Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Olahraga

Kekalahan Conor McGregor Adalah Bukti Kasih Sayang Tuhan

Hendi Nuryandi oleh Hendi Nuryandi
14 Juli 2021
A A
conor mcgregor youtube mojok

conor mcgregor youtube mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Berita kekalahan Conor McGregor, petarung asal Irlandia, membuat saya lega sekali. Bukan karena dia kalah ya, bukan. Tapi, memang sudah seharusnya Conor mendapatkan karma atas perbuatannya. Attitude-nya itu, lho. Sudah sangat meresahkan umat.

Sekilas saja, laga UFC 264 pada Minggu (11/7) kemarin adalah bukti kekuatan Tuhan itu ada dan adil. Conor McGregor dikalahkan oleh Dustin Poirier, petarung asal Amerika, di akhir ronde pertama. Tangkisan dari Dustin membuat pergelangan kaki kiri alias engkel “The Notorious” patah. Balas dendam yang sempurna setelah sebelumnya, saat face off, Conor McGregor berusaha menendang dan nyaris menyentuh badannya.

Teknik check Dustin membawanya pada kemenangan. Conor McGregor tidak bisa melanjutkan pertarungan.

Di backstage, McGregor sok jadi jagoan, tapi di arena, dia tumbang juga. Benar kata guru ngaji saya: Tuhan itu nggak suka orang yang sombong. Liat tuh hasilnya.

Bagi saya, ini adalah kemenangan hebat melihat kenyataan Conor McGregor adalah petarung yang menyebalkan (versi saya). Bisa dilihat lewat gimmick-nya yang nggak ada akhlak sama sekali saat berhadapan dengan petarung lainnya. Dari dulu sampai sekarang.

Meski saya baru lihat kekalahannya di berita online, tetapi ada kepuasan tersendiri. Akhirnya kalah juga. Sepertinya Tuhan sedang memberikan pelajaran.

Kemangkelan saya sama si Gregor ini bukan tanpa sebab, tentu ada alasannya. Berikut karakter yang tidak saya sukai dan tidak perlu kita contoh sebagai atlet petarung seperti Conor McGregor.

Insiden penyerangan bus

Artem lobov, teman dekat Conor McGregor, saat itu sedang berseteru dengan Khabib Nurmagomedov, petarung asal Rusia. Sebagai teman yang baik, McGregor dan teman-temannya menyerang bus yang ditumpangi Khabib dan sang manajer dalam persiapan laga menghadapi Al Iaquinta di UFC 223. Namun, Khabib tidak menggubris itu.

Baca Juga:

Job Fair (Nyatanya) Memang Nggak Guna, Gimmick kayak Gini Sebaiknya Dihilangkan Saja!

Suzuki GSX-S150 Touring Edition, Motor Gimmick yang Sama Sekali Nggak Bikin Kepincut

Tentu tindakan tersebut amat sangat tidak profesional, bahkan terkesan kekanak-kanakan untuk seorang petarung profesional seperti Conor McGregor. Dan parahnya lagi, kejadian itu mengingatkan saya dengan kejadian Bonek versus Jakmania dulu, kurang lebih sama. Saling hantam-hantaman gitu.

Memukul orang tua

Suatu ketika McGregor mengunjungi seorang teman di sebuah bar dan berniat mentraktir semua yang ada di dalam bar tersebut. Tapi, salah satu orang tua berusia 50 tahun di bar tersebut menolak tawaran traktiran dari McGregor. Sebagai orang yang terkenal emosional, tentu saja ia marah besar, dong. Ia memukul orang tua tersebut dan terekam CCTV bar. Meski begitu, orang tua tersebut tetap tenang dan menikmati minuman di gelasnya setelah dipukul. Beberapa temannya kemudian menenangkan McGregor yang masih tersulut emosi.

Rekaman CCTV itu sontak menjadi kabar yang menghebohkan dunia di sekitarnya. Yaaa walaupun dalam proses hukum tidak segera ditangani, tapi secara sopan santun McGregor ini sudah keterlaluan sekali. Dia melawan sipil saja udah keliru, ha kok mukul orang tua yang ngombe tipis-tipis.

Penghinaan agama

Momen ini adalah puncak fiasco antara Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov. Selama persiapan pertarungan, McGregor mengolok-olok Khabib perihal agamanya. Ia menghina keluarganya yang Islam dengan bahasa verbal yang sama sekali tidak enak untuk didengar.

Tak cukup sampai di situ, Conor McGregor melanjutkan hinaan bodohnya dengan ujaran rasisme. Tanpa filter, dia menghina istri Khabib yang beragama Islam dan menyebut pelatih sekaligus ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov adalah seorang teroris.

