Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Mulai Usaha Olshop? Coba Promosi di Tiktok!

Rizki Emillia oleh Rizki Emillia
26 November 2020
A A
Karakter Anime Ganteng yang Harus Bikin Konten TikTok POV terminal mojok.co

Karakter Anime Ganteng yang Harus Bikin Konten TikTok POV terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Untuk zaman sekarang ini berjualan di sosial media itu bukan suatu hal yang aneh. Jika dulu kita berpikir bisnis itu harus buka toko, harus punya modal yang gede, sekarang online shop sudah merajalela di mana-mana. Dan biasanya platform yang digunakan jika tidak Facebook ya Instagram. Tapi, kali ini kita akan bahas bagaimana TikTok bisa menjadi alternatif untuk membangun olshop kita. Dan ini beberapa poin yang harus kita pahami.

TikTok bukan sosial media

Berdasarkan info dari TikTok Indonesia Official, walaupun bisa like, komen, follow, dan share, tetapi mereka menyebut diri mereka distribution platform. Nah, itu bedanya apa? Jadi. TikTok lebih mengedepankan konten dibanding followers.

Jadi, misalnya gini kita punya followers cuma seratus, tapi jika konten kita bagus itu akan didorong ke FYP dan akan dilihat oleh berbagai macam orang. Sehingga tanpa followers pun kita bisa mendapatkan view bahkan engagement yang luar biasa besar. Sedangkan, jika di Instagram perlu mempunyai followers yang banyak untuk bisa mendapatkan interaksi yang juga banyak.

Sebagai content distribution platform, TikTok lebih fokus terhadap konten yang berkualitas. Jadi, kita kudu pinter bikin konten yang menarik. Produk yang kita jual bisa terbantu tanpa harus menunggu followers yang banyak, asalkan kita beneran serius menggarap kontennya. Ya kayak YouTubers gitu lah, kualitas konten mereka bikin orang betah nonton dan mau subscribe.

No skills, no cry

Fitur TikTok itu memudahkan kita banget bahkan orang awam sekalipun bisa membuat video, bisa bermain dengan berbagai filter, editing tools, cutting dalam satu aplikasi. User interface-nya tuh gampang banget untuk dipakai orang-orang awam. Jadi, misalkan kita tidak punya skill editing yang bagus, cukup menggunakan TikTok editing tools yang mudah, hasilnya sudah cukup banget.

Nggak perlu kepsyen yang biutiful

Jika di Instagram fitur caption itu dibuat sangat panjang agar menarik. Nah, di TikTok caption cuman dibatasin 150 karakter. Jadi, walaupun kita tidak bisa membuat caption tidak apa-apa karena yang menjadi prioritas adalah bagaimana video kita akan ditonton sampai habis bukan soal captionnya.

Nggak ada hestek-hestek

Yang sering menjadi pertanyaan orang-orang dalam jualan adalah jika mau jualan ini hashtag-nya apa yang efektif supaya naikin konten? Jika di Instagram, hashtag itu memang penting karena memang platform tersebut menyediakan fitur follow hashtag yang membantu kita untuk bisa terus update dengan konten yang menggunakan hashtag tersebut. Tapi, jika di TikTok hashtag itu tidak berpengaruh. Walaupun kita menggunakan hashtag segambreng juga tidak akan membantu. Kecuali, orang sengaja khusus mengklik hashtag-nya nah di situ baru bisa terakses. Jadi fitur hashtag itu berfungsi sebagai klasifikasi konten untuk topik tertentu.

Di TikTok, walaupun kita bukan siapa-siapa, tapi kita bisa menjadi luar biasa. Yang bukan siapa-siapa, satu konten viral walaupun followers sedikit masih tetap bisa booming. Banyak juga orang-orang yang bikin konten jualan dan akhirnya jualannya laris. Mereka juga membuat konten ucapan terima kasih kepada TikTok karena membuat mimpinya tercapai yang sebelumnya tidak pernah. Dan, masih banyak ucapan-ucapan syukur lagi.

Baca Juga:

5 Alur Cerita Drama China Pendek di TikTok yang Monoton, tapi Sering Bikin Jam Tidur Saya Berantakan

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Jadi, jangan pernah membatasi diri kita untuk berjualan atau membangun online bisnis harus dari Instagram dan Facebook saja, tapi coba eksplor platform lain seperti TikTok dan lainnya. Tapi, untuk saya TikTok itu konversinya luar bisa besar. Jika, misalkan kalian belum nyoba, silahkan investasikan waktu kalian di TikTok. Kalian bisa eksperimen dengan berbagai macam konten-konten yang menarik. Jika misalnya kalian sudah mulai berkarya di TikTok tapi belum juga mendapatkan hasil, video kalian belum masuk FYP, jangan menyerah, harus tetap terus berkarya. Perbaiki konten agar lebih baik lagi, perluas jaringan, dan tetap semangat berkarya jangan down karena semua butuh proses.

