Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Alasan Saya Lebih Betah Tinggal di Kecamatan Kalibaru daripada Banyuwangi Kota yang Sempurna

Nuruma Uli Nuha oleh Nuruma Uli Nuha
2 Maret 2025
A A
Alasan Saya Lebih Betah Tinggal di Kecamatan Kalibaru daripada Banyuwangi Kota yang Sempurna

Alasan Saya Lebih Betah Tinggal di Kecamatan Kalibaru daripada Banyuwangi Kota yang Sempurna (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai warga ber-KTP Kabupaten Malang, saya sudah terbiasa dengan hiruk-pikuk perkotaan. Namun setelah merantau ke Banyuwangi, khususnya Kecamatan Kalibaru, saya justru menemukan kenyamanan dan ketenangan.

Sebelumnya saya tinggal di Banyuwangi Kota, pusat keramaian yang membuat pengeluaran membengkak karena gaya hidup dan transportasi. Setelah pindah ke Kalibaru, saya merasa lebih nyaman. Inilah beberapa alasan mengapa Kalibaru membuat saya betah.

Suhu udara dingin, tidak perlu repot pakai AC di rumah

Tinggal di kecamatan kecil seperti Kalibaru Banyuwangi memberikan saya ketenangan dan kedamaian yang sulit ditemukan di kota besar. Suhu di sini juga cenderung dingin, terutama pada malam hari. Hal ini disebabkan letak Kalibaru di dataran tinggi, bersama dengan wilayah Glenmore hingga Wadung. Intensitas hujan di kecamatan ini juga lebih tinggi dibandingkan kecamatan lain, membuat udara semakin segar dan lingkungan terasa lebih asri. Warga di Kalibaru hampir tidak membutuhkan AC.

Keunikan Kalibaru semakin terasa karena berbatasan langsung dengan kawasan Gumitir, yang merupakan jalur utama penghubung antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Jember. Jalan nasional provinsi yang melewati Kalibaru menyajikan pemandangan alam yang indah dengan deretan perbukitan hijau. Air yang ada masih banyak yang berasal dari sumber mata air, jelas terasa lebih segar dari tempat lain.

Tinggal di Kalibaru Banyuwangi bikin saya lebih produktif di dapur

Sebagai seorang perantau yang terbiasa tinggal di kota, memasak bukan bagian dari keseharian saya. Hidup di kota membuat saya lebih memilih membeli makanan di luar daripada repot memasak sendiri. Selain lebih praktis, pilihan menu di kota juga lebih beragam dan harganya masih cukup terjangkau.

Namun semua berubah ketika saya harus pindah ke Kecamatan Kalibaru Banyuwangi. Di sini, pilihan makanan didominasi oleh cita rasa khas masyarakat setempat, terutama yang berasal dari suku Madura. Masakan dengan rasa asin yang lebih kuat dari selera saya membuat saya kesulitan menemukan makanan yang benar-benar cocok di lidah. Satu-satunya solusi adalah memasak sendiri. Selain bisa menyesuaikan selera, dengan masak sendiri saya juga merasa lebih produktif, sehat, dan tentu saja hemat.

Minimarket adalah solusi hiburan saya saat berbelanja di sini

Bagi saya, minimarket seperti Indomaret, Alfamart, dan Basmalah Mart menjadi solusi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mencari hiburan sederhana. Tidak perlu khawatir kalap saat belanja.

Selain berbelanja, saya sering menjadikan minimarket sebagai tempat ngadem. Berjalan menyusuri lorong-lorong rak, melihat berbagai produk baru, mencari barang diskon, dan menikmati buah potong segar yang langsung bisa dimakan tanpa repot mengupas. Aktivitas ini mungkin terdengar sederhana, tetapi cukup menyenangkan dan bisa mengurangi stres saya setelah seharian bekerja.

Baca Juga:

Sisi Gelap Jalan Pantura Situbondo: Gelap, Banjir, dan Jalan Berlubang Bikin Jalan Ini Begitu Gawat!

