Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

5 Keutamaan Menjadi Pembaca Mojok yang Tak Bakal Anda Temukan di Kitab Fadhail A’mal

Erwin Setia oleh Erwin Setia
28 Maret 2020
A A
pembaca mojok

5 Keutamaan Menjadi Pembaca Mojok yang Tak Bakal Anda Temukan di Kitab Fadhail A'mal

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Anda pengamat sejarah atau minimal pernah curi-curi dengar soal peradaban masa lalu, Anda pasti tahu bahwa kejayaan dan keruntuhan adalah hal lumrah. Romawi dan Persia pernah jaya dan jatuh. Nottingham Forest dan Manchester United pernah tegak dan ambruk. Demikian pula Mojok—situs hiburan yang lahir pada 28 Agustus 2014—pernah jaya, runtuh, lalu bangkit kembali.

Tiga tahun lalu, sebelum Mojok kukut Puthut EA dan Agus Mulyadi menulis salam perpisahan mengenai pamitnya Mojok. Kepala Suku menulis cerita fiktif yang alangkah menyebalkan, sedangkan Gus Mul membikin catatan perpisahan yang mengharukan tanpa kehilangan daya humor. Untunglah, dan sudah seharusnya demikian, beberapa minggu berselang Mojok bangkit dan hidup kembali. Mojok masih bertahan sampai sekarang, dengan pengagum sekaligus pengutuk yang kerap adu hantam secara online di kolom komentar.

Saya berada dalam golongan pengagum Mojok, walau kadang jengkel dengan tulisan-tulisan di Mojok yang seperti tak tersentuh tangan editor. Tapi secara umum, seperti seorang kekasih yang tak sempurna, Mojok jelas lebih banyak sisi positifnya dan menjadi satu di antara beberapa situs yang selalu saya buka setiap hari. Saya membaca Mojok sejak Arman Dhani sering dikafir-kafirkan sampai Agus Mulyadi sudah menikah dengan Kalis Mardiasih; sejak Gus Mul baru rilis buku Jomblo tapi Hafal Pancasila sampai Kalista Iskandar kesandung kasus keliru nyebut Pancasila.

Dengan demikian, rasanya sah kalau saya mendaku diri sebagai pembaca setia Mojok, meski saya tahu pendakuan semacam itu tidak akan membuat honor tulisan ini jadi naik lima kali lipat; juga tidak akan mengubah takdir kegagalan saya menjadi Redaktur Mojok. Lagi pula keduanya tak penting benar. Honor adalah urusan kesekian dan kegagalan menjadi redaktur membuat (((jiwa kritis))) saya terhadap Mojok tetap terjaga.

Yang perlu Anda tahu, menjadi pembaca Mojok bukanlah status sepele. Itu adalah sebutan yang amat mulia nan luhur. Saya akan memberitahukan kepada Anda, baik pembaca setia Mojok atau pembaca acak yang nyasar di Mojok, sejumlah keutamaan menjadi pembaca Mojok.

Jika Anda pernah secara tak sengaja icip-icip rasanya jadi Jamaah Tabligh seperti Yuki Mantan Vokalis Pas Band, atau Anda doyan membaca hal-hal mengenai keislaman, Anda semestinya akrab dengan sebuah kitab berjudul Fadhail A’mal karya Syaikh Muhammad Zakaria Al-Kandahlawi, salah satu tokoh besar Jamaah Tabligh. Dalam kitab itu disebutkan berbagai keutamaan amalan-amalan tertentu. Namun, sependek yang saya tahu, tidak ada poin “keutamaan dan kemuliaan membaca Mojok” di buku itu. Wajar belaka, buku itu berisi himpunan hadis dan semua hadis muncul 15 abad yang lalu, ketika kita bahkan tidak tahu bagaimana wujud Dony Iswara atau ada di mana beliau saat itu.

Di sinilah saya bakal menyebutkan keutamaan-keutamaan menjadi pembaca Mojok.

Menjadi Tahu Apa Itu Arti Sarkas dan Satire

Kalau Anda mengikuti Mojok sejak lama, Anda pasti akan tahu apa salah satu kekhasan Mojok. Ya, tepat sekali, konten tulisannya yang kerap beraroma sindiran nan nyelekit. Banyak orang menyebutnya sarkas dan satire. Meskipun belakangan, sebagian orang mengobral dua kata itu tanpa bisa membedakannya. Dulu Arman Dhani adalah penulis Mojok yang terkenal dengan tulisannya yang penuh oksimoron, dan tentu saja bergaya satire. Kini ada Ahmad Khadafi yang masih aktif memproduksi tulisan-tulisan olok-olok yang dahsyat.

Baca Juga:

Iseng Ikut Kelas Menulis Terminal Mojok, TernyataLebih Berbobot daripada Mata Kuliah di Kampus

5 Tips supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok

Mendapatkan Tulisan Bagus yang Bisa Dibaca Tanpa Harus Mengernyitkan Dahi

Tak banyak penulis yang bisa mengangkat topik-topik serius dengan gaya jenaka. Dan Mojok adalah produsen utama penulis-penulis jenaka yang sanggup menghasilkan tulisan penting dengan gaya tulisan yang bisa dibaca semua golongan. Tidak peduli apa ras, agama, suku, dan kelasmu; tulisan-tulisan di Mojok bisa Anda lahap. Tentu ini sangat berbeda dengan esai-esai Goenawan Mohamad di Catatan Pinggir atau tulisan-tulisan di The Conversation yang untuk dapat memahaminya paling tidak Anda mesti baca buku satu rak atau kuliah 20 SKS.

