Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kediri Bukan Hanya tentang Simpang Lima Gumul

Ardi Setianto oleh Ardi Setianto
17 Mei 2020
A A
sambal tumpang simpang lima gumul

Kediri Bukan Hanya tentang Simpang Lima Gumul

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu bukan asli cah Kediri, mari jawab pertanyaan singkat ini, sebutkan satu nama/kata yang kamu tahu tentang Kediri selain Simpang Lima Gumul!

Krikkk.. Krikkk… Krikkkk…

Mungkin orang awam yang belum pernah ke Kediri bakal kesulitan menjawab, sedangkan sedikit orang mungkin ada yang menyebut Gudang Garam, atau juga para pencinta sepak bola menjawab Persik Kediri. Selain nama pabrik rokok yang populer di Indonesia dan nama klub kuda hitam pengoleksi 2 piala kasta tertinggi Liga Indonesia tersebut, percayalah, Kediri lebih dari itu. Setidaknya itu menurut saya, cah asli Kediri.

Berbicara Kediri tanpa membahas sejarah mungkin terasa hambar. Kota tertua ketiga di Indonesia ini akan genap berumur 1.141 tahun pada 27 Juli 2020 mendatang. Tanpa disadari, kita sudah mengenal nama Kediri lewat buku sejarah Sekolah Dasar (SD) tentang Bab Kerajaan Hindu, Budha, dan Islam di Indonesia.

Seingat saya, masa periode SD hingga SMP pada kurikulum KTSP pada pelajaran sejarah masih intens membahas Bab Kerajaan-Kerajaan di Indonesia. Nama Kediri semakin merasuk ke otak kita ketika dituntut harus menghafal nama-nama kerajaan beserta rajanya sebelum waktu ulangan tiba.

Tidak hanya perihal sejarah yang kita dapatkan dari bangku sekolah, mungkin kamu juga sempat mengenal Kediri lewat liputan atau tulisan yang membahas wisata, pendidikan, atau bahkan politik.

Sebagai kota terbesar ketiga di Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang, Kediri terlalu malu untuk mengejar kesohoran kedua nama kota besar di Jawa Timur tersebut. Jarak ini semakin jauh karena banyak faktor yang kurang dapat mendukung mobilitas Kediri untuk setidaknya mengejar dalam segi pembangunan, wisata, dan hiburan lainnya.

Terlepas dari itu semua, kota yang terkenal dengan tahu takwa (tahu kuning) ini tidak akan pernah protes terhadap kenyataan. Justru keadaan Kediri yang apa adanya ini menjadi tempat nyaman untuk menikmati hidup. Ya, menurut saya, Kediri terlampau nyaman sebagai tempat tinggal.

Baca Juga:

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

Patung Macan Putih, Ikon Wisata Baru Kediri yang Menarik Wisatawan

Kalimat yang saya tuliskan sebelumnya semakin menguatkan slogan Kediri Bersemi, akronim dari susunan kata bersih, menarik, dan indah. Bila harus menggunakan cocokologi untuk menerjemahkan tiga kata tersebut, saya rasa tidak begitu susah.

Bersih, hampir setiap tahun Kediri masuk sebagai peraih status Kota Adipura untuk kategori Kota. Apalagi dalam periode beberapa tahun terakhir, kota yang hanya terdiri dari 3 kecamatan ini mulai menyolek diri dengan menambah RTH (Ruang Terbuka Hijau). Merenovasi Taman Sekertaji yang lebih layak sebagai tempat umum semua golongan umur, membangun beberapa taman baru seperti Taman Brantas,Taman Jayabaya, dan Memorial Park, taman kontemporer berkonsep modern untuk mengenang jasa-jasa pahlawan.

Menarik, untuk mendeskripsikan kata ini, jujur saya cukup kewalahan. Karena menurut saya, cukup banyak hal menarik yang dapat diperbincangkan kalau mendengar nama Kediri. Menarik tentang sejarahnya, kulinernya, budayanya hingga mitosnya. Namun kali ini saya sedikit membahas tentang salah satu mitos Kediri yang sudah menjadi rahasia umum di Indonesia. Yaitu mitos tentang presiden lengser jika berkunjung ke Kediri. Ada yang baru pertama kali dengar tentang mitos ini?

Ya, sebagai salah satu kota senior di Indonesia, nilai mistis di Kediri masih cukup kental, bahkan sampai sekarang mitos tersebut masih ada yang meyakininya. Lengsernya Pak Soekarno, BJ Habibie, dan Gus Dur dikaitkan karena kunjungannya ke Kediri. Meski ada banyak faktor lain di balik lengsernya ketiga nama tersebut, setidaknya mitos ini masih menjadi topik hangat di tengah angin malam di pos kampling sebagian dusun di Kediri.

Mitos lengsernya presiden setelah berkunjung ke Kediri sedikit menipis ketika Pak Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan waktunya 2 kali berkunjung ke Kediri pada tahun 2007 dan 2014. Namun nihil kunjungan dari Pak Soeharto selama memerintah 32 tahun, Ibu Megawati selama 4 tahun, dan 2 periode Pak Jokowi selama masa tugas menjadikan mitos ini awet sebagai legenda.

Kata ketiga dari akronim “Bersemi” adalah indah. Secara geografis, Kediri adalah dataran rendah bercuaca sedang yang diapit oleh 2 gunung, Gunung Wilis dan Gunung Klotok di sisi barat dan Gunung Kelud di sisi timur. Saat pagi hari ketika cuaca cerah warga Kediri bakal disuguhi kokohnya Gunung Kelud, sedangkan pada sore hari, matahari tenggelam dengan elok di balik megahnya Gunung Wilis dan Gunung Klotok.

