir jurusan kuliah secara total itu pas libur setelah ujian akhir di kelas 12, yang hanya beberapa bulan saja. Terlebih, dengan waktu sesingkat itu, menurut saya, akan memunculkan keputusan jurusan kuliah yang nggak sesuai diri kita sendiri dan saya jamin juga akan terjadi fenomena salah jurusan.

Oleh karena itu, alangkah baiknya memikirkan jurusan kuliah itu semenjak duduk dibangku kelas 10 SMA. Dan kali ini, saya akan memberikan sedikit panduan dan beberapa hal yang harus dipertimbangkan untuk menentukan jurusan kuliah semenjak duduk di bangku SMA. Tolong dibaca saksama, ya, Adik-adik.

#1 Kenali bakat dan minat

Sebenarnya perihal bakat dan minat ini merupakan hal yang paling fundamental untuk menentukan jurusan kuliah apa yang akan diambil kelak. Oleh karena itu, pemahaman mengenai bakat dan minat yang dimiliki oleh diri sendiri sangatlah penting.

Kenali dirimu sendiri sejak duduk di bangku kelas 10 SMA. “Oh, ternyata saya suka dengan ini” atau, “Oh, ternyata saya punya kelebihan di bidang ini.” Pahami diri sendiri secara mendalam. Jika suka menggambar, carilah jurusan kesenian. Jika memiliki kelebihan dalam berhitung, carilah jurusan di bidang eksakta.

Jika sampai nggak mengenali bakat dan minat diri sendiri, atau baru memahami bakat dan minat di akhir sekolah saja alias kelas 12, maka saya jamin, jurusan yang diambil ketika kuliah kebanyakan nggak sesuai dengan minat yang dimiliki.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Kuliah di UT Sudah Paling Benar, Belajarnya Nggak Instan tapi Terstruktur dan Nggak Bikin Manja

Kalau menurut Indonesia Career Center Network (ICCN) di tahun 2017, sejumlah 87 persen mahasiswa Indonesia mengaku jurusan yang diambil nggak sesuai dengan minatnya. Dari sini saja, kita sudah dapat lihat bagaimana sistem memahami bakat dan minat diri sendiri yang kurang mendalam, bahkan terkesan dadakan. Oleh karena itu, jangan sampai kalian menjadi salah satu dari di antara mereka yang “salah jurusan”.

#2 Pahami kelemahan diri

Selain memahami potensi maupun kegemaran yang dimiliki, tentunya harus memahami kelemahan diri sendiri juga. Kelemahan diri sendiri itu jangan dilawan, yang ada malah bobrok belakangan. Pahami kelemahan diri dan hindari jurusan yang berkutat mengenai kelemahan yang dimiliki.

Misalnya, saya nggak begitu lihai dalam berhitung, makanya saya masuk IPS saat SMA yang berhitungnya nggak sebanyak jurusan IPA. Begitu juga seterusnya, saya konsisten dalam bidang yang saya geluti hingga masuk jurusan Sosiologi di sebuah kampus negeri di Surabaya.

Menurut saya, kelemahan itu sulit untuk diasah, meskipun bukan berarti nggak mungkin, ya. Hanya saja, orang nggak bakal memandang kelemahan seseorang ketika orang tersebut lihai pada bidang yang merupakan kelebihannya. Kelemahan diri itu akan tertutupi dengan sendirinya oleh kelebihan yang dimiliki.

#3 Jangan terpaku dengan pelajaran di sekolah

Mungkin ini pengalaman pilu saya yang sebaiknya nggak ditiru oleh kalian adik-adik yang masih duduk dibangku SMA. Semasa SMA, saya sangat menggeluti pelajaran yang dapat mengasah berpikir kritis perihal berbagai fenomena. Dan itu hanya saya temui di pelajaran Sosiologi. Walhasil, saya mengambil jurusan Sosiologi ketika kuliah.

Padahal setelah saya kuliah, ternyata ada jurusan yang lebih kritis dibandingkan Sosiologi, yang menjadi induk ilmu pengetahuan, yakni Filsafat. Saat itu saya agak menyesal kenapa saya dulu nggak mengambil jurusan Filsafat saja. Kesalahan saya di sini adalah terlalu terpaku pada pelajaran di sekolah.

Saya dulu menganggap bahwa macam-macam jurusan kuliah itu sama dengan banyaknya pelajaran di sekolah. Namun, ternyata ilmu pengetahuan nggak sesimpel itu. Di Indonesia sendiri menurut Kemendikbud, di tahun 2020 telah tercatat terdapat 29.413 program studi yang tersebar di seluruh Nusantara. Jadi, pelajaran sekolah itu hanyalah secuil dari representasi jurusan di dunia kuliah

Nah, saran saya, lebih baik sejak dini—terutama sejak kelas 10—cobalah memahami dan mencocokkan antara minat bakat yang dimiliki dengan berbagai macam jurusan di kuliah. Pasalnya, jurusan kuliah itu buanyak banget dan jangan terpaku pada pelajaran yang ada di sekolah saja.

#4 Jangan terlalu memikirkan output pekerjaan dari sebuah jurusan

Salah satu kesalahan terbesar kebanyakan orang memilih jurusan adalah memikirkan output pekerjaan yang akan diperoleh dari suatu jurusan. “Oh, kalau jurusan ekonomi itu bakal kerja di bank”, “Oh, jurusan teknik itu akan jadi teknisi”, “Oh, kalau jurusan pendidikan itu bakal jadi guru” dan lain sebagainya.