Ironi Pembangunan Banyuwangi: Sukses Meniru Bali dalam Pengelolaan Wisata, tapi Gagal Menangani Banjir di Pusat Kota

Di Kalibaru, tidak ada toko grosir besar seperti di Kecamatan Genteng atau Banyuwangi Kota. Alternatifnya, toko kelontong di pasar masih menjadi pilihan bagi banyak orang untuk belanja murah. Namun minimarket tetap menawarkan kenyamanan tersendiri, ruangan yang bersih, ber-AC, dan sistem pembayaran yang lebih praktis. Selama ada minimarket, hidup terasa lebih aman.

Meski kecamatan kecil, di Kalibaru Banyuwangi sudah ada bank dan ATM setor tunai

Meskipun Kalibaru merupakan kecamatan kecil di Banyuwangi, fasilitas perbankan di sini lumayan membantu. Terdapat dua bank besar, yaitu BRI dan Bank Jatim, yang masing-masing memiliki ATM untuk memudahkan transaksi keuangan.

Menariknya lagi, BRI di Kalibaru juga menyediakan ATM setor tunai, sehingga nasabah bisa menyetor uang tanpa harus mengantri panjang di teller. Ini sangat membantu, terutama mengingat antrean di bank sering dipenuhi oleh anak-anak SD penerima PIP yang sedang mencairkan dana bantuan mereka.

Tersedia juga ATM Bersama dan ATM BCA di dalam Indomaret, yang semakin melengkapi fasilitas transaksi perbankan bagi masyarakat setempat. Dengan adanya berbagai pilihan ATM dan layanan keuangan ini, warga Kalibaru tidak perlu repot pergi ke Banyuwangi Kota hanya untuk melakukan transaksi perbankan. Kehadiran fasilitas ini benar-benar memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat, baik untuk keperluan pribadi maupun bisnis.

Kecamatan Kalibaru Banyuwangi punya dua pasar tradisional yang sangat membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari

Di Kalibaru, keberadaan dua pasar tradisional sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pasar pagi buka mulai pukul 02.00 hingga 07.00, dengan harga sayur dan ikan laut yang jauh lebih murah dibanding pasar biasa. Karena waktu operasionalnya yang singkat, pembeli biasanya datang lebih awal agar tidak kehabisan stok terbaik.

Sementara itu, pasar siang mulai beroperasi dari pukul 08.00 hingga 14.00. Di sini, harga barang lebih stabil seperti di pasar umum pada umumnya. Meskipun tidak semurah di pasar pagi, pasar siang tetap menjadi pilihan bagi mereka yang tidak sempat berbelanja lebih awal.

Saya pribadi lebih suka berbelanja di pasar pagi untuk stok masakan selama seminggu karena selain lebih murah, kualitas sayurnya lebih baik. Namun jika kesiangan atau hanya perlu membeli beberapa kebutuhan tambahan, pasar siang tetap menjadi solusi praktis.

Transportasi ke kota lebih mudah dengan kereta lokal dari sini

Kecamatan Kalibaru Banyuwangi memiliki keuntungan sebagai salah satu titik pemberhentian kereta lokal dan antarkota, menjadikannya akses transportasi yang sangat mudah bagi warga yang sering bepergian. Bagi saya yang kerap keluar kota atau ingin mengunjungi Banyuwangi Kota, keberadaan kereta ini sangat membantu karena tidak perlu repot berkendara sendiri.

Ada berbagai pilihan kereta yang bisa digunakan, baik kereta lokal maupun antarkota. Jika waktunya tepat, saya lebih memilih naik kereta lokal Pandanwangi dengan harga tiket hanya Rp8.000. Sangat murah dan jauh lebih hemat dibandingkan naik bus yang lebih mahal atau menggunakan motor yang memakan biaya bensin lebih banyak.

Selain itu, perjalanan dari Kalibaru ke Banyuwangi memakan waktu sekitar 2 jam. Dibandingkan harus lelah mengendarai motor sejauh itu, naik kereta jelas menjadi pilihan yang lebih nyaman, terutama bagi saya yang tidak lagi muda. Dengan naik kereta, perjalanan menjadi lebih santai, hemat, dan tentunya lebih aman.

Itulah beberapa alasan mengapa saya betah di Kecamatan Kalibaru Banyuwangi. Saat ingin menyegarkan pikiran, saya lebih memilih berjalan santai menyusuri sawah, menikmati udara segar tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya. Di sini, saya benar-benar merasakan esensi slow living, hidup yang lebih tenang dan sederhana.