Selain diapit dua gunung, Kota Kediri juga terkenal sebagai jalur aliran Sungai Brantas. Sungai terpanjang di Jawa Timur ini memisah dua bagian kota Kediri. Untuk membedakannya, masyarakat Kediri biasa menyebutnya “kulon kali (barat sungai)” dan “etan kali (timur sungai)”. Secara penataan kota, Kediri bagian timur sungai menjadi pusat kota sedangkan bagian barat sungai menjadi daerah penyangga kota serta pusat pendidikan formal dan non formal, salah satunya adalah lokasi Pondok Pesantren terkenal di Indonesia, Pondok Pesantren Lirboyo.

Setelah membaca secuil fakta di atas, slogan Kediri Bersemi sungguh layak bukan?

Membahas suatu daerah juga kurang lengkap jika tidak memperkenalkan kuliner dan tempat wisata. Jujur, sebagai bocah asli Kediri, saya cukup wagu kalau ada teman yang ingin berkunjung ke Kediri untuk kebutuhan wisata, baik wisata keperluan liburan ataupun wisata kuliner. Meski tidak berstatus kota wisata, terlalu sedikitnya keberadaan tempat wisata di Kediri mungkin bisa dibilang berada di belakang kota-kota lain di Indonesia.

Meski begitu nama-nama tempat wisata seperti Monumen Simpang Lima Gumul, Gua Selomangleng, Gua Puhsarang, Sumber Air Ubalan, Air Terjun Dolo, dan Gunung Kelud terlalu sayang dilewatkan ketika berada di Kediri.

Selain tempat wisata keperluan liburan, Kediri juga mempunyai satu tempat tersohor untuk berwisata kuliner, yaitu sepanjang Jalan Dhoho. Jalan di pusat kota yang mengambil nama dari pusat pemerintahan Kerajaan Kediri (Dhaha) ini biasa disebut Malioboro-nya Kediri. Di sini, pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas Kediri salah satunya nasi pecel tumpang sambil menikmati alunan musisi jalanan ataupun sekadar membeli oleh-oleh khas Kediri seperti tahu takwa, stik tahu, hingga getuk pisang.

Di tengah kesibukan kota-kota lain menyolek diri untuk keperluan pariwisata, apa adanya Kediri justru semakin ngangeni bagi masyarakatnya, terutama untuk para perantau. Suasana nyaman dan damai yang disuguhkan Kediri membangun budaya neriman yang sulit ditemukan di kota-kota besar.

Mungkin, Gusti Pangeran sudah menakdirkan Kediri seperti ini. Menukil quote legendaris milik Martinus Antonius Waselinus (M.A.W) Brouwer untuk Bumi Pasundan, izinkan saya sedikit menyuntingnya untuk kota kelahiran saya.

“Kediri lahir ketika Tuhan bingung mendeskripsikan kata nyaman.”

BACA JUGA Bulan Puasa Gini Enaknya Nyinyirin Dinasti Bupati Kediri atau tulisan Ardi Setianto lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 17 Mei 2020 oleh

Tags: kedirisimpang lima gumul
Ardi Setianto

Ardi Setianto

Manusia biasa yang menolak untuk merasa cukup pintar. Masih dalam perjalanan panjang memperbaiki cara membaca situasi dan cara menuliskan perasaan.

ArtikelTerkait

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Anggapan Sesat Seputar Kampung Inggris Pare yang Beredar di Masyarakat. Kamu Masih Percaya Nomor Berapa? kediri

Kampung Inggris, 2 Kata Lucu yang Membuat Pare Kediri Mengalami Krisis Identitas

2 Juni 2025
6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh Terminal Mojok

6 Kuliner Kediri dengan Nama Unik yang Bisa Dijadikan Oleh-oleh

27 Juli 2022
kediri kudus bojonegoro mitos presiden mojok.co

3 Kota Terlarang untuk Dikunjungi Presiden Indonesia

14 September 2020
Mitos Jangka Jayabaya: 5 Ramalan yang (Katanya) Terjadi dan Sengkarut Sejarahnya

Mitos Jangka Jayabaya: 5 Ramalan yang (Katanya) Terjadi dan Sengkarut Sejarahnya

17 September 2023
Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Cocok Hidup di Daerah Ini Mojok.co surabaya

Bertahun-tahun Merantau di Kediri Bikin Saya Sadar, Nggak Semua Orang Bisa Cocok Hidup di Daerah Ini

19 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya Mojok.co

Terima Kasih PO Sudiro Tungga Jaya Rute Surabaya-Ngawi Sudah Banyak Berjasa di Rumah Tangga Saya

4 Juni 2026
4 Saran dari Warlok Jogja untuk Para Pendatang Biar Cepet Betah (Unsplash)

Sebagai Warga Jogja, Saya Punya Empat Permintaan Kecil untuk Pendatang agar Bisa Beradaptasi dengan Baik

8 Juni 2026
Kebiasaan di Hajatan Pedesaan yang Nggak Masuk Akal kondangan jawa tengah

Orang yang Menggelar Hajatan hingga Menutupi Jalan Umum Patut Dibenci, Bikin Susah!

7 Juni 2026
Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas Terminal

Debu Jalur Pantura Kendal Makin Meresahkan Pengendara Motor, Sebaiknya Sedia Masker kalau Nggak Mau Sesak Napas

9 Juni 2026
5 Kuliner Malang yang Jarang Disantap Warga Lokal, bahkan Dihindari Mojok.co

Malang Dingin Itu Seharusnya Wajar, tapi Kini Justru Jadi Anomali

3 Juni 2026
Pustakawan Membela iPusnas yang Layanannya Dikeluhkan Banyak Orang Mojok.co

Pustakawan Membela Layanan iPusnas yang Dikeluhkan Banyak Orang

8 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.