Padahal, asal kalian tahu, menurut hasil survei dari Indonesia Career Center Network (ICCN) di tahun 2017, ada 71,7 persen pekerja berprofesi yang bekerja nggak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Lah, gitu, kok, masih ngotot milih jurusan karena pekerjaannya?

Memikirkan pekerjaan dari sebuah jurusan itu ya nggak salah-salah banget, cuma jangan terlalu terpaku dengan itu. Seperti yang saya katakan sebelumnya bahwa tolok ukur memilih jurusan adalah minat dan bakat.

Carilah jurusan yang membuat kalian doyan banget dengan bidang itu, yang membuat kalian totalitas dalam bidang itu, siang malam bergelut dengan bidang itu, bahkan sampai tua sekalipun tetap kekeuh dengan bidang itu.

Sementara perihal pekerjaan akan datang dengan sendirinya ketika kalian memang kekeuh, hidup mati dengan bidang yang kalian geluti. Toh, esensi pendidikan itu untuk mencerdaskan, dan dari kecerdasan itulah kalian akan bernilai.

#5 Cari tahu model pembelajaran dari jurusan yang dituju

Oke, mungkin ini tips terakhir dari saya untuk memantapkan diri sejak dini, terutama bagi kalian yang duduk di bangku kelas 10 SMA, perihal memilih jurusan kuliah kelak.

Ketika kalian telah memahami diri sendiri secara mendalam, sudah menentukan jurusan apa yang dinginkan, maka tahap selanjutnya adalah menggali mekanisme pembelajaran dari jurusan yang diinginkan.

Misalnya, nih, seperti Sosiologi yang berkutat dalam penelitian sosial, wawancara, dan terjun ke lapangan bersama masyarakat. Maka setidaknya kalian memiliki kegemaran dengan kegiatan-kegiatan semacam itu. Jika kalian sejak di SMA sudah ogah-ogahan dengan kegiatan di lapangan, sukanya di ruangan saja, jangan sekali-kali memilih Sosiologi.

Nah, dari sini kalian sudah dapat merencanakan jauh-jauh hari perihal kenyamanan, keasyikan, maupun loyalitas kalian dengan jurusan yang dipilih. Sehingga kalian nggak akan merasa terbebani ketika mengikuti mekanisme perkuliahan di jurusan yang kalian inginkan, apalagi sampai sambat salah jurusan.

BACA JUGA Bikin Skripsi Sampai Ratusan Halaman Itu buat Apa, sih? dan tulisan Mohammad Maulana Iqbal lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 7 September 2021 oleh

Tags: calon mahasiswajurusanKuliahPanduan Terminal
Mohammad Maulana Iqbal

Mohammad Maulana Iqbal

Terkadang sedikit halu.

ArtikelTerkait

jurusan perpustakaan

Jurusan Perpustakaan Gampanglah, Cuman Nata Buku Aja, kan?

27 Juni 2023
Saya Lulus Kuliah Lama Gara-gara Kecewa dengan Sosok Si Doel terminal mojok.co

Kuliah Itu Tanggung Jawabmu, Bukan Temanmu!

8 November 2020
3 Alasan Universitas Terbuka Punya Ospek Terbaik (Unsplash) ospek jurusan

Ospek Jurusan Itu Sama Sekali Nggak Penting, dan Ini Serius

19 September 2023
5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang  Mojok.co wisata di malang surabaya

5 Alasan yang Membuat Saya Nggak Menyesal Kuliah di Malang 

30 Maret 2024
Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja pariwisata jogja caleg jogja

Saya Justru Menyesal Tidak Jadi Kuliah di Jogja

16 Februari 2023
Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Mahasiswa Jepang Terminal Mojok

Membandingkan Kebiasaan Nongkrong Mahasiswa Indonesia dan Jepang

11 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Plabuan Batang, Satu-Satunya Stasiun Kereta Api Aktif di Indonesia dengan Pemandangan Pinggir Pantai

Bisakah Batang yang Dikenal sebagai Kabupaten Sepi Bangkit dan Jadi Terkenal?

1 Februari 2026
5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi Mojok.co

5 Alasan yang Membuat Saya Ingin Balik ke Pantai Menganti Kebumen Lagi dan Lagi

6 Februari 2026
Gudeg Malang Nyatanya Bakal Lebih Nikmat ketimbang Milik Jogja (Unsplash)

Membayangkan Jika Gudeg Bukan Kuliner Khas Jogja tapi Malang: Rasa Nggak Mungkin Manis dan Jadi Makanan Biasa Saja

1 Februari 2026
Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat Mojok.co

Duka Menikah di KUA, Dikira Hamil Duluan padahal Cuma Pengin Hemat

5 Februari 2026
Sisi Gelap Mahasiswa Timur Tengah- Stempel Suci yang Menyiksa (Unsplash)

Sisi Gelap Menjadi Mahasiswa Timur Tengah: Dianggap Manusia Suci, tapi Jatuhnya Menderita karena Cuma Jadi Simbol

5 Februari 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Memang Santai, tapi Diam-diam Banyak Warganya yang Capek karena Dipaksa Santai meski Hampir Gila

2 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.