Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kata Siapa Jadi Contact Person (CP) Sebuah Acara Itu Enak? Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra!

Hypatia Sabti Abdullah oleh Hypatia Sabti Abdullah
17 Juli 2021
A A
Kata Siapa Jadi Contact Person CP Sebuah Acara Itu Enak, Justru Stok Sabarnya Harus Ekstra terminal mojok
Share on FacebookShare on Twitter

Selain menunggu antrean, kesabaran juga bisa dilatih dan diuji dengan menjadi contact person (CP) sebuah acara, percayalah. Pengalaman beberapa kali menjadi orang yang ditunjuk sebagai CP membuat saya geleng-geleng kepala betul. Pasalnya, tantangan dan permasalahan krusialnya dari zaman es kepal Milo sampai boba brown sugar tetap sama, yaitu menguji kesabaran.

Sebetulnya banyak sekali potensi kerawanan yang dihadapi seorang CP, mulai dari chat penipuan dengan bukti transfer palsu, dimodusin stranger, dimarahin atau kena amuk peserta. Dan pada akhirnya, penamaan nomor kita jika dilihat di aplikasi Getcontact itu sungguh lucu. Bayangkan nama indah kita tiba-tiba berubah dengan sebutan Webinar KDRT, CP OPREC, Konser, Mbak Webinar, Mas Podcast, dan masih banyak lagi.

Selain potensi kerawanan, menjadi CP juga mempunyai banyak pantangan. Misal dilarang slow response, dilarang judes, harus ramah serta informatif, dan tak lupa dilarang capek mengetik dan nggak boleh bosan menjawab pertanyaan yang sama dan terus berulang. Fix ini CP rasa calon pengantin, banyak sekali pantangannya.

Sesekali saya bertanya-tanya ketika jadi CP dengan melihat fenomena yang ada, orang-orang ini memang darurat membaca atau sengaja mengeksploitasi tugas dan memaksimalkan peran CP, sih? Kalau dilihat-lihat kok ya beda tipis. Pertama dan utama yang perlu diketahui, tugas inti seorang CP adalah penghubung antara peserta dengan pihak penyelenggara, jelas tujuannya adalah memberikan kemudahan ketika terjadi misinfomasi.

Pernah suatu waktu saya menjadi CP Open Recruitment sebuah organisasi kepemudaan daerah. Bisa-bisanya ada peserta yang nge-chat nanyain syarat dan ketetentuan pendaftar. Kemudian ada juga yang tanya lagi perihal deadline pendaftaran, dan itu nggak satu dua orang yang bertanya, melainkan banyak. Ya Allah, ya Tuhan, itu semua kan keterangannya sudah ada di flyer tempat si peserta tersebut mengetahui nomor saya untuk dihubungi, kenapa nggak dibaca dulu semua? Kenapa???!!!

Idealnya panduan singkat sebelum memutuskan menghubungi CP untuk menanyakan suatu hal ialah baca dulu baru bertanya, jangan malah dibalik. Pihak penyelenggara ketika mengadakan acara pun sudah pasti berupaya menyajikan informasi yang mudah dipahami melalui sebaran pamflet atau flyer, bila perlu disertai file panduan yang memuat segala informasi yang dibutuhkan peserta secara menyeluruh.

Dari sebaran informasi tersebut hendaknya dibaca dan dicermati baik-baik dulu semuanya, baru kemudian kalau ada yang nggak dipahami atau terjadi multitafsir monggo baru ditanyakan ke CP. Jangan sampai jawaban yang kita butuhkan sebenarnya sudah tersaji dan terpampang nyata ada di flyer tersebut, itu sia-sia dan buang-buang waktu kayak nge-chat gebetan. Sudah tahu jawabannya kalau doi nggak tertarik dengan cara mengabaikan pesan kita, tapi masih saja kita nge-chat terus-terusan. Yah, nggak apa-apa lah, namanya juga usaha.

Beberapa pihak penyelenggara acara juga biasanya menyediakan fitur FAQ (Frequently Asked Questions) baik di Instagram maupun di website, fitur ini berisi kumpulan daftar pertanyaan yang sering ditanyakan. Selain meringankan tugas CP, FAQ juga memberi kemudahan para peserta dalam mengakses informasi terkait acara. Namun, faktanya banyak yang nggak memaksimalkan kegunaan fitur tersebut. Ternyata di era informasi serba cepet begini dalam hal memanfaatkan kemudahan pun masih kesulitan, kecanggihan fitur dalam mengakses informasi yang nggak dibarengi dengan cermatnya diri dalam menerima informasi.

