Kalau Fizi Dianggap Nyebelin, Terus Yaya 'BoBoiBoy' Apa, dong? – Terminal Mojok

Kalau Fizi Dianggap Nyebelin, Terus Yaya ‘BoBoiBoy’ Apa, dong?

Artikel

Ukuran seseorang dianggap menyebalkan itu memang relatif. Biasanya, semakin menyebalkan seseorang, semakin banyak pula hal dianggap menyebalkan. Percaya, deh. Urip itu kalau nggak ada bahagia-bahagianya, mesti cenderung memandang sinis kehidupan. Seolah semesta ini juelek semua, begitupun orang-orang di dalamnya, nyengiti kabeh! Parahnya lagi, biasanya orang yang menyebalkan tidak sadar kalau dirinya itu menyebalkan. Menyebalkan sekali, bukan?

Duh, baru satu paragraf saja, sudah ada enam kata menyebalkan. Nggak papa wis. Lanjut.

Nah, berbicara soal orang yang menyebalkan, belakangan yang dapat predikat tersebut adalah Fizi. Iya. Saya lagi ngomongin Fizi yang itu. Temannya Upin Ipin yang kalian anggap akhlakless karena dua kali ketauan ngelempar dark jokes. Pertama, soal Upin Ipin yang nggak bisa masuk surga karena sudah nggak punya ibu. Kedua, soal Upin Ipin yang nggak perlu pakai minyak rambut karena mereka berdua nggak punya rambut.

Tapi, serius. Kalian-kalian yang menyebut Fizi menyebalkan punya masalah apa sih sebenarnya? Fizi itu nggak menyebalkan, MyLov. Dia cuma caper. Nggak gampang loh jadi Fizi. Dia pasti tergopoh-gopoh menyesuaikan diri di antara teman-temannya yang keren-keren: Upin-upin yang terkenal dan disukai banyak orang, Mei-mei yang cantik dan pintar, Mail yang pintar cari duit, Ihsan yang kaya raya, Jarjit yang pandai pantun dan … Fizi? Bisa apa dia?

Dalam pergaulan, ketika lu nggak bisa dan nggak punya apa-apa sementara sekeliling lu itu hebat-hebat itu, rasanya nyesek, Gaes! Literally feels nothing aja, geto. Dan yang selanjutnya terjadi adalah, ya seperti yang Fizi lakukan. Caper. Dengan melempar jokes, yang sialnya nggak lucu.

Terserah kalau kalian menganggap saya sedang membela Fizi. Cuma, kalau Fizi itu menyebalkan, terus Yaya BoBoiBoy itu apa, dong? Alih-alih Fizi, saya justru menganggap Yaya dalam serial BoBoiBoy adalah sosok yang semestinya mendapat gelar menyebalkan.

Buat kalian yang nggak nonton BoBoiBoy (Hah?? Kalian nggak nonton??), biar saya kasih gambaran. Yaya adalah teman dari tokoh utama, BoboiBoy. Baju serba pink jadi ciri khas perempuan yang punya kekuatan larian laju ini. Dikisahkan, Yaya punya hobi bikin kue kering yang ndilalah punya rasa yang parah. Kucing aja sampai pingsan makan kue dia.

Sialnya, Yaya ini bak tertutup mata hatinya. Nggak mau denger pendapat orang-orang. Sudah seringkali diingatkan tentang rasa kuenya yang acak adul, tetep saja ngotot. Di banyak kesempatan, Yaya terus saja memaksa orang-orang untuk mencicipi kue buatan dia. Mereka yang berusaha kabur, bakal dikejar. Sungguh pekok dia emang.

Yaya adalah definisi perempuan keras kepala. Nggak bisa terima kritikan. Begitu dikritik, langsung ngegas. Syukurlah Yaya ini hidup di serial BoBoiBoy saja. Bayangkan jika dia benar-benar ada di dunia nyata. Dengan kepintaran yang dia miliki, bukan tidak mungkin Yaya bisa melenggang ke Senayan bahkan duduk di kursi RI 1. Wow, sosok anti kritik duduk di kursi RI 1! Bisa kalian bayangkan bakal gimana jadinya? Atau sudah merasakan sendiri? Eh.

Trus, jiwa kompetitif Yaya juga nggak kalah ngeselin. Yaya nggak pernah mau kalah dengan saingannya, Ying. Pokoknya gimana caranya biar dia selalu jadi yang nomor satu di sekolah. Haduh, haduh…perlu dikasihani nggak sih anak yang satu ini? Hidupnya kok nggak asik banget. Tunggu aja 10 atau 15 tahun lagi. Saat dia mulai sadar bahwa nilai-nilai ulangan yang dia perjuangkan mati-matian saat di sekolah ternyata hanya sebatas angka yang seringkali kalah ketika dibenturkan dengan kerasnya kehidupan.

Gimana? Sudah sepakat kan kalau Yaya itu jauh lebih menyebalkan daripada Fizi? Tapi saya memaklumi kok kalau kalian-kalian nggak sadar Yaya itu menyebalkan. Maklum, Yaya itu cantik. Biasanya kalau ngomongin perempuan cantik, selalu ada banyak pengecualian.

Sumber gambar: YouTube Mini Monsta – Animasi Kanak-Kanak

BACA JUGA 4 Profesi yang Cocok untuk Fizi Dilihat dari Bacotnya yang Nggak Ada Rem dan artikel Dyan Arfiana Ayu Puspita lainnya.

Baca Juga:  Kenapa Stafsus & CEO seperti Billy Mambrasar Sampai Perlu Punya Akun LinkedIn?
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.


Komentar

Comments are closed.