Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Ketahui Etika Tethering biar Teman Nggak Gedeg Sama Kamu yang Fakir Kuota

Salma Afwanisa oleh Salma Afwanisa
18 Maret 2020
A A
kuota pendidikan kuota internet uin sunan ampel surabaya kkn online Ketahui Etika Tethering biar Teman Nggak Gedeg Sama Kamu yang Fakir Kuota

kuota pendidikan kuota internet uin sunan ampel surabaya kkn online Ketahui Etika Tethering biar Teman Nggak Gedeg Sama Kamu yang Fakir Kuota

Share on FacebookShare on Twitter

Tethering, istilah yang udah sangat populer di zaman sekarang. Istilah ini muncul bersamaan dengan semakin melesatnya perkembangan teknologi terutama smartphone. Tethering ini digunakan untuk menghubungkan koneksi internet dari 1 smartphone ke perangkat lainnnya (bisa sesama smartphone, bisa juga ke laptop).

Biasanya tethering ini seringkali diminta saat seorang sedang sekarat kuota atau bahkan nggak punya kuota, hiks sedih yah. Tapi saya juga pernah sih hehe. Si peminta akan sedikit merengek atau bahkan agak galak untuk dapat tethering. Wow serem juga.

Lantas, gimana biasanya sikap orang yang dimintai tethering ? Yah udah jelas nggak semua orang bersikap sama.

Ada tipe orang yang baik dengan senang hati dia ngasih passwordnya. Ada yang nggak rela tapi tetep ngasih dengan peringatan “jangan lama-lama yah”, “Inget, ikut chat doang lho”, “Pliiis jangan buka youtube” atau “Jangan nonton drakor kuota pas-pasan”, dan terakhir tipe orang pelit (re: irit) yang bohong pura-pura abis kuota, wesss awas dosa.

Well, secara umum sih saya yakin kalau teman atau keluarga yang minta pasti dikasih. Apalagi gebetan udah barang pasti dikasih itu mah. Walaupun degdegan penggunaannya melebihi batas normal hahaha.

Bukan pelit atau ga punya hati tapi yang namanya minta itu yah harus punya etika. Etika? Hmmm udah kaya ke orangtua aja ah pake etika.

Woy ini serius, kalau nggak pake etika yakin deh lama kelamaan temen yang dimintain tethering tuh bakal gedeg sendiri sama kamu dan bisa-bisa pertemaan merenggang hanya karena si tethering, oh tidaaak.

Terus gimana etika tethering yang baik agar tidak merusak hubungan pertemanan atau persaudaraan? Haha ayo deh langsung aja simak beberapa etika di bawah ini.

Baca Juga:

5 Drama Korea yang Punya Kisah Pertemanan Unik dan Bikin Iri

Pertemanan kayak di Film Arisan! Itu Beneran Ada Nggak, sih?

Pastikan dulu apa kepentinganmu untuk tethering, apakah kamu perlu untuk chat seseorang, telpon orangtua, video call pacar, searching tugas kuliah, download jurnal, download lagu, nonton youtube, drakor, atau apa?

Pastikan juga kalau kamu punya smartphone atau laptop haha canda. Eh tapi ini serius karena kalau kamu nggak punya keduanya lalu kamu dapat password buat diinput kemana? Ke hatimu? kan nggak mungkin.

Yang nggak kalah penting adalah pastikan orang yang dimintai tethering punya kuota yang cukup.

Setelah ke-3 persiapan itu udah terpenuhi, berbicaralah yang baik ke temanmu. Katakan bahwa kamu butuh Kemudian jangan lupa utarakan kepentingamu dan mintalah password dengan polesan senyum terbaikmu haha

Jika temanmu membatasi waktu penggunaan karena ia ada urusan atau karena hal lain maka penuhilah. Maksimalkan waktu yang kamu punya.

Jika kepentinganmu telah selesai, jangan tergoda untuk membuka hal lain. Sikap itu menunjukkan bahwa kamu bukan orang yang jujur dan tidak menepati janji. Oke kalau temanmu nggak tahu, nah kalau tahu? Hmm pikir sendiri deh.