Baca Juga:

Organisasi Karang Taruna Nyatanya Tak Lebih dari Pelengkap Acara Hajatan dan Ladang Cari Suara Politik

Mempertanyakan Relevansi Karang Taruna di Masa Kini

Tentu nggak melupakan fungsi CP yang mana memang sebagai sumber informasi. Bahkan seorang CP bisa menjadi representasi pihak penyelenggara di hadapan peserta, terutama dari segi pola komunikasinya. Tapi greget dan gemes juga ketika melihat peserta yang nggak membaca cermat terlebih dulu sebelum bertanya. Bahkan seorang CP biasanya menyediakan template jawaban untuk mengantisipasi banyaknya pertanyaan yang masuk dengan inti pertanyaan yang sama.

CP itu nggak ada gajinya, Gaes, jadi tolong kalau bisa beban kerjanya jangan ditambahin. Kasihan, wqwqwq. Kecuali kalau jadi tim Helpdesk CPNS 2021, segala pertanyaan dan keluhan bisa diajukan dan ada jawaban serta solusinya, dibayar negara pula. Nah, kalau kamu mau menguji tingkat kesabaran pacarmu, cukup suruh dia jadi CP sebuah acara kemudian lihat apa yang terjadi. Selamat mencoba~

BACA JUGA Pembelaan Atas Stigma Orang Tua yang Menyekolahkan Anaknya di Pondok Pesantren dan tulisan Hypatia Sabti Abdullah lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: contact personorganisasipendidikan terminalsabar
Hypatia Sabti Abdullah

Hypatia Sabti Abdullah

Mahasiswa biasa saja. Instagram: @hypatiasabtiabdullah, Twitter: @hypatiasabtiabd.

ArtikelTerkait

cinderella complex mojok

Cinderella Complex: Sindrom yang Muncul dari Salah Pola Asuh

2 Juli 2021
Barang-barang Generasi 2000-an yang Bikin Kamu Terlihat Keren Saat Sekolah Dasar terminal mojok.co

Barang-barang Generasi 2000-an yang Bikin Kamu Terlihat Keren Saat Sekolah Dasar

1 Juli 2021
ereveld makam korban perang belanda jogja sulitnya cari makam kuburan mojok

Mengenal Ereveld, Area Pemakaman Orang Belanda yang Jadi Korban Perang di Indonesia

29 Mei 2021
program vaksinasi di kampus kuliah offline mojok

Program Vaksinasi di Kampus, Langkah Ampuh Mewujudkan Kuliah Tatap Muka

2 Agustus 2021
4 Opsi Pekerjaan biar Dapat Pemasukan sambil Kuliah terminal mojok.co

Menyoal Kuliah: Mau Ambisius Apa Chill Aja Ya?

26 Agustus 2019
suka duka KRS mojok

Di Kampus Saya, Waktu KRS Adalah Waktu Penuh Drama yang Menggemaskan

27 Juli 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

Stasiun Slawi, Rute Tersepi yang (Masih) Menyimpan Kenangan Manis

15 Januari 2026
Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja Mojok.co

Alasan Lupis Legendaris Mbah Satinem Jogja Cukup Dikunjungi Sekali Aja

16 Januari 2026
Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

Panduan Tidak Resmi Makan di Angkringan Jogja agar Tampak Elegan dan Santun

13 Januari 2026
3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali Mojok.co

3 Alasan Mitsubishi Outlander Sport Tidak Pantas Disuntik Mati dan Harus Diproduksi Kembali

19 Januari 2026
Motor Supra, Motor Super yang Bikin Honda Jaya di Mata Rakyat (Sutrisno Gallery/Shutterstock.com)

Tanpa Motor Supra, Honda Tidak Akan Menjadi Brand Motor Terbaik yang Pernah Ada di Indonesia

16 Januari 2026
Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg Mojok.co

Alasan Orang Luar Jogja Lebih Cocok Kulineran Bakmi Jawa daripada Gudeg

17 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • Lupakan Alphard yang Manja, Mobil Terbaik Emak-Emak Petarung Adalah Daihatsu Sigra: Muat Sekampung, Iritnya Nggak Ngotak, dan Barokah Dunia Akhirat
  • Istora Senayan Jadi Titik Sakral Menaruh Mimpi, Cerita Bocah Madura Rela Jauh dari Rumah Sejak SD untuk Kebanggaan dan Kebahagiaan
  • Indonesia Masters 2026 Berupaya Mengembalikan Gemuruh Istora Lewat “Pesta Rakyat” dan Tiket Terjangkau Mulai Rp40 Ribu
  • Nasib Tinggal di Jogja dan Jakarta Ternyata Sama Saja, Baru Sadar Cara Ini Jadi Kunci Finansial di Tahun 2026
  • Mahasiswa di Jogja Melawan Kesepian dan Siksaan Kemiskinan dengan Ratusan Mangkuk Mie Ayam
  • Beasiswa LPDP 80 Persen ke STEM: Negara Ingin Membuat Robot Tanpa Jiwa?

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.