Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
19 Juli 2024
A A
Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya

Kasta Sate Nusantara dari yang Paling Enak sampai yang Kurang Sedap, Sate Bumbon Kendal Jelas Juaranya (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sate jadi salah satu warisan budaya kuliner yang sangat dinikmati masyarakat Indonesia. Saking menikmatinya, masyarakat tiap daerah di Indonesia punya versinya masing-masing. Mengutip dari Kompas.com, pakar kuliner Universitas Gajah Mada, Murdijati Gardjito mengatakan bahwa Indonesia punya 252 ragam sate Nusantara yang tersebar di berbagai daerah.

Selaku orang yang akrab dengan irisan daging kecil-kecil yang ditusuk dan dipanggang ini, saya sendiri punya preferensi tersendiri terkait rasa sate yang paling enak dan yang nggak enak. Sekali lagi, ini preferensi saya yang sudah mencicipi banyak hidangan sate ketika kunjungan kerja dulu di berbagai daerah. Kali ini saya akan menjabarkannya satu per satu beserta keunggulan dan kekurangannya.

#1 Sate bumbon khas Kendal

Peringkat pertama sate Nusantara paling enak saya berikan kepada sate bumbon. Mungkin masakan satu ini kurang familier bagi banyak orang lantaran nggak sepopuler sate Madura, Padang, atau bahkan maranggi. Ini adalah kuliner khas Kendal yang punya racikan bumbu rempah yang kuat sehingga menciptakan cita rasa berbeda daripada hindangan lainnya.

Kuliner satu ini biasanya menggunakan daging sapi atau kambing. Setelah dipotong dadu, daging kemudian dilumuri dengan berbagai bumbu rempah yang sudah ditumbuk, yakni jahe, kemiri, bawang, ketumbar, cengkeh, kayu manis bubuk, merica, jintan hitam, dan beberapa bumbu rempah lainnya. Selain itu, di beberapa versi juga ditambahkan larutan air asam.

Daging sapi dimarinasi dengan campuran berbagai rempah tersebut selama 30-40 menit. Setelah itu barulah dibakar dan bisa dinikmati bersama bumbu kacang atau sambal kecap manis.

Kenikmatan kuliner khas Kendal ini sangat unik karena memiliki cita rasa yang nggak monoton. Rempah yang sudah menyatu dengan daging dipadukan dengan rasa manis bumbu yang menawarkan rasa berbeda. Ya gimana, daging yang dibakar bersama rempah-rempah bikin nagih aja gitu.

Sayangnya, dalam proses pembuatannya, sate Nusantara yang satu ini ribet, butuh usaha berlebih dan waktu yang lama. Sehingga berbahaya bagi orang yang rese ketika lapar.

#2 Sate maranggi

Peringkat kedua sate Nusantara saya memilih maranggi. Kuliner satu ini berasal dari Purwakarta dengan rasa yang bagi saya seperti versi yang lebih simple dari sate bumbon Kendal. Sebenarnya kuliner satu ini sama enaknya dengan sate bumbon.

Baca Juga:

Pro Tips Bikin Sate Taichan Jadi Lebih Enak: Sebuah Usaha Menghapus Cap Makanan Nggak Jelas dari Jidat Sate Taichan

Sisi Gelap dari Kemiripan Nama Purwokerto dan Purwakarta yang Bikin Pusing

Diolah bersama bumbu rempah yang lebih sedikit seperti jahe, lengkuas, ketumbar, bawang putih, bawang merah, dan bumbu lainnya, kuliner ini menawarkan cita rasa yang kaya. Sama halnya dengan sate bumbon, sate maranggi juga bisanya menggunakan daging sapi atau domba.

Yang membedakan kuliner Purwakarta ini dari sate Nusantara lainnya adalah penggunaan racikan saus kecap yang ditaburkan saat setelah selesai dipanggang. Bagi saya campuran kecap, bawang, tomat, cabai, serta garam bikin kuliner ini jadi terasa sangat segar. Terlebih dipadukan dengan daging yang sebelumnya sudah dimarinasi dengan bumbu-bumbu rempah sederhana.

Sama halnya dengan sate bumbon, cara pembuatan kuliner khas Purwakarta ini juga sedikit ribet sehingga butuh kesabaran lebih sebelum menyantapnya.

