Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja

Channia Noor Aisyah oleh Channia Noor Aisyah
22 Februari 2026
A A
Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja Mojok.co

Jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM: Masuk dan Lulusnya Gampang, tapi Sulit Dapat Kerja (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Belum lama ini akun Instagram detikjogja mengunggah daftar jurusan di UGM yang sepi peminat dengan peluang kerja besar. Jurusan Teknologi Hasil Perikanan tercatat menjadi salah satunya dengan peluang diterima 16,67 persen. Saya tidak sepenuhnya setuju dengan postingan itu.

Persaingan masuk jurusan Teknologi Hasil Perikanan memang longgar dibanding jurusan lain karena cenderung sepi peminat. Namun, soal peluang kerja yang besar setelah lulus, sebagai alumnus jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM beberapa tahun lalu, saya kurang setuju. Dan, mungkin hal ini juga dirasakan oleh alumni jurusan Teknologi Hasil Perikanan dari kampus mana pun. 

ADVERTISEMENT

Awal perjalanan masuk jurusan Teknologi Hasil Perikanan

Masih ingat betul pertama kali saya menginjakkan kaki di Jogja pada 2017 lalu. Saya berhasil diterima di salah satu kampus dan jurusan impian, jurusan Teknologi Hasil Perikanan UGM 

Saya pilih jurusan tersebut bukan tanpa alasan. Bersekolah di SMA dekat kampung nelayan di Juwana, Pati membuat saya tidak asing dengan kehidupan nelayan dan pengusaha UMKM bidang perikanan. Dengan mata ini saya melihat sendiri bagaimana banyak orang menggantungkan hidupnya dari hasil laut. Keputusan memilih jurusan Teknologi Hasil Perikanan semakin bulat karena Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia pada saat itu masih dipimpin oleh Menteri Susi Pudjiastuti yang saya kagumi.

Pilihan masuk jurusan yang kurang populer ini jelas mengundang pertanyaan dari teman-teman dan keluarga besar. “Nanti kalau udah lulus kerja apa?” “Kuliah jauh–jauh ke Jogja kok ambil perikanan?” “Kenapa ngga kedokteran atau guru aja sih” “Jurusan perikanan nanti ngomong sama ikan gitu ya?” Kurang lebih begitu yang saya ingat dan dengar. 

Pertanyaan-pertanyaaan itu saya jawab dengan mantap, ingin membantu ekonomi masyarakat pesisir, khususnya mereka yang tinggal di sekitar tempat tinggal saya. Iya, pada saat itu saya memang masih sangat idealis, tidak heran jawaban itulah yang keluar dari mulut ini. 

Malu rasanya kalau diingat-ingat kembali. Sebab, pada akhirnya saya tidak bekerja sesuai dengan jurusan yang dibanggakan itu. Namun, keputusan menjalani pekerjaan yang tidak linear ini bukan semata-mata menyerah, tapi banyak pertimbangan lain.

Kenyataan setelah menyandang gelar Sarjana Perikanan 

Setelah mengantongi gelar Sarjana Perikanan (S.Pi), saya mencoba mencari pekerjaan yang linear dengan jurusan. Di sini kenyataan di lapangan mulai “menampar”. Saya dan banyak kawan sejurusan lain merasa kesulitan menemukan loker yang sesuai. 

Baca Juga:

Rute kucing UGM, spot lari Jogja yang kalcer dan ramah untuk pelari pemula

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

Agak ironi sebenarnya. Dosen saya pernah menjelaskan, Indonesia salah negara maritim yang sebagian besar kawasannya terdiri atas laut. Sedihnya, tidak banyak perusahaan, baik swasta maupun negara, yang membuka loker untuk lulusan perikanan. 

Saat saya mencoba daftar BUMN, tidak ada instansi yang membuka posisi khusus untuk lulusan perikanan. Dengan kata lain, lulusan jurusan ini harus berebut kesempatan dengan lulusan jurusan lain untuk menduduki suatu posisi. Artinya, persaingannya akan ketat. 

Jujur, sempat ada kecemburuan antara lulusan jurusan perikanan terhadap departemen-departemen lain di Fakultas Pertanian (kebetulan jurusan Perikanan masih menjadi bagian dari Fakultas Pertanian). Rasa-rasanya mereka lebih mudah mendapatkan posisi di BUMN karena ada instansi khusus yang siap menampung mereka setelah lulus. Bulog misal. Dengan segala pertimbangan dan loker itu, dengan berat hati akhirnya saya mendaftar di instansi yang membuka lowongan untuk semua jurusan.

Kerja sesuai jurusan, tapi kondisinya mengenaskan

Di antara banyaknya alumni jurusan Teknologi Hasil Perikanan yang bekerja tidak linear dengan jurusannya, ada satu kawan yang bersikukuh bekerja sesuai bidangnya. Dia bekerja sebagai teknisi tambak udang di salah satu perusahaan swasta ternama. 

Bagi kalian yang masih awam dengan posisi teknisi tambak udang, saya beri sedikit gambaran ya. Posisi ini mewajibkan pekerjanya bekerja di lapangan, di tambak udang yang luas itu. Tugasnya, memastikan semua kegiatan budidaya berjalan dengan baik dari mulai persiapan kolam hingga panen. Intinya, pekerjaan ini perlu kondisi fisik yang prima dan risiko besar. 

Mengenaskannya, kawan saya ini digaji secara tidak layak, sekitar Rp2juta saja. Memang, saat itu dia masih fresh graduate dan tempat tinggal serta makan sudah ditanggung perusahaan. Namun, angka Rp2 juta masih kurang, apalagi dibanding dengan tanggung jawab yang diemban. Sedihnya lagi, selama kerja di sana, ijazah kawan saya ini ditahan. Poin terakhir inilah yang membuatnya ragu untuk melanjutkan kontrak kerja. 

Momentum yang paling mengenaskan, dia tidak dapat cuti saat Lebaran. Dia harus tetap bekerja pada saat hari pertama hari raya sehingga tidak bisa pulang ke kota kesayangannya, Boyolali. 

Akhirnya, setelah menghabiskan masa kontrak kerja selama 2 tahun. Dia memutuskan datar PNS di salah satu kota di Jawa Timur di bawah naungan Kemenkumham. Bidang yang sangat jauh dari dunia perikanan, tapi kerja dan upahnya lebih layak. 

Akhirnya dia bergabung dengan kawan-kawan lain yang kerjanya tidak linear dengan jurusan.  Selain kerja di pemerintahan, banyak alumnus jurusan ini yang banting setir kerja di bank hingga sales makanan dan minuman. Bahkan, ada yang kerja apa saja di luar negeri karena merasa tidak ada harapan untuk bekerja di negara ini.

Pertimbangkan ulang sebelum masuk jurusan Teknologi Hasil Perikanan

Tulisan ini tidak bermaksud mengecilkan jurusan Teknologi Hasil Perikanan dan mahasiswanya. Pun tidak berniat mengejek alumnusnya. Saya cuma pengin mengingatkan untuk berpikir matang-matang sebelum ambil jurusan ini. Jangan hanya karena disebut-sebut peluang masuknya besar, para calon mahasiswa kemudian tertarik masuk sana. Jurusan ini memang gampang masuk dan lulusnya, tapi kesulitan dapat peluang oke di dunia kerja. 

Kalau kalian tetap ingin kuliah jurusan Teknologi Hasil Perikanan, siapkan kesabaran dan energi ekstra untuk tetap bisa kerja di bidang ini.  Kesempatannya tidak banyak, tapi kalau dipersiapkan dengan baik dari sisi keilmuan dan jaringan, bukan tidak mungkin kalian dapat kesempatan kerja di bidang yang masih linear kelak. 

Penulis: Channia Noor Aisyah
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rajin Ganti Kampas Rem, Kebiasaan Baru yang (Terpaksa) Tumbuh Pas Jadi Mahasiswa UNNES Gunungpati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 22 Februari 2026 oleh

Tags: jurusan perikananJurusan Teknologi Hasil PerikananJurusan Teknologi Hasil Perikanan UGMlokerUGM
Channia Noor Aisyah

Channia Noor Aisyah

ArtikelTerkait

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya Mojok.co

Tinggal di Asrama Mahasiswa UGM Memang Nyaman, asal Bisa Berdamai dengan Beberapa Kekurangannya

26 April 2024
5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

5 Hal yang Biasa Dilakukan Mahasiswa Baru UGM dan Mustahil bagi Mahasiswa Tua

7 Maret 2024
3 Kebohongan di FEB UGM yang Perlu Diluruskan biar Mahasiswa Nggak Salah Jalan

3 Kebohongan di FEB UGM yang Perlu Diluruskan biar Mahasiswa Nggak Salah Jalan

13 Juni 2025
3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

Gagal Seleksi Masuk UGM Nggak Bikin Dunia Kalian Berakhir dan Hidup Kalian Akan Tetap Baik-baik Saja

7 Mei 2025
Benarkah Mahasiswa UNY Adalah (Calon) Mahasiswa yang Terbuang dari UGM? Iya, tapi Nggak Juga Jogja kuliah di UGM warung makan sekitar UGM seleksi masuk ugm jurusan s1 UGM

6 Warung Makan Sekitar UGM yang Underrated, Dijamin Enak dan Nggak Akan Bikin Menyesal!

8 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

QRIS Dianggap sebagai Puncak Peradaban Kaum Mager, tapi Sukses Bikin Pedagang Kecil Bingung

Membayangkan Indonesia masa kini tanpa QRIS, transaksi akan benar-benar ribet

29 Juli 2026
Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

Toyota Veloz 2017, MPV RWD lawas yang perkasa di tanjakan, mobil FWD baru nggak ada apa-apanya

30 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku Mojok.co

Pertemukan dengan duit Rp100 miliar, saya akan bangun usaha kue, laundry kiloan, dan toko buku

29 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.