Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kabupaten Pasuruan, Kabupaten yang Sibuk, Serba Ada, dan Cukup Humble, tapi Amat Monoton

Iqbal AR oleh Iqbal AR
30 Mei 2025
A A
Kabupaten Pasuruan, Kabupaten yang Sibuk, Serba Ada, dan Cukup Humble, tapi Amat Monoton

Kabupaten Pasuruan, Kabupaten yang Sibuk, Serba Ada, dan Cukup Humble, tapi Amat Monoton (Just Snapshot via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika bicara tentang Jawa Timur, tentang kota atau kabupaten di dalamnya, kita selalu fokus dengan Malang atau Surabaya. Mentok-mentok paling Madiun, atau Banyuwangi. Seakan-akan Jawa Timur hanya berpusat di kota/kabupaten itu saja. Padahal, selain Malang, Surabaya, Madiun, atau Banyuwangi, Jawa Timur juga punya kota atau kabupaten lain yang nggak kalah menarik. Salah satunya adalah Kabupaten Pasuruan.

Di antara kota atau kabupaten lain, nama Pasuruan memang nggak tenar. Setidaknya nggak setenar Malang atau Surabaya. Pasuruan juga jauh dari gemerlap kota besar. Lagi-lagi, nggak seperti Malang atau Surabaya. Iya, Pasuruan memang nggak tenar, nggak gemerlap, dan nggak modern. Namun, jika dibandingkan Malang dan Surabaya, Pasuruan itu punya potensi yang nggak kalah besar, dan punya kualitas hidup yang nggak kalah bagus.

Kabupaten Pasuruan seakan nggak peduli dengan segala perbincangan soal kota-kota di Jawa Timur. Ketika Malang dan Surabaya begini begitu, Pasuruan jalan saja dengan apa yang ada, nggak mau terlalu memikirkan apa yang tetangga lakukan. Pasuruan seakan “ just live their lives”. Dan ini nggak mengherankan, sebab Pasuruan sudah terlalu sibuk dengan apa-apa yang mereka punya.

Kabupaten Pasuruan sibuk, serba ada, dengan UMK yang tinggi

Jika Jabodetabek dan sekitarnya punya Cikarang sebagai pusat industri, maka Jawa Timur punya Pasuruan sebagai salah satu pusat industrinya. Mirip seperti Cikarang, Pasuruan juga punya banyak sekali pabrik-pabrik yang selalu sibuk tiap harinya. Mulai dari pabrik produk makanan hingga otomotif ada di Pasuruan. Boleh dibilang, industri di Pasuruan ini benar-benar pesat.

Sebagai salah satu pusat industri, Pasuruan pastinya punya UMK yang cukup tinggi. Di Jawa Timur, Kabupaten Pasuruan menempati peringkat keempat UMK tertinggi dengan nominal Rp4.870.511,00. Kabupaten Pasuruan hanya kalah dari Kota Surabaya di peringkat pertama dengan nominal Rp4.961.753,00, lalu diikuti dengan Kabupaten Gresik dan Kabupaten SIdoarjo.

Dengan UMK yang tinggi, hidup di Kabupaten Pasuruan itu bisa dibilang cukup menjanjikan. Apalagi biaya hidup di Pasuruan yang nggak terlalu tinggi—setidaknya nggak setinggi Surabaya, dan mirip-mirip dengan Malang. Ditambah lagi Pasuruan ini kabupaten yang serba ada. Pasuruan punya dataran tinggi, punya pantai, punya banyak wisata, baik yang alam, moderen, maupun wisata sejarah, nyaris punya semuanya, lah. Sepertinya, hidup di Pasuruan itu cukup banget.

Rendah diri (?)

Meski punya UMK yang tinggi, nyaris punya semuanya, Pasuruan seakan nggak mau menjadi congkak. Pasuruan seakan nggak pernah koar-koar bahwa mereka punya UMK yang tinggi, mereka punya semua yang dibutuhkan oleh manusia untuk hidup. Pasuruan—baik manusia atau daerahnya—seakan mencoba untuk tetap humble.

Saya nggak tahu apakah sematan “humble” ini benar atau tidak disematkan ke Kabupaten Pasuruan. Entah Pasuruan memang humble, atau sekadar gitu-gitu aja. Sebab beberapa orang yang saya kenal dari Pasuruan juga nggak pernah membesar-besarkan Pasuruan (karena memang nggak besar?), nggak pernah overproud dengan Pasuruan (karena nggak ada yang bisa dibanggakan?). Entahlah, mungkin kami punya sudut pandang yang berbeda.

Baca Juga:

Jatim Park, Tempat Wisata Mainstream di Malang Raya yang Anehnya Tetap Asyik walau Sudah Dikunjungi Berkali-kali

Tunjungan Plaza Surabaya Lebih Cocok Disebut Labirin daripada Mal, Membingungkan dan Rawan Tersesat

Pasuruan yang monoton, Pasuruan yang membosankan, Pasuruan yang masih banyak masalah

Pasuruan memang sibuk, serba ada, dan punya UMK yang tinggi. Namun, Pasuruan juga monoton dan membosankan. Ya selayaknya kota/kabupaten yang menjadi pusat industri, dinamika kehidupan kabupaten dan masyarakatnya gitu-gitu aja. Kehidupan sosialnya seakan mengikuti “jam kerja pabrik”. Monoton, bahkan cenderung membosankan.

