Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Alasan KA Pandanwangi Harus Menambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

Nuruma Uli Nuha oleh Nuruma Uli Nuha
6 Januari 2025
A A
Alasan KA Pandanwangi Harus Tambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP

Alasan KA Pandanwangi Harus Tambah Jadwal Perjalanan Banyuwangi-Jember PP (Rizal Febri Ardiansyah via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau Malang-Surabaya punya KA lokal Penataran, Banyuwangi-Jember juga tak mau kalah dengan KA Pandanwangi. Kereta lokal ini selalu jadi andalan masyarakat Banyuwangi dan Jember untuk perjalanan singkat yang nyaman dan terjangkau. Dengan tiket seharga Rp8.000, KA Pandanwangi jadi pilihan favorit pekerja, mahasiswa, hingga anak-anak TK yang ingin berwisata seru ke Pelabuhan Ketapang. Murah, sih.

Asyiknya lagi, Stasiun Ketapang yang merupakan pemberhentian terakhir KA Pandanwangi berada persis di depan Pelabuhan Ketapang. Buat kalian yang ingin ke Bali tanpa ribet, cukup berjalan kaki dari stasiun langsung ke pelabuhan. Sangat praktis. Tiket kereta ini bisa dibeli lewat aplikasi KAI Access mulai seminggu sebelum keberangkatan.

ADVERTISEMENT

Tapi, hati-hati, ya. Sebab, tiketnya sering ludes di tengah malam karena banyak yang berburu. Jadi, kalau kalian suka solo traveling dan ingin liburan hemat, bersiaplah untuk war tiket tengah malam dengan warga lokal.

Perjalanan dengan KA Pandanwangi memanjakan mata

Kalau kalian ingin menikmati perjalanan seru yang penuh pemandangan indah, naik KA Pandanwangi dari Jember ke Ketapang (atau sebaliknya) bisa menjadi pilihan menarik, terutama untuk keluarga dan anak-anak yang ingin merasakan suasana Pelabuhan Ketapang. Perjalanan ini menyajikan hamparan hijau sawah yang luas dengan latar Gunung Raung yang menawan. Rasanya seperti masuk ke gambar masa kecil yang dulu kita buat saat TK. Pemandangan sawah dan gunung bertemu dalam satu tempat.

Bukan hanya sawah yang menawan, perjalanan ini juga melewati terowongan legendaris di perbatasan Mrawan, Gumitir, dan Kalibaru. Terowongan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, terutama anak-anak, yang merasa seperti masuk ke lorong waktu. Perjalanan sejauh kurang lebih 2,5 jam terasa cepat berkat kenyamanan kereta lokal yang berish dan ber-AC.

Tapi perlu diingat, jadwal keberangkatan KA Pandanwangi masih terbatas. Hanya ada empat kali pulang-pergi sehari, sehingga perlu diperhatikan agar tak ketinggalan kereta. 

Kereta pertama berangkat dari Jember pada pukul 05.30 dan tiba di Ketapang pukul 08.00. Dari Ketapang, perjalanan pagi dimulai pukul 10.00 dan tiba di Jember pukul 12.30. Di sore hari, kereta berangkat lagi dari Jember pukul 14.30 menuju Ketapang, dengan waktu tiba pukul 17.00. Perjalanan terakhir KA Pandanwangi dimulai pukul 18.40 dari Ketapang dan berakhir di Jember pada pukul 21.10. 

Meski murah, tetap nyaman dan aman

Liburan naik kereta lokal bukan hanya soal harga tiket yang super murah. Ada banyak keuntungan lainnya, terutama jika ingin menghindari kemacetan yang sering bikin stres di jalan.

Baca Juga:

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Keindahan Pantai Nanggelan Jember Hanya Bisa Dinikmati oleh Mereka yang Rela Repot, Wisatawan Manja Minggir Dulu

Buat para pendatang yang belum pernah melewati jalur Gumitir, berkendara di jalanan Banyuwangi-Jember bisa jadi tantangan tersendiri. Waktu tempuh juga lebih lama, sekitar 3 jam lebih untuk sampai di Ketapang. Tentu saja hal ini juga akan menghabiskan banyak bensin.