Selain itu, Conor McGregor sempat menyodorkan alkohol kepada Khabib saat konferensi pers. Sebagai muslim yang taat tentu saja Khabib menolak. Tingkah Conor nggak ada bedanya sama jamet norak yang baru kenal miras. Ternyata Conor hanyalah mas-mas kabupaten biasa.

Dari situ saya bisa ambil kesimpulan bahwa, ternyata McGregor tidak seprofesional itu. Sikap arogan dan rasisnya itu yang tidak saya sukai. Saya sempat mengira tingkah emosinya adalah bagian dari personal branding saja. Sekadar promosi alias gimmick ala-ala selebgram wannabe.

Tapi, kalau bertindak rasis, tidak ada sopan santun, jadinya ya kurang ajar. Tingkat paling parah sampai melakukan tindak kriminal walau sebatas verbal. Dari segi manapun, dia memang bukan pribadi yang menyenangkan, bawaannya emosi terus kalo liat dia.

Kekalahannya saat melawan Dustin Poirier adalah pertanda ia juga manusia biasa. Tidak sempurna. Sebagai contoh, sewaktu melawan Khabib, Conor McGregor akhirnya tap out lewat teknik neck rank milik Khabib Nurmagomedov. Low kick McGregor tumbang juga dengan tangkisan ampuh teknik check dari Dustin Poirier.

Bisa dibilang bahwa akhirnya Tuhan mengulurkan tangannya kepada Conor McGregor, dan memberinya pelajaran. Kalau kalah gini, dia mungkin akan merevisi mulutnya sendiri yang sering offside. Ini masih untung dia cuma kalah dan patah engkel, kalau kariernya yang “dipatahkan”, gimana?

Sumber gambar: YouTube UFC Ultimate Fighting Championship

BACA JUGA 5 Pelajaran Hidup Super Inspiratif dari Khabib Nurmagomedov

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: conor mcgregordustin poiriergimmickHiburan TerminalkhabibUFC
Hendi Nuryandi

Hendi Nuryandi

Penjaga konter tiba-tiba jadi penulis saat pandemi. Punya cita-cita magang di Stark Industries.

ArtikelTerkait

skyrim mojok

Kata Siapa Final Fantasy Gim RPG Terbaik? Belum Pernah Main Skyrim ya?

11 Juli 2021
reuploader konten youtube snackvideo video alur cerita time code youtube MOJOK.CO

Apa Asyiknya Nonton Video Alur Cerita Film di Youtube sih?!

25 Mei 2021
wimbledon tenis mojok

Wimbledon dan Aturan Pakaian Serba Putih

3 Juli 2021
‘Makan Besar’ Trans7_ Acara Masak Gede-gedean yang Menghibur dan Nggak Lebay terminal mojok

‘Makan Besar’: Acara Masak Gede-gedean yang Menghibur dan Nggak Lebay

4 Juli 2021
mnet produce 101 kingdom mojok

5 Alasan Mnet Nggak Kapok Bikin Acara Survival

2 Juli 2021
Di Kampung Saya, Orang-orang Lebih Suka Main PES Dibanding FIFA terminal mojok.co

PES 2013, Seri PES Paling Memorable

3 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau Mojok.co

Batik Air Maskapai Red Flag: Delay Berjam-jam, Kompensasi Tak Layak, dan Informasinya Kacau

5 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
5 Profesi yang Kelihatan Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu (Unsplash)

5 Profesi yang Kelihatannya Gampang, Padahal Nggak Segampang Itu

4 Februari 2026
Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

Ponorogo Cuma Reognya Aja yang Terkenal, Kotanya sih Nggak Terkenal Sama Sekali

2 Februari 2026
7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal Mojok.co

6 Mitos di Kebumen yang Nggak Bisa Dibilang Hoaks Begitu Saja

3 Februari 2026
MU Menang, Dunia Penuh Setan dan Suram bagi Fans Liverpool (Unsplash)

Sejak MU Menang Terus, Dunia Jadi Penuh Setan, Lebih Kejam, dan Sangat Suram bagi Fans Liverpool

1 Februari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Tan Malaka “Hidup Lagi”: Ketika Buku-Bukunya Mulai Digemari dan Jadi Teman Ngopi
  • Ironi TKI di Rembang dan Pati: Bangun Rumah Besar di Desa tapi Tak Dihuni, Karena Harus Terus Kerja di Luar Negeri demi Gengsi
  • Self Reward Bikin Dompet Anak Muda Tipis, Tapi Sering Dianggap sebagai Keharusan
  • Gen Z Pilih Merantau dan Tinggalkan Ortu karena Rumah Cuma Menguras Mental dan Finansial
  • Lasem Lebih Terkenal daripada Rembang tapi Hanya Cocok untuk Wisata, Tidak sebagai Tempat Tinggal
  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.