Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Ekonomi

Nasib Dianggap Jadi Warga Kelas Menengah: Dianggap Banyak Uang, Tak Pernah Dapat Bantuan, tapi Hidupnya Justru Paling Sering Nelangsa

Muhammad Syadullah Fauzi oleh Muhammad Syadullah Fauzi
7 Desember 2025
A A
Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Kelas Menengah, Pemegang Nasib Paling Sial di Indonesia (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ada makhluk sosial paling tangguh di negeri ini, mungkin jawabannya bukan tentara, bukan pejabat, bukan pula selebritas. Jawabannya adalah warga kelas menengah.

Mereka hidup di posisi yang serba tanggung. Kalau kelas atas hidupnya penuh kepastian dan penuh dengan privilege. Kalau kelas bawah dapat prioritas bantuan sosial dari negara. Sementara kelas menengah? Tidak punya dua-duanya.

ADVERTISEMENT

Kelas menengah itu seperti tokoh figuran di sinetron. Penting untuk mengisi adegan, tapi tidak penting untuk diberi dialog.

Di mata keluarga kamu kaya, di mata negara kamu tidak miskin, di mata bank kamu peluang bisnis

Keluarga adalah sumber salah sangka kelas menengah yang paling utama. Begitu kamu terlihat kerja di kantor, pakai kemeja rapi, dan update foto di kafe yang murah meriah, mereka langsung menganggap kamu mapan. Akibatnya, titipan uang sekolah keponakan, ajakan patungan renovasi rumah, atau urusan keluarga lain yang ujung-ujungnya sebenarnya membuat dompetmu menjerit.

Negara pun tidak kalah percaya diri. Datamu mengatakan bahwa kamu tidak masuk kriteria miskin, jadi otomatis terdepak dari daftar penerima berbagai bantuan dari negara. Padahal kalau mau jujur, kamu tidak masuk kriteria miskin bukan karena kamu mampu, tapi karena malu mengakui bahwa kamu miskin.

Sementara di sisi lain, bank selalu memandangmu, kelas menengah, penuh harapan. Mereka tidak ragu menghubungi, menawarkan kartu kredit baru, cicilan baru, atau promo yang ujungnya membuatmu makin terjerumus dalam kecerobohan finansial.

Menjadi kelas menengah itu memang ajaib. Kamu tidak dianggap miskin, tapi selalu dilamar oleh segala bentuk utang.

Kelas menengah susah payah berkejaran dengan tagihan

Ngomong-ngomong pengeluaran bulanan, kelas menengah tak kalah sedihnya. Banyak tagihan, seperti listrik, BPJS, internet, iuran lingkungan, cicilan, pajak, dan entah kenapa semuanya terasa terus meninggi setiap tahun.

Baca Juga:

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

Saya Kelas Menengah, dan Saya Beneran Pengin Kaya

Warga kelas menengah setiap bulan hidupnya hanya untuk berkejaran dengan tagihan. Walaupun dari segi pemasukan mungkin cukup untuk membayar semua kebutuhan tersebut. 

Tapi di sisi lain, hatinya juga nelangsa. Mau ngopi di kafe yang agak mahal dikit, mikirnya berkali-kali. Mau beli barang branded, takut tidak bisa makan seminggu. Jadi hidup warga menengah itu untuk bertahan agar tidak dianggap miskin

Baca halaman selanjutnya: Tulang punggung yang dituntut harus selalu kuat.

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 8 Desember 2025 oleh

Tags: bantuan sosialderita kelas menengahkelas menengahkredit bankmahasiswa kelas menengahUtang
Muhammad Syadullah Fauzi

Muhammad Syadullah Fauzi

Kuliah di Pendidikan Bahasa Arab UIN Sunan Kalijaga. Sosok yang menjalani peran ganda dalam kesehariannya. Bisa tampil rapi saat menjadi Guru di depan kelas, namun tak gengsi berubah menjadi Kuli (pekerja kasar) di lain waktu.

ArtikelTerkait

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Ngutang terminal mojok

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memutuskan Ngutang

17 Oktober 2021
Lowongan Kerja sebagai Tukang Tagih Merebak, Pertanda Berutang Semakin Dianggap Normal? utang

Utang, Pemutus Silaturahmi Paling Utama

14 Oktober 2024
UU ITE Hampir Sama Bahayanya dengan Naksir Teman Sendiri terminal mojok.co

Pacar Bilang Mau Serius Sama Kamu? Tanyakan 4 Pertanyaan Soal Keuangan Ini

15 September 2020
Gadai SK PNS: Cara Cepat untuk Kaya sekaligus Menderita Hingga Akhir Hayat

Gadai SK: Cara Cepat untuk Kaya sekaligus Menderita Hingga Akhir Hayat

10 Desember 2024
menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

4 Oktober 2020
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending Mojok.co

Pengalaman Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan: Awalnya Overthinking Tidak Bisa Cair, Syukur Akhirnya Happy Ending

22 Juni 2026
Hidup di Desa Nggak Seindah Bayangan, Banyak Iuran yang Harus Dibayarkan kalau Nggak Mau Jadi Bahan Omongan

Hidup di Desa Itu Murah, yang Mahal Adalah Ongkos Sosialnya, dan Ini Rinciannya

21 Juni 2026
Sisi Gelap Budak Elite di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta (Unsplash)

Sisi Gelap Budak Korporat di Jalan Jenderal Sudirman Jakarta: Ketika Pekerja Menggadai Kewarasan demi Terlihat Elite

20 Juni 2026
Dosa Indomie Ayam Bawang: Nggak Ada Bawang Goreng sebagai Pelengkap

Orang yang Bilang Indomie Warkop Lebih Enak Itu Aneh, Beneran

22 Juni 2026
Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

Sebagai Warga Lokal, Saya Mengaku Iri dengan Anak Rantau yang Kuliah di Unila Lampung

23 Juni 2026
UIN SAIZU, Kampus Ngapak Terbaik di Purwokerto PAI UIN Saizu

Hal-hal yang Membuat Saya Sedikit Menyesal Masuk Prodi PAI UIN Saizu, meski Tidak Sampai Ingin Pindah Kampus

23 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.