Jalan yang penuh tikungan tajam ini bukan cuma bikin pengendara cepat lelah, tapi juga mengharuskan mereka berbagi jalan dengan truk tronton, bus besar, dan kendaraan berat lainnya. Sedikit saja kehilangan konsentrasi, risiko kecelakaan bisa mengintai. Maklum, jalur ini adalah bagian dari jalan nasional yang menjadi rute utama logistik antarprovinsi.

Bagi mereka yang ingin perjalanan bebas ribet, KA Pandanwangi sering menjadi pilihan utama. Dengan kenyamanan dan ketepatan waktunya, kereta ini sangat cocok bagi para pekerja atau siapa pun yang ingin bepergian tanpa stres menghadapi kemacetan. Jadi, daripada terjebak di jalan dan kelelahan, memilih naik kereta bisa jadi solusi perjalanan yang lebih nyaman dan praktis.

Menghindari aksi kriminal di dalam bus bobrok yang tarifnya mahal

Dulu, bus jurusan Jember-Banyuwangi dan sebaliknya adalah andalan transportasi antar kota. Tapi sekarang, eksistensinya mulai tersisih oleh KA Pandanwangi. Kenapa bisa begitu? Ya karena warga memikirkan kenyamanan dan keamanan yang minim ketika mereka melakukan perjalanan dengan bus. Beda sama bus antarkota jurusan Surabaya-Malang yang tarifnya masih terjangkau serta aman dan nyaman.

Coba bayangkan, hampir semua armada bus antarkota Jember-Banyuwangi memiliki fisik bus yang sudah uzur, kursi yang bikin punggung pegal, dan tarif yang mahal. Benar-benar tidak sebanding dengan apa yang didapatkan penumpang. Tarif bus Banyuwangi-Jember bisa mencapai Rp90 ribu. Alih-alih merasa nyaman, naik bus justru seperti sebuah tantangan.

Ditambah lagi sering terjadi aksi kriminalitas pencopetan di dalam bus. Hal ini tentu membuat banyak orang ogah menggunakan transportasi ini jika memang tidak terpaksa sekali. Awak bus juga tidak akan bertanggung jawab atas kehilangan barang yang terjadi oleh penumpang. Karena bagi mereka, barang berharga menjadi tanggung jawab penumpang sendiri. 

Lalu soal fasilitas, AC di dalam bus hanya sebagai aksesori yang tidak berguna. Kalau mau nggak kepanasan, ya pakai AC alam alias angin dari jendela. Risikonya masuk angin sampai tujuan. Belum lagi kebiasaan bus yang ngetem lama di pangkalan, sangat tidak cocok bagi penumpang yang buru-buru. Akibatnya, banyak warga lokal lebih memilih naik KA Pandanwangi. Atau kalau kepepet, mereka lebih rela mengendarai kendaraan pribadi daripada naik bus bobrok.

Selain soal kenyamanan, faktor keselamatan juga jadi masalah besar. Jalanan Gumitir yang berkelok dan curam menuntut kehati-hatian. Tapi ini sering diabaikan oleh sopir bus. Padahal keselamatan penumpang seharusnya menjadi tanggung jawab sopir. Jalanan yang sempit dengan dua lajur ini juga menambah risiko. Bayangkan, bus sebesar itu harus berbagi jalan dengan truk-truk besar.

KA Pandanwangi hadir sebagai alternatif favorit

Di tengah keterpurukan transportasi bus, KA Pandanwangi hadir sebagai alternatif favorit. Tiketnya murah, keretanya nyaman, dan tentu saja aman. Tapi karena tingginya minat, tiket kereta lokal ini sering habis, terutama di jam-jam sibuk.