Memiliki Perbendaharaan Kata Umpatan yang Sangat Melimpah

Yang lucu dan menarik dari Mojok bukan hanya konten tulisannya, tapi juga komentar-komentar para pembaca (ataupun yang tidak membaca, tapi langsung komentar) di kolom komentar tulisan. Cobalah Anda amati tulisan-tulisan Mojok yang ramai dan mengangkat isu sensitif, semisal soal agama atau politik. Anda bakal menemukan para komentator yang melontarkan makian-makian yang amat variatif dan kreatif semudah menemukan semut di bongkahan permen yang ditinggal lima menit. Anda akan akrab dengan kata-kata kafir, laknat, murtad, bangsat, tolol, anjing, jancuk, biadab, hingga sederet kata yang sudah jadi klasik: Penulisnya Muslim bukan sih?

Menjadi Pribadi yang Selalu Up To Date

Untuk mendapat info-info terbaru yang sedang hits, Anda tak perlu merambah situs-situs berita mainstream yang tak jarang menyebar hoaks. Anda hanya perlu mengunjungi Mojok.co dan segeralah Anda menjumpai kabar-kabar terhangat. Dari mulai kabar ditangguhkannya akun Siskaeee E-nya Tiga hingga video Menkes Terawan mundur, Anda bisa temukan di Mojok. Dengan kegercepan menampilkan tulisan-tulisan yang sedang hot dan dibicarakan banyak orang, tentu tak heran kalau Mojok sempat merangsek ke peringkat 100 besar Alexa regional Indonesia.

Membuat Anda Menjadi Orang yang Rendah Hati dan Tak Merasa Paling Suci

Kalau Anda pernah membagikan tulisan Mojok yang kontroversial atau pernah menulis di Mojok dengan topik yang sensitif, barangkali Anda pernah dimaki-maki, dianggap liberal, atau bahkan dikafirkan. Label-label buruk semacam itu jelas tak enak di hati, tapi percayalah bahwa segalanya punya hikmah. Dengan terbiasanya Anda menerima sebutan-sebutan itu, Anda akan terbiasa untuk tak selalu menganggap diri benar dan paling beriman. Anda akan menjadi pribadi yang rendah hati dan tak merasa paling suci.

BACA JUGA Gara-Gara Menulis di Terminal Mojok Saya Dikira Wibu Gila yang Kaya atau tulisan Erwin Setia lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pengin gabung grup WhatsApp Terminal Mojok? Kamu bisa klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Maret 2020 oleh

Tags: Mojokpembaca mojokTerminal Mojok
Erwin Setia

Erwin Setia

Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

ArtikelTerkait

5 Hal Dasar yang Perlu Diperhatikan supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok Mojok.co

5 Tips supaya Tulisan Kalian Bisa Tembus Terminal Mojok

5 November 2024
terminal mojok

Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania

7 Juni 2019
Menulis di Terminal Mojok: Bayaran Secukupnya, Usaha Sekerasnya

Menulis di Terminal Mojok: Bayaran Secukupnya, Usaha Sekerasnya

28 Maret 2020
Susahnya Menulis Parodi Kayak Haris Firmansyah dan Gusti Aditya

Susahnya Menulis Parodi Kayak Haris Firmansyah dan Gusti Aditya

20 Maret 2020
Memasuki Era Penulis Serba Ada dan Serba Bisa MOJOK.CO

Memasuki Era Penulis Serba Ada dan Serba Bisa

23 Juli 2020
pahlawan tanpa tanda jasa mojok

Selain Guru, Inilah 4 Orang yang Mesti Diberi Gelar Pahlawan Tanpa Tanda Jasa

4 Agustus 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

Sebaiknya Warga Malang Tidak Terlalu Marah kalau Matos Disebut sebagai Mall Terkecil, Masih Banyak Urusan Lain yang Lebih Penting

7 Maret 2026
KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh” Mojok.co ka kahuripan

KA Sri Tanjung, Kereta Ekonomi Tempatnya Penumpang-penumpang “Aneh”

3 Maret 2026
Rukun Islam Paling Sulit Dilakukan Bukan Naik Haji, tapi Syahadat (Unsplash)

Setelah Melewati Banyak Derita, Saya Yakin Rukun Islam yang Paling Sulit Dilakukan itu Bukan Naik Haji, tapi Mendirikan Syahadat

4 Maret 2026
5 Alasan Orang Kabupaten Bogor Malas Bepergian ke Ibu Kotanya, Cibinong, dam Lebih Memilih ke Kota Bogor Mojok.co surabaya

Kota Bogor Tak Cocok buat Orang Surabaya Liburan, Surabaya Jauh Lebih Rapi ketimbang Bogor!

4 Maret 2026
Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

Purwokerto (Tampaknya) Belum Ramah untuk Pejalan Kaki, Trotoar Masih Dikuasai Kapitalis-kapitalis Kecil

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Rasa Sanga (5): Docang, “Makanan Orang Susah” yang Lekat dengan Ajaran Rendah Hati Sunan Gunung Jati
  • Sebagai Warlok, Saya Tidak Sedih karena Tak Bisa Mudik tapi Jengkel Satu Indonesia Pindah ke Jogja
  • Sarjana Ekonomi Pilih Berjualan Ayam Penyet, Sempat Diremehkan Banyak Orang, tetapi Bisa Untung 3x Lipat UMR dan Kalahkan Gaji Pekerja Kantoran
  • Tak Ikut Tukar Uang Baru buat THR ke Saudara karena Tradisi Toxic: Pilih Jadi Pelit, Dibacotin tapi Bahagia karena Aman Finansial
  • Mendambakan Menjadi Seperti Vidi Aldiano, Cara Hidup dan Pergi bikin “Iri” Banyak Orang
  • Kumpul Keluarga Jadi Ajang Menambah “Dosa”: Dengar Saudara Flexing hingga Pura-pura Sukses agar Tidak Dihina Tetangga di Desa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.