Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Featured

Kalau Pengin Lebih Laris, Nussa-Rara Harus Belajar dari Animasi Omar dan Hana

Muhammad Ikhsan Firdaus oleh Muhammad Ikhsan Firdaus
4 Juni 2020
A A
Kalau Pengin Lebih Laris, Nussa-Rara Harus Belajar dari Animasi Omar dan Hana Pengalaman Saya Menonton Sinetron Azab di Indosiar
Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya saya tidak peduli dengan serial animasi Nussa-Rara. Alasannya sederhana, karena saya bukanlah audiens dari mereka. Serial animasi ini ditujukan buat anak-anak, sementara saya adalah orang dewasa yang melajang, lantas untuk kepentingan apa saya menonton mereka?

Semua berubah ketika saya menemukan dan membaca tujuh artikel dari tujuh penulis yang berbeda, yang semuanya sama-sama membahas Nussa-Rara. Bahkan Terminal Mojok sudah menayangkan tiga artikel terkait animasi ini. Saat saya baca artikel-artikel tersebut, isinya cukup beragam, ada yang mengkritik, ada yang membela, dan ada yang menengahkan.

Tujuh artikel terkait Nussa-Rara terbit dapat diartikan, ada tujuh orang dewasa yang secara sadar meluangkan waktunya beberapa menit, untuk sengaja menyusun argumen dan menuliskannya dalam rangkaian ratusan kata. Dengan banyaknya artikel serius terkait animasi ini, hal ini menandakan ada yang menarik dari serial animasi tersebut. Maka saya pun memutuskan untuk menontonnya.

Lebih dari satu jam saya menonton Nussa-Rara, dan saya harus setuju terkait dengan beberapa kritikan yang didapatkan oleh Nussa-Rara. Saya merasa animasi ini memang kurang merepresentasi dari kalangan umat lain. Nussa-Rara juga saya lihat terlalu bersikap dewasa untuk ukuran anak-anak.

Sayangnya, dari kritikan-kritikan yang masuk kebanyakan membandingkannya dengan Upin-Ipin. Walau sama-sama serial animasi anak-anak, tapi saya merasa membandingkan Nussa-Rara dan Upin-Ipin tidaklah apple to apple. Apalagi membandingkannya dengan serial animasi Adit & Sopo Jarwo, Keluarga Somat, atau bahkan Entong. Sekalian saja kalian bandingkan dengan Jimmy Neutron.

Saya menemukan satu serial animasi dari Malaysia. Serial tersebut berjudul Omar & Hana. Selama satu jam lebih, saya memutuskan untuk menonton Omar & Hana. Baik Nussa-Rara maupun Omar & Hana memiliki kemiripan, keduanya sama-sama serial animasi dengan tujuan utama menyebarkan nilai Islam. Karakternya pun sama-sama adik dan kakak. Namun, serial Omar & Hana lebih berhasil dalam melakukan story telling. Dan saya merasa bahwa Nussa-Rara harus mencoba belajar dari Omar & Hana.

Pada episode Omar & Hana yang berjudul “Alalala Raju”, diceritakan bahwa ada bayi tetangga bernama Raju yang harus dititipkan kepada ibunya Omar & Hana. Karena Raju masih bayi tentu ibu dari Omar & Hana begitu memperhatikan Raju, hal ini membuat Hana sedih. Hana merasa bahwa dirinya tersaingi oleh kehadiran Raju. Tentu saja pada akhirnya Hana akan paham akan situasi yang terjadi dan akhirnya Hana ikut menyayangi Raju.

Lucu sekali bukan? Seperti anak-anak pada umumnya yang terkadang cemburu saat melihat ibunya ketika lebih memperhatikan anak orang lain. Selain itu Raju pada episode ini adalah bayi beretnis Tamil, yang tentu saja merepresentasikan salah satu etnis yang terdapat pada negara Malaysia. Hal ini sudah pasti mengajarkan toleransi tentunya.

Baca Juga:

Jumbo, Sebaik-baiknya Film Animasi Anak Indonesia yang Pernah Saya Tonton

4 Kartun Zaman Dahulu yang Saya Harap Tayang Lagi di Televisi

Mari pindah ke episode Omar & Hana yang berjudul “Kesian Penyu”. Diceritakan Omar & Hana sekeluarga sedang berlibur ke pantai. Tidak disangka pantai yang dikunjungi mereka penuh akan sampah plastik. Tentu saja Omar & Hana sekeluarga memutuskan untuk bersih-bersih pantai. Bahkan secara tidak sengaja Omar & Hana menemukan penyu yang terjebak sampah plastik. Lantas, Omar & Hana sekeluarga menyelamatkan penyu tersebut.

Bukan hanya pesan moral keislaman saja yang disuguhkan dalam serial animasi Omar & Hana. Pesan untuk menjaga kebersihan lingkungan, mengurangi sampah plastik, dan menyayangi hewan pun mereka berikan.

Saya juga memperhatikan episode Omar & Hana yang berjudul “Macam Mana Ni?”. Pada episode ini diceritakan ibu dari Omar & Hana sedang pergi ke salon kecantikan untuk merawat diri bersama dengan kerabatnya. Pada episode ini sang bapaklah yang diceritakan menjaga Omar & Hana di rumah. Menariknya pada episode ini adalah, alih-alih menunggu sang ibu pulang, bapak dari Omar & Hana memutuskan melakukan tugas domestik di rumah, mulai dari menyapu, mengepel, memasak, dan cuci piring. Omar & Hana pun ikut membantu sang bapak. Coba kalian pikir, pada serial televisi animasi apa, yang bapaknya mengerjakan tugas-tugas rumah?