Inilah kenapa PT KAI sebaiknya menambah jadwal perjalanan KA Pandanwangi. Selain untuk mengakomodasi kebutuhan penumpang, penambahan jadwal kereta juga punya dampak positif bagi lingkungan. Jalan Gumitir yang kerap dipadati truk tronton, sudah terlalu sesak dan macet. Hal ini tak hanya menghambat perjalanan pengendara lain, tapi juga meningkatkan emisi karbon. 

Dengan memperbanyak jadwal kereta api, masyarakat akan lebih tergerak untuk beralih ke transportasi massal yang lebih ramah lingkungan. Serta memberikan kesempatan jalur Gumitir yang sudah tua, rawan longsor, dan sering amblas agar bisa beristirahat sejenak.

Pada akhirnya, ini bukan hanya soal memilih moda transportasi yang lebih nyaman, tapi juga soal mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Sebagai pendatang, saya berharap PT KAI bisa menambah jadwal perjalanan KA Pandanwangi. Langkah ini pasti akan membantu memperlancar mobilitas warga sekaligus menjadi dukungan penting bagi kehidupan dan denyut pariwisata di Kota Jember dan Banyuwangi.

Penulis: Nuruma Uli Nuha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Blambangan Ekspres: Kereta Api Banyuwangi-Semarang yang Paling Ditunggu para Perantau.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Januari 2025 oleh

Tags: BanyuwangijemberKA Pandanwangikereta lokal
Nuruma Uli Nuha

Nuruma Uli Nuha

Suka nonton drakor, takut hantu tapi hobi koleksi film horor.

ArtikelTerkait

menagih utang tips agar tak kena denda karena telat bayar utang kuhperdata mojok.co membyara utang nagih utang tukang tagih

Pengalaman Saya Menjadi Tukang Tagih di Koperasi Swasta

4 Oktober 2020
Stasiun Kabel Telegraf Banyuwangi, Satu-satunya Stasiun Penghubung Komunikasi Jawa dan Australia di Masa Kolonial

Stasiun Kabel Telegraf Banyuwangi, Satu-satunya Stasiun Penghubung Komunikasi Jawa dan Australia di Masa Kolonial

6 Juni 2023
Bus ALS Medan-Jember, Bus dengan Perjalanan Terlama yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Sumatra

Bus ALS Medan-Jember, Bus dengan Rute Perjalanan Terpanjang yang Jadi Penyelamat Mahasiswa Sumatra

25 Juli 2023

Santet Banyuwangi Ternyata Kalah sama Pesona Bupati

20 April 2020
Teror Ninja di Banyuwangi, Pembantaian yang Bermula dari Fitnah

Teror Ninja di Banyuwangi, Pembantaian yang Bermula dari Fitnah

30 Oktober 2022
Jawa Timur Semakin Berisik karena Fenomena Adu Sound Horeg (Unsplash)

Jawa Timur Makin Berisik karena Adu Sound Horeg: Dikritik dan Dibenci, tapi Punya Andil Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

4 Agustus 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah di Luar Kota Demi Kejar Gengsi Mojok.co

Gagal Paham dengan Warlok Solo yang Ngebet Kuliah ke Luar Kota Demi Kejar Gengsi

27 Juni 2026
Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

Sebagai Warga Jember, Saya Sudah (Amat) Muak dengan Warna Pink!

24 Juni 2026
Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten Mojok.co

Alasan Desa Karanganom Layak Jadi Tempat Tinggal Paling Ideal di Klaten

30 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026
Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

Kutukan Cristiano Ronaldo: Kenapa Kita Harus Tahu Diri, sekalipun Menyakitkan

28 Juni 2026
Honda BeAT, Motor Terbaik untuk Menemani Mahasiswa UNNES Menjalani Hidup pertamax pertalite

6 Motor yang Dikira Harus Pakai Pertamax tapi Ternyata Masih Aman dan Memang Bisa Pakai Pertalite  

28 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.