Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Keluh Kesah Anak Pedagang Ayam Potong

Aulia Syahfitri oleh Aulia Syahfitri
4 April 2023
A A
Keluh Kesah Anak Pedagang Ayam Potong

Keluh Kesah Anak Pedagang Ayam Potong (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ayah saya sudah berprofesi sebagai pedagang ayam potong sejak 30 tahun lalu. Lebih dari separuh usianya dihabiskan dengan memotong puluhan ayam setiap harinya. Profesi ini sudah ditekuni sejak blio merantau pertama kali pada tahun 90-an. Bahkan ayah dan ibu saya bisa saling mengenal di pasar tempat ayah saya berdagang. Ibu saya dulu merupakan pelanggan tetap ayah hingga akhirnya jadi pelanggan setia seumur hidup. Cieee.

Sejak hari pertama saya lahir di dunia, titel sebagai anak pedagang ayam potong tak pernah lepas dari saya. Seumur hidup menjadi anak pedagang ayam, saya memiliki keluh kesah terhadap titel ini. Cukup sering saya mendapat pertanyaan-pertanyaan yang kadang bikin saya melongo dan gregetan sendiri. Misalnya seperti pertanyaan-pertanyaan berikut ini.

ADVERTISEMENT

Dikira makan ayam setiap hari

Pertanyaan paling dasar yang saya dapatkan saat terlahir menjadi anak pedagang ayam potong adalah, “Kamu makan ayam tiap hari, dong?” Entah sudah berapa kali saya mendapatkan pertanyaan seperti ini.

Lucunya lagi, teman-teman saya sering berpikir di rumah saya setiap harinya pasti ada hidangan ayam. Yah, sebenarnya memang nggak sepenuhnya salah, sih. Soalnya kalau mau makan ayam, biasanya kami memang tinggal ambil yang sudah ada di freezer. Tapi ya nggak makan setiap hari juga, kok. Kalau makan ayam tiap hari, bisa-bisa ayah saya bangkrut, dong. 

Ayam-ayam beku yang ada di kulkas itu biasanya sudah milik pelanggan. Jadi, nggak mungkin kalau bisa seenaknya diambil terus dimasak. Kalau mau diambil, pasti kami tanya ayah dulu, kira-kira punya pelanggan atau bukan. 

“Berapa harga ayam hari ini?”

Pertanyaan klasik selanjutnya yang sering saya jumpai adalah pertanyaan soal harga ayam. Terlepas dari ini pertanyaan basa-basi atau memang serius, tak jarang saya bingung mau jawab apa. Makanya setiap pulang ke rumah setelah ditanya hal ini, saya selalu bertanya balik ke ayah saya. Kalau sudah tahu jawabannya, biasanya akan saya ingat terus sampai beberapa hari ke depan, biar kalau ditanya lagi saya bisa jawab dan nggak kayak orang linglung.

Pertanyaan sejenis ini biasanya beranak-pinak, nggak bakalan selesai di satu pertanyaan saja. Setelah bertanya harga ayam potong, biasanya mereka lanjut bertanya harga ayam kampung, ayam fillet, jeroan, hingga kepala dan ceker. Belum selesai di situ, pertanyaan selanjutnya adalah, “Itu harga kiloan atau satuan, ya?” Saya pengin banget bilang, “Mbak, Mas, bukan saya yang jualan. Ayah saya, lho, ayah sayaaa.”

Namun, pertanyaan-pertanyaan itu pada akhirnya memperkaya wawasan saya. Saya jadi mengetahui perkembangan harga ayam potong dan tak jarang malah malu sendiri karena nggak tahu harga pasaran padahal saya anak pedagang ayam potong.

Baca Juga:

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

10 Dosa Penjual Ayam Lodho yang Meresahkan dan Merusak Rasa

Soal harga ayam ini juga ada lagi hal yang bikin saya gregetan. Saat harga ayam potong sedang murah, ayah saya biasanya dikira banyak uang karena pasti banyak yang beli dagangannya. Lalu saat harga ayam sedang mahal, ayah saya tetap disangka punya banyak uang karena orang-orang tetap mau makan ayam meski harganya mahal.

