Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Mempertanyakan Aturan Jam Malam Kalau Lagi Rapat Proker Organisasi

Akbar Malik Adi Nugraha oleh Akbar Malik Adi Nugraha
28 April 2020
A A
jam malam

Mempertanyakan Aturan Jam Malam Kalau Lagi Rapat Proker Organisasi

Share on FacebookShare on Twitter

Seperti organisasi mahasiswa pada umumnya, Organisasi Rohani Islam (selanjutnya disingkat rohis) punya kebiasaan rapat atau diskusi membahas program kerja, kita biasa menyingkatnya proker. Dalam keadaan diselimuti wabah seperti ini, semua organisasi mahasiswa kelabakan; mikir gimana timeline proker; dana rektorat untuk proker; proker bisa terlaksana atau nggak. Meskipun di tengah ketidakpastian seperti ini banyak anak organisasi masih ambis bahas proker (via rapat online) meskipun belum tentu berjalan.

Saya yang pengurus rohis fakultas di kampus tidak mau ketinggalan ambis dengan teman-teman yang lain. Malu juga kalau teman-teman sesama pengurus masih semangat, sedangkan diri sudah loyo duluan akibat adanya pandemi. Bukan karena kena corona, tapi ya mager saja.

Perencanaan strategis dan teknis tetap kami bicarakan di setiap rapat; kapan waktu pelaksanaannya; timeline kegiatan panita; deadline tugas setiap divisi; dan tetek-bengek lain untuk mempersiapkan acara. Sekali lagi, sebenarnya saya mager, tapi teman-teman yang lain tetap mendesak saya untuk tetap berkontribusi. Lha wong saya ketua panitianya, katanya.

Dalam suatu rapat, karena rapat diadakan di malam hari bakda tarawih, salah satu anggota saya mengingatkan bahwa jangan sampai melewati jamal alias jam malam. Ya, kami anak rohis punya ketentuan bahwa obrolan di grup harus berhenti ketika waktu sudah mencapai jam malam (pukul berapanya hasil kesepakatan kami). Kebiasaan itu kami dapatkan dari warisan kakak tingkat pengurus, untuk menjaga batasan antara ikhwan dan akhwat. Bahasa yang mereka pakai adalah: agar ahsan saja, katanya. Saya, dulu, ngangguk-ngangguk saja, percaya dan yakin bahwa itu adalah suatu kebaikan dan kebiasaan yang harus dijaga.

Sekarang, ketika sudah menjadi pengurus inti, tanggung jawab dan peran lebih tinggi juga banyak, saya mulai mempertanyakan kebiasaan itu.

Sebenarnya, seurgent apa jam malam itu? Apakah kalau diskusi atau membahas proker melebihi jam malam kami para pengurusnya akan saling kirim pesan dengan emot-emot yang kurang pantas antar-pengurus? Atau obrolan di grup akan beralih ke ke obrolan personal dan membicarakan sesuatu di luar kepentingan di organisasi? Atau, ketika sudah melebihi jam malam kami para pengurus akan berubah kepribadian menjadi cabul dan bertindak melakukan sesuatu yang vulgar? Apakah semakin malam kecerdasan spiritual seseorang akan menurun alias kesalehannya berkurang? Sampai detik ini, saya belum mendapat penjelasan yang jelas mengenai itu. Entah hati saya yang keras, atau pemahaman mereka yang tidak masuk logika saya. (Para suhu aktivis rohis di manapun Anda berada, kalau saya keliru, mohon luruskan.)

Di saat pembahasan mengenai proker belum selesai, juga mengingat proker yang akan kami laksanakan cukup penting, tapi waktu sudah menunjukkan jam malam, akan ada insan-insan yang sangat taat aturan memberitahu, “Udah jam malam. Mungkin bisa dilanjut besok.”