#3 Sate ayam Madura

Peringkat ketiga sate Nusantara dari yang paling enak sampai kurang sedap adalah sate ayam Madura. Siapa yang nggak tahu soal kuliner satu ini coba. Kuliner yang menjadi raja jalanan karena sering dan mudah sekali ditemukan di pinggir jalan ini saya tempatkan di urutan ketiga bukan karena nggak enak, tapi ya karena ada yang lebih enak dan jarang ditemui saja.

Ketika ingin makan sate yang cepat dan mudah ditemukan, kuliner yang identik dengan Madura ini tentu jadi pilihan utama. Penjual yang mahir akan membuat hidangannya tak hanya mengandalkan rasa manis dari saus kacangnya, tapi juga rasa gurih manis dari daging ayam yang dipanggang olehnya.

Tapi karena sering dijumpai, rasa kuliner satu ini jadi terkesan membosankan dan monoton. Cocoknya nggak dimakan sering-sering juga karena bisa bikin jerawatan. Kacang konon bikin jerawat, iya nggak, sih?\

#4 Sate kere

Dari namanya, sate Nusantara satu ini kok kayaknya aneh gitu, ya. Nama makanan kok kere. Padahal kalau zaman dulu makanan ini identik sebagai makanan kaum priyayi dan bangsawan.

Akan tetapi justru karena itulah muncul hidangan ini. Kuliner satu muncul sebagai upaya orang kelas bawah dan abangan untuk tetap merasakan kelezatan irisan daging yang ditusuk dan dipanggang. Meski bahan dasarnya dari ampas tahu atau tempe gembus, rasa makanan satu ini nggak aneh dan masih bisa dinikmati. Konon, kuliner satu ini berasal dari Solo.

Saya sendiri dulu sering makan kuliner satu ini di sekolah. Dan menurut saya rasanya enak, nggak kalah dari sate Nusantara lainnya yang berbahan dasar daging. Kekurangannya memang terletak pada rasanya yang dominan manis, jadi bisa bikin enek.

#5 Sate taichan

Peringkat kelima saya masukkan ke dalam kategori kuliner yang nggak jelas dan nggak enak. Mohon maaf, tapi kuliner satu ini saya tempatkan di peringkat lima dan saya anggap merepresentasikan “sate malas” dan miskin rasa karena yah hanya dibakar tanpa bumbu, daging kosongan, paling dikasih sedikit garam atau bumbu dapur lainnya biar gurih. Kemudian kuliner satu ini juga dicocol dengan saus pedas saja. Ah, bagi saya jenis sate Nusantara satu ini monoton. Saya merasa rugi harus membeli kuliner seperti ini.

Akan tetapi bagi orang yang sedang diet dan ingin tetap makan protein dengan cara berbeda, kuliner satu ini mungkin cocok. Cuma kalau saya sih mending skip. Makan sate ya harus ada bumbu kacang atau kecapnya. Wajib itu!

#6 Sate Padang

Saya sampaikan permohonan maaf bagi orang-orang Padang, tapi bagi saya kuliner satu ini masuk dalam urutan paling bawah dalam dunia per-sate-an Nusantara. Mohon maaf, kuliner satu ini seperti keluar dari pakem atau hakekat sate itu sendiri yang dominan manis dengan sedikit rasa gurihnya.

Menurut saya, kuliner dengan kuahnya yang sedikit berlendir ini kurang bisa dinikmati di lidah. Bagi sebagian orang, rahasia utama kuliner satu ini ada pada kuahnya yang kental dan hangat. Tapi ketika saya mencoba mencicipi yang disebut enak sekalipun, lidah saya menolak. Tentu saya nggak sendirian merasakan dan berpendapat seperti itu, keluarga saya, beberapa teman saya, atau kenalan yang lain juga merasa bahwa kuahnya yang kental dan seperti lendir ini yang bikin kuliner tersebut jadi agak aneh.

Mungkin sate Nusantara satu ini cocoknya bagi mereka yang gemar makanan dominan asin dan gurih. Yah, oleh karena itu segmentasinya nggak terlalu luas daripada sate pada umumnya. Buktinya kuliner satu ini sangat jarang ditemui di wilayah Jawa Tengah. Mereka ada, tapi kalah saing dengan sate ayam Madura. Beda dengan di daerah Jabodetabek.

