Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kampung Basahan Semarang: Kampung Kecil yang Hilang karena Pembangunan dan Berakhir Jadi Gang

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
4 Juli 2024
A A
Kampung Basahan Semarang: Kampung Kecil yang Hilang karena Pembangunan dan Berakhir Jadi Gang

Kampung Basahan Semarang: Kampung Kecil yang Hilang karena Pembangunan dan Berakhir Jadi Gang

Share on FacebookShare on Twitter

Semoga tak ada lagi kampung yang bernasib sama seperti Kampung Basahan Semarang

Sebagai kota yang nanggung, Semarang punya beberapa hal unik, baik itu positif maupun negatif yang bisa ditemui hanya dengan mengelilinginya dalam sehari. Yah Semarang memang sekecil itu. Hal unik dan ikonik di Kota Semarang bisa datang dari berbagai hal, salah satunya perkampungannya seperti Kampung Semawis atau Pecinan, Kampung Pelangi, Kampung Jawi Sekatul, Kampung Jagal yang berisi para penjagal hewan-hewan ternak, dan kampung apung yang sering kebanjiran.

Selain kampung-kampung yang sudah saya sebutkan di atas, ada satu Kampung yang sangat unik, saking uniknya, kampung tersebut hanya tinggal plangnya saja. Sementara keberadaan kampungnya sendiri telah hilang. Kampung tersebut adalah Kampung Basahan.

Kampung ini letaknya di seberang Mall Paragon dan menjadi bagian dari Kelurahan Sekayu. Di pinggir Jalan Pemuda, ada sebuah gang yang terdapat plang yang bertuliskan Kampung Basahan. Tapi ketika memasuki gang tersebut, yang didapati hanya sebuah lorong atau jalan pintas berjarak kurang lebih antara 100 meter yang menghubungkan jalan pemuda dengan Jalan Pierre Tendean yang ada di seberangnya. Lorong itu dihimpit lahan parkir milik Hotel Novotel serta beberapa Gedung komersial seperti Bellini Center.

Ketika memasuki lorong tersebut, hanya terdapat satu rumah kosong yang tidak terawat. Sepanjang lorong juga banyak pohon rimbun dan semak belukar sehingga tampak tidak cocok kalau disebut sebagai sebuah perkampungan.

Dua versi nama Kampung Basahan

Dari beberapa sumber, disebutkan bahwa gang Kampung Basahan dulunya memang sebuah perkampungan kecil yang berisikan puluhan keluarga. Tidak banyak, tapi layak untuk disebut sebagai pemukiman warga.

Penamaan Kampung Basahan juga memiliki banyak versi. Setidaknya ada 2 versi soal sejarah penamaan Kampung Basahan yang diketahui. Pertama disebutkan bahwa kampung ini merupakan pemukiman yang dibuka oleh pengikut Pangeran Diponegoro yang bernama Sentot Ali Basya Abdullah Mustafa Prawirodirjo.

Beliau merupakan salah satu panglima perang di bawah koordinasi langsung Pangeran Diponegoro. Kampung Basahan berasal dari namanya yaitu “Basya” dan menjadi pemukiman sementara sebelum akhirnya dirinya dibuang atau diasingkan di Bengkulu. Kabar lain menyebutkan, Sentot Basya juga merupakan seorang ulama dan murid dari Sunan Kalijaga. Beliau mendirikan gubug-gubug yang kemudian menjadi perkampungan. Sebutan Kampung Basahan sendiri diberikan oleh para santri pengikut Kiai Basyah.

Baca Juga:

4 Hal yang Lumrah di Bandung tapi Tampak Aneh di Mata Orang Semarang

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah

Versi kedua sejarah kampung Basahan dilansir dari jatengsuara.com diceritakan oleh tokoh masyarakat setempat bernama Achmad Arief. Dirinya bercerita bahwa nama Basahan diambil dari kondisi geografis pemukiman wilayah Sekayu termasuk kampung Bahasan yang merupakan daerah pesisir. Pada 1600-an, kawasan tersebut merupakan area persawahan dan rawa yang dekat dengan laut. Oleh karena itu, pemukiman tersebut dinamakan Kampung Basahan yang artinya basah.