Nah kalau udah beres, ucapkan terimakasih dan do’akanlah semoga tethering­ yang ia berikan tercatat jadi amal baik untuknya. Wadaw mantap nggak tuh.

Tethering, hal yang simpel ini ternyata nggak sesimpel yang dibayangkan yah. Tapi bukan berarti juga rumit. Maksudnya banyak hikmah yang bisa kita ambil hanya dari satu kegiatan bernama “tethering”. Makanya nggak salah kalau kita berima kasih kepadanya. Mungkin ucapannya kurang lebih seperti ini:

“Terimakasih tethering, engkau telah mengajarkan banyak hal kepada kami. Engkau mengajarkan kami cara berbuat baik, cara untuk meminta sesuatu, cara untuk bersikap sopan, dan cara untuk memberikan bantuan. Engkau juga mengajari kami bagaimana cara untuk berlatih bersikap jujur dan tepat janji.” Mantuuul

Pesan untuk kalian pemberi tethering, terimakasih sudah berbuat baik dan jangan lupa ganti password biar pas kalian setel tethering nggak muncul perangkat gaib yang terhubung. Dan untuk si penerima tethering kamu jangan keenakan. Mentang-mentang temen selalu baik ngasih tethering sampai ogah beli kuota hehe.

Terakhir, pesan saya untuk kita semua “jangan hanya jaringan yang saling terhubung, pertemanan dan silaturahmi juga mesti tetap harus nyambung”.

BACA JUGA Kiat Menjadi Pakar dengan Modal Kuota Internet atau tulisan Salma Afwanisa lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 Maret 2020 oleh

Tags: Pertemanansohibul tetheringtethering
Salma Afwanisa

Salma Afwanisa

ArtikelTerkait

4 Ciri Orang yang Perlu Dihindari dalam Transaksi Utang-Piutang orang yang tidak mengembalikan utang mojok.co

4 Ciri Orang yang Perlu Dihindari dalam Transaksi Utang-Piutang

11 September 2020
ghibahin orang

Ghibahin Orang Semangat, Giliran Dighibahin Balik Marah-Marah, Hih Mlz!

8 Maret 2020
wacana

Waspada! Kalimat-Kalimat Ini Menandakan Rencana Bakal Jadi Wacana

6 September 2019
Pertemanan kayak di Film Arisan! Itu Beneran Ada Nggak, sih? terminal mojok.co

Pertemanan kayak di Film Arisan! Itu Beneran Ada Nggak, sih?

4 Oktober 2021
ke toilet

Jangan Minta Saya Nganter ke Toilet

21 Agustus 2019
pengalaman berteman dengan orang yang dikucilkan di kampus mojok.co

Pengalaman Saya Jadi Teman Orang yang Dikucilkan Pergaulan Kampus

5 September 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

Jalan Klari Karawang, Jalan Maut yang Sulit Dihindari karena Jadi Penopang Industri

27 Januari 2026
Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

Jatuh di Rel Bengkong Purwosari Solo Bukan Kejadian Mistis, tapi Apes Aja

26 Januari 2026
Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup Mojok.co

Sidoarjo Mengajarkan Saya untuk Melambat dan Lebih Menikmati Hidup

28 Januari 2026
Kos LV di Jogja Isinya Maksiat, tapi Tetap Laku Diburu Mahasiswa (Unsplash) kos campur

Pindah dari Kos LV ke Kos Campur Ternyata Keputusan Buruk, Bukannya Tenang dari Desahan, Malah Tambah Sengsara

29 Januari 2026
Air Terjun Tretes Wonosalam, Bukti Jombang Nggak Miskin Wisata Alam Mojok.co

Jombang Lantai 2: Sebutan Baru Wonosalam buat Menantang Pacet di Wisata Pegunungan

27 Januari 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Misi Mulia Rumah Sakit Visindo di Jakarta: Tingkatkan Derajat Kesehatan Mata dengan Operasi Katarak Gratis
  • DLH Jakarta Khilaf usai Warga Rorotan Keluhkan Bau Sampah dan Bising Truk dari Proyek Strategis Sampah RDF
  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.