Sekali lagi, ini pendapat saya, lho, ya. Kalau kalian nggak setuju dan menganggap sate A atau B adalah yang terbaik ya monggo. Selama semuanya masih bisa dinikmati dengan senyum di kondisi negeri yang keliwat lucu ini, ya silakan dinikmati.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Sate Taichan, Inovasi Kuliner Paling Nggak Jelas dari Orang yang Sebenarnya Malas Masak.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Juli 2024 oleh

Tags: satesate bumbonsate keresate madurasate maranggisate padangsate taichan
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Sate Ayam Cak Is Perempatan Labang, Kuliner Asli Madura Dekat Suramadu sate madura bebek

Ironi Sate Madura: Primadona di Luar, Merana di Tanah Sendiri, Kalah sama Bebek!

30 Agustus 2023
Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta

Kampung Sate Maranggi, Wisata Kuliner Unik di Kabupaten Purwakarta

3 Juli 2023
rekomendasi menu daging olahan saat idul adha

Bosan Nyate? Ini Dia Rekomendasi Menu Olahan Daging Kurban yang Tak Kalah Lezat dan Menggiurkan

20 Juli 2021
4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

4 Profesi yang Lekat dengan Orang Madura

6 Juni 2022
Sate Kampret, Kuliner Malam Legendaris Jombang yang Namanya Bikin Salah Paham

Sate Kampret, Kuliner Malam Legendaris Jombang yang Namanya Bikin Salah Paham

12 Juli 2023
Urutan Terendah sampai Tertinggi Menu Gubukan di Pesta Pernikahan Berdasarkan Panjangnya Antrean Tamu Undangan

Urutan Terendah sampai Tertinggi Menu Gubukan di Pesta Pernikahan Berdasarkan Panjangnya Antrean Tamu Undangan

2 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa (Unsplash)

7 Jajanan Indomaret Terburuk Sepanjang Masa, Jangan Dibeli daripada Kamu Kecewa dan Menderita

13 Maret 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Jogja Waktu Lebaran Tak Pernah Sepi, Ia Disesaki oleh Orang yang Pulang Kampung, Perantau yang Lari, dan Wisatawan Bermodal THR Tebal

13 Maret 2026
Jalan Monginsidi, Jalan Braganya Salatiga: Ikonik dan Nggak Kalah Cantik

Salatiga Tidak Punya Stasiun, Cukup Merepotkan bagi Orang yang Terbiasa Bepergian dengan Kereta Api

10 Maret 2026
Lebaran Saatnya Masa Bodoh dengan Ocehan Tetangga (Unssplash)

Refleksi Lebaran Bagi Kepala Rumah Tangga: Tunaikan yang Wajib, Masa Bodo dengan Gengsi dan Ocehan Tetangga

14 Maret 2026
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

9 Maret 2026
Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

Sebenarnya Siapa sih yang Memulai Tradisi Uang Baru Saat Hari Raya? Bikin Repot doang!

8 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • User iPhone 11 Dicap Kuno dan Aneh karena Tak Mau Upgrade, Pilih Dihina Miskin daripada Pusing Dikejar Pinjol
  • Nasib Selalu Kalah kalau Adu Pencapaian: Malu Gini-gini Aja, Sialnya Punya Keluarga Bajingan yang Tak Bakal Apresiasi Usaha
  • Gara-gara Tuntutan, Nekat Jadi Orang Kaya Palsu: “Hambur-hamburkan” Uang demi Cap Sukses padahal Dompet Menjerit
  • Makanan Khas Jawa Timur yang Paling Tidak Bisa Dihindari, Jadi Pelepas Rindu ketika Mudik Setelah “Disiksa” Makanan Jogja
  • Blok M dan Jakarta Selatan Aslinya Banyak Jamet tapi Dianggap Keren, Kalau Orang Kabupaten dan Jawa Eh Dihina-hina
  • Ujian Terberat Laki-laki yang Lebih Kejam dari Menahan Rindu: Dihajar Rute Bus Ekonomi Jogja Jambi hingga Terserang “Man Flu”

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.