Kekalahan Conor McGregor Adalah Bukti Kasih Sayang Tuhan – Terminal Mojok

Kekalahan Conor McGregor Adalah Bukti Kasih Sayang Tuhan

Artikel

Berita kekalahan Conor McGregor, petarung asal Irlandia, membuat saya lega sekali. Bukan karena dia kalah ya, bukan. Tapi, memang sudah seharusnya Conor mendapatkan karma atas perbuatannya. Attitude-nya itu, lho. Sudah sangat meresahkan umat.

Sekilas saja, laga UFC 264 pada Minggu (11/7) kemarin adalah bukti kekuatan Tuhan itu ada dan adil. Conor McGregor dikalahkan oleh Dustin Poirier, petarung asal Amerika, di akhir ronde pertama. Tangkisan dari Dustin membuat pergelangan kaki kiri alias engkel “The Notorious” patah. Balas dendam yang sempurna setelah sebelumnya, saat face off, Conor McGregor berusaha menendang dan nyaris menyentuh badannya.

Teknik check Dustin membawanya pada kemenangan. Conor McGregor tidak bisa melanjutkan pertarungan.

Di backstage, McGregor sok jadi jagoan, tapi di arena, dia tumbang juga. Benar kata guru ngaji saya: Tuhan itu nggak suka orang yang sombong. Liat tuh hasilnya.

Bagi saya, ini adalah kemenangan hebat melihat kenyataan Conor McGregor adalah petarung yang menyebalkan (versi saya). Bisa dilihat lewat gimmick-nya yang nggak ada akhlak sama sekali saat berhadapan dengan petarung lainnya. Dari dulu sampai sekarang.

Meski saya baru lihat kekalahannya di berita online, tetapi ada kepuasan tersendiri. Akhirnya kalah juga. Sepertinya Tuhan sedang memberikan pelajaran.

Kemangkelan saya sama si Gregor ini bukan tanpa sebab, tentu ada alasannya. Berikut karakter yang tidak saya sukai dan tidak perlu kita contoh sebagai atlet petarung seperti Conor McGregor.

Insiden penyerangan bus

Artem lobov, teman dekat Conor McGregor, saat itu sedang berseteru dengan Khabib Nurmagomedov, petarung asal Rusia. Sebagai teman yang baik, McGregor dan teman-temannya menyerang bus yang ditumpangi Khabib dan sang manajer dalam persiapan laga menghadapi Al Iaquinta di UFC 223. Namun, Khabib tidak menggubris itu.

Tentu tindakan tersebut amat sangat tidak profesional, bahkan terkesan kekanak-kanakan untuk seorang petarung profesional seperti Conor McGregor. Dan parahnya lagi, kejadian itu mengingatkan saya dengan kejadian Bonek versus Jakmania dulu, kurang lebih sama. Saling hantam-hantaman gitu.

Memukul orang tua

Suatu ketika McGregor mengunjungi seorang teman di sebuah bar dan berniat mentraktir semua yang ada di dalam bar tersebut. Tapi, salah satu orang tua berusia 50 tahun di bar tersebut menolak tawaran traktiran dari McGregor. Sebagai orang yang terkenal emosional, tentu saja ia marah besar, dong. Ia memukul orang tua tersebut dan terekam CCTV bar. Meski begitu, orang tua tersebut tetap tenang dan menikmati minuman di gelasnya setelah dipukul. Beberapa temannya kemudian menenangkan McGregor yang masih tersulut emosi.

Rekaman CCTV itu sontak menjadi kabar yang menghebohkan dunia di sekitarnya. Yaaa walaupun dalam proses hukum tidak segera ditangani, tapi secara sopan santun McGregor ini sudah keterlaluan sekali. Dia melawan sipil saja udah keliru, ha kok mukul orang tua yang ngombe tipis-tipis.

Penghinaan agama

Momen ini adalah puncak fiasco antara Conor McGregor dan Khabib Nurmagomedov. Selama persiapan pertarungan, McGregor mengolok-olok Khabib perihal agamanya. Ia menghina keluarganya yang Islam dengan bahasa verbal yang sama sekali tidak enak untuk didengar.

Tak cukup sampai di situ, Conor McGregor melanjutkan hinaan bodohnya dengan ujaran rasisme. Tanpa filter, dia menghina istri Khabib yang beragama Islam dan menyebut pelatih sekaligus ayah Khabib, Abdulmanap Nurmagomedov adalah seorang teroris.

Selain itu, Conor McGregor sempat menyodorkan alkohol kepada Khabib saat konferensi pers. Sebagai muslim yang taat tentu saja Khabib menolak. Tingkah Conor nggak ada bedanya sama jamet norak yang baru kenal miras. Ternyata Conor hanyalah mas-mas kabupaten biasa.

Dari situ saya bisa ambil kesimpulan bahwa, ternyata McGregor tidak seprofesional itu. Sikap arogan dan rasisnya itu yang tidak saya sukai. Saya sempat mengira tingkah emosinya adalah bagian dari personal branding saja. Sekadar promosi alias gimmick ala-ala selebgram wannabe.

Tapi, kalau bertindak rasis, tidak ada sopan santun, jadinya ya kurang ajar. Tingkat paling parah sampai melakukan tindak kriminal walau sebatas verbal. Dari segi manapun, dia memang bukan pribadi yang menyenangkan, bawaannya emosi terus kalo liat dia.

Kekalahannya saat melawan Dustin Poirier adalah pertanda ia juga manusia biasa. Tidak sempurna. Sebagai contoh, sewaktu melawan Khabib, Conor McGregor akhirnya tap out lewat teknik neck rank milik Khabib Nurmagomedov. Low kick McGregor tumbang juga dengan tangkisan ampuh teknik check dari Dustin Poirier.

Bisa dibilang bahwa akhirnya Tuhan mengulurkan tangannya kepada Conor McGregor, dan memberinya pelajaran. Kalau kalah gini, dia mungkin akan merevisi mulutnya sendiri yang sering offside. Ini masih untung dia cuma kalah dan patah engkel, kalau kariernya yang “dipatahkan”, gimana?

Sumber gambar: YouTube UFC Ultimate Fighting Championship

BACA JUGA 5 Pelajaran Hidup Super Inspiratif dari Khabib Nurmagomedov

Baca Juga:  4 Langkah untuk Mengurangi Penggunaan Plastik Pribadi
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.



Komentar

Comments are closed.