Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kebumen, Kabupaten yang Cantiknya Keterlaluan tapi Nggak Bisa Menjual Dirinya Sendiri

Alifia Putri Nur Rochmah oleh Alifia Putri Nur Rochmah
27 April 2026
A A
Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Kebumen Itu Cantiknya Keterlaluan, tapi Nggak Bisa Jual Diri (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu pernah naik kereta dari Jakarta ke Jogja, ada momen di mana kondektur mengabarkan kereta sudah sampai Kebumen. Namun, hampir tidak ada penumpang yang bergerak. 

Seakan-akan, penumpang melewatkan Kebumen seperti koma dalam kalimat panjang. Padahal, kalau mau jujur, Kebumen adalah salah satu kabupaten paling “lengkap” di Jawa Tengah. 

ADVERTISEMENT

Namun memang, di mata saya, kelengkapan itu justru menjadi masalah tersendiri. Mau gimana, terlalu banyak hal bagus untuk saya rangkum. Nah, izinkan saya berusaha merangkum supaya pembaca tahu bahwa kabupaten ini cantiknya keterlaluan.

BACA JUGA: 7 Kebiasaan Orang Kebumen yang Terlihat Aneh bagi Pendatang, tapi Normal bagi Warga Lokal

#1 Kebumen punya segalanya, tapi tidak punya satu hal yang cukup “receh” untuk dibicarakan

Coba pikir. Kalau saya menyebut Purwokerto, lawan bicara saya langsung akan membayangkan mendoan atau sroto. Kalau Magelang, teman saya ingat Borobudur. Tapi kalau Kebumen? Kawan saya manggut-manggut sambil berpikir keras. 

“Oh iya, yang pantainya bagus itu ya?” Benar, tapi tidak cukup.

Kebumen punya Geopark Karangsambung-Karangbolong yang luasnya sekitar 543 kilometer persegi dan mencakup 117 desa di 12 kecamatan. Kawasan ini juga sudah mendapat pengakuan sebagai Geopark Nasional, bahkan pada 2024 meraih predikat Geopark Nasional Terbaik dalam ajang ABBWI. 

Ini bukan sekadar kumpulan batuan cantik untuk latar foto. Karangsambung adalah salah satu tempat paling penting di Jawa untuk membaca sejarah geologi, karena di sini tersingkap batuan tua yang merekam proses panjang pembentukan Pulau Jawa. 

Baca Juga:

Kebumen yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Kini Diam-Diam “Naik Kelas” Jadi Makin Diperhitungkan

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Kalau kamu mau belajar sejarah bumi secara langsung, nah tempat ini bakal cocok. Sayangnya, belum banyak orang yang benar-benar tahu. Kurang promosi banget.

#2 Pantainya banyak, dan semuanya belum diobrak-abrik komersialisasi

Di selatan Kebumen, ada deretan pantai yang membentang dari timur ke barat. Misalnya seperti Pantai Rowo, Pantai Petanahan, Pantai Suwuk, Pantai Karangbolong, Pantai Menganti, sampai Pantai Logending di kawasan Ayah. 

Setiap pantai punya karakternya sendiri. Karangbolong, punya tebing karang dengan lubang di tengahnya, seperti sebuah pintu bagi ombak Samudra Hindia. Kalau Pantai Menganti, punya bukit hijau yang menjorok ke laut, dengan pemandangan yang kalau ada di Eropa mungkin sudah sering masuk majalah perjalanan.

Tapi, Kebumen tidak ada di sampul “National Geographic”. Kebumen ada di papan petunjuk jalan yang kadang orang lewati tanpa sempat menoleh.

Bukan berarti tidak ada wisatawan yang datang. Pada 2025, kunjungan wisata ke tetap tinggi. Bahkan, pada periode Januari sampai Agustus 2025, wisatawan lokal yang melewati Kebumen mencapai 2,77 juta perjalanan. 

Tapi, mari kita membandingkannya dengan gegap gempita promosi daerah lain. Kebumen tetap terasa tenang dalam menjalani hidupnya. Tenang, sampai kadang terkesan tidak terlalu peduli dengan dirinya sendiri.

#3 Kabupaten kreatif yang banyak yang tidak tahu

Pada 2022, pemerintah menetapkan Kebumen sebagai Kabupaten Kreatif Indonesia di bidang film, animasi, dan video. Ini bukan gelar kosong. Komunitas kreatif anak muda dan gerakan lokal memang tumbuh secara serius.

Tapi, coba tanya pada teman-temanmu. Apakah ada yang tahu? Hampir pasti tidak.

Sementara itu, daerah lain yang punya satu event tahunan sudah cukup untuk masuk berita nasional. Kebumen mendapat gelar kreatif resmi dari pemerintah, dan itu terasa seperti pohon yang jatuh di hutan tanpa ada yang mendengarnya.

