Kenapa Banyak Orang Indonesia Punya Dua Hape atau Bahkan Lebih?

Artikel

Seto Wicaksono

Pertanyaan itu muncul di Quora. “Why do many Indonesians carry 2 mobile phones?” Hm, pertanyaan yang menarik. Sebagai salah satu pelaku yang ke mana-mana membawa dua hape, saya akan mencoba menjawabnya.

Sudah sekira 11 tahun saya selalu menggunakan dua hape untuk berkomunikasi. Terhitung mulai dari awal kuliah, pada tahun 2009. Dua hape yang saya gunakan tidak mesti hape ternama yang canggih. Kala itu saya menggunakan Nokia E63 dan hape Nexian. Meski tidak lama setelahnya, Nexian diganti dengan BlackBerry Gemini yang amat populer pada masanya.

Banyak teman mempertanyakan kenapa saya selalu menggunakan dua hape sekaligus. Kata mereka kok terlihat ribet dan tidak praktis. Ada yang bilang saya banyak gaya, sebagian malah meledek dengan sebutan sok kaya. Padahal, mereka sendiri tidak pernah tahu alasan saya yang sebenarnya, kenapa saya menggunakan dua hape untuk berkomunikasi. Ini alasan saya melakukannya.

#1 Ingin membandingkan spesifikasi 

Alasan ini juga dipakai beberapa teman saya yang suka mengoleksi hape dan ngoprek-ngoprek gadget. Mulai dari software, spesifikasinya seperti apa, hardcase, dan lain sebagainya. Kata mereka, ada kepuasan sendiri ketika tahu teknologi dari gadget yang digunakan sampai ke akar-akarnya.

#2 Buat cadangan

Saya menggunakan dua hape karena intensitas dan penggunaan hape yang terbilang tinggi. Jadi, jika baterai salah satu hape drop, bisa langsung menggunakan hape lainnya tanpa harus recharge baterai lebih dulu.

Untuk kemungkinan terburuk pun alasan ini terbilang valid dan kuat. Misalnya saja ketika salah satu hape ketinggalan di rumah, lupa password, atau yang paling parah, hilang. Jika kemungkinan itu terjadi, bisa langsung memanfaatkan hape lainnya sebagai cadangan.

#1 Sebagai pembanding provider mana yang lebih sesuai dengan kebutuhan

Saya mempraktikkan hal ini selama 10 tahun terakhir. Indosat sudah menjadi pilihan utama saya karena harga dan segala promonya pas dengan kebutuhan saya. Namun, di sisi lain, saya butuh provider lain sebagai pelengkap dan opsi tambahan dalam berkomunikasi. Dan untuk menjajal segala promo dan kestabilan sinyal dari provider yang berbeda dan sangat rentan sekali gonta-ganti, saya pikir diperlukan hape yang berbeda. Biar nggak bentrok aja gitu sama SIM card utama.

Baca Juga:  Mempertimbangkan Ucapan Penceramah yang Bilang Pandemi Hilang Kalau Habib Rizieq Pulang

#4 Masing-masing hape punya fungsi khusus

Dua hape yang saya miliki saat ini memiliki fungsi masing-masing. Yang satu untuk dipakai secara personal, seperti streaming, bermain media sosial, dan lain sebagainya. Dan yang satunya lagi, benar-benar saya fungsikan khusus untuk bekerja.

Sebagai recruiter, saya memanfaatkan hape sekaligus sudah menyiapkan nomor khusus untuk dibagikan kepada kandidat. Biar nggak tercampur aja gitu sama kehidupan personal.

Mungkin, di antara kalian ada juga yang kelakuannya sama kayak saya? Hape yang satu untuk bekerja, satunya lagi ya untuk hobi atau khusus untuk bermain game. Karena kapasitas memorinya besar dan cocok, misalnya.

#5 Buat gaya-gayaan

Ini teman saya ya, bukan saya, hahaha. Beberapa teman mengaku punya dua hape untuk gaya-gayaan. Fungsinya ya sama, sama-sama buat chattingan, main game, atau foto-foto. Hanya saja, spesifikasi hapenya sedikit berbeda. Biasanya, yang satu punya spesifikasi lebih tinggi.

#6 Untuk menyembunyikan sesuatu

Salah satu teman saya mengaku memiliki dua hape karena ada sesuatu yang disembunyikan dari pasangannya. Ini jelas tidak layak untuk ditiru. Tokoh Tae-oh pada The World of the Married menjadi contoh konkret yang menggambarkan alasan ini. Bagaimana ia bisa memiliki dua hape tanpa ketahuan istrinya. Sekali lagi, ini tidak patut ditiru, teman-teman. Jangan. Saya jamin, bawaannya nggak akan tenang.

#7 Hape satu buat mainan anak

Hal ini sering kali dialami oleh ibu-ibu dan bapak-bapak, atau seseorang yang memiliki keponakan atau sepupu yang masih kecil. Dan hal ini sudah saya alami sendiri sebagai seorang bapak dan memiliki anak yang lagi hobi ngotak-ngatik hape. Jika di antara anak-anak ini ada yang mau pinjam hape, nggak perlu panik dan merasa terganggu. Tinggal kasih pinjam aja salah satu hapenya, diatur dalam mode anak-anak terlebih dulu, dan… akhirnya kita nggak perlu panik kalau ada tombol yang kepencet. Aman.

Baca Juga:  Ada Hubungan Apa Antara Mojok, Coki Pardede, dan Tretan Muslim?

Itu beberapa alasan kenapa saya juga orang yang saya kenal, punya dua hape sampai dengan saat ini. Selain buat gaya-gayaan, ada hal lain yang memang berguna bagi si pemilik. Nah, sekarang coba gantian cerita, apa alasan kalian punya lebih dari satu hape?

BACA JUGA Butuh HP Android Murah? Lirik Ponsel Zaman Old untuk Alternatif di Tengah Pandemi! dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
6


Komentar

Comments are closed.