Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kenapa Aksi Massa Bisa Berujung Keos?

Aditia Purnomo oleh Aditia Purnomo
10 Oktober 2019
A A
aksi keos

aksi keos

Share on FacebookShare on Twitter

Jujur saja, cukup banyak teklap aksi yang saya ikuti didorong dengan setingan keos. Nggak semua memang, terutama ketika targetnya hanya aksi damai. Sayangnya, hampir semua aksi damai yang kami lakukan tidak berujung signifikan pada perkara dorongan wacana ke publik. Lah kalau damai ngga banyak media yang mau liput.

Itulah kenapa aksi berujung keos banyak dipilih. Semakin keos, semakin banyak pula media yang meliput. Publik makin banyak yang tahu kalau ada demonstrasi dan aksi menentang kebijakan pemerintah. Walau kemudian, ada satu dampak negatif dari setingan keos dalam aksi: narasi rusuh/ricuh lebih banyak diangkat ketimbang narasi tentang wacana dan isu politik kenapa mahasiswa melakukan demonstrasi.

Akhirnya ada cukup banyak publik yang menganggap aksi hanya merugikan kehidupan masyarakat. Kemacetan dan kerusakan yang ditimbulkan kericuhan menjadi fokus perhatian mereka. Ada sebagian media dan masyarakat sih yang punya perhatian pada tuntutan politik terhadap rezim, walau masih tidak imbang dengan pandangan yang pertama.

Mungkin perkara setingan keos dan tidak ini adalah dilema yang belum bisa diselesaikan. Bagai pedang bermata dua, dampak baik dan buruk tetap hadir pada setiap pilihan itu. Walau kemudian, ada satu hal yang agaknya dilupakan oleh publik, yakni tentang bagaimana pada akhirnya setingan keos itu bisa terwujud.

Semua keos pasti bermula dari upaya polisi membubarkan atau memukul mundur massa. Kalau tidak begitu, hampir pasti tidak terjadi keos. Dan jarang biasanya, kecuali ada provokator yang menyusup di barisan massa, pihak demonstran yang memancing kericuhan. Toh upaya mentok massa aksi untuk mendorong keos hanya ada pada upaya mencoba menerobos dan maju terus ke wilayah Istana atau DPR yang telah dipalang oleh polisi,

Kebanyakan setingan keos yang kami sepakati di teklap, hampir selalu diarahkan pada upaya membubarkan aksi kami. Sederhananya, aksi bakal berujung keos kalau aksi massa dibubarkan paksa. Dan itulah kemudian banyak aksi massa dilakukan hingga lepas jam 6 sore, agar kemudian dibubarkan dan seakan berujung keos padahal ya mereka mau bubar juga.

Sepanjang pernah ikut aksi, ada momen-momen ketika kami tidak mau bubar sendiri. Masa kami pulang dan bubar sendiri, kan tidak asik. Karena itulah kami menunggu dibubarkan, biar ketika dipaksa bubar kami ada alasan untuk mundur dan pulang. Tapi ini tidak berlaku untuk semua ya, hanya sebagian dan mungkin kecil saja.

Ada juga keos yang terjadi sebelum malam dan massa dibubarkan. Biasanya dimulai dari dorong-dorongan antara polisi dan massa aksi, kemudian polisi memutuskan membombardir massa dengan gas air mata serta senjata pengaman aksi lainnya. Tapi ya agak jarang sih di masa-masa sekarang. Lebih sering setingan agar massa aksi dibubarkan dan berujung keos.

Baca Juga:

6 Lagu Anime yang Cocok Diputar Saat Aksi Mahasiswa

Tidak Turunnya UKT Adalah Misi Membuat Kampus Kaya, Mahasiswa Sengsara

Jika kalian ingat, pada aksi mahasiswa besar-besaran pertama di bulan September pada hari Kamis tanggal 19, tidak terjadi kericuhan dan keos walau aksi berakhir hingga lepas Isya. Keos tidak terjadi karena memang polisi tidak melakukan upaya membubarkan massa. Mereka hanya mengatur lalu lintas, dan menjaga agar mahasiswa tidak masuk ke jalan tol. Karena itulah, kemudian massa aksi mahasiswa memutuskan bubar sendiri dengan aman dan damai tanpa sedikutpun kericuhan yang terjadi. Sejauh ingatan saya sih begitu.

Pun dengan aksi Gejayan Memanggil, baik pada jiid satu dan dua. Karena massa aksi mundur teratur begitu pukul 17.00, sama sekali tidak ada gesekan dengan pihak kepolisian. Semua berjalan dengan damai, orasi politik disampaikan dengan tepat ke media, dan viralnya beberapa poster aksi dari Gejayan Memanggil membuat isu dan tuntutan terhadap rezim tersampaikan dengan baik ke publik.

Pada aksi tanggal 23, 24, dan 30 September di Jakarta, kericuhan terjadi karena upaya polisi membubarkan massa aksi dengan cara represi. Menggunakan senjata pengamanan, membubarkan paksa massa aksi dengan cara yang tidak manusiawi. Ribuan orang ditangkap, ribuan pula terluka, ratusan dijadikan tersangka, semua karena kericuhan yang bermula pada upaya membubarkan paksa massa aksi di depan Gedung DPR yang dimuliakan kepolisian tersebut.

Memang sih pada tanggal 30 September ada sedikit provokasi dari massa aksi di bilangan utara jalan depan DPR ke arah Slipi. Tapi ya, seperti yang saya nyatakan tadi, selama aparat kepolisian tidak melakukan tindakan represi kepada massa aksi, selama itu pula kericuhan tidak akan terjadi.

BACA JUGA Bagaimana Polisi Seharusnya Menangani Aksi Demonstrasi atau tulisan Aditia Purnomo lainnya. Follow Facebook Aditia Purnomo.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Oktober 2019 oleh

Tags: aksi mahasiswaaksi massamanajemen aksireformasi dikorupsi
Aditia Purnomo

Aditia Purnomo

ArtikelTerkait

beda cushion dan foundation

Rekomendasi Makeup dan Skincare Buat Aksi

25 September 2019
Burgerkill

Bangga Menjadi Fan Burgerkill di Tengah Aksi Mahasiswa

3 Oktober 2019
Dosa-Dosa PSI dan Alasan Kenapa Mereka Sama Sekali Tidak Menyuarakan Aspirasi Kaum Muda

Dosa-Dosa PSI dan Alasan Kenapa Mereka Sama Sekali Tidak Menyuarakan Aspirasi Kaum Muda

2 Januari 2020
mas didi kempot

Dari Istana Negara Hingga Senayan: Mas Didi Kempot, Tolong Buat Lagu dari Tempat-Tempat Ini, Dong!

10 Oktober 2019
aksi massa

Orang-Orang Berjasa di Balik Panggung Aksi Massa

30 September 2019
ananda badudu

Ananda Badudu dan Moralitas Palang Merah Albert Camus

30 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Cikarang Menyimpan Salah Paham yang Bikin Iri sama Jakarta (Unsplash)

Di balik gaji besar operator industri di Kawasan Industri Cikarang, ada harga mahal yang harus dibayar

4 Agustus 2026
Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh (Wikimedia Commons)

Nonton timnas Indonesia di Youtube Reza Arap memang aneh, komentator nggak jelas, tapi jangan menghujat dulu

1 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.