Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan

Kafe yang Penuh Sesak dengan Kerabat Pemilik dan Pekerja Kafenya Itu Malesin

Cindy Gunawan oleh Cindy Gunawan
26 Agustus 2021
A A
rekomendasi warkop untuk warga kediri fast bar skripsian di coffee shop home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

home brewer kopi cafe kafe coffee shop mojok

Share on FacebookShare on Twitter

Tanpa perlu diperdebatkan lagi, saya yakin kafe kini memang tengah memiliki pamor yang cukup melejit di hampir seluruh kalangan. Di setiap sudut jalan kota-kota besar bahkan di pedesaan sekalipun kini bisa dipastikan selalu ada kafe berdiri kokoh. Saking banyaknya, nggak mengherankan juga ada kafe yang berdiri hanya berjarak beberapa ratus meter dengan yang lainnya. Letak dan konsep yang dibawa pun beragam, dari yang bernuansa vintage, Jawa lawas, hingga modern-minimalis. Ditambah lagi strategi yang tengah familiar di medio sekarang ini, yakni hidden gem alias harus masuk-masuk ke gang kecil dahulu baru ketemu turut menjadi daya tarik.

Untuk mahasiswa dan pekerja non-formal yang tidak harus ke kantor setiap jamnya, kafe bisa jadi salah satu tempat merampungkan tanggungan tugas kerja. Selain memberikan suasana baru, bagi sebagian orang, mengerjakan tugas di tempat ini terkadang juga memberikan kesan nyaman dan santai. Akan tetapi, banyak juga pelanggan yang datang hanya untuk senang-senang saja, misalnya untuk mencoba makanan yang tengah viral, menikmati lagu indie yang selalu menggema lewat speaker audio kafe sendirian, atau memang kaum fakir Wi-Fi, wqwqwq. Bagi saya yang suka jalan-jalan sendirian, kafe justru menjadi tempat yang saya hindari, kecuali jika ada keperluan penting, seperti rapat atau janjian bertemu teman lama.

ADVERTISEMENT

Dalam prinsip saya, ada beberapa hal yang perlu dipenuhi kafe untuk bisa saya jadikan tempat kumpul ke depannya, atau bahkan dijadikan rekomendasi kalau ada kawan yang bertanya. Faktornya sederhana saja dan saya kira ini juga faktor pokok bagi sebagian besar orang, yakni jaraknya yang tidak terlalu jauh, areanya yang bersih, harga menunya yang tidak terlalu mahal, adanya colokan daya, juga wifi sebagai penunjang kegiatan.

Akan tetapi, terkadang ketika faktor-faktor yang saya sebutkan tadi sudah terpenuhi, ada saja hal yang bikin saya nggak berminat mampir kembali ke sana, misalnya penuhnya kerabat para pekerjanya.

Bagi saya, kafe yang penuh sesak kunjungan kerabat semacam itu kurang enak dikunjungi apalagi jika kita sendirian. Ya iyalah! Bagaimana mau terasa nyaman kalau dari pintu masuk saja sudah jadi pusat perhatian? Saya justru mempertanyakan, ini buat publik atau pribadi, sih? Memang, sih nggak ada salahnya sama sekali mengundang teman dan menjadikannya tempat tongkrongan, justru hal tersebut bisa dibilang simbiosis mutualisme: hubungan dengan teman tetap erat dan menu kafemu turut laku keras.

Konsepnya kan memang seperti promosi dari telinga-ke-telinga, dari ajakan satu kawan ke kawan lainnya. Lagipula, banyak juga kan yang kini memanfaatkan media sosial untuk promosi dengan memberikan undangan soft opening bagi kerabat dan kawannya. Alusss~

Akan tetapi, jika terlalu banyak kawan yang datang, bukankah suasana akan terasa berbeda? Alih-alih meramaikan kafe, bagi sebagian kecil pengunjung bisa saya pastikan malah merasa kurang betah berlama-lama. Apalagi jika kawan-kawan dari pemilik bergerombol di meja barista, duh, niatnya mau pesan malah segan.

Namun, ini menurut pandangan pribadi saya saja, ya, kafe yang terlalu ramai dipenuhi kerabat sendiri malah menghadirkan suasana yang kurang nyaman. Kalau disuruh memilih, saya justru akan memilih ke kafe yang ramai, tetapi tidak berisi kenalan dari sang barista, pekerja, atau pemilik kafe tersebut. Sebab, walaupun suasananya tampak ramai akan tetap terasa sunyi di kepala saya, jadi nggak akan terlalu mengganggu suasana. Jadi, mungkin ada hal yang perlu dipikirkan ulang juga, nih, baik bagi pemilik maupun pekerja, salah satunya untuk tetap memberikan pelanggan kesempatan membangun ruang dan suasananya sendiri.

Baca Juga:

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

BACA JUGA Saya Member Platinum Shopee dan Malas untuk Checkout di Marketplace Ini Lagi dan tulisan Cindy Gunawan lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 28 Agustus 2021 oleh

Tags: kafekerabatpemilikpengunjungramai
Cindy Gunawan

Cindy Gunawan

Mbak-mbak medioker Bantul. Gemar menulis keresahan personal, ketimpangan unik dan hal serba nyentrik yang hadir di Jogja Selatan.

ArtikelTerkait

4 Hal Penting yang Kadang Diabaikan oleh Barista Terminal Mojok

4 Hal Penting yang Kadang Diabaikan oleh Barista

24 April 2022
Filsuf Adalah Tonggak Peradaban Bangsa dan Kini Mereka di Kedai Kopi terminal mojok.co

Analisis Berbagai Arti Ungkapan ‘Ngopi’ yang Sering Kita Dengar

8 Juli 2020
3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Kafe di Situbondo yang Cocok buat Buka Laptop Berjam-jam, Freelancer Merapat!

3 Oktober 2023
Lawson Nggak Layak Disebut Convenience Store, melainkan Hasil Kawin Silang Kafe dan Warkop

Lawson Nggak Layak Disebut Convenience Store, melainkan Hasil Kawin Silang Kafe dan Warkop

11 April 2024
Filsuf Adalah Tonggak Peradaban Bangsa dan Kini Mereka di Kedai Kopi terminal mojok.co

Tipe Warung Kopi atau Kafe Berdasarkan Fungsinya

28 Mei 2020
3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

3 Kafe ala Korea di Semarang, Seru buat Nongkrong dan Kulineran

21 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 Kuliner Madura selain Sate yang Layak Dikenal Lebih Banyak Orang Mojok.co

Jangan cuma mengingat stereotip negatifnya, nyatanya orang Madura itu jago banget masak

10 Agustus 2026
Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

Menganggap Tulungagung sebagai pusat pesugihan di Jawa Timur karena banyak industri rumahan adalah kesimpulan yang dangkal, bodoh, malas, dan sampah

7 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

Burnout bukan hak istimewa dokter. Karyawan toko, buruh, sampai ojol juga bisa mengalaminya

6 Agustus 2026
Jalan Nasional Purworejo vs Kulon Progo Ketimpangannya Begitu Terasa: Dalam Hitungan Meter, Dunia Begitu Berbeda

Purworejo, kota yang menyambutmu bukan dengan gapura selamat datang, tapi dengan jalan berlubang

5 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.