Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

4 Tips Menangkap Belalang yang Lumayan Ramah Lingkungan

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
21 Februari 2021
A A
tips menangkap belalang terminalmojok

tips menangkap belalang terminalmojok

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki kuliner khas yang menggugah selera, tak terkecuali Gunungkidul. Selain Indomie, daerah yang berada di selatan Yogyakarta itu juga punya kuliner istimewa yang sudah tidak bisa dibantah lagi kelezatannya: belalang goreng. Hampir setiap sudut Gunungkidul ada orang yang menjajakan kuliner berbentuk mirip alien ini.

Tumbuh dan besar di Gunungkidul, membuat saya begitu akrab dan lumayan hobi mengonsumsi belalang goreng. Meski awalnya harus rela gatal-gatal karena kandungan proteinnya yang tinggi, tapi masa-masa kelam itu berhasil saya lewati dan saat ini menjadi penikmat belalang sejati.

Waktu kecil, hampir setiap pulang sekolah saya mencari belalang bersama teman-teman satu dusun. Biasanya, kami menggunakan bambu panjang yang dikasih pulut (lem getah nangka muda) atau jaring untuk menangkap belalang. Selain itu, ada juga oknum yang kerap menggunakan metode langsung gepyok atau bras-bres secara radikal untuk melumpuhkan belalang. Tentu ini bukan tindakan tidak terpuji yang harus dihindari.

Meski terlihat sederhana, mencari belalang tidak semudah membalik taplak meja. Perlu keterampilan, ketangkasan, kewaspadaan, dan fisik yang kuat. Jadi, sebelum terjun ke lapangan, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu beberapa protokol menangkap belalang agar lebih efisien dan tidak waton bras-bres. Di sini, saya akan membagikan tips menangkap belalang yang ramah lingkungan.

Tips menangkap belalang yang pertama, jangan sampai salah tangkap

Sebelum berangkat mencari belalang, pahami dulu jenis-jenis belalang. Ini sangat penting diketahui karena ada beberapa jenis belalang beracun yang tidak layak dikonsumsi. Pastikan untuk mencari belalang kayu atau jenis Hedge Grasshopper yang sudah teruji layak dikonsumsi.

Cari info seputar belalang dulu, ya, pastikan untuk tidak salah tangkap. Serius, saya pernah mengonsumsi belalang beracun yang bikin kepala ini sedut-senut. Intinya, sebelum terjun ke lapangan, usahakan untuk mempelajari dengan seksama jenis-jenis belalang yang ada di semesta senja ini.

Tips menangkap belalang yang kedua, menyiapkan perlengkapan sesuai protokol

Nyaris sama seperti mencari pasangan hidup, menangkap belalang juga butuh modal. Setidaknya ada beberapa perlengkapan yang perlu Anda siapkan, seperti bambu kering berukuran sekitar 10-15 meter, lem tikus atau perangkap (jaring), dan air mineral—agar tidak pingsan di tengah jalan.

Pastikan untuk menggunakan bambu yang kuat dengan ukuran sedang. Jika bambu terlalu besar, bisa meningkatkan risiko saraf kejepit. Seperti yang banyak orang bilang, sering mengangkat beban berat bisa berisiko mengalami lemah fisik, sering kesemutan, nyeri, dan mengalami saraf kejepit.

Baca Juga:

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

4 Culture Shock yang Saya Rasakan sebagai Orang Demak Saat Pertama Kali Main ke Pantai Gunungkidul

Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) seperti kaos tangan, sepatu, dan topi. Kaos tangan berperan penting untuk melindungi kelenjar ludah belalang yang sering menyebabkan gatal-gatal. Sepatu untuk melindungi Anda dari gigitan ular dan agar bisa berlari kencang saat mengejar belalang. Sementara itu, fungsi topi untuk melindungi wajah Anda dari paparan sinar matahari yang kadang bikin iritasi.

Tips menangkap belalang yang ketiga, lihat ke atas bukan ke samping

Jangan coba-coba mencari belalang dalam keadaan hati yang gundah dan kacau-balau. Mencari belalang harus fokus dan suasana hati penuh kesabaran. Pasalnya, Anda dituntut jeli untuk melihat setiap gerak-gerik belalang yang biasa bersembunyi di balik tangkai pohon tinggi.

Pastikan untuk senantiasa fokus dan bisa membedakan antara tangkai dan belalang. Sebab, warna belalang sangat mirip dengan kayu jati, jadi jangan sampai gagal fokus.

Selain itu, biasakan untuk selalu melihat ke atas, bukan ke samping. Karena belalang hobi banget nongkrong di atas pohon, bukan di jok motor.

Tips menangkap belalang yang terakhir, jangan sekali-kali masuk zona hijau

Nah, ini sangat penting diketahui. Jangan sampai masuk ke arena terlarang: tanaman hijau para petani. Ini larangan keras bagi calon peserta pencari belalang. Aturan ini memang tidak tertulis di atas kertas, tapi jangan coba-coba memasuki zona hijau. Apalagi sampai menginjak-injak calon nasi itu, serius urusannya bakal panjang dan berat.

Kalau sampai melanggar, siapkan mental untuk menghadapi bapak-bapak yang biasa membawa clurit nan mengkilap itu. Selamat mencoba.

BACA JUGA Hewan-hewan Ini Lebih Bucin dari Fiersa Besari dan tulisan Jevi Adhi Nugraha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 20 Februari 2021 oleh

Tags: belalang gorengGunungkidul
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

3 Kampus di Gunungkidul yang Bisa Jadi Pilihan Melanjutkan Studi, biar Tahunya Nggak Cuma UGM dan Sleman

3 Kampus di Gunungkidul yang Bisa Jadi Pilihan Melanjutkan Studi, biar Tahunya Nggak Cuma UGM dan Sleman

5 Mei 2025
4 Candi di Gunungkidul yang Perlu Dikunjungi Mahasiswa Sejarah Terminal Mojok semanu

Derita Tinggal di Bawah Kaki Bukit Semanu Gunungkidul: Jalan Gelap, Penuh Lubang, dan Ulat Jati Bergelantungan

11 April 2023
5 Kuliner khas Gunungkidul yang Wajib Dicicipi selain Thoplek Peli terminal mojok.co

5 Kuliner khas Gunungkidul yang Wajib Dicicipi selain Thoplek Peli

1 Februari 2022
Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

Sumbangan Pesta Hajatan di Gunungkidul, Tradisi Baik yang Berubah Jadi Ajang Adu Gengsi

30 April 2025
Sisi Terang Gunungkidul yang Tidak Terlihat karena Stigma Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

Sisi Terang Gunungkidul yang Tidak Terlihat karena Stigma Berlebihan dan Menutupi Kenyataan yang Ada

20 Mei 2025
3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok KKN di Gunungkidul

3 Tipe Mahasiswa yang Nggak Cocok KKN di Gunungkidul

20 Mei 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Wahai BKN dan Panitia CPNS, Percuma Ada Masa Sanggah CPNS kalau Tidak Transparan! soal TWK daftar cpns pppk pns cat asn

Terima Kasih untuk Siapa pun yang Mencetuskan dan Melaksanakan Ide CAT CPNS, Tes yang Tak Pandang Bulu, Tak Pandang Siapa Dirimu

13 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

Tanjakan Gombel Semarang: Bukan Kerajaan Wewe, tapi Saksi Bisu Jejak Sejarah dan Nadi Utama Kota Semarang

17 Mei 2026
4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup Mojok.co

4 Soto Khas Semarang yang Wajib Dicicipi Wisatawan Minimal Sekali Seumur Hidup

12 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.