Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
18 Juli 2022
A A
Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan Terminal Mojok

Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Nggak mau kena macet? Rebahan aja di kamar! Sering dengar kalimat demikian? Selamat, berarti Anda punya teman dengan standar lelucon menengah ke bawah. Dan saya pastikan tidak akan menggunakan joke tersebut dalam artikel lantaran ada yang harus kita hadapi dan lawan: macet di Jogja.

Jangan bayangkan Jogja seperti dalam FTV yang penuh sepeda dan becak. Jogja itu lebih mirip Jakarta versi semrawut. Kemacetan daerah istimewa ini adalah perpaduan antara kuantitas kendaraan, mental saling serobot, dan jalanan yang terlampau kecil dan rusak. Perpaduan nggatheli ini disempurnakan dengan lampu merah yang kelewatan lamanya.

Lantas, gimana cara kita melawan kemacetan ini selain rebahan? Berikut saya bagikan kiat saya pribadi selama hidup di Jogja. Memang sih saya sendiri juga sering terjebak macet. Tapi setidaknya dengan kiat-kiat ini, potensi saya misuh-misuh di tengah kemacetan lebih kecil.

#1 Jangan percaya Google Maps

JANGAN PERCAYA GOOGLE MAPS KETIKA BERADA DI JOGJA! Bukan karena ketidakakuratannya, tapi karena saran jalan yang diberikan. Google Maps akan memilih jalur paling umum dilalui serta paling dekat. Sayangnya, jalur ini juga dipilih ribuan pemotor lain. Meskipun Google menandai dengan warna merah untuk area macet, sering kali rekomendasi jalur yang diberikan melewati zona tersebut.

Saran saya sih mending buat jalur sendiri di Google Maps. Toh manusia diciptakan dengan akal untuk membuat pertimbangan. Jangan sampai kita berserah pada Google dan menyekutukan Tuhan dengan mbak-mbak yang bilang, “100 meter lagi belok kanan.”

Nah untuk ini, Anda perlu pengetahuan tentang zona macet di Jogja. Tenang, akan saya bahas nanti.

#2 Pilih jam dan hari pergi di luar jam ramai

Ini teknik paling umum di berbagai daerah, tapi tetap ingin saya sampaikan karena penting untuk menghadapi Jogja. Sama dengan daerah lain, Jogja juga punya jam macet yang cenderung sama setiap harinya.

Fyi, waktu macet Jogja adalah pukul 07.00-09.00 WIB, dilanjut pukul 12.00-14.00 WIB, dan pukul 17.00-19.00 WIB, kecuali hari libur ketika pukul 19.00-21.00 juga ramai. Nah, pastikan Anda bepergian di luar jam itu. Eh, tapi jangan pergi pukul 03.00 WIB juga, nanti Anda disabet parang pelaku klitih!

Baca Juga:

Ringroad Jogja Butuh JPO, sebab Pejalan Kaki Juga Butuh Rasa Aman dan Berhak untuk Merasa Aman

Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja

Lantas, gimana kalau tetap harus pergi di jam ramai, terutama jika harus berangkat dan pulang kerja? Pilihannya adalah memetakan zona macet.

#3 Hindari zona macet

Zona macet di Jogja tidak melulu di pusat kota. Kemacetan ini bisa terjadi di mana saja karena ukuran jalan yang menyedihkan. Sebenarnya saya ingin bilang semua jalan di Jogja itu macet, tapi ini tidak akan menjawab masalah Anda, kan? Maka saya akan pilihkan beberapa jalan yang bisa Anda hindari, terutama di area dalam Ring Road.

Pusat kota jelas pusat keramaian, disusul area Ngabean, Gondomanan, Tamansiswa, Jalan Parangtritis, area UGM-UNY-Sanata Dharma, Sagan, Jalan Jogja-Solo terutama Ambarrukmo Plaza, SCBD (Seturan, Condongcatur, Babarsari, Demangan). Area Jetis, Jalan Kaliurang bawah, dan Jalan Magelang juga sering ramai, namun ketiga jalan ini cenderung lebih manusiawi macetnya karena lebar jalan yang lumayan.

Masalahnya, banyak tujuan yang berada di area macet ini. Dari sekadar kafe, tempat kuliah, sampai rumah sakit dan kantor pemerintahan. Kalau terpaksa harus mengunjungi daerah macet ini, apa solusinya?

#4 Lebih baik menempuh jarak lebih jauh

Ini adalah solusi terbaik dari yang terburuk. Percayalah, jarak tempuh lebih jauh sering jadi jalan tercepat. Manfaatkan jalan utama seperti Ring Road atau jalan kecil yang cenderung melingkar dari tujuan. Kalau saya sih suka mencari jalan memutar asal bisa menghindari zona macet tadi.

Formulanya, usahakan hanya melalui satu sampai dua zona macet di Jogja. Misalnya mau ke area Condongcatur. Daripada saya lewat tengah kota, saya sering memilih jalan melingkar melalui Ring Road. Terbukti bisa menghemat 10-15 menit waktu perjalanan. Atau kalau mau masuk area Seturan, saya usahakan lewat dari sisi utara. Kata orang Jawa, “Ngalang sithik rapopo timbang resiko.”

Nah, kalau Anda tinggal di titik macet dan akan menuju titik macet lain, sering kali jalur memutar susah diakses. Kadang pilihan terbaik hanyalah berpasrah. Opsi jalan tikus sering menambah keruwetan daripada melintas jalan macet.

