Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Kalau Ada Orang yang Meremehkan Skill Microsoft Office, Biasanya karena Nggak Paham

Alqaan Maqbullah Ilmi oleh Alqaan Maqbullah Ilmi
26 November 2020
A A
microsoft office mojok

microsoft office mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu sempat viral status medsos yang meremehkan pencari kerja yang melampirkan kemampuan Microsoft Office pada CV-nya. Memang Microsoft Office dengan segala fitur cukup familiar kita gunakan dalam pekerjaan sehari-hari yang apa-apa butuh hadap layar. Namun, sungguh salah menganggap program ini hanya untuk urusan ecek-ecek.

Orang yang menganggap bahwa Microsoft Office adalah program yang sederhana biasanya karena tidak memahami keseluruhan potensinya. Paling pol cuma bisa ngetik di Word yang nggak ada bedanya dengan ngetik di mesin ketik kuno. Bedanya cuma pakai kabel listrik dan bisa disimpan file-nya. Begitu pula ketika menggunakan Excel tahunya cuma buat tambah, kurang, kali, dan bagi. Apalagi PowerPoint yang tahunya cuma bikin slide aja. Padahal kemampuannya bisa lebih dari itu.

ADVERTISEMENT

Terlihat mudah mengoperasikannya memang iya sih. Sampai akhirnya Kemendikbud pun menghapus kurikulum pembelajaran Microsoft Office dari bangku sekolah. Padahal itu fatal banget lho. Siswa-siswa zaman sekarang itu bahkan nggak tahu caranya bikin grafik lewat Excel. Baru bikinnya saja nggak bisa, belum sampai fitur Excel di mana kita bisa set klasifikasi data berdasarkan warna atau simbol yang akan berubah otomatis ketika ada perubahan input.

Bahkan nih, hanya gara-gara Excel saya bisa membuat tugas akhir untuk S1 dan S2 saya. Bahkan bisa menembus prosiding scopus tiga kali. Hal ini dikarenakan Excel itu memiliki fitur Visual Basic for Application atau biasa disebut macro. Hal ini menjadikan kita bisa membuat aplikasi yang bisa ditunyuk-tunyuk dengan tombol yang kita buat sendiri. Ya udah mirip kayak pemrograman itu sendiri.

Bahkan sebelum memasuki coding VBA, sebenarnya Excel juga mempunyai berbagai fungsi yang cukup kompleks. Saya pernah mengirimkan pesan WA ke ratusan nomor dengan mirip broadcast gitu tapi menyebut nama masing-masing yang ditujukan hanya dalam waktu satu jam dengan bantuan Excel. Udah deh, nggak usah tinggi, penggunaan pivot table saja banyak yang belum tahu kan?

Bahkan pelatihan Excel itu bisa sampai dihargai jutaan lho. Kalau nggak percaya bisa googling sendiri. Sebab, memang banyak sekali fungsinya apalagi bagi yang berkutat pada pengelolaan data base. Dalam dunia akademisi masih banyak lho tawaran jasa pengolahan data menggunakan Excel.

Kalau cerita tentang Excel bakal banyak banget dan mungkin nggak kebayang. Mungkin bisa nih kita beralih ke Word. Coba seberapa banyak yang tahu cara pakai fasilitas mail merge? Atau mungkin di PowerPoint nih, tahu nggak kalau di sana juga bisa edit gambar yang nggak kalah dengan CorelDraw. Terus bisa nyimpan gambarnya dalam bentuk JPEG, PNG, dan lain-lain, ya sama kayak aplikasi edit gambar gitu. Bahkan edit video lewat PowerPoint juga bisa menghasilkan karya YouTube-able.

Itu baru tiga bagian Office yang paling sering digunakan saja nggak ada habis pembahasannya. Masih ada Outlook, OneNote, dan lain-lain. Kalau sampai ada orang yang ahli dalam Office di tingkat mahir itu tidak bisa diremehkan lho. Maka orang yang menganggap ecek-ecek pelamar kerja yang mengatakan punya keahlian Microsoft Office itu adalah bukti bahwa pengetahuan orang itu yang justru masih ecek-ecek.