Di Pasuruan, industri kreatif dan hiburannya benar-benar nggak terlihat. Beberapa kawan dan kenalan saya yang kerjanya di bidang kreatif (desainer, illustrator, hingga musisi) dari Pasuruan, memutuskan untuk pindah ke Malang, Jogja, bahkan Jakarta untuk membangun kariernya. Alasan mereka selalu sama: Pasuruan belum bisa menampung bakat mereka, Pasuruan bukan tempat yang pas untuk ranah-ranah yang mereka tekuni.

Maka nggak salah rasanya jika Kabupaten Pasuruan ini monoton dan membosankan. Pasuruan seakan diciptakan hanya untuk orang yang ingin kerja dari pagi hingga sore. Kabupaten ini seakan diciptakan hanya untuk orang-orang yang pikirannya nggak liar, orang-orang yang kebutuhan hiburannya nggak banyak.Pasuruan mungkin nggak butuh itu. Pasuruan mungkin sudah cukup dengan segala hiruk pikuk industri mereka. Pasuruan nggak mau ambil peran yang lebih.

Nggak apa-apa. Toh, dengan apa yang dimiliki sekarang, Pasuruan sudah punya posisi. Ya meskipun harus diakui, Pasuruan masih punya masalah-masalah yang sampai sekarang nggak kunjung beres. Mulai dari masalah korupsi, populisme dan pengkultusan pemimpin, daya beli masyarakat yang masih rendah, dan rentetan masalah lainnya. Masalah-masalah inilah yang masih menjerat Pasuruan hingga saat ini.

So, inilah Pasuruan. Sebuah kabupaten yang punya UMK tinggi, kabupaten yang sibuk kabupaten yang kelihatannya kalem, humble, tapi juga kabupaten yang monoton dan membosankan, serta masih menyimpan banyak masalah.

Penulis: Iqbal AR
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Jalur Kereta yang Serba PAS Membuat Pasuruan Menjadi Daerah Paling Strategis di Jawa Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Mei 2025 oleh

Tags: jawa timurkabupaten pasuruanMalangPasuruanSurabaya
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung Mojok.co

4 Tipe Orang yang Dipastikan Akan Merana kalau Tinggal di Tulungagung

10 Mei 2025
Paiton Probolinggo Menyimpan 5 Sisi Gelap yang Memprihatinkan (Unsplash)

Di Balik Indahnya Gemerlap Lampu PLTU, Ternyata Paiton Probolinggo Memiliki Sisi Gelap yang Tak Banyak Diketahui Orang

9 Januari 2025
Indomaret Point Songgokerto, Indomaret Terbaik di Kota Batu (Unsplash)

Indomaret Point Songgokerto, Indomaret Terbaik di Kota Batu yang paling Berhasil Memberi Rasa Nyaman

9 November 2025
7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

7 Fakta Surabaya yang Bikin Kota Lain Cuma Bisa Gigit Jari

30 November 2025
Terminal Bungurasih Surabaya Bukan Milik Calo dan Tukang Palak (Unsplash)

Tips Menghindari Calo di Terminal Bungurasih bagi Newbie agar Tidak Terjebak dan Tertekan

1 Maret 2025
Penutupan 2 Hotel di Malang Gara-gara Open BO: Basmi Tikus, Bakar Lumbung

Penutupan 2 Hotel di Malang Gara-gara Open BO: Basmi Tikus, Bakar Lumbung

22 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura Mojok.co

3 Skill yang Wajib Dimiliki Laki-laki kalau Ingin Memperistri Orang Madura

4 Februari 2026
Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

Pengendara Mobil Nggak Usah Ikut-ikutan Lewat Jalan Tikus, Kalian Nggak Diajak!

31 Januari 2026
Banting Setir dari Jurusan Manajemen Jadi Guru PAUD, Dianggap Aneh dan Nggak Punya Masa Depan Mojok.co jurusan pgpaud

Jurusan PGPAUD, Jurusan yang Sering Dikira Tidak Punya Masa Depan

5 Februari 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
5 Menu Seasonal Indomaret Point Coffee yang Harusnya Jadi Menu Tetap, Bukan Cuma Datang dan Hilang seperti Mantan

Tips Hemat Ngopi di Point Coffee, biar Bisa Beli Rumah kayak Kata Netijen

3 Februari 2026
Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

Lawson X Jujutsu Kaisen: Bawa Kerusuhan Klenik Shibuya di Jajananmu

31 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Mahasiswa KIP Kuliah Pertama Kali Makan di AYCE: Mabuk Daging tapi Nelangsa, Kenyang Sesaat untuk Lapar Seterusnya
  • Ormas Islam Sepakat Soal Board of Peace: Hilangnya Suara Milenial dan Gen Z oleh Baby Boomers
  • Kemensos “Bersih-Bersih Data” Bikin Nyawa Pasien Cuci Darah Terancam, Tak Bisa Berobat karena Status PBI BPJS Mendadak Nonaktif
  • Blok M, Tempat Pelarian Pekerja Jakarta Gaji Pas-pasan, Tapi Bisa Bantu Menahan Diri dari Resign
  • Derita Punya Pasangan Hidup Sandwich Generation sekaligus Mertua Toxic, Rumah Tangga bak Neraka Dunia
  • Film “Surat untuk Masa Mudaku”: Realitas Kehidupan Anak Panti dan Lansia yang Kesepian tapi Saling Mengasihi

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.