#5 Jangan lewat jalan tikus kecuali yakin

Opsi jalan tikus sering menjadi pilihan, tapi pilihan ini sering menjadi jebakan. Memang jalan utama di Jogja tidak semrawut seperti Solo (no hard feeling, ya). Tapi, jalan kampung dan jalan tembusan di Jogja seperti labirin, penuh persimpangan seperti hubungan nom-noman bucin.

Selain ruwet, kondisi jalan di area jalur tikus memang menyebalkan. Barisan polisi tidur sampai bocil kematian menyeberang tanpa tolah-toleh adalah tantangan sendiri. Memang terlihat lebih lengang dan jarak lebih pendek, tapi apa artinya kalau Anda hanya bisa memacu mesin 10 km/jam?

Kalau memang yakin dan memahami jalur tikus tersebut, ya silakan saja. Tapi jika Anda masih asing dan ingin coba-coba, mending lakukan saat sedang tidak terburu-buru. Minimal bisa melakukan pemetaan jalan yang Anda lalui setiap hari.

#6 Jika tidak mendesak, jangan pakai mobil

Tidak usah rewel! Tidak usah manja! Kalau memang tidak mendesak, jangan pakai mobil di Jogja! Jalan di Jogja terlalu sempit untuk menampung seluruh mobil yang dimiliki masyarakat. Kecuali Anda bersama keluarga, membawa barang, atau sakit saraf kejepit, ya sudah ndak apa-apa bawa mobil.

Kondisi terpaksa pun tidak berarti Anda bebas dari macet di Jogja. Ya mau gimana lagi, memang Jogja tidak pernah siap menjadi kota yang ramai. Tapi, jika memang tidak terpaksa, motor adalah jawaban paling masuk akal. Tinggal sat set sat set, Anda akan melaju lancar.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 4 Titik Kemacetan di Jogja yang Harus Dihindari biar Nggak Stres di Jalan.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Anda penulis Terminal Mojok? Silakan bergabung dengan Forum Mojok di sini.

Terakhir diperbarui pada 18 Juli 2022 oleh

Tags: Jogjakemacetan lalu lintasmacetpilihan redaksi
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

Jalan Wates Jogja setelah Ada Bandara YIA: Nggak Banyak Berubah, Tetap Nggak Bergairah

Jalan Wates Jogja setelah Ada Bandara YIA: Nggak Banyak Berubah, Tetap Nggak Bergairah

6 Maret 2024
Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

Keistimewaan Ujungberung, Cikal Bakal Kota Bandung yang Sering Dianggap Wilayah Pinggiran

21 September 2023
manusia silver

Bayi Silver dan Pelaku Eksploitasi Anak, Sejatinya Sama-sama Korban Sistem Ekonomi

29 September 2021
Bagi Saya, Pasar Kangen Jogja Sudah Nggak Istimewa Lagi. Nggak Ngangenin!

Bagi Saya, Pasar Kangen Jogja Sudah Nggak Istimewa Lagi. Nggak Ngangenin!

13 Juli 2024
5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat Mojok.co

5 Kosakata Bahasa Tegal yang Bikin Orang Jogja Syok Berat

28 Juli 2024
Kiat Menghindari Macet di Jogja selain dengan Rebahan Terminal Mojok

Evolusi Kemacetan Jogja: Macetnya di Luar Nalar

12 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain Mojok.co

Suzuki Access 125 Motor Paling Kasihan: Tampilan Retro Elegan dan Fitur Lengkap, tapi Masih Aja Kalah Saing dari Skuter Matic Lain

6 April 2026
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

6 April 2026
UMK Cikarang Memang Tinggi, tapi Biaya Hidup di Cikarang Tetap Murah, Jogja Can't Relate! scbd

Jika Harus Menjalani Sepuluh Ribu Kehidupan, Saya Tetap Memilih Jadi Pekerja Cikarang ketimbang Kakak-kakak SCBD

5 April 2026
Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan Mojok.co

Dear Produser Film “Aku Harus Mati”, Taktik Promosi Kalian Itu Ngawur Bikin Resah Pengguna Jalan

5 April 2026
Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup Pola Pikir Pecundang (Unsplash)

Gaji Jakarta 8 Juta Nggak Cukup untuk Hidup dan Berpotensi Bikin Pekerja Tetap Miskin Adalah Pola Pikir Pecundang yang Nggak Tahu Cara Bertahan Hidup

6 April 2026
Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg Mojok.co

Warung Makan Padang di Jawa Banyak yang Ngawur. Namanya Saja yang “Padang”, tapi Jualannya Lebih Mirip Warteg

5 April 2026

Youtube Terbaru

https://youtu.be/AXgoxBx-eb8?si=Oj6cw-dcHSgky7Ur

Liputan dan Esai

  • Kuliah Kebidanan sampai “Berdarah-darah”, Lulus dari World Class University Masih Sulit Cari Kerja dan Diupah Nggak Layak
  • Makin Muak ke Ulah Pesilat: Perkara Tak Disapa Duluan dan Beda Perguruan Langsung Dihajar, Dikasih Fakta Terang Eh Denial
  • Terpaksa Kuliah di Jurusan yang Tak Diinginkan karena Tuntutan Beasiswa, 4 Tahun Penuh Derita tapi Mendapatkan Hikmah Setelah Lulus
  • Deles Indah, Bukti Klaten Punya Harga Diri yang Bisa Kalahkan Jogja dan Solo sebagai Tempat Wisata Populer
  • Orang Jakarta Nyoba Punya Rumah di Desa, Niat Cari Ketenangan Berujung Frustrasi karena Ulah Tetangga
  • Kuliah di Jurusan Paling Dicari di PTN, Setelah Lulus bikin Ortu Kecewa karena Kerja Tak Sesuai Harapan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.