Mi instan aja butuh direbus, ya kali kalian minta sukses yang instan.

BACA JUGA Seberapa Pentingkah Anime dan Manga Dibuatkan Film Live Action?

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2020 oleh

Tags: olshoptiktok
Rizki Emillia

Rizki Emillia

Mahasiswi Aqidah dan Filsafat Islam yang ingin sukses tapi malas dan hobinya traveling.

ArtikelTerkait

Ormas Tukang Palak Hambat Investasi, Indonesia Rugi 135 Triliun (Pexels)

Ormas Oportunistik Tukang Palak Adalah Rayap Bagi Iklim Investasi Rugikan Indonesia Sampai 145 Triliun

11 Maret 2025
Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

Suka Duka Pengusaha Kecil Jualan Live di TikTok: Nggak Ada yang Nonton, Sekalinya Ada yang Nonton Malah PHP

3 Desember 2025
10 Lagu TikTok Viral yang Sebenarnya Enak, tapi Mengganggu di Telinga Terminal Mojok

10 Lagu TikTok Viral yang Sebenarnya Enak, tapi Mengganggu di Telinga

26 Juni 2022
Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

Penyalahgunaan Beasiswa KIP-K oleh Koket Girl Viral di Media Sosial. Apa sih Koket Girl Itu?

2 Mei 2024
Tabiat Dosen Gaib, di Kelas Tidak Pernah Ada, tapi Sogok Mahasiswa dengan Nilai A dosen muda

Menjadi Dosen Muda Tak Seindah Konten di TikTok!

11 September 2024
Google Maps: Aplikasi Rusak yang Makin Rusak Gara-gara Ulah Penggunanya yang Tolol tiktok

Unpopular Opinion: Ulasan di Google Maps Lebih Valid daripada TikTok untuk Rekomendasi Tempat Wisata

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

Dilema Lulusan D4: Gelar Sarjana Terapan, tapi Dianggap D3 yang “Magang” Kepanjangan dan Otomatis Ditolak HRD karena Bukan S1

8 April 2026
Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

Bus Jaya Utama Indo: Bus Patas Termahal di Jalur Pantura, Nyamannya Tak Seistimewa Harganya, tapi Tetap Layak Disyukuri

8 April 2026
4 Hal yang Harus Penumpang Ketahui tentang Stasiun Duri, Si Paling Sibuk dan Melelahkan se-Jakarta Barat

Stasiun Duri Lebih Bikin Stres dari Manggarai: Peron Sempit, Tangga Minim, Kereta Lama Datang

9 April 2026
Shopee dan Kebijakan Absurd-nya: Niatnya Membantu, tapi Malah Bikin Penjual Menggerutu shopee vip

Shopee VIP Memberi Ilusi Hemat Belanja, tapi Bisa Membuat Boros Tak Terkira

12 April 2026
Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

Jadi Petani Itu Blas Nggak Ada Slow Living-nya, Jangan Ketipu Konten Sosmed!

14 April 2026
Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa Mojok.co

Jadi PNS di Desa Tidak Bisa Hidup Tenang, Tuntutan Sosialnya Tinggi karena Dikira Mapan dan Serba Bisa

9 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=ONHNlaDcbak

Liputan dan Esai

  • PNS Pekerjaan Paling Menjanjikan, tapi Ada Orang yang Memilih Tak Menjadi Abdi Negara karena Tidak Mau Menggadaikan Kebebasan
  • Kecintaan Mengerjakan Skripsi di Jurusan Antropologi Unair, Malah Jadi “Donatur Tetap” dan Tersadar karena Nasihat Timothy Ronald
  • Pasang WiFi di Rumah Desa Boncos: Password Dipalak-Dicolong Tetangga, Masih Dicap Egois kalau Mati Disuruh Gali Kubur Sendiri
  • Tren “Aneh” Orang Jakarta: Nyicil iPhone Bukan karena Butuh, Alasannya Susah Dipahami Orang Miskin
  • Supra X 125 Adalah Motor Honda Penuh Penderitaan dan Nggak Masuk Akal, tapi Menjadi Motor Paling Memahami Derita Keluarga Muda
  • Rela Bayar Mahal di Jurusan Keperawatan demi Prospek Karier Perawat, Cuma Berakhir Jadi “Babu” di RSUD

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.