Pada episode ini setidaknya Omar & Hana sudah belajar tentang pembagian tugas domestik rumah tangga, siapa pun dia semua wajib berkontribusi. Tidak semuanya harus dikerjakan oleh sang ibu atau gender tertentu. Episode ini juga cocok untuk ditonton bapak-bapak, agar para bapak-bapak mau berkontribusi lebih dalam pembagian tugas domestik rumah tangga. Menarik, bukan?

Dari tiga episode di atas, dapat disimpulkan bahwa Omar & Hana bukan cuma serial yang mengandalkan simbol-simbol. Nilai moral yang disampaikan pun bisa lebih relevan di berbagai kalangan umat Islam, yang banyak itu. Selain itu, menurut saya cara berpakaian dari Omar & Hana lebih cocok dengan anak-anak dibandingkan Nussa-Rara.

Dengan nilai moral yang lebih fleksibel, saya beranggapan Omar & Hana selain bisa dinikmati keluarga konservatif moderat, juga bisa dinikmati oleh keluarga progresif, keluarga nasionalis, atau bahkan dinikmati keluarga centrist, atau apalah itu.

Untuk Nussa-Rara kalau memang ingin memperluas audiens-nya dan ingin menambah pundi-pundi penghasilan, maka sangat disarankan untuk belajar dari serial animasi Omar & Hana. Tapi kalau tidak mau juga tidak masalah, toh penontonnya juga sudah sangat banyak. Apalagi kabarnya, Nussa-Rara mau digarap ke layar perak.

Pada akhirnya, harus diakui membuat program tontonan anak tidaklah mudah. Kalau membuat program yang penuh pesan moral, maka kemungkinan akan dianggap terlalu menceramahi, kaku, membosankan. Kalau membuat program yang hanya berisi hiburan, maka siap-siap akan dianggap kartun nggak jelas, nggak mendidik, nirfaedah. Paling bener memang bikin kartun dewasa sekalian, macam Gintama.

BACA JUGA Alasan Serial Animasi Nussa Nggak Cocok untuk Tayangan Anak-anak di Televisi dan tulisan Muhammad Ikhsan Firdaus lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Juni 2020 oleh

Tags: animasikartunNussa-RaraOmar dan Hana
Muhammad Ikhsan Firdaus

Muhammad Ikhsan Firdaus

Pemuda yang memiliki cita-cita dapat mengunjungi berbagai negara di Asia.

ArtikelTerkait

Menghitung Gaji Thomas and Friends, si Kereta Lucu Berwarna Biru

Menghitung Gaji Thomas and Friends, si Kereta Lucu Berwarna Biru

17 Mei 2020
Tuan Krabs, Tokoh Kartun Cerminan Pemilik Media yang Realistis terminal mojok.co

SpongeBob Mogok Kerja di Episode ‘Squid on Strike’ Adalah Gambaran Demo yang Kompleks

13 Oktober 2020
Jumbo, Sebaik-baiknya Film Animasi Anak Indonesia yang Pernah Saya Tonton

Jumbo, Sebaik-baiknya Film Animasi Anak Indonesia yang Pernah Saya Tonton

5 April 2025
3 Alasan Kartun Ninja Hattori Lebih Mendidik ketimbang Doraemon

3 Alasan Kartun Ninja Hattori Lebih Mendidik ketimbang Doraemon

21 November 2023
Membandingkan Alat Sandy Cheeks dan Doraemon, Manakah yang Lebih Berguna? terminal mojok.co

Membandingkan Alat Sandy Cheeks dan Doraemon, Manakah yang Lebih Berguna?

25 Desember 2020
scooby-doo mystery inc. cerita asal usul mojok.co

Menghitung Penghasilan Scooby-Doo di Mystery Inc.

2 Juni 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

Rasanya Tinggal di Rumah Subsidi: Harus Siap Kehilangan Privasi dan Berhadapan dengan Renovasi Tiada Henti

15 Januari 2026
Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

Bakmi Krinjing, Kuliner Kulon Progo yang Kalah Pamor dari Bakmi Jawa tapi Sayang Dilewatkan Begitu Saja

14 Januari 2026
Aku Cinta Kartasura, Kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

Aku Cinta Kartasura, kecuali Saat Hujan, Pasti Banjir!

12 Januari 2026
Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

Jalan Kedung Cowek Surabaya: Jalur Mulus yang Isinya Pengendara dengan Etika Minus

15 Januari 2026
4 Aturan Tidak Tertulis ketika Naik Transjakarta (Unsplash)

Hal-hal yang Perlu Pemula Ketahui Sebelum Menaiki Transjakarta Supaya Selamat dan Cepat Sampai Tujuan

16 Januari 2026
Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

Jika Tok Dalang dalam Serial Upin Ipin Pensiun, Abang Iz Layak Jadi Kepala Kampung Durian Runtuh

16 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ne8V7SUIn1U

Liputan dan Esai

  • 2016 bagi Milenial dan Gen Z adalah Tahun Kejayaan Terakhir sebelum Dihajar Realitas Hidup
  • Brownies Amanda Memang Seterkenal Itu, Bahkan Sempat Jadi “Konsumsi Wajib” Saat Sidang Skripsi
  • Kengerian Perempuan saat Naik Transportasi Umum di Jakarta, Bikin Trauma tapi Tak Ada Pilihan dan Tak Dipedulikan
  • Pascabencana Sumatra, InJourney Kirim 44 Relawan untuk Salurkan Bantuan Logistik, Trauma Healing, hingga Peralatan Usaha UMKM
  • Luka Perempuan Pekerja Surabaya: Jadi Tulang Punggung Keluarga, Duit Ludes Dipalak Kakak Laki-laki Nggak Guna
  • Bagi Zainal Arifin Mochtar (Uceng) Guru Besar hanya Soal Administratif: Tentang Sikap, Janji pada Ayah, dan Love Language Istri

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.