Arief berkisah bahwa dulunya di Kampung Basahan terkenal dengan seorang penjual es campur yang begitu ramai dibeli orang. Anak-anak juga ramai berlalu-lalang datang melihat pentas Ngesti Pandawa dan menonton bioskop di Gedung Rakyat Indonesia Semarang (GRIS). Gedung itu kini telah disulap jadi Mall Paragon.

Baca halaman selanjutnya

Satu demi satu melangkah pergi

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Juli 2024 oleh

Tags: gangkampung basahannovotelSemarang
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

Semarang, Surganya Rumah Ibadah dengan Arsitektur Unik

28 Februari 2024
3 Bisnis yang Sulit Ditemukan di Sambiroto Semarang, Bisa Jadi Peluang untuk Mengais Cuan

3 Bisnis yang Sulit Ditemukan di Sambiroto Semarang, Bisa Jadi Peluang untuk Mengais Cuan

7 Oktober 2024
5 Rekomendasi Tempat Makan Porsi Kuli di Sekitaran UIN Walisongo dan PGSD UNNES

5 Rekomendasi Tempat Makan Porsi Kuli di Sekitaran Kampus UIN Walisongo dan PGSD UNNES

5 Juli 2023
UNNES Semarang Bukan Lagi Tempat yang Ramah buat Mahasiswa Pas-pasan, Kos Mahal, Uang Kuliah Melejit, Gaji Part Time Seuprit Pula makelar kos

UNNES Semarang: Ada Semarang dalam Namanya, tapi Ternyata Jauh dari Pusat Kota Semarang

1 Agustus 2025
10 Istilah yang Cuma Diketahui Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

10 Istilah yang Cuma Diketahui Mahasiswa UIN Walisongo Semarang

30 Agustus 2023
Jadi Mahasiswa Unissula Kayaknya Berat Banget, Kena Banjir, Macet, Banyak Truk Besar, Ngeri!

Jadi Mahasiswa Unissula kayaknya Berat Banget, Kena Banjir, Macet, Banyak Truk Besar, Ngeri!

21 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya Mojok.co

Jangan Terbuai Romantisme Jogja, Kota Ini Punya Seribu Jebakan buat Mahasiswanya

25 April 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja Mojok.co

Sudah Selayaknya Tegal Masuk dalam 10 Besar Kota Paling Toleran, Bukan Jogja

26 April 2026
Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

Surabaya Belum Setara Jakarta: Cukup 2 Alasan Kenapa Kota Terbesar Kedua Ini Belum Siap Jadi Venue Konser Kpop

29 April 2026
Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama Mojok.co

Derita Jadi Lulusan Pesantren di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serbabisa Soal Agama

29 April 2026
Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan Mojok.co

Orang Jawa Timur Kaget dengan Soto Bening di Jogja, tapi Lama-Lama Bisa Menerima dan Doyan

25 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Sisi Lain Lagu “Kicau Mania” Ndarboy Genk: Berbahaya dan Bukan Perkara Remeh 
  • Solusi atas Jeritan Hati Para Pelaku UMKM yang Menderita karena Kenaikan Ekstrem Harga Plastik
  • Nikah di Desa Meresahkan, Perkara Undangan Cetak atau Digital Saja Jadi Masalah tapi Kemudian Sadar Nggak Semua Orang Melek Teknologi
  • Latihan Lawan Pria dan Mentalitas Tak Kenal Puas Jadi Resep Rahasia Tim Putri Ubaya Dominasi Campus League 2026 Regional Surabaya
  • Kos Dekat Kampus: Akal-akalan Mahasiswa “Malas” agar Tak Perlu Bangun Pagi dan Bisa Berangkat Mepet
  • Lulusan S2 di Jepang, Pilih Kerja sebagai Koki di Australia daripada Jadi Dosen di Indonesia karena Terlalu Senioritas

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.