5 Pelajaran Hidup Super Inspiratif dari Khabib Nurmagomedov – Terminal Mojok

5 Pelajaran Hidup Super Inspiratif dari Khabib Nurmagomedov

Artikel

Avatar

Minggu, 25 Oktober kemarin menjadi hari patah hati untuk pencinta Khabib Nurmagomedov, atlet UFC asal Dagestan, Rusia. Hari itu menjadi hari terakhir mereka untuk dapat melihat aksi atlet yang dijuluki “The Eagle” di atas oktagon. Setelah menang mengalahkan Justin Gaethje hanya dalam waktu 96 detik, Khabib mengumumkan bahwa dirinya akan pensiun dari olahraga yang membesarkan namanya.

Berkarier sejak, 2008 ia mencapai rekor sempurna tak terkalahkan sebanyak 29 kali pertandingan. Butuh empat kemenangan lagi untuk melampaui rekor milik Renan Leao yang sempat tak terkalahkan dalam 32 pertarungan. Tapi, Khabib seolah tak mau lama-lama berada di panggung MMA tanpa didampingi oleh sang ayah yang meninggal dunia pada Juli lalu. Khabib pun memutuskan pensiun untuk memenuhi janjinya padanya ibunya yang memintanya untuk berhenti bertarung. Meskipun begitu, ia telah menduduki peringkat pertama daftar pound for pound UFC, yang berarti dia telah resmi menjadi petarung terbaik untuk saat ini.

Tak hanya karena rekor bertarung yang membuatnya makin dikenal. Ia juga terkenal karena kepribadiannya yang sederhana saat di luar arena. Mencapai kesuksesan di usianya yang terbilang masih muda tentu banyak hal darinya yang patut dicontoh. Berikut adalah 5 hal yang bisa kamu tiru dari seorang Khabib Nurmagomedov untuk meraih kesuksesan.

#1 Kenali dirimu, asal–usulmu, dan bakatmu

Hal yang paling penting untuk meraih kesuksesan adalah mengetahui terlebih dahulu bakat dan kemampuan diri kita. Banyak orang yang memiliki karier yang berbeda dengan orang tuanya, tapi banyak juga yang sukses dengan memilih dan meneruskan pekerjaan orang tuanya. Buat kamu yang lagi galau karena sudah berumur, tapi masih juga tidak tahu apa bakatmu, merasa kuliah di jurusan yang salah, ingin ikut kontes Master Chef tapi cuma bisa masak telur ceplok atau ingin terkenal lewat panggung Indonesian Idol, tapi takut malah bikin juri ketawa. Tandanya, sudah saatnya kamu berubah.

Seperti kata pepatah, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Itu artinya kamu sendiri sebenarnya mewarisi gen serta bakat-bakat dari kedua orang tuamu. Tentu lebih mudah jika kita melakukan sesuatu yang sebenarnya sudah “tertanam” dalam diri kita. Daripada pusing –pusing lagi memikirkan apa bakat kita atau kita bisa melakukan apa, coba cek apa pekerjaan orang tuamu. Kamu tinggal mengikuti atau melakukan inovasi sedikit, dan kamu bisa menemukan jalanmu untuk mendapat kesuksesan.

Hal ini sudah dibuktikan sendiri oleh Khabib, ayahnya adalah seorang pelatih elit spesialisasi gulat dan sambo di Dagestan. Sehingga sejak kecil ayahnya sendiri yang melatihnya untuk jadi pegulat. Darah petarung dalam dirinya akhirnya membuatnya jadi seorang pegulat terkenal.

Kamu pun juga bisa seperti itu. Jika ayahmu dulu hanya seorang tukang bangunan kamu bisa mencoba untuk jadi arsitek. Kalau orang tuamu dulu adalah seorang guru kamu bisa saja jadi dosen. Kalau kakek dan ibumu dulu seorang Presiden kamu bisa jadi ketua DPR. Kalau ayahmu tukang mebel kamu bisa jadi calon wali kota eh desainer interior maksudnya.

#2 Lawan rasa takutmu sedini mungkin

Hal paling diingat dari Khabib Nurmagomedov adalah ketika video dirinya kala masih berumur 9 tahun tersebar. Dalam video itu ia bertanding melawan seekor anak beruang. Ayahnya menyuruhnya melawan beruang untuk melatih mental Khabib dan menghilangkan rasa takutnya. Ini bisa jadi pelajaran berharga untuk kita semua bahwa rasa takut adalah musuh terbesar bagi diri kita. Satu-satunya jalan untuk menghilangkannya adalah dengan melawannya.