Padahal kalau boleh jujur, keuntungan pedagang ayam potong kayak ayah saya ya segitu-gitu aja. Harga ayam sedang mahal atau murah nggak berpengaruh secara signifikan. Tapi, saya percaya perkataan adalah doa, jadi teruslah mengatakan ayah saya banyak uangnya biar banyak beneran. Hehehe.

Minta diskon

“Eh, aku mau beli ayam, dong. Ada diskon nggak?”

Naaah, ini bikin sebel. Ada saja kenalan yang minta diskonan mentang-mentang tahu saya anak pedagang ayam potong. Kadang saya dilema kalau ketemu kenalan yang kayak gini. Kalau saya jawab iya, takut ayah saya rugi. Tapi, kalau saya jawab nggak ada diskon, saya takut kehilangan calon pelanggan. Jadi, untuk menjawab pertanyaan ini biasanya saya cuma bisa melontarkan senyum paling manis yang saya miliki.  

Meskipun senyum manis saya nggak memberi jawaban, semoga orang-orang yang minta diskonan mengerti, ya. Saya nggak bisa mengambil keputusan memberi diskon atau nggak karena yang punya usaha kan ayah saya. Sebagai anak, saya cuma ikut membantu mempromosikan dagangan orang tua. Meski begitu, ayah sering memberi diskon pada teman-teman saya kalau memesan ayam melalui saya. Intinya, kalau memesan melalui saya atau seenggaknya kenal sama saya, ayah saya nggak pelit memberikan potongan harga.

Sejujurnya, selama lebih dua puluh tahun hidup sebagai anak pedagang ayam potong, saya sudah bosan dengan pertanyaan dan drama yang saya ceritakan di atas. Meski kadang nyebelin dan bikin gregetan, saya senang-senang saja sih kalau bisa mempromosikan dagangan orang tua saya. Teruslah bertanya pada saya selagi itu bisa menguntungkan ayah saya. Hehehe.

Penulis: Aulia Syafitri
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Perjalanan Saya Berdagang dan 5 Kebiasaan Pembeli yang Bikin Hilang Akal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 4 April 2023 oleh

Tags: ayam potongpedagangpedagang ayam potong
Aulia Syahfitri

Aulia Syahfitri

Mahasiswa peternakan tingkat akhir. Pengin menjadi juragan kos-kosan.

ArtikelTerkait

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

4 Dosa Warung Kelontong yang Bikin Pelanggan Kabur

12 Januari 2024
5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

5 Pekerjaan yang Menghasilkan Banyak Cuan dalam Hitungan Jam selain Tukang Parkir dan Pak Ogah

21 Agustus 2024
Pengusaha UMKM Kini Makin Mudah Go National dengan Layanan Ini! Terminal Mojok.co

Pengusaha UMKM Kini Makin Mudah Go National dengan Layanan Ini!

10 Juni 2022
jualan seller penjual olshop mojok

Dear Seller, Please, kalau Jualan Jangan Nodong!

21 Oktober 2020
Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja

Pedagang Tahu Tek yang Menaburkan Kerupuk sampai Menumpuk Punya Masalah Apa, sih? Bikin Orang Susah Makan Aja

4 November 2023
Cara Agar Dagangan Cepat Laris Gunakan Strategi Psikologis Ini Terminal Mojok

Cara Agar Dagangan Laris: Gunakan Strategi Psikologis Ini

26 Agustus 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Drama pembayaran tunai ojol, uang kembalian jadi menguras waktu dan energi saya Mojok.co

Niat beli makanan lewat layanan pesan antar ojol supaya praktis, eh berujung repot karena driver tak punya kembalian

20 Juli 2026
Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

Warga Semarang Bawah layak dapat gelar warga paling kuat dan tabah di Semarang

21 Juli 2026
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

Bukan cuma soal dingin, ini 4 kejanggalan di Lembang yang bikin wisatawan Semarang heran

15 Juli 2026
4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi ruang publik yang lebih hidup  Mojok.co

4 hal lazim di Jogja yang masih asing di Tulungagung, tapi perlu dicontoh demi jadi daerah lebih hidup 

17 Juli 2026
Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos Mojok.co

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

20 Juli 2026
Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer Mojok.co

Alasan orang Semarang seperti saya menghindari nonton di bioskop XXI, lebih memilih Cinepolis walau kalah populer

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.