Terkadang, hal itu terjadi ketika pembahasan sedang dalam puncak diskusi alias sedang hangat-hangatnya. Saya ingin menyela dan meminta tambahan waktu, ibarat pertandingan final sepak bola ketika sudah dekat kotak penalti wasit malah meniup peluit. Protes, dong? Dan sudah diduga, seperti biasanya, suara-suara pemberontak seperti saya hanya akan jadi minoritas.

Baca Juga:

Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

Organisasi Karang Taruna Nyatanya Tak Lebih dari Pelengkap Acara Hajatan dan Ladang Cari Suara Politik

Mungkin, husnuzan saya, para aktivis rohis menentukan jam malam agar rapat atau diskusi tidak sampai larut malam. Juga menghindari obrolan ngalor-ngidul yang tidak terlalu penting menghiasi percakapan di grup sampai malam. Mungkin mereka ingin segera beristirahat untuk bersiap salat di sepertiga malam, dan agar salat subuhnya tidak telat. Atau, sebelum tidur mereka ingin mengisi waktu dengan tilawah Al-Quran, agar waktunya selalu diisi dengan ibadah. Mungkin seperti itu.

Perihal rapat membahas “proker dakwah” untuk “kebaikan umat” mungkin tidak mengapa ditunda sampai besok, karena masih ada waktu. Yang penting obrolan ditutup dulu saja, demi menjaga ke-ahsan-an grup dan organisasi.

BACA JUGA Meluruskan Soal Lembaga Dakwah Kampus (LDK) yang Sering Disebut Sarang Radikalisme atau tulisan Akbar Malik Adi Nugraha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 15 Juni 2022 oleh

Tags: ide progresifjam malamorganisasiprogram kerja
Akbar Malik Adi Nugraha

Akbar Malik Adi Nugraha

Mahasiswa Universitas Diponegoro

ArtikelTerkait

Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

Sarjana Lulus Kuliah Nggak Harus Cari Kerjaan Enak, Jadi Ketua Karang Taruna pun Nggak Ada Salahnya

18 Desember 2023
Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

Pengalaman Bertahan Hidup Selama KKN dengan Iuran Rp300 Ribu: Proker Bisa Tetap Jalan meski Dompet Pas-pasan

25 Agustus 2025
Teruntuk Kaum Rebahan, Mari Kita Hilangkan Mental 'Ah Gampang, Bisa Diatur'

Teruntuk Kaum Rebahan, Mari Kita Hilangkan Mental ‘Ah Gampang, Bisa Diatur’

5 Januari 2020
KKN itu Pengabdian Masyarakat, Bukan Menjilat Kelurahan (Unsplash) mahasiswa KKN, KKN di kota

Mahasiswa KKN Itu Hanyalah Manusia Biasa yang Sedang Belajar, Bukan Juru Selamat yang (Bisa) Menyelesaikan Masalah Desa Kalian!

25 Juli 2024
divisi perlengkapan

Panitia Kegiatan yang Paling Capek itu Divisi Perlengkapan

19 Agustus 2019
4 Opsi Pekerjaan biar Dapat Pemasukan sambil Kuliah terminal mojok.co

Menyoal Kuliah: Mau Ambisius Apa Chill Aja Ya?

26 Agustus 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

Pintu Tol KM 99 Cipularang, Pemberi Berkah bagi Warga Purwakarta: Mobilitas Makin Mudah, Akses Pendidikan Makin Luas

15 Mei 2026
6 Pelatihan untuk Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial Mojok.co

6 Pelatihan bagi Awardee LPDP yang Lebih Penting Dibanding Pembekalan dari TNI, Ada Academic Writing hingga Literasi Finansial 

11 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Gresik Ternyata Bisa Bikin Arek Surabaya Kaget (Wikimedia Commons) sidoarjo

Hunian di Gresik dan Sidoarjo Memang Murah, Tapi Sulit Wira-wiri: Jauh ke Mana-Mana, Bikin Bosan dan Stres

12 Mei 2026
Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas” Terminal

Alumni UT Nggak Ribut Soal Almamater, Tahu-tahu Hidupnya “Naik Kelas”

11 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.