Baca Juga:

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

Saya pernah miskin, saya begitu benci dengan keadaan itu, dan tak pernah ingin jadi miskin lagi

Seharusnya apabila ada orang yang mengaku ahli dalam Office dicek dulu sejauh mana kemampuannya. Jangan-jangan dia bisa bikin database lewat coding macro excel. Atau dia bisa bikin gambar menarik hanya lewat PowerPoint. Bisa jadi malah lebih dari itu dia memahami bagian Office yang lain di mana orang kebanyakan masih jarang menggunakannya.

Nah, banyaknya fitur dari Microsoft Office ini tidak selalu bersertifikat. Bahkan yang punya sertifikat bisa jadi malah cuma bisa kemampuan yang masih biasa-biasa saja. Jadi paling gampang ya suruh tunjukin produk yang pernah dibikin menggunakan Microsoft Office. Terus suruh tunjukin langsung bahwa dia memang bisa bikinnya dari nol.

Ya, memang Microsoft Office dengan segala kecanggihannya akan tetap jarang yang menggunakannya sampai tingkat dewa. Jadi wajar aja kalau banyak yang tahunya masih ecek-ecek. Tapi, kalau sekelas HRD atau bahkan owner usaha kok meremehkan pelamar yang dengan “kemampuan” Microsoft Office, saya rasa itu juga nggak paham apa sih Office itu lebih dalam. Mungkin memang di tempat kerjanya tidak membutuhkan kemampuan Microsoft Office sampai tingkat dewa.

BACA JUGA Belajar di Masa Pandemi: Guru Lembur, Siswa Kabur dan tulisan Alqaan Maqbullah Ilmi lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 26 November 2020 oleh

Alqaan Maqbullah Ilmi

Alqaan Maqbullah Ilmi

Guru Fisika yang mencintai Guru BK. Sayang orang tua, kakak-adik, istri, dan anak.

ArtikelTerkait

Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

Papeda Gulung, Culture Shock Pertama Saya di Dunia Kuliner

31 Mei 2023
Jogja atau Solo: Mana yang Lebih Nyaman untuk Ditinggali?

Meninggalkan Jogja Itu Tak Mudah dan Memang Tak Akan Pernah Mudah

14 Desember 2022
hal lucu yang tak sengaja guru lihat saat kelas daring pjj wabah corona mojok.co

Belajar di Masa Pandemi: Guru Lembur, Siswa Kabur

27 Oktober 2020
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Lulusan Ekonomi Syariah

11 Mei 2022
4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu terminal mojok

4 Makanan Khas Jawa Timur yang Sebaiknya Nggak Buru-buru Ditawarkan pada Teman Bulemu

23 November 2021
Warga Jogja Sok Tahu? Pekerja Surabaya yang Lebih Sok Tahu! (Pexels)

Kekesalan Orang Jogja kepada Pekerja Surabaya yang Sok Tahu dan Memandang Keramahan Khas Jogja sebagai Kecurigaan

27 Maret 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Nostalgia Stasiun Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya Mojok.co

Nostalgia Stasiun di Kecamatan Kabat Banyuwangi yang pernah berjaya pada masanya

19 Agustus 2026
Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga Mojok.co

Pengalaman ikut trail run, olahraga yang dahulu saya anggap aneh, tapi akhirnya ketagihan juga

20 Agustus 2026
Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa (Unsplash)

Stop denial, sound horeg adalah diskotik yang dipaksa masuk desa hanya demi memuaskan ego merusak milik segelintir orang

17 Agustus 2026
Awalnya Bangga Beli Honda Scoopy, Lama-lama Malu karena Sering Bermasalah, Motor dan Pemiliknya Jadi Kelihatan Payah Mojok.co lamongan

Sudah tahu jalan di Lamongan jelek, kok malah beli Honda Scoopy, aneh!

21 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.