Penulis: Nuruma Uli Nuha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 8 Nama Desa di Banyuwangi yang Unik dan Nyeleneh.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 2 Maret 2025 oleh

Tags: Banyuwangikabupaten banyuwangiKalibaru BanyuwangiKecamatan Kalibaruslow living
Nuruma Uli Nuha

Nuruma Uli Nuha

Suka nonton drakor, takut hantu tapi hobi koleksi film horor.

ArtikelTerkait

Sudah Saatnya Banyuwangi Punya Transportasi yang Mumpuni seperti Kota-kota Besar Lain Mojok.co

Banyuwangi Kota yang Tak Pernah Ramah bagi Pekerja, Gajinya Rata dengan Tanah!

25 September 2025
Bangsring Underwater, Surga Wisata Bawah Laut Banyuwangi yang Tercoreng Pungli

Bangsring Underwater, Surga Wisata Bawah Laut Banyuwangi yang Tercoreng Pungli

15 Desember 2025
Wisata Jember Nestapa di Puncak Rembangan Arjasa (Unsplash)

Nestapa Wisata Jember: Puncak Rembangan di Kecamatan Arjasa Butuh Perhatian dan Pengelolaan Maksimal

31 Juli 2023
Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

Mojokerto, Opsi Kota Slow Living yang Namanya Belum Sekencang Malang, tapi Ternyata Banyak Titik Nyamannya

17 Desember 2025
Srumbung, Daerah Underrated di Kabupaten Magelang yang Cocok untuk Pencinta Slow Living

Srumbung, Daerah Underrated di Kabupaten Magelang yang Cocok untuk Pencinta Slow Living

19 September 2024
Kalau Ajian Jaran Goyang Beneran Ampuh, Nggak Ada Jomblo di Banyuwangi

Kalau Ajian Jaran Goyang Beneran Ampuh, Nggak Ada Jomblo di Banyuwangi

27 Juni 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jalan Nasional Purworejo Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA Mojok.co

Jalan Nasional Purworejo-Kulon Progo Payah, Kondisi yang Normal Cuma Sekitar Bandara YIA

16 Maret 2026
Di Mana Ada Lahan, di Situ Ada Warung Pecel Lele Lamongan nasi muduk

Nasi Muduk, Kuliner Nikmat yang Tak Pernah Masuk Brosur Kuliner Lamongan, padahal Berani Bersaing dengan Soto dan Pecel Lele!

16 Maret 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Tinggal di Wonogiri Menyadarkan Kenapa Saya dan para Perantau yang Lain Memilih Mengadu Nasib di Kota Lain

19 Maret 2026
Bukan Buangan dari UNDIP: Kami Mahasiswa UNNES, Bukan Barang Retur! kampus di semarang

Ironi UNNES Semarang: Kampus Konservasi, tapi Kena Banjir Akibat Pembangunan yang Nggak Masuk Akal

18 Maret 2026
Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial Mojok.co

Toyota Avanza Sering Dihina, padahal Mobil Paling Ideal untuk Keluarga Kelas Menengah yang Ingin Sehat Finansial

16 Maret 2026
Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

Daihatsu Taruna, Mobil Sok Gagah yang Berakhir Gagal Total dan Bikin Penggunanya Bingung Setengah Mati

17 Maret 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=1k7EQFkTWIM

Liputan dan Esai

  • Jadi Gembel di Perantauan tapi Berlagak Tajir saat Pulang, Bohongi Ortu biar Tak Kepikiran Anaknya Remuk-remukan
  • Rela Utang Bank buat Beli Mobil Ertiga demi Puaskan Ekspektasi Mertua, Malah Jadi Ribet dan Berujung Sia-sia
  • Ujian Pemudik Lajang: Jadi Sasaran Pinjam Uang karena Belum Nikah dan Dianggap Tak Ada Tanggungan, Giliran Nolak Dicap Pelit
  • Rasa Sanga (8): Lontong dan Kangkung dalam Khazanah Suluk Sunan Bonang, Jalan “Merasakan” Kehadiran Tuhan
  • Memelihara Kucing adalah Patah Hati yang Direncanakan, Tapi 1.000 Kali pun Diulang Saya Akan Tetap Melakukannya
  • Makna Pulang yang Saya Temukan Setelah Mudik Motoran dengan NMAX Tangerang–Magelang

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.