Ini bukan salah Kebumen sepenuhnya, tapi masalah narasi. Kabupaten ini tidak punya satu cerita tunggal yang mudah dijual. Tidak ada satu ikon yang langsung “klik” di kepala orang. 

Yang ada justru terlalu banyak geopark, pantai, goa, curug atau air terjun, batik, sarang burung walet, lanting sebagai camilan khas, gula kelapa, dan jenitri yang diekspor sampai ke India. Kebumen itu seperti orang yang terlalu berwawasan untuk dijelaskan dalam satu kalimat perkenalan.

BACA JUGA: Kebumen Layak Jadi Ibu Kota Provinsi, asalkan Memperbaiki Beberapa Hal yang Bikin Tercoreng Citranya

#4 Masalahnya bukan Kebumen kurang menarik

Daerah yang berhasil dikenal luas biasanya punya promosi yang cukup berani, lebih dramatis, dan sering muncul di ruang publik. Kebumen tidak selalu memilih cara itu. 

Warganya ramah, tanahnya subur, pantainya indah, dan geologinya istimewa. Namun, menurut saya, promosinya masih sangat kurang dan terlalu datar.

Tidak ada yang salah dengan strategi itu. Namum, hasilnya, Kebumen gagal masuk ke dalam percakapan nasional. 

Ada yang melihatnya sebagai kabupaten yang kalah populer, hanya karena tidak punya mall besar atau gedung pencakar langit. Seolah ukuran kemajuan daerah cuma soal seberapa padat betonnya.

Kebumen lebih sering tertinggal dalam hal yang kemampuan untuk menjual dirinya sendiri. Mungkin sudah waktunya kita bicara lebih keras, sebelum pantai-pantainya yang masih tenang itu semakin ramai, dan kita menyesal datang terlambat untuk menikmatinya dalam suasana yang pelan, cantik, dan tanpa ribut.

Penulis: Alifia Putri Nur Rochmah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2026 oleh

Tags: Geopark Kebumenjawa tengahKabupaten KebumenKebumenpantai di kebumenpantai karangbolongPantai LogendingPantai MengantiPantai PetanahanPantai RowoPantai Suwukrekomendasi pantai kebumen
Alifia Putri Nur Rochmah

Alifia Putri Nur Rochmah

Penulis kelahiran Kebumen. Anak Ekonomi Pembangunan UNS yang lebih tertarik pada cerita di balik data. Berpengalaman sebagai content writer dan content creator, gemar berkelana ke tempat-tempat baru, dan menulis tentang apa saja dari yang serius sampai yang receh.

ArtikelTerkait

Semarang dan Segala Isinya yang Menyiksa Mahasiswa Cikarang (Unsplash)

Bagi Orang Cikarang, Kuliah di Semarang Bisa Sangat Menyiksa meski Akhirnya Jadi Cinta Mati

29 Februari 2024
Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

Jalur Tengkorak Karanganyar-Gombong Dianggap Berbahaya karena Mistis, padahal Memang Kondisi Jalannya Aja yang Buruk

26 September 2025
Banjarnegara Masuk Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Masih Punya Desa Merden yang Bisa Dibanggakan

Banjarnegara Masuk Kabupaten Termiskin di Jawa Tengah, tapi Masih Punya Desa Merden yang Bisa Dibanggakan

9 Agustus 2024
Stasiun Kota Tegal itu Romantis, Sayang Dikorupsi

Stasiun Tegal itu Romantis, Sayang Dikorupsi

26 Mei 2023
Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Temanggung Adalah Kecamatan Ngadirejo Bukan Kedu

Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Temanggung Adalah Kecamatan Ngadirejo, Bukan Kedu

20 Maret 2024
Pecinan Semarang ketika Imlek Menjadi Milik Bersama (Unsplash)

Menikmati Indahnya Imlek lewat Keragaman dan Kekayaan Budaya di Kawasan Pecinan Semarang

10 Februari 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri Terminal

Pengalaman Pahit Punya Usaha Laundry, Karyawan Banyak Drama hingga Pelanggan Tak Tahu Diri

24 Juni 2026
Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya Mojok.co

Masuk UIN Saizu Purwokerto yang Saya Benci setelah Ditolak Kampus Impian Bukanlah Akhir dari Segalanya

22 Juni 2026
5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

5 UMKM Klaten yang Sukses Berdampak dan Menginspirasi Anak Muda

24 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi itu hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

Saat ini, Rumah dan Tanah yang Dianggap sebagai Aset Bernilai Investasi Itu Hanya Benda Mahal yang Susah Dijual

24 Juni 2026
Cara Licik Mahasiswa Mengerjakan Skripsi Full Pakai ChatGPT, Dosen Pembimbing Wajib Tahu Ciri-cirinya biar Nggak Sampai Dibohongi!

Skripsi Memang Nggak Layak Jadi Satu-satunya Syarat Lulus untuk S1

22 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.