Jadi buat kamu yang ingin jadi atlet renang tapi takut air kamu harus sering-sering mandi. Untuk kamu yang ingin jadi chef tapi takut kena cipratan minyak panas kamu harus sering-sering bantu ibumu masak. Buat kamu yang mau jadi dokter hewan tapi takut anjing, coba cari anjing tetangga, ajak ia berteman. Tapi, usahakan cari anjing yang kecil dulu, seperti chihuahua. Jangan lupa setelah main dengan mereka cuci tangan pakai pasir buat yang Muslim. Tapi, kalau kamu takutnya sama kecoa terbang lebih baik kamu lari daripada melawan. Karena kecoa terbang adalah musuh terbesar umat manusia nomor dua setelah setan.

#3 Bersabar dengan omongan orang

Khabib Nurmagomedov mulai dikenal oleh banyak orang bahkan masyarakat yang awam UFC saat dirinya melawan Conor McGregor. Pertarungan yang diwarnai aksi rasisme, penghinaan berbau agama, dan bacotan lain dari McGregor sukses dimenangkan Khabib di ronde keempat. Khabib melaksanakan aksi balas dendamnya dengan terhormat di panggung UFC dengan mengunci leher McGregor.

Dalam meraih sukses akan banyak cercaan orang yang harus dihadapi. Tapi, selalu ingat, satu auman singa dapat membungkam seribu gonggongan anjing. Semua omongan orang yang membuat telinga merah harus dihadapi dengan sabar. Sampai akhirnya di waktu yang tepat semua omongan tadi bisa dibungkam dengan kesuksesan. Ingat kata pepatah antah berantah, “Bekerja keraslah sampai tetanggamu mengira jika kekayaanmu didapat dari hasil pesugihan.” Jadi jangan berhenti berjuang sampai yang tadinya digunjing karena tidak punya apa-apa jadi digunjing karena punya banyak harta. Sama-sama digunjing tapi beda kelas.

#4 Ingat jasa orang tua

Buat kamu yang disuruh sama emak ke warung beli garam masih misuh-misuh cobalah contoh Khabib. Khabib yang taat beragama sangat memahami bahwa ridho orang tua adalah ridho Allah. Dia terkenal sangat dekat dan berbakti pada orang tuanya. Bahkan Khabib lebih takut hukuman dari sang Ayah dibanding sangsi yang ia dapatkan dari UFC gara-gara menyerang McGregor di luar panggung. Ketika ia diminta berhenti bertarung oleh ibunya ia juga langsung mengiyakan dengan pensiun dari UFC.

Memang tidak semua hubungan anak dan orang tua sebaik hubungan Khabib dan orang tuanya. Tapi, tidak ada salahnya mencoba memperbaiki hubungan dengan orang tua. Siapa tahu dengan memperbaiki hubungan dengan orang tua, jalan meraih kesuksesan akan dipermudah oleh Tuhan. Lagi pula sebanyak apa pun uangmu tidak akan mampu membayar kerja keras orang tuamu dalam merawatmu. Ingat kata pepatah dalam sinetron Indonesia, harta yang paling berharga adalah keluarga. Bacanya biasa aja jangan sambil nyanyi!

#5 Tetap rendah hati meski karier sudah setinggi langit

Tahu tidak kira-kira berapa uang yang diterima Khabib Nurmagomedov setelah ia bertanding kemarin melawan Justin? Rp88 miliar! Itu belum termasuk bonus Rp1,3 miliar dari UFC. Total yang ia dapatkan Rp89,3 miliar. Angka yang fantastis mengingat Khabib hanya bermain kurang dari 2 menit. Jumlah itu lebih dari cukup untuk membiayai Jaksa Pinangki operasi plastik berkali-berkali serta membeli banyak mobil Ferrari. Tapi seperti diketahui semua orang, meskipun Khabib memiliki banyak uang ia dikenal sangat jauh dari kemewahan. Ia jarang memamerkan gaya hidup mewahnya di media sosial. Keluarganya pun jauh dari sorotan kamera.

Khabib pun pernah menolak tawaran bernilai Rp1,4 T dari promotor Timur Tengah yang memintanya bertarung melawan Floyd Mayweather Jr.. Tentu ia menolak bukan karena takut melainkan karena ia ingin fokus di UFC. Ia pun sering mengatakan bahwa ia bertarung untuk gelar juara bukan untuk uang. Seharusnya sikap Khabib yang satu ini bisa dicontoh oleh para anggota dewan supaya tidak mudah tergiur kepada tawaran impostor investor.

Nah, itulah tadi 5 hal dari Khabib Nurmagomedov yang bisa ditiru. Ngomong-ngomong soal Khabib ternyata bukan hanya Rusia yang punya Khabib, Indonesia pun punya. Khabib, Khabib siapa asal Indonesia yang suka minggat dan tidak balik-balik?

Khabib Rizieq… Aaakkk!

Sumber gambar: Wikimedia Commons

BACA JUGA Rekomendasi Dukun yang Perlu Kamu Datangi Sebelum Ikut Tes CPNS

Baca Juga:  Tidak Semua Celaan Perlu Dibalas dengan Karya, Kawan

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
8


